Singgah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 5 December 2017

Selalu sepi. Begitulah yang kurasakan sejak kepergian bunda dua bulan lalu. Rumah ini dingin, tak sehangat dulu. Kubuka jendela kamarku, dan melihat ke arah seberang. Di sana juga terdapat jendela yang menghadap ke arah kamarku. Itu miliknya. Milik seseorang yang pernah singgah di relung hatiku.

Masa lalu mulai membayang di kepalaku. Menari indah menertawakan keadaanku. Aku merindukan kenangannya, bukan orangnya. Untuk apa merindukan seseorang yang hanya singgah? Oh ayolah, bukannya hidupku lebih berguna daripada merindukannya?

Kupikir terlalu lama juga memandangi jendela itu, lalu kuputuskan pergi ke kantor pos, aku selalu mengirim paket kepada temanku via pos. Entah mengapa, dia yang meminta begitu.

Ah ya, sampai sekarang aku tidak tau, siapa sebenarnya temanku itu. Dia hanya mengatakan ia seorang pria dan memberikan alamat lengkapnya. Aku biasa memberinya buku-buku dan dia pun begitu, beberapa kali aku menerima bingkisan berupa buku, dan pernah suatu kali, kejadiannya baru seminggu lalu ia memberiku sepasang sepatu. Yang aku bingungkan, aku tak pernah memberinya nomor kakiku atau bahkan warna favoritku. Tapi ia berhasil mengirim sepasang sepatu warna denim dengan ukuran 39. Wah, peramal sepertinya.

Berkali-kali aku meminta bertemu, karena aneh saja kami berkirim paket tapi saling tak tau. Selama 5 bulan ini kami berhubungan. Tapi ya begitu, aku tak tau siapa dia bahkan namanya sekalipun.

Sesudah dari kantor pos, aku menyempatkan diri bersantai di starbucks terdekat. Kupesan moccacino kesukaanku. Tiba-tiba ponselku bergetar, tertera “no name is calling” di layar sana. Aku heran, ternyata setelah 5 bulan akhirnya dia berani membuka suara.

“Ya hallo?”
“Ini.. mmm ya hallo”
“Hai kau terdengar kaku, jadi apa boleh aku tau namamu sekarang?” Aku berharap kali ini dia mau.
“Sepertinya memang ini waktu yang tepat nay”
“a… apa maksudmu? Siapa kau?”
Jantungku meronta, panggilan itu.. panggilan itu hanya diucapkan oleh dia. Oleh dia.

Belum selesai aku terkaget, seorang pria dengan jaket denimnya terduduk di hadapanku dan tersenyum.
Ponselku jatuh begitu saja. Tapi aku tak peduli.
“Lama tidak bertemu nay..” suaranya terdengar. Itu suaranya. Aku… aku merindukannya, bohong jika sebelumnya aku bilang aku tak merindukannya.
“Ba… bayu.. kamu..”
“Nay, aku rindu padamu”
“Apa kau bilang? Rindu? Kau bilang dulu bahwa kau hanya sekedar singgah, iya kan?” Air mataku lolos tanpa permisi. Mengalir tanpa berhenti.
“Aku singgah saat itu, dan menetap kali ini. Aku pergi karena ingin menyiapkan segala sesuatunya” bayu tersenyum lagi.
“Jangan berbelit-belit bay, aku tak…”

Bayu bangkit dari duduknya, dia… dia berjalan ke arahku. Dan berlutut, dia berlutut. Apa-apaan ini?
“Aku menyiapkan ini, kau pernah bilang kau menginginkan cincing dengan mata batu ruby, ini.. aku memesannya secara khusus”

Air mataku sudah tak terkira lagi, maafkan aku bayu. Maafkan aku. Starbucks itu tiba-tiba menjadi ramai. Kamera berdatangan dan orang-orang bertepuk tangan. Terlihat sekumpulan anak-anak, dan dengan teratur membuka barisan lalu di tengahnya terdapat susunan bunga mawar merah bertuliskan “stand by me and happy after”.

Aku bangkit, bayu pun begitu. Kupeluk erat tubuhnya. “Aku rindu”, “aku tau”. Cup. Dikecupnya puncak kepalaku. Dan saat itu, aku benar-benar tau apa pengertian singgah yang sempat keluar dari bibirnya.

End

Cerpen Karangan: Rezza Frastika
Facebook: rezza frastika
Saya masih pemula. Mohon dukungannya

Cerpen Singgah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Senang, Aku Bahagia

Oleh:
Aku menyeka air mataku. Aku tau dia tidak ingin aku meneteskan air mata, walau bagaimana pun perasaanku saat ini. Teraduk-aduk, terhantam sesuatu yang berat. Aku menatap dia yang terbaring

Komet

Oleh:
Alissa tercenung saat matanya tak sengaja melihat sebuah foto yang muncul di beranda akun facebooknya. Seorang lelaki berwajah semi-oriental, berkulit kuning langsat dengan penampilannya yang ‘keren’. Alissa tersenyum, mengamatinya.

Tuhan… Aku Mau Yang Itu (Part 3)

Oleh:
3 minggu menjelang pembukaan pabrik di Malang, Davin mulai menunjukan perubahan, dia full time di kantor dan mulai serius mempelajari apa-apa yang aku ajarkan, hampir setiap hari kami pulang

Jangan Bilang Lo Jatuh Cinta?

Oleh:
“pokoknya lo harus jadi cewek gue. Gue gak bakal tahan dengan semua cewek-cewek yang ngeganggu gue selama di sekolah nanti. Kau lo jadi cewek gue apapun mau lo bakal

Tentang Takdir

Oleh:
“Will you marry me?” Hatiku terkejut mendengar kata-kata itu dari mulutnya. Aku bahkan tidak percaya bahwa saat ini kita sedang di tempat dan jam yang sama. Karena selama ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Singgah”

  1. Widani says:

    Wah!cerpen nya bagus!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *