Stand by Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 24 June 2016

“Maheeee…..maheeee.” sebuah suara dari kejauhan mengagetkanku. Kulihat ke arah sumber suara. Anita, yaa itu jelas suara Anita. Kulambaikan tanganku dan ia mulai berlari ke arahku.
“Mahee..ntar siang temenin nonton yuk? Ada film bagus loh, aku yang bayar deh.” ucapnya semangat.
“Siang yaa? Hmm bolehlah ketemu langsung di depan gerbang yaa nanti langsung aja.”
“Okeee Maheeee see ya!” ucapnya senang sambil beranjak pergi.

Mahendra Wijaya, itulah nama yang diberikan orangtuaku sejak aku lahir. Saat ini aku duduk di bangku SMA tepatnya kelas XI. Aku memiliki hobi di bidang musik dan aku memiliki band bernama THE FOXES yang cukup terkenal di sekolahku. Wajar apabila kami sering diundang untuk mengisi HUT sekolah dan mengisi di acara acara tertentu. Aku sebagai vokalis sekaligus bassist, Dimas sebagai keybordist, Elang sebagai guitarist dan Edo sebagai drummer. Mereka adalah sahabat sahabat yang luar biasa karena bisa mereka mau mendengar keluh kesahku. Selain mereka, aku juga bersahabat dengan Anita. Kami sudah kenal sejak kecil sehingga kami sudah mengerti watak satu sama lain.

Setelah selesai berurusan dengan Anita, aku segera bergegas menuju ruang studio musik untuk latihan rutin. Sesampainnya disana kulihat teman temanku sedang asik dengan alat musiknya masing masing, mungkin mereka merasa bosan karena menunggu kedatanganku.
“Hallo guys, sorry telat yaa.” ucapku mencari perhatian mereka.
“Yaelah darimana sih bro?” tanya Dimas kepo.
“Widiiih kayannya lagi seneng nih anak, cerita lah sama kita.” goda Elang.
“Biar aku tebak, ini pasti ada kaitannya sama Anita.” tebak Edo.
“Hmm gimana yaa? Yaa begitulah hehe.” ujarku malu malu.
“Ciyeeeeeee Maheeee.” teriak mereka kompak.
“Eh apasih lagian kan kita cuma sahabatan, udah ah fokus yuk 3 hari lagi nih kita bakal ngisi acara di sekolah masa iyaa tiap latihan mau gini terus?” gerutuku.
“Yaelaaah nih anak emang jago banget buat nyari alasan biar gak dijailin lagi.” ucap Edo.
“Udaaah buruan latihan yuk.” Dimas menimpali.

Setelah 1 jam latian, aku segera pergi ke parkiran dan kulihat disana Anisa sudah menunggu sambil memakan cilok yang ia beli. Tanpa pikir panjang kuhampiri dia dengan sepeda motorku.
“Haaai Nitaa sorry yaa lamaa abis latian soalnya hehe.” ucapku sambil memberikan helm untuk ia kenakan.
“Hiiih emang yaa susah kalo main sama anak band pasti kepentok jadwal latian terus.” gerutu Anita.
“Maaf Nit yang penting sekarang kita nontoon.”
“Ya udaah ayoo jalan keburu hujan nih.”

Sesampainnya di bioskop kami mengantre untuk memndapatkan tiket. Benar saja Anita memilih genre film romance yang memang terkenal mellow. Bagiku, itu tak jadi masalah karena aku hanya ingin Anita merasa senang dan aku pun juga senang bisa menemaninnya. Film ini menceritakan tentang seorang pria romantis yang memiliki band dan ia sebagai vokalisnya. Sang pria ini menulis lagu untuk wanita yang ia sayang dan lewat lagu tersebut ia menyatakan cinta. Selesai pemutaran film kami bercerita dan berpendapat mengeai film tadi,
“Filmnya bagus yaa romantis.” ucap Anita.
“Hmm dasar galau tingkat akut.” ledekku.
“Maheeee..nyebelin parah.” gerutu dia sambil menyubit lenganku.
“Aduuuh sakit Nit.”
“Kamu nyebelin sih.”
“Bawel udah ah ayo balik udah sore nih ntar dicariin mamahmu lagi.” ajakku dan kamipun pulang.

Pensi sekolah pun tiba dan inilah saat saat penting bagi kami untuk unjuk gigi di hadapan orang banyak. Seperti biasa di backstage kami melakukan briefing terlebih dahulu.
“Main sepenuh hati tunjukkan kalo kita mampu.” ucapku penuh semangaat.
“Setujuuuu.” sahut yang lain.
“Eh ntar setelah lagu terakhir jangan balik dulu, bantuin aku yaa.”
“Lah emang kamu mau ngapaiin Mahee?” tanya Edo.
“Lihat aja nanti.”

Kami membawakan 2 lagu yaitu lagu dari SID yang berjudul jadilah legenda dan lagu kedua adalah lagu dari OASIS yang berjudul Stand by Me. Kulihat semua terhibur dengan penampilan kami termasuk Anita. Di akhir lagu pun aku sempatkan untuk berbicara.
“Terima kasih untuk bapak, ibu guru, kakak, teman dan adik kelas yang telah hadir disini, we love you all.” ucapku disambut tepuk tangan meriah.
“Lagu terakhir tadi khusus saya berikan untuk seseorangyang sudah lama sekali menjadi seseorang yang berarti untuk saya. Rasa sayang ini selalu saya pendam karena saya tak ingin merusak persahabatan kami, namun perasaan ini juga menyiksa bila tak diungkapkan.” ucapku lagi. Sontak semua orang meneriakiku memberi dukungan.
“Perasaan saya ini untuk teman lama saya yaitu Anisa Yulika, tolong naik ke atas panggung ini.” sontak perkataanku makin membuat suasana riuh dan Anita yang masih kaget pun tetap menaiki panggung menghamoiriku.
“Aku emang belum bisa buat lagu untuk kamu, please stand by me here! Anita, kamu mau gak jadi pacarku.” ucapku lantang.
“Aku juga udah lama suka sama kamu kok.” ucapnya malu malu.
Sontak kejadian hari itu merupakan kejadian besar dan tak akan kulupakan.

Kami masih hidup bahagia sampai hari ini, berkat lagu “Stand by me” aku dan Anita dipersatukan.

Cerpen Karangan: Bagas Kharismanto
Facebook: Bagas Kharismanto

Cerpen Stand by Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rasa Dan Perasaan

Oleh:
“Kenapa kamu bisa sayang sama aku?” “Kenapa kamu nanya?” Eros dan Rinjani duduk bersama di salah satu sudut tempat ngopi favorit mereka. Berbagi rok*k yang sama, Jani mulai menyalakan

Love Street (Part 1)

Oleh:
Kenalkan nama gue Teresia putri, Pagi ini aku baru saja masuk smp. Pagi ini aku segaja berangkat cepat supaya tidak telambat. “Ma tere berangkat sekolah dulu ya?” ucapku. “Iya

Keciprat Genangan Cinta

Oleh:
Tanpa alasan yang jelas secara tiba tiba dan tak terduga siang ini turun hujan yang begitu deras, padahal tadi pagi cuaca begitu cerah. “Hadehh php banget ini cuaca, tadi

Me and Devil

Oleh:
Hari ini giliran Ino yang kebersihan kelas, dan dibantu dengan teman-teman yang lainnya juga. “Ino, tolong bersihkan penghapus papan tulis itu” kata temannya sambil menunjukan telak penghapus papan tulis.

Cakra dan Cikka

Oleh:
Aku menyukaimu dari awal aku melihatmu dan aku diam-diam selalu memperhatikanmu meski tak pernah kau lihat aku tetap melakukannya. Seorang gadis cantik bernama Cikka ini terus saja berjalan di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Stand by Me”

  1. rana dakka says:

    Namanya Anisa atau Anita?hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *