Seandainya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 3 April 2019

Sore itu dia datangg menemuiku, di balkon depan rumah, dia duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku merasa bahagia dan diselimuti rasa rindu, Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku sangat ingin memilikinya dan aku tidak ingin kehilangan dia, meski tak sesuai degan yang kuharapkan.

Dan sore itu taufik mengajakku nonton, kami akan kencan dan makan malam berdua, aku sangat ingin terlihat cantik di depannya, Aku sengaja memakai gaun berwarna biru karena dia suka warna biru, Dan gaun ini adalah kado pemberiannya disaat hari wisudaku, dan aku berdandan secantik mungkin. *Kutemui taufik di ruang tamu. Selagi menungguku bersiap, taufik berbincang bincang dan ngobrol bersama kedua orangtuaku. *Aku suka keramahannya, itu yang membuat aku bahagia memilikinya. Aku sangat bahagia saat taufik tersenyum memandangiku dengan gaun pemberiannya. Lalu kami pergi dan di perjalanan dia memegang tangan dan Menatap wajahku. Seraya berkata. “Kamu cantik dek malam ini. Gaunnya cocok banget kamu pakai..”
“Makasih yank”
Aku jadi malu dan yang pastinya senang banget dipuji sama orang yang aku sayangi..

Setelah turun dari mobil.. Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan taufik… Ini benar benar hal yang menyenangkan.
Setelah sampai di bioskop taufik memintaku menunggu sebentar. Tak berapa lama kemudian taufik datang dengan dua cup minuman juga cemilan teman nonton. Kita masuk ke ruangan bioskop dan nonton film kesukaan taufik. Karena menurutku apa pun yang membuat dia senang sudah pasti aku juga senang, Saat itu jam 21.20 wib, Film telai usai dan kita bergegas ke salah satu cafe di dekat gedung bioskop.

“Dek, kita makan di cafe ini aja ya,”
“Iya yank, Gimana tadi filmnya seru gak?”
“Seru banget dek”, “Oh ya mau makan apa dek?”
Taufik memanggil pelayan cafe dan memesan makanan buat kami.
“Ya udah gimana tadi, Kamu senang kan yank?” Aku menanyakan hal itu karena aku suka mendengar dia bercerita, Aku merasa jadi sangat dihargai dan dipercayai saat itu.
“Jelaslah dek. Abang senang banget,”
Taufik bercerita tentang film kesukaannya itu, Dan aku mendengarkan ceritanya sambil menikmati senyumannya yang indah,

Tak berapa lama pesanan kita datang lalu melahapnya, Sambil ngobrol tentang gimana selanjutnya setelah aku wisuda, Yang jelas ingin kerja lanjut s2, Sukses dulu dan kemudian dilamar ama taufik, Seandainyaaa jika kita berjodoh, Karena keasikan ngobrol dan menikmati malam kencan ini, Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 wib, Taufik bersiap siap mengantarku pulang,
“Makasih ya dek.. Aku sayang sama kamu, karena udah nurutin mau nya aku.. Aku bangga punya kamu”, Sambil mengelus elus kepalaku.. Aku suka dan ngerasa disayang dan dimanja ama taufik,
“Ehmmm… Iya yank, Jangan terlalu memuji deh.. Cepat jalannya ntar kemaleman sampai di rumah.”
Taufik tersenyum dan kembali fokus pada setirnya.
Dalam hati aku merasa senang banget. Huuuuhh rasanya pipiku panas dan merah banget dan jantungku deg degkan.
Aku pengen meluk taufik saat itu. Tapi melihat dia fokus nyetir kuurungkan niatku.

Sesampai di depan rumah aku turun. Tapi sebelumnya. Aku kecup pipi kirinya dan langsung turun dari mobil.
“Daaa sayank, Hati hati ya di jalan. Jangan ngebut”
“Iya dek, Ya udah masuk gihh”
Dengan wajah sedikit kaget karena aku cium tiba tiba.. Dan menunggu sampai aku benar benar masuk ke dalam rumah…
“Iya yank…” aku jawab dengan senyum penuh kebahagiaan.. Dengan wajah memerah aku balik badan dan masuk ke dalam rumah, dan taufik pun kembali melaju mobilnya..

Di dalam kamar.. Aku masih kebayang indahnya kencan malam ini… Di depan cermin sembari menghapus make up aku sesekali teringat saat saat kita kencan tadi dan saat aku kecup pipinya…
Aaahhh ya ampun.. Pipiku rasanya panas, malu banget… Aku tepuk tepuk pipiku dan menepis rasa malu itu.. Ehmmm

Setelah selesai aku berbaring di kasur dan ngebayangin seandainya taufik bisa seromantis oppa oppa korea… Pasti aku akan jadi wanita yang paling bahagia di asia…
Ahh kok jadi lebay… Saranghae taufik oppa… Bogoshipo
Kutarik selimut dan memeluk boneka doraemon kesayangan lalu terlelap.

Cerpen Karangan: Dewi Zahrana Pane
Blog: Dewianapane.blogspot.com
Nama saya dewi zahrana pane.. Asal medam.. Gemar menulis dan membaca..
Fb @dewizahranapane
Ig @dewizahrapa
Id pane2345

Dibaca dan share ya mbak…
Terimakasi banyak

Cerpen Seandainya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tulus

Oleh:
Sila sedang duduk di bangku cafe, sambil menatap pemandangan luar jendela. Duduk termenung sambil mengaduk-aduk kopi yang ada di depannya. Cuaca yang sedang hujan membuat pikiran dan perasaannya ke

Singgah

Oleh:
Selalu sepi. Begitulah yang kurasakan sejak kepergian bunda dua bulan lalu. Rumah ini dingin, tak sehangat dulu. Kubuka jendela kamarku, dan melihat ke arah seberang. Di sana juga terdapat

Cinta, Jangan Buru Buru (Part 3)

Oleh:
Hari terus berlalu, minggu ketemu minggu dan bulan berganti bulan, tak terasa dua minggu lagi Denta dan kawan-kawannya akan meninggalkan sekolah yang telah menggembleng mereka menjadi generasi muda yang

Sekeping Memori

Oleh:
Senja lenyap tergantikan malam. Rembulan hadir membawa sebilah rasa syahdu. Mengusir keriangan hingar bingar terangnya hari. Meninggalkan kesan. Menyambut sang mimpi. Hany terpaku menatap wajah kekasihnya. Wajahnya merona seperti

Dion (Part 1)

Oleh:
Dalam kesunyian malam yang setiap hariku kujalani, tanpa seorang yang menemaniku dalam kesendirian yang pelik ini, mataku tak bisa lepas dari bayangannya. Orang yang dulunya selalu ada disaat aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *