Singgah Di Hatiku Lagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 24 March 2016

Pagi yang cerah dimana pada saat itu aku pertama masuk sma setelah beberapa hari melewati pahitnya di MOS. Pagi ini aku berangkat sendirian menggunakan motor di saat perjalanan menuju sekolah tiba-tiba dari belakang aku diserempet motor yang hendak menyalipku. Brruuukk!!! Aku terjatuh, saat aku jatuh detak jantungku tak karuan entah itu akibat terkejut karena diserempet hingga jatuh atau karena pengendara motor yang menyerempetku tadi hendak membantuku untuk berdiri. “Sepertinya aku pernah melihatnya, bukankah dia Delon, apakah dia Delon?” Ucapku dalam hati.

Delon adalah mantanku bisa dibilang ia cinta pertamaku. Tapi kita berdua hanya berpacaran 2 bulan saja. Kita putus karena jarak yang memisahkan kita. Satu bulan sudah aku berpacaran dengannya dan pada saat itu dia berpesan kepadaku jika ia harus mengikuti perintah kedua orangtuanya, yang mengharuskan Delon dan kedua orangtuanya pindah ke luar kota. Dan aku hanya bisa menerima kenyataan yang pahit, aku tidak ingin dia pergi, dia segalanya bagiku dan selama ia pindah kita menjalin komunikasi melalui chattingan tapi lama kelamaan aku merasa kalau dia sudah tidak menganggapku lagi.

Dan akhirnya sebulan sesudah ia pindah aku mengakhiri hubunganku dengannya. Itulah ceritaku dulu dengannya. Kini dia nampak berbeda 99%, dia tampak lebih ganteng, keren, dan terlihat jauh lebih rapi. “Apa ada yang sakit?” pria itu bertanya padaku. Suaranya mirip sekali dengan suara Delon aku masih ingat betul suaranya. Tapi jika dia Delon, kenapa dia tidak mengenalku? Apakah dia berpura-pura tidak mengenalku? Dan aku pun menjawabnya pertanyaannya. “Ya sakitlah orang udah diserempet jatuh lagi dan parahnya ketiban motor!!” jawabku kesal. Tanpa panjang lebar aku menancap gas meninggalkan pria itu.

Sesampainya aku di sekolahan aku mencari cari kelasku, selesai aku mendapatkan kelasku aku langsung duduk di kursi dan mengingat kejadian tadi, lama kelamaan lukaku semakin perih ku putuskan untuk ke UKS mengambil obat merah. Untung saja ruang UKS hanya di samping kelasku dan di depan lapangan upacara. Aku lihat di ruangan itu ada seorang pria yang sedang mengambil kotak P3K. Perkiraanku kakak kelas, setelah ku lihat benar-benar, “Astaga pria itu bukankah yang tadi menyerempetku dan sangat mirip dengan Delon?” ucapku dengan suara pelan. Di saatku memandanginya, aku kepergok dengannya jika aku sedang memandanginya tak ku sangka ternyata kita satu sekolahan, dia menghampiriku lalu berkata, “Hei, ternyata kamu masuk di sekolah ini juga dan aku tahu kamu ke sini mau ngambil obat merah kan?” ia lalu menyodorkan obat merah itu kepadaku. Tanpa menjawabnya aku langsung mengambil obat merah itu lalu berbalik dan kembali menuju kelas.

“Hana,” dia memanggil namaku, di situ aku sangat yakin bahwa dia memang Delon. Aku menghentikan langkah kakiku dan berbalik ke arahnya dan menatapnya begitu pun dengannya. “Apa kamu sudah lupa denganku?” katanya.
“Delon..” Suaraku lirih.
“Sudah ku duga, kau pasti mengenalku dan tidak akan pernah melupakanku. Aku merindukanmu Han, aku kecewa saat kamu putusin aku. Saat kita putus sampai saat detik ini belum ada yang bisa menggantikanmu di hatiku,” ujarnya.
“Sejujurnya aku juga tidak berpacaran lagi setelah kita putus,” ucapaku.
Bel masuk telah berbunyi, yang mengakhiri perbincangan ku dengannya. Kita berdua masuk ke kelas masing-masing.

Ku rasa cintaku yang dulu untuk Delon bersemi kembali setiap pagi dia selalu menyapaku, dan selalu mensupport-ku. Hal kecil seperti itu saja sudah sangat senang bagiku, apalagi dia selalu memberi senyum manisnya untukku. Dan tibalah saat kenaikan kelas teman-temanku khawatir dengan peringkatnya begitu juga denganku. Aku senang sekali bisa mendapatkan peringkat yang memuaskan, sangat lega bagiku. Setelah aku mengetahui peringkatku aku segera menuju tempat parkiran dan langsung pulang karena ini hari bebas, boleh pulang jam berapa saja memang sebenarnya tidak diharuskan untuk masuk sekolah. Saat sampai di parkiran aku tidak melihat motorku sudah ku cari-cari tapi tidak ada di situ aku sangat panik. Aku mencoba untuk bertanya kepada pak satpam yang yang berjaga di tempat parkiran itu.

“Pak lihat motor saya matic saya yang berwarna putih merah gak Pak?” kataku dengan wajah panik.
“Oh iya, iya tadi saya lihat, motor kamu dibawa sama Dek Icha ke arah lapangan upacara tapi tadi dia lewat belakang parkiran,” jawab pak satpam.
“Oh, begitu ya Pak makasih atas informasinya.”

Aku berjalan dengan cepat sambil berpikir untuk apa Icha membawa motorku ke sana, dan aku baru ingat jika kunci motorku juga masih dibawa Icha sejak ia pergi meminjam motorku, tapi aku masih bingung untuk apa motorku dibawa ke lapangan upacara, apalagi di sana banyak orang maklum tempat tongkrong kakak kelas. Hampir sampai aku di lapangan upacara tampak sangat sepi sama sekali tidak ada orang. Ya sudah, beruntung jika tidak ada yang melihatku. Aku berjalan menuju motorku yang berada di tengah lapangan. Tiba-tiba saat aku sampai di tengah lapangan teman-temanku sekelas ke luar dari kelasku mereka semua berjalan menuju ke arahku dan mereka membawa balon huruf mereka semua berjejer rapi di dekatku.

Aku sangat bingung, “Ada apa ini sebenarnya?” aku bertanya tetapi teman-temanku tidak ada yang menjawabnya. Lalu dari belakang ada yang menepuk pundakku aku langsung berbalik ke belakang ternyata itu Delon ia seperti membawa sesuatu di tangannya yang ia sembunyikan di balik badannya. Aku bertanya kepada Delon.
“Ada apa ini?” Delon menjawabku.
“Lihatlah teman-temanmu,” aku langsung melihat teman-temanku, satu per satu balon huruf itu tersusun menjadi sebuah kalimat. Aku sangat terkejut membacanya, kalimatnya adalah ‘Love You Hana’, aku menatap mata Delon dan ia berlutut kepadaku sambil menyodorkan bunga mawar yang indah.

“Maukah kamu jadi pacarku?” ucapnya dengan suara yang begitu keras. Di situ aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, ingin melompat setinggi tingginya dan serasa melayang seperti layang-layang yang terbang ditiup angin. Teman-temanku serempak berkata, “Terima!” Karena benih-benih cintaku telah tumbuh kembali akhirnya dengan senyum tipis dan tak kuasa menahan air mata karena terharu aku menjawab, “Iya, aku mau.” sambil mengambil bunga yang ada di tanganya. Delon tersenyum lebar dan berkata. “Aku tidak ingin meninggalkanmu lagi, aku akan selalu bersamamu di saat suka maupun duka, I love you.” aku membalas dengan senyumanku dan berkata, “I love you too.”
Cinta pertamaku kini telah bersamaku lagi dan dialah yang singgah di hatiku lagi.

Cerpen Karangan: Azzahra Dinda Maharani
Facebook: Azzahra Dinda Maharani
Hobiku saat ini adalah membaca novel dan cerpen.

Cerpen Singgah Di Hatiku Lagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodoh

Oleh:
Namaku Risa Abdillah Putri, panggil saja Risa. Kegiatanku sehari-hari seperti biasa dan sama seperti orang-orang pada umumnya, yaitu bekerja di sebuah perkantoran lumayan ternama. Aku tinggal bersama Ayah dan

My First Sight

Oleh:
Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi. Siswa siswi bergegas memasukan alat tulis menulisnya bahkan sebelum sang guru selesai menerangkan, mereka semua enggan untuk memaksa berfikir karena kondisi perut yang

You Are My Destiny (Part 2)

Oleh:
Cuplikan “You Are My Destiny 1”: Sonia (21 tahun), putri seorang pengusaha kaya yang sedang berlibur sendirian di villa tepi pantai berkenalan dengan Andra (24 tahun). Beberapa hari Sonia

Semu

Oleh:
20 juni 2010 Masih membekas jelas sosok bayangmu, saat kau tinggalkan aku yang terpaku mengantarmu di depan gate check in di bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bayangmu, saat kau lambaikan tanganmu

Permainan Cinta

Oleh:
Ketika mereka menghabiskan kopi berdua di bawah sinar bulan purnama, mata pun terkunci pada sesama. Namun itu dulu, ya dulu, kini yang bisa Beni lakukan hanyalah mengunci tatapannya pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *