Remember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 January 2019

“Aku tau itu kamu”, gumam Arga dalam hati. Dengan mata minusnya meskipun dari jarak sejauh itu dia masih bisa mengenalinya.
Gadis itu tersenyum padanya. Senyumannya bahkan sanggup terlihat dari jarak sejauh ini di antara ratusan orang yang keluar dari gerbang besar itu.

Perlahan dengan baju putih dan rok hitam yang simple tapi terlihat elegan dia berjalan ke arah pemuda yang duduk di atas motor di bawah pohon beringin besar itu.

“Udah lama sayang?”
“Engga, baru aja sampe kok”, ucap Arga seraya membelai lembut pipi gadis itu.
“Nyaman sayang”, ucapnya sambil memejamkan mata.
“Ayo pulang”, lanjutnya seraya mengecup telapak tangan Arga.
“Tapi aku pengen tunjukin sesuatu ke kamu”
“Apa?”
“Ada dech.”
“Ihh kebiasaan buat aku penasaran”
“Udah, ayo ikut.”
“Iya iya”, ucap gadis itu sembari mencoba duduk di belakang Arga.
“Pegangan”
“Iya”
“Yang kenceng”
“Iya iya, ih jadi cowo’ cerewet banget”
“Haha”, jawabnya tertawa.
Mereka berduapun pergi meninggalkan pohon besar tempat dimana Arga selalu menunggu gadis itu, entah ke mana.

“Sayang, kok ke sini?”
“Masih inget nggak sayang?”
“He’em, iya, kan dulu kamu pertama nembak aku di sini”, ucap gadis itu sambil mencoba mengingat saat indah beberapa waktu lalu.
“Aku pengen inget lagi”, gumam Arga.
“Emm, nggak nyangka ya sayang?”
“He’em, iya. Aku juga”

“Coba kamu bilang sekali lagi kaya yang dulu coba”, bujuk gadis itu sembari menarik tangan Arga.
“Yee, maunya”
“Ihh, aku pengen denger lagi”
“Ya harusnya dulu direkam, jadi bisa denger tiap hari”
ucap Arga sedikit meledek.
“Ihh, siapa yang tau kalo’ aku mau ditembak sama kamu. Kefikiran aja engga.”, gerutu gadis itu sambil mengerutkan wajahnya.
“Eh iya iya, aku bilang. Tapi mukanya ngga boleh dilipet kaya’ gitu, jelek tau”, rayu Arga seraya meraih rambut hitam lurusnya.
“Coba”

Arga pun merebahkan tubuhnya di atas rumput di bawah pohon rindang di depan sekolah itu. Sang gadis duduk di sebelahnya seolah-olah mengingat saat indah beberapa waktu yang lalu.
“Ah aku cape'”, ucap Arga sambil mencoba duduk.
“Kamu pengen apa?”, lanjutnya.
“Aku es doger aja”
“Trus?”
“Udah itu doank”
“Sekalian entar pulang, bilang aja, entar aku traktir.”
“Serius?”
“Iya”
“Ya udah, aku pengen es doger, es campur, es buah, es rumput laut, es…”
“Eh itu mah banyak banget. Mana muat perutmu dimasukin semua es itu coba?”, sergah Arga.
“Hla katanya kamu yang traktir, ya udah aku minta semua”
“Ah kamu mah satu kulkas bisa masuk ke perut beneran”
“Ihh, enak aja”, “Hla kamu pengen apa?”, lanjut gadis itu sambil menatap mata Arga.
Dia terdiam, menikmati rasa sejuk yang tercipta dari mata coklat gadis itu.
Tangannya bergerak perlahan dan berhenti di pipi kiri sang gadis. Wajah mereka perlahan berdekatan. Dada mereka serasa sesak. Gadis itu hampir tidak bisa bernafas. Bibirnya serasa terkunci. Kulit hidung mereka bersentuhan, lembut. Terasa sangat lembut sampai sang gadis tak sanggup lagi untuk membuka matanya.

“Aku pengen…” ucap Arga terhenti.
Perlahan dengan tangan kanannya Arga membelai pipi gadis itu, sedangkan tangan kirinya menggenggam erat jemari mungilnya.
“Aku pengen kamu”, ucap Arga parau.
Jantung sang gadis berdegup semakin cepat. Jemari mereka pun semakin erat mengisi setiap sela-selanya.
Gadis itu masih memejamkan mata. Kepalanya menunduk perlahan.
“Aku pengen kamu jadi kekasihku”, ucap Arga lirih seraya mengecup lembut hidungnya.

Gadis itu hanya terdiam. Matanya masih terpejam. Tubuhnya mulai terasa hangat. Arga merapatkan pipinya ke pipi gadis itu seraya berbisik, “Kalo kamu mau, Peluk Aku!”

Cerpen Karangan: Wahyu Danarga
Facebook: facebook.com/ergayosa
Wahyu Danarga
Pujangga Yang Terkurung Dalam Kamar Kosnya

Cerpen Remember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friend and Boyfriend (Part 4)

Oleh:
Teett…. teeet… Bel istirahat pun berbunyi. Pagi ini Hani tidak pergi ke apartemen Levin. Ia merasa canggung dengan sikap Levin kemarin. Hani melihat ke arah jam. Sudah jam sembilan.

Aku Suka Kamu

Oleh:
Ketika cinta yang kita beri pada seseorang, namun dengan gamblangnya dia katakan tidak pada kita, disitulah jati diri kita yang sebenarnya yang akan meluluhkan hati yang beku. “Ra, liat

Berawal Dari Sepotong Roti

Oleh:
Menurut sebagian orang roti hanyalah sebuah makanan yang dapat mengganjal perut di saat lapar. Tapi tidak dengan Leo, menurutnya roti adalah makanan yang membuatnya bertemu dengan cinta pertamanya, memang

Lelaki Misterius

Oleh:
“Dreett.. Dreett.. Kring.. Kring…” Dering alarm berbunyi dengan kerasnya. Waktu menunjukkan pukul 06.00. Rita meraba-raba kasurnya yang berbentuk kubus dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Dirabanya dari kanan hingga

Phira

Oleh:
Phira gak suka sama yang namanya keributan, dia benci sama orang yang suka main kasar, dan benci sama orang yang main otot daripada otak. Tapi hari ini, tanpa sengaja,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *