Salah Paham

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 21 November 2013

Tak diragukan lagi, cinta memang bisa hingap ke hati siapa pun. Tak terkecuali oleh pasangan kekasih Martha dan Nirwan. Mereka sangat mesra dan mencintai satu sama lain. Martha adalah seorang mahasiswi yang sangat gemar membaca. Setiap ia pulang dari kuliah nya, ia selalu menyempatkan diri untuk datang ke perpustakaan di dekat rumahnya. Untuk membaca, meminjam, atau mengembalikan buku yang telah ia pinjam sebelumnya. Dan Nirawan adalah seorang mahasiswa yang berhati sosial, ia sangat suka membantu orang yang sedang kesusahan, seperti para pengemis. Walupun mereka sama-sama mahasiswa, kampus mereka berbeda.

Pertemuan mereka bisa dibilang sangat cukup tiba-tiba dan tanpa disengaja. Saat itu, Martha sedang terburu-buru untuk pergi ke kampus dengan membawa banyak buku di tangan nya. Dari arah yang berlawanan Nirwan sedang mengangkat sebuah kardus besar berisi makanan untuk para pengemis. Karena kardusnya besar, segala apa yang di depanya tak terlihat jelas oleh Nirwan. Martha pun, saking terburu-burunya jadi tidak terlalu hati-hati berjalan. Meraka bertabrakan. Buku Martha jatuh kemana-mana. Untung saja kardus yang dibawa Nirwan ditutup rapat, sehingga makanan yang ada di dalamnya tak berhamburan keluar. Lalu, nirwan menaruh kardusnya, dan membantu Martha merapihkan buku-bukunya yang jatuh,
“Maaf, maaf! saya tidak sengaja!” kata Nirwan
“Maafkan saya juga! Saya tak terlalu memperhatikan jalan” jawab Martha.
Nirwan tersenyum, dan membantu Martha untuk berdiri. Disitulah mereka mulai jatuh cinta. Martha terpesona dengan kebaikan Nirwan yang suka menolong itu. Dan Nirwan suka dengan Martha yang pintar itu. Mereka menjadi kekasih beberapa minggu setelah itu.

Saat itu, Martha baru saja pulang dari kuliah nya, dan ia hendak ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah di pinjam. Saat ia keluar dari perpustakaan, ia mendapati Nirwan sedang memeluk erat seorang wanita di seberang jalan. Martha marah, dia menagis dan berlari menuju rumahnya. Nirwan terkejut sekali, buru-buru ia melepaskan pelukanya itu dan mengejar Martha.

Sesampainya di rumah, Martha masuk, dan mengunci rapat rumahnya tanpa mrnghiraukan Nirwan yang saat itu sudah sampai juga di rumah Martha. Nirwan mencoba membujuk Martha untuk membukakan pintunya, dan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi. Namun, Martha tetap tidak mau.
“baiklah Martha. Aku akan menunggu di sini sampai kau bersedia membukakan pintu rumahmu, dan mendengarkan semua penjelasan ku!” kata Nirwan
“apa lagi yang ingin kau jelaskan Nirwan? semuanya sudah sangat jelas, kau bermesraan dengan orang lain, dan itu sudah sangat cukup menyakitiku!”
“aku tidak sedang bermesraan dengannya saat itu Martha kau salah paham. Maka dari itu, bukalah pintunya dan dengarkan apa yang ingin ku katakana Martha”
“apa? Salah paham? Sudah sangat jelas aku melihat kau memelukanya Nirwan!”
“terserah apa katamu Martha. Aku akan tetap disini, sampai kapan pun”

Martha tetap tak mau membukkan pintunya. Hingga malam datang dan hujan turun. Namun Nirwan tetap menunggu di halaman depan rumah Martha. Lalu, Nirwan jatuh pingsan karena kelelahan seharian berdiri dan kedinginan karena hujan. Melihat Nirwan pingsan, akhirnya Martha membukakan pintunya, karena melihat Nirwan sangat bersungguh-sungguh. Ia mengambil payung dan handuk untuk Niwan. Segara ia keluar dan mendatangi Nirwan yang lemah. Ia memakai kan handuk ke sekujur tubuh Nirwan yang basah kuyup karena kehujanan, dan membawa nirwan masuk ke ruamahnya.
“silahkan minum teh ini Nirwan. Itu akan menghangatkan mu” kata Martha.
Lalu Nirwan meminum teh itu.
“maaf kan aku Nirwan, karena aku tak membukakan pintu untukmu, sehingga kamu kelelahan dan kedinginan..” sambung Martha
“sudahlah tak apa Martha. Aku tahu kau sangat marah. Namun, wanita yang tadi kau lihat hanyalah teman ku. Dia sedang sangat bersedih karena ia divonis dokter mengidap penyakit parah. aku sangat prihatin terhadapnya, dan ia sedang membutuhkan orang untuk memberinya semangat, aku memeluknya, untuk sekedar meredakan tangisannya itu. Kau percaya kepadaku bukan?” jelas Nirwan.
Sejenak Martha menundukan kepalanya, “tentu aku percaya Nirwan. Maafkan aku, aku sudah salah paham. Dan sampaikan kepada temanmu itu bahwa aku turut prihatin terhadapnya” jawab Martha.

“mm, sebetulnya, aku ingin bilang sesuatu padamu” kata Nirwan
“apa itu?”
Nirwan bersimpuh di hadapan Martha, dan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya,
“Martha, maukah kau menikah dengan ku dan menjadi pendamping hidup ku untuk selamanya?” kata Nirwan, sambil memperlihatkan sepasang cincin yang sangaat indah,
Martha berlinang air mata karena terharu
“iya”. jawab martha.

THE END

Cerpen Karangan: Ega Ayundi
Facebook: Ega MichaelAyundhi Jackson

Cerpen Salah Paham merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dermaga Tania

Oleh:
Tak kuasa Tania menggenggam tangan suaminya yang kekar itu. Air matanya jatuh menggelinang membasahi tangan mungil lembutnya itu. Pintu depan sudah terbuka lebar. Angin laut berhembus kencang menerpa gubuk

Cinta Sejati (Part 3)

Oleh:
Beberapa hari kemudian, sekolah mengadakan pesta kembang api memperingati hari ulang tahun sekolah. Di akhir acara akan ada peluncuran kembang api oleh para murid dengan pasangannya masing-masing. Sebelum meluncurkan

Kau

Oleh:
Aku memulai saat semuanya terasa beku. Entah karena aku terlalu berlebihan ataukah semuanya memang serba menuntutku. Aku melihat saat hiruk pikuk tak peduli, Aku memulainya. Semua berawal tanpa sekedar

The Love at First Sight

Oleh:
Sang fajar mulai bersinar jam pun berdering “kring… kring.. kring..” aku bergegas untuk membantu ayah dan ibuku berjualan “nasi kotak”. Nama ku “karel adi pratama” biasa di panggil “Karel”,

Bukan Harapan Palsu (Part 1)

Oleh:
“Tersenyum mungkin hanya topeng belaka. menangis mungkin hanya luapan emosi saja. tapi perasaan ini membuatku tersenyum dan menangis. apa perasaan itu hanya topeng? atau apa perasaan itu hanya luapan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *