Senyuman Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 May 2014

Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Tapi ternyata proses panjang itu tidak terjadi padaku, pada saat pertama kali melihatmu aku langsung jatuh cinta padamu, entah apa yang ada dalam otakku saat itu tiba-tiba saja kamu memenuhi sudut-sudut terpencil di hatiku. Aku berharap kamu bisa jadi yang terbaik untukku. Menghapus kenangan buruk di masa lalu ku.

“Hey” panggil seseorang dari arah belakang aku, aku berbalik
“Kamu yang kemarin nolong aku kan, makasih yah” katanya sambil berlalu pergi
“Ya aku yang menolong mu, aku juga yang mengharapkan cintamu” ucap ku dalam hati sambil memperhatikannya berlalu

#Flashback
Kemarin sore aku jalan-jalan mengelilingi kompleks rumah ku, dari kejauhan aku melihat seseorang yang terjatuh dan sedang mencari bantuan. Aku berjalan menuju lelaki itu
“Apa yang terjadi padamu..?” tanya ku
“Tadi aku sedang berlari tapi tiba-tiba aku terjatuh” jawabnya sambil memegang lututnya yang berdarah
“Ayo aku bantu kau berdiri, kita ke rumah ku, aku akan mengobati lututmu itu” kataku sambil membantunya berdiri
“Makasih” jawabnya

Setelah sampai di rumahku aku segera menggambil kotak obat serta air hangat untuk membersihkan luka di lututnya
“Ahhh, pelan-pelan” katanya sambil merengek seperti anak kecil
“Ini udah pelan kalee” jawabku sewot

Setelah membersihkan lukanya aku meneteskan obat merah lalu memplester lututnya.
“Kamu mau minum apa?” tanyaku padanya
“Apa saja terserah kau” jawabnya
Aku kembali dengan membawa sebuah nampan yang berisi 2 gelas jus jeruk dan sepiring makanan kecil
“Di mana orangtua mu?” tanyanya
“Kantor” jawabku singkat
“Ohh, apa kamu tidak punya saudara?” tanyanya lagi
“punya 1, aku anak bungsu” jawabku
“Lalu dimana kakakmu?” tanyanya lagi
“Kuliah” jawabku singkat “Minumannya di minum dong, ntar mubazir lagi” kataku
“iya” jawabnya

Kami bercerita panjang lebar, sampai akhirnya dia pamit untuk pulang
“Ehh aku pulang dulu yah udah sore” katanya
“Yakin, atau aku antar aja lagian rumah kamu gak terlalu jauh” kataku menawarkan
“Ahh tak perlu aku bisa pulang sendiri” jawabnya
“Yah sudah, aku akan mengantarmu sampai di depan” kataku
“Baiklah” katanya

Kami pun beranjak dari tempat duduk.
“Terima kasih atas pertolongannya, bye” katanya
“Iya, sama-sama” jawabku

Setelah ia sudah tak terlihat aku memutuskan untuk kembali ke dalam, menuju kamarku di lantai 2. Tiba-tiba aku teringat sesuatu “Siapa namanya?” arrrghhh aku bodoh kenapa aku tak menanyakan namanya. Hal yang paling ku ingat adalah ketika ia tersenyum padaku dan tatapan matanya yang membuat aku takjub.
#Flasback end

Aku bergegas menuju ruang kelas ku, di kelas masih sepi jadi ku putuskan menunggu sahabatku Icha di taman belakang sekolah. Aku duduk di bangku di bawah pohon besar yang rindang, aku masih memikirkan dia yang membuat aku terbius oleh tatapan matanya juga senyum indahnya yang ia tujukan pada ku pagi tadi.

“Hey melamun aja, masih pagi tau” kata Icha sahabatku
“Hmmm, Mana Sandy” tanya ku
“Di kelas” jawabnya
“Ohh” kata ku lagi

Bel tanda pelajaran pun berbunyi aku dan sahabatku bergegas menuju kelas
“Hari ini kita gak belajar katanya guru-guru pada rapat” Kata Sandy sahabatku
“Ahhhh, tau gini aku gak bakal datang” jawabku malas
“Clara ada yang nyari kamu katanya dia nunggu kamu di taman belakang” kata Dinda teman ku yang sedang berdiri di depan pintu
“Siapa?” tanya ku
“Gak tau, tapi kayaknya kakak kelas” jawab Dinda lagi
“Ciee, Clara sapa tuu, gebetan baru yah” goda Icha
“Ichaa apaan sih” Balasku dengan nada marah
“Udah di tungguin loh, udah sana jalan” kata Sandy
Aku akhirnya ke taman belakang sekolah bersama Rian yang sekalian mau pergi ke perpus

Aku menunggu sekitar 5 menit akhirnya aku di kagetkan dengan suara seseorang
“Ehhh udah lama nunggunya?” tanya orang tersebut
“Ehh kok kamu sih” tanya ku bingung
“Iya emang yang nyuruh kamu ke sini aku” jawabnya
“Ada apa?” Tanya ku singkat
“Kita belum kenalan aku pengen tau kamu nama kamu aja” jawabnya
“Jadi Cuma karena itu, aku kira ada apa” kataku
“Emang kenapa lagian kita juga gak belajar kan” katanya
“Yah udah nama aku Claranisa Ramadanty, udah kan” kataku cuek padahal dalam hati udah berbunga-bunga
“Aku Calvin Giovano anak XI IPA 1” katanya
“Ya udah aku pergi yah mau ngerumpi sama teman-teman bye” Kataku lalu berjalan meninggalkan kak Celvin dengan wajah yang memerah

Seusai pulang sekolah aku langsung pulang ke rumah, setelah sampai di rumah aku menuju kamar ku dan membanting diriku di atas kasur, aku sangat lelah aku melepas sepatu, mengganti baju, kemudian tidur.

Di sebuah taman aku sedang duduk sambil membaca Novel karangan Ayu Rizky Ilahi tiba-tiba ada seseorang yang nyamperin aku
“Hey lagi baca apa?” tanyanya
Aku kemudian membalikkan tubuhku 45 derajat “Novel kak Calvin” jawabku, iya dia Calvin Giovano orang yang selalu membuat aku rindu akan sebuah arti cinta
“Novel apa, bagus gak..?” tanyanya
“Cinta, bagus banget kak” jawabku
“Judulnya apa dan pengarangnya siapa..?” tanyanya lagi
“BERSAMA MU AKU SEMPURNA karangan Aay” jawabku menjelaskan
“Ohhh, Clara ada yang aku mau omongin” kata kak Calvin
“Apa kak, ngomong aja” kataku
“Tapi kamu gak boleh marah yah” katanya lagi
“Iya kakak, emang apaan?” tanyaku penasaran
“Sebenarnya tuu aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” Tanya kak Calvin, ahhh aku serasa ingin terbang dan tiba-tiba ada suara yang memanggilku

“Clara, kamu di mana?” Tanya suara itu
Aku bangun dan aku sadar bahwa kejadian tadi hanya mimpi, ingin rasanya mimpi itu menjadi nyata.
“Clara kamu di mana sih” suara menyebalkan itu kembali terdengar
“Aku di kamar, masuk aja” jawabku
“Ya ampun Clara sayang kakak udah nyariin kamu dari tadi” kata kak Calista kakak ku
“Ahh aku lagi mimpi indah dan kakak ngebangunin aku” jawabku
“Ya udah maaf-maaf, kakak Cuma pengen ngajakin kamu jalan-jalan ke mall, kamu buruan mandi terus dandan yang cantik yah” kata kak Calista
“Iya” kataku

Setelah selesai mandi aku mencari baju yang cocok di pakai, ku putuskan memakai Dress warna putih selutut dengan Blazer ungu dan flatshoes putih lalu aku menghampiri Kak Calista di ruang tamu ia menggunakan Dress Biru dengan corak bunga serta tas kecil dan wedges.
“Clara, kau cantik sekali” ujar kak Calista
“Emang dari dulu aku cantik, kakak juga cantik” ujar ku
“ya ya ya terserah kamu mending kita langsung jalan” kata kak Calista
“Oke” jawabku

Kami sampai di salah satu mall di bandung, aku dan kak Calista masuk ke dalam dan menuju Gramedia
“Kakak mau cari apa?” Tanya ku
“Novel baru, kata teman-teman kakak novelnya Best Seller baru diedarkan kemarin” kata kak Calista
“Judulnya apa?” Tanya ku
“BERSAMA MU AKU SEMPURNA” jawab kak Calista
Sepertinya aku pernah mendengar judul novel itu tapi di mana? Ya aku ingat di dalam mimpi ku, ya Tuhan kenapa tiba-tiba aku merindukan Kak Calvin, apa ini yang namanya Cinta?

“Ini dia” kata kak Calista membuyarkan lamunanku
“Udah kak” tanyaku
“Iya sekalian kakak mau beli tabloid” jawab kak Calista
Kami pun membayar di kasir, setelah itu kami menuju salah satu kedai Ice Cream

“Kamu mau Ice Cream apa dek” Tanya kak Calista
“Ice Cream Vanilla kak” jawabku
“Mbak” panggil kak Calista kepada pelayan
“Iya mau pesan apa mbak” Tanya pelayan tersebut
“Ice cream Vanillanya 1, stawberrynya 2” kata kak Calista kepada pelayan
“Iya di tunggu sebentar yah” kata pelayan tersebut
“Kak kok pesen Ice Creamnya 3 emang yang 1 buat siapa” tanyaku
“Calista maaf telat” kata seseorang
“Ohh gak papa kok” jawab kak Calista yang sekarang duduk bersama cowok itu
“Clara kenalin ini Kakak Anggara Danian” kata kak Calista
“Ohh iya aku Claranisa Ramadanty” sambil menjabat tangan kak Anggara
“Clara ini cowok kakak, kece kan” kata kak Calista
“Iya kak” kataku sambil tersenyum

Setelah puas jalan-jalan akhirnya kami pulang ke rumah, setelah aku sampai di rumah aku ingin membaca Novel yang tadi baru kak Calista beli.
Tapi ini sudah jam 20.15 akhirnya ku putuskan untuk tidur.

Keesokan harinya hari ini papa dan mama akan pergi ke Jakarta dan menetap di sana, tapi papa dan mama berjanji untuk mengunjungi kami setiap seminggu.
Aku membuat sarapan untuk ku, kak Calista, dan kak Anggara.
“kak sarapannya udah siap” kata ku
“Kamu masak apa dek?” Tanya kak Anggara
“Nasi Goreng ala chef Clara” Jawabku PeDe
“Idihh PeDe banget deh kamu ini” kata kak Calista
“Udah kak Anggara dan Calista duduk aja hari ini kalian bakal jadi Raja dan Ratu” kataku
“Trus kamu jadi babunya” kata kak Anggara meledek
“EGP” balas ku

Setelah sarapan aku bergegas menuju kamar ku
Tiba-tiba aku melihat Kak Calvin lewat di depan rumah ku, aku berdiri di depan jendela sampai kak Calvin tak terlihat lagi.
“Ya Tuhan jika kau ciptakan dia untukku persatukan lah kami, aku sudah tak tahan dengan rasa yang selalu ku pendam ini, aku lelah selalu cemburu ketika melihatnya bersama perempuan lain, tapi jika kau ciptakan dia bukan untuk aku buang lah rasa ini Tuhan aku juga ingin bahagia walau tak bersama dia” kata ku dalam hati

Karena weekend ku putuskan untuk berjalan-jalan ke taman kompleks sambil membawa Novel, saat aku sedang asik-asiknya membaca ada seseorang yang menghampiri ku
“Hey lagi baca apa?” tanyanya
Aku kemudian membalikkan tubuhku 45 derajat “Novel kak Calvin” jawabku, iya dia Calvin Giovano orang yang selalu membuat aku terpukau dengan tatapan matanya
“Novel apa, bagus gak..?” tanyanya
“Cinta, bagus banget kak” jawabku
“Judulnya apa dan pengarangnya siapa..?” tanyanya lagi
“BERSAMA MU AKU SEMPURNA karangan Aay” jawabku menjelaskan
“Ohhh, Clara ada yang aku mau omongin” kata kak Calvin
“Apa kak, ngomong aja” kataku
“Tapi kamu gak boleh marah yah” katanya lagi
“Iya kakak, emang apaan?” tanyaku penasaran
“Sebenarnya tuu aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” Tanya kak Calvin
“Kakak serius” Tanya ku yang serasa ingin terbang ke langit
“Iya aku serius kamu mau apa enggak” Tanya kak Calvin mengulangi
“Iya aku mau” kata ku dengan sebuah senyum yang terukir di wajah ku

Akhirnya aku dan kak Calvin resmi menjadi sepasang kekasih.
Ternyata dari sbuauh perkenalan yang singkat dapat menemukan aku dengan orang yang ku sayangi.
Hal yang tak pernah ku lupa adalah “KETIKA TATAPAN MATAMU MEMBUAT AKU TERPUKAU”

Untuk mu yang tak pernah bisa ku miliki

Cerpen Karangan: Ayu Rizky
Facebook: https://www.facebook.com/ayhu.rizky
Nama: Ayu Rizky Ilahi (Aay)
Fb: https://www.facebook.com/ayhu.rizky
Twitter: @Ayhuayu41 {Follow yah :)}
Hobby: Nulis, Membaca dan Online ..

I like someone but he don’t know my feeling ..

Cerpen Senyuman Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Shena

Oleh:
Namaku Anjani aku tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ayah, ibu, dan 2 saudariku. Besok aku akan mulai bersekolah lagi setelah sekitar 1,5 bulan aku libur. Keesokan harinya seperti

Katatonia

Oleh:
Pedih dan letih, itulah yang kurasakan. Aku kembali kehilangan teman dan sahabat. Di tempat baru ini aku benar-benar merasa sendiri. Tak ada satu pun orang yang kukenal. Rasa takut

Cinta Bersemi di Ekskul Band

Oleh:
Hay guys, Namaku Afifah Indah, aku duduk di kelas 8 F, sekolahku di SMPN 1 PRAMBON (SPENSPRA), dan ini ceritaku… Semua berawal dari perkenalan yang indah di ruang band

Risalah Hati (Part 3)

Oleh:
13 November 2015, Mt. Cikuray, 2821 MDPL 13.00 PM Aku dan kawan-kawan dari komunitas Lidi Rimba mendaki puncak Cikuray. 2821 MDPL aku tempuh dengan kawan-kawan komunitas Lidi Rimba. Diperjalanan

Cinta Mulai Bersemi

Oleh:
Hari ini adalah hari yang indah mentari mulai menunjukan dirinya dengan sinarnya yang kemerah-merahan dan kabut yang disingkirkannya. Sinar mentari itu menyinari jendela. Tampak Ahmad masih tidur terlentang di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *