Surat Berakhiran Titik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 23 September 2017

Tinta hitam menembus sampai ke belakang kertas tipis yang aku rentangkan di depanku. Tulisannya tampak diperindah dengan susah payah dengan bagian kaku di setiap lekukan. Aku menghargai usahanya. Sudah berkali-kali aku mengatakan tulisannya tidak dapat kubaca tapi dia tetap bersikeras ingin menuliskan sebuah surat. Surat cinta, dia bilang. Apa yang sudah dia tulis tidak langsung aku baca. Masih mengagumi kesanggupannya, sikap romantis yang aku ledek tidak ada di dirinya. Kertas putih itu bukan sobekan dari bagian tengah buku tulis. Bukan juga kertas tipis bergaris dengan bagian pinggirnya yang berlubang-lubang. Kertas itu putih ke abu-abuan, warna kesukaanku yang dia bilang membuatku tampak hangat untuk dipeluk (maksudnya adalah saat aku mengenakan hoodie putih keabu-abuanku itu, lho), bergaris rapat-rapat sehingga tulisannya tampak kecil dan rumet meskipun memang tampak lebih baik. Dia menekuknya menjadi dua, tanpa amplop, hanya tergeletak begitu saja di meja sebelah infusku. Baik, aku akan membaca surat tidak penting agak panjang itu. Semoga dia tidak membubuhinya dengan lelucon garing yang membuat perutku semakin mual.

Untuk yang Selalu Disertakan dalam Masa Depanku, Kita pernah berangan-angan ingin tinggal bersama seperti Dupin di Faubourg St. Germain yang sepi dan terpencil. Atau John dan Sherlock di tengah bising nan kumuhnya London. Kita akan habiskan waktu dengan membaca, berdiskusi, menulis, makan, menonton, dan melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan, kita dapat terus berciuman. Aku juga ingin menjadi Tom Baker bagimu. Lelucon kami sama-sama menyedihkan, rasa cinta kami juga sama, kamu sendiri kan yang bilang? Jadi itu artinya, kamu juga ingin melahirkan selusin anak? Kamu sanggup? Aku sih sanggup saja. Asal kamu memaklumiku yang masih agak geli memegang pantat-pantat bau dalam kemasan mungil itu. Apa lagi yang kita angankan ya? Aku lupa saking banyaknya. Yang selalu aku ingat hanya saat air mukamu cepat berubah sewaktu bercerita, tanganmu yang tidak bisa diam memeluntir segenggam rambut hitammu berulang-ulang, dagu lancipmu yang mengkerut saat aku menceritakan angan-anganku yang bagimu menjijikkan. Kukatakan sekali lagi, aku adalah superhero yang akan selalu menyelamatkanmu saat kamu disandera king kong di atas puncak gedung. Aku anak keturunan bangsawan yang mencari ratunya, yang kemudian aku menemukanmu terperangkap di comberan yang menutupi kecantikanmu. Kuberitahukan juga ya, aku, jika sudah tua nanti, akan berdansa di pernikahan anak-anak kita tepat di depan toilet sehingga tidak ada yang bisa masuk ke sana kecuali mereka menonton sampai hampir ngompol! Karena aku bilang berdansa, itu berarti kamu yang akan berdansa denganku. Saat ini pasti dagu lancipmu berkerut lagi deh.

Untuk yang Selalu Diberi Kabar, aku merindukanmu dalam perjalanku yang jauh ini. Pagi ini aku pergi begitu cepat dari jadwal. Menaiki pesawat yang kamu takutkan. Bagaimana kalau aku menyuruhmu datang berkunjung kalau ketinggian saja tidak bisa kamu taklukan? Kamu mencintaiku kan? Kalahkan rasa takut itu untuk pertemuan kita segera! Tapi tak usah dipaksa. Aku juga akan bisa pulang di pelukanmu kelak. Badanku masih pegal dan hatiku tertinggal di samping bantalmu. Tolong jaga, aku juga akan merawat mata yang sedikit membengkak ini, tangan yang membeku ini, bibir yang menjadi terasa asam ini, kaki yang lemah ini karena harus berjalan menjauh barang sementara darimu. Yang masih sehat hanya telingaku, dia tidak membengkak seperti saat jika aku di sampingmu. Aneh sekali bukan? Seperti janji kita dulu, jika sudah sampai di suatu tempat saat kita tidak bersama, jangan langsung memberi kabar lewat suara. Katakan dalam aksara bahwa sudah selamat sampai tujuan. Jadi aku akan meneleponmu dua hari lagi jika diizinkan. Aku tahu ini berat, menulis dengan baik dan indah ini juga terasa berat, jadi aku akan menyudahi tulisan romantisku ini. Yang akan membuatmu kembali jatuh cinta padaku di setiap titiknya.

Haruskah aku menuliskan namaku di tandatangannya? Halah, ucapkan saja nama panggilanku yang kamu sayangi itu. Jadi, apa tulisanku sudah bisa kamu baca, kekasihku?

Aku melihat ke arah jendela. Awan putih bergulung-gulung lezat berlatar biru pekat. Angin menghembuskan daun pohon dekat jendela. Aku ingin membuka jendela itu, merasakan angin, menghilangkan sedih. Ruang kamar pasien VIP begitu luas, dingin, menakutkan. Di luar cerah, hangat, menyenangkan. Aku ingin berlari, berenang, bersepeda, berjemur, berbelanja.

Aku ingin menciummu.
Aku ingin mencintaimu lebih lama lagi.
Aku ingin kamu menjadi Tom Baker. Meskipun kamu mungkin bukan Cary Grant dalam wujud Philip Adams.

Lalu kenapa? Tidak ada yang bisa menandingimu nyatanya. Aku harus sadar hidup ini begitu singkat. Kamu adalah obat penawar dalam kelam. Janji abadi di tengah dusta penjabat. Teriakan bahagia di dalam kemalangan. Kamu, dengan nama panggilan kesayangan yang aku buat khusus untukmu, dengan ketidak-konsistenanmu dalam hal merayu, awalnya romantis ujung-ujungnya ngeselin. Kamu yang dianggap tak pernah membahagiakanku, dapat melakukannya sembunyi-sembunyi dalam benteng pertahanan kita. Jadi aku bersyukur, kamu juga mencintaiku dalam setiap keisenganmu.

Maka, kekasihku, sambil melihat langit luas yang menakutkan, aku merasa nyaman karena awan merapat membentuk ilusi lucu yang bisa kamu tebak dengan ratusan nama benda, aku berdoa agar kamu bahagia di sana meskipun kelak aku mungkin sudah tiada.

Meski singkat, seperti surat dalam lembaran kertas putih keabu-abuan, aku sangat mencintaimu kekasihku, titik.

Cerpen Karangan: Nahdiana D Kartika

Cerpen Surat Berakhiran Titik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Silly Boyfriend (Part 2)

Oleh:
Gessan dan Yoan baru saja pulang dari sekolah. Dugaan Gessan benar, Yoan adalah penolak balanya sebab sejak pagi tadi ia dijemput Yoan dan dia baik-baik saja. Tidak ada luka,

Status Adik Kakak (Part 2)

Oleh:
Hari ini, matahari sudah berhasil masuk ke dalam sela-sela jendela kamarku. Liburan sekolah masih tersisa seminggu lagi. Dan itu tandanya masih banyak waktu untukku bersenang-senang dengan Kak Bintang. Hem

Cinta Berakhir

Oleh:
Biarkan hati ini tenang tanpamu disini. yang selalu membuatku bahagia denganmu. Mengubah hidup ini lebih berwarna, Memiliki makna. Bersamamu. Aku ingin bersamamu. Jam menunjukan pukul 00.00, seorang gadis cantik

Idol Scandal (Part 1)

Oleh:
Suasana riuh penonton memenuhi stadium tempat konser penyanyi papan atas paling fenomenal abad ini, di antara lautan penonton yang berteriak dan menggila disini aku hanya bisa menggelengkan kepala sambil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *