Sweet 1st Anniversary

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 31 July 2017

“Yak! (Hei!)” gadis itu berlari ke arah lelaki yang sedang bermain basket di halaman sekolahnya. Ya, gadis itu memang tidak satu sekolah dengan lelaki yang bermain basket tadi.

Lelaki itu menghentikan aktifitasnya bermain basket. Kemudian tersenyum menatap gadis yang kini berlari dengan langkah panjangnya. Oh, ekspresi kesal gadis yang bernama Kim Sena itu selalu menjadi kesukaannya —Byun Baekhyun. Baekhyun mendekati gadis itu, tahu akan apa yang dikesalkan Sena kali ini. Karena ia tak membalas pesannya. Ia baru saja akan membalas namun entah mengapa ponselnya tiba-tiba mati.

“Mengapa kau tak membalas pesanku?” tanya Sena dingin. Ingin sekali Baekhyun tertawa keras-keras karena gadis ini terlihat begitu imut. Ekspresi marahnya malah berubah sangat imut di mata Baekhyun. Namun ia tak mungkin kan menertawai gadisnya ini?
“Mianhae (Maafkan aku). Ponselku sedang mati,” Sena mendengus kemudian menyodorkan sebotol minuman dingin. Ini adalah salah satu sifat favorit Baekhyun, sekesal apapun Sena padanya, gadis itu tetap selalu mempedulikan dirinya.
“Gomawo (Terima kasih).”
Sena hanya berdehem menanggapi ucapan terima kasih Baekhyun. Mereka sudah berpacaran selama sebelas bulan. Dan dua minggu lagi adalah hari jadi mereka yang ke satu. Sena berharap cemas supaya Baekhyun tidak akan lupa. Mengingat tabiat namjachingu (pacar) nya yang kerap kali lupa akan sesuatu. Lagi, Sena menghela napas.

“Mengapa kau tak langsung pulang saja? Sudah pukul lima pasti eomma (ibu) mu cemas,” Sena mendelik menatap Baekhyun yang melemparkan pandangannya ke arah lain.
“Aku ke sini juga karena dirimu tau! Jika saja kau mengabariku aku tak akan pernah mau ke sini,” enam kata terakhir itu memang benar adanya. Ada dua alasan kenapa ia tak mau ke sekolah Baekhyun.
Alasan pertama adalah karena Park Jimin. Mantan pacarnya yang ia ketahui masih menyimpan rasa padanya. Dan ia jelas menghindari hal itu untuk menjaga keutuhan hubungannya dengan Baekhyun. Alasan kedua adalah karena seorang gadis bernama Kim Taeyeon. Gadis itu dengan terang-terangan mengatakan kalau dia menyukai Baekhyun. Dan itu jelas sekali membuat hatinya panas dan darahnya mendidih.
Baekhyun terkekeh melihat wajah cemberut Sena. Tangannya kemudian terulur untuk mengcak rambut gadisnya, seperti kebiasaannya ketika sedang gemas pada Kim Sena.
“Sena-ya.. ayo pulang.”

“Baekhyun-ah!”
Baekhyun yang sedang berjalan di koridor sekolah dengan tenang mendadak berubah malas. Ia berbalik dan menatap laki-laki tinggi di hadapannya ini. Ini sahabatnya, Lee Taemin. Sahabat yang selalu mendukungnya.
“Hei bro! What’s up?” tanya Taemin sambil merangkul pundak Baekhyun dengan akrab.
“Molla (tidak tahu),” Taemin terkekeh menanggapi ekspresi ketus Baekhyun. Baekhyun memang selalu ketus jika berada pada mood yang kurang baik. Dan sebagai sahabatnya, Taemin sedang berusaha mengembalikan mood baik seorang Byun Baekhyun.
“Kau marahan lagi sama Sena? Kali ini apa lagi?” tanya Taemin mencoba mengembalikan Baekhyun. Baekhyun hanya menggidikkan bahunya tanda tak mau menjawab.
“Ayolah. Kita bersahabat kan?” Taemin menaik-turunkan alisnya bermaksud menggoda Baekhyun.
“Entah kenapa kata ‘kita’ terdengar begitu ambigu di telingaku!” Baekhyun berjalan ceoat meninggalkan Taemin yang tergelak oleh tawanya.

“Yewon!” gadis bernama Yewon itu mendekati Baekhyun yang berdiri di depan gerbang. Ia tahu siapa yang tengah memanggilnya, Byun Baekhyun laki-laki populer dari SMA Sekang. Dan juga sekaligus pacar dari sahabatnya Kim Sena.
“Di mana Sena?” Yewon mengernyit. ‘Aku pikir ia tahu semua tentang Sena,’ batin Yewon.
“Dia sudah pulang. Kau tak tahu?” Baekhyun menggeleng kemudian segera berlari meninggalkan Yewon yang berdiri dengan bingung.

Baekhyun berlari menuju bus terakhir arah rumah Sena. Ia mengetukkan jarinya di kaca jendela sehingga menghasilkan bunyi ‘tuk… tuk…’ ia tahu Sena marah padanya. Dan Baekhyun memaklumi itu karena Sena sedang dalam mood yang tidak baik semingguan ini. Ditambah lagi sikap Baekhyun yang menyebalkan beberapa hari ini. Ya Baekhyun akui itu.
Ia berdiri di rumah tingkah dua bercat biru laut. Rumah Sena terlihat begitu asri karena bunga-bunga yang tertanam di halamannya. Sena memang maniak dengan dengan semua bunga. Pengecualian untuk bunga yang berbahaya dan bunga bangkai.
“Annyeong (halo) Sena-ya?! Ini aku Baekhyun!” Baekhyun mengetuk pintu berwana coklat itu dengan brutal.

Tak lama kemudian muncullah Sena dengan penampilan rumahan. Rambut cepol tinggi, celana jeans tiga CM di atas lutut dan baju lengan panjang yang terlihat kebesaran. Baekhyun menghela napas lega ketika melihat wajah Sena yang tidak lagi cemberut ketika di hadapannya.
“Mian, mian karena beberapa hari ini sifatku membuatmu kesal. Maafkan aku ya?” Sena terdiam lalu menatap Baekhyun tajam dan dingin. Lima detik berlalu dengan tegang sampai akhirnya gadis itu menghambur ke pelukan Baekhyun.
Sena memeluk Baekhyun dengan erat.
Ia menenggelamkan kepalanya pada lekuk leher Baekhyun yang sama tinggi di hidungnya. Baekhyun membalas pelukan Sena. Tanpa Baekhyun duga, Sena menangis di pelukannya.
“Hiks… jangan… abaikan aku lagi. Jebal (kumohon)!” ucap Sena sesegukkan. Baekhyun tertegun. Perasaan senang dan iba melingkupi dirinya. Senang karena Sena membutuhkannya. Iba karena kondisi Sena saat ini.
“Mianhae. Neomu saranghae… (Aku sangat mencintaimu).”

Dua belas hari setelahnya. Mereka lalui dengan kebahagiaan seperti biasanya. Sena bahkan berjanji tidak akan bertingkah kekanakkan lagi pada Baekhyun.
Dua hari lagi adalah hari jadi mereka. Sena sangaaaat senang karena Baekhyun menjanjikan sesuatu yang yang istimewa untuk Sena dan gadis itu tidak sabar untuk mendapatkan kejutannya. Siang ini, Sena sedang berada du salah satu pusat perbelanjaan. Dirinya dan Baekhyun ingin jalan-jalan bersama. Sena awalnya bingung karena biasanya Baekhyun akan selalu menjemputnya lalu mereka akan pergi bersama-sama.
Namun, kali ini dia berbeda.

Sena menghela napas sambil menunggu di salah satu cafe. Tiga puluh menit berlalu Baekhyun tak kunjung datang. Tidak biasanya Baekhyun telat seperti ini. Sena merogoh sakunya lalu mencoba menelepon Baekhyun. Namun tidak aktif. Sena berdecak.
Ia menunduk lalu menoleh ke samping kanan dengan refleks ketika mendengar suara tawa yang begitu familiar.
Deg.
Ia melihat Baekhyun tertawa lepas. Bersama Kim Taeyeon. Laki-laki pemilik mata sabit itu berhasil membuatnya kaget dan sakit hati. Jadi ini ya? Sena berusaha berpikir positif. Jadi, ia memutuskan untuk mengikuti Baekhyun yang ternyata menuju toko perhiasan. Astaga. Sena hancur sekali ketika melihat Baekhyun memasangkan sebuah gelang perak yang indah ke pergelangan tangan Taeyeon.

“Mengapa kau menghindariku huh? Jika karena masalah janjian itu. Aku minta maaf karena melupakan janji kita,” ucap Baekhyun tegas. Sena menggeleng lemah. Seharian ini ia menghindari Baekhyun. Perasaannya hancur ketika Baekhyun tak jujur padanya soal ‘jalan-jalannya’ bersama Taeyeon. Ia malah beralasan lupa karena ketiduran setelah latihan basket di halaman rumahnya.
“Katakan ada apa denganmu huh?” Sena menatap Baekhyun lirih.
“Aku ingin sendiri.”
“Kita selesaikan dulu masalah ini!”
“Kubilang aku ingin sendiri!!”

Baekhyun diam lalu menarik Sena dengan paksa ke dalam dekapannya. Cara ampuh yang selalu Baekhyun pakai jika Sena tak ingin bicara padanya. Namun, jika biasanya Sena akan langsung luluh. Kali ini tidak.
“Aku ingin sendirian Baekkie…”
“Geurae… (baiklah) jika itu maumu,” Baekhyun memberikan kecupan kilat pada kening Sena membuat Sena bergetar.
Baekhyun pergi. Meninggalkan Sena yang hancur —lagi. Hubungan mereka sudah seperti ini padahal besok hari jadi mereka yang ke satu tahun. Sena pusing dengan semuanya. Tak berapa lama kemudian pesan dari Baekhyun muncul di kolom pesan ponsel Sena.

From: Baekhyun.
‘Besok, temui aku di rooftop toko buku tempat pertama kali kita bertemu pukul tujuh malam. Ayo memperjelas semuanya.’

Sesuai perintah Baekhyun, gadis itu menurutinya. Ia pergi ke rooftop itu dengan mata sembab karena tak berhenti menangis. Iya, menangis memikirkan semua kemungkinan-kemungkin negatif. Kemungkinan terburuk dalam hidupnya adalah Baekhyun mengakhiri hubungan mereka. Itu yang terburuk.
Sena datang mengenakan dress soft blue yang sangat cocok untuknya. Rambutnya ia model ponytail dengan jepitan ludi berwarna hitam di sebelah kiri. Ia memantapkan hatinya untuk melangkah memasuki rooftop. Ketika kakinya sudah sampai du rooftop, ia terhenti. Sambil terperangah menatap takjub ratusan lilin yang kini tersusun rapi. Juga balon-balon berbentuk love itu membuat Sena terpaku.
Jangan lupakan banyaknya mawar putih di tengah-tengah lingkaran jejeran lilin itu. Ini apa?

“Kukira kau tak datang…” lirih seseorang. Byun Baekhyun. Sena menatap Baekhyun dengan tatapan tak mengerti.
“Happy anniversary for one year, babe…” ucap Baekhyun di sela senyumannya. Ia ikut ambil bagian dalam lingkaran lilin romantis ini.
Baekhyun memegang sebuah buku? Untuk apa buku itu.
Sena menatap buku itu dengan penasaran. Rasanya sangat menggebu. Baekhyun tersenyum—lagi—dengan manisnya. Ia juga menampilkan eyesmile-nya. Baekhyun membuka lembaran pertama buku itu.

‘Kau tahukan? Ini adalah tempat pertama kali kita bertemu.’
Ya, Sena sangat ingat ketika mereka pertama kali bertemu. Di mana Sena ditegur oleh Baekhyun karena Sena terlalu berisik. Baekhyun membuka halaman selanjutnya.

‘Pertemuan itu berlanjut menjadi sebuat keterikatan.’
Keterikatan dalam ikrar cinta. Namun Sena tak yakin bisa mempertahankannya mengingat kondisi mereka saat ini.

‘Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu.’
Sena terpaku. Lembaran itu berganti lagi.

‘Jangan pernah mencurigaiku karena hati ini, hanya untukmu.’

‘Sebenarnya aku bukan lelaki yang pandai merangkai kata.’

‘Namun aku membuat ini semua demi dirimu.’

‘Perempuan kedua yang ada di hatiku setelah ibuku. Itu dirimu?’

‘Aku mencintaimu tak peduli seberapa kekanakkannya dirimu.’

‘Aku hanya ingin bilang…’

‘Happy Sweet 1st Anniversary, My Love.’

Kata-kata terakhir itu sukses membuat air mata Sena mengucur. Ia senang karena Baekhyun ternyata ingat. Namun masih ada yang mengganjal di hatinya saat ini. Apa hubungan Baekhyun dan Taeyeon sebenarnya? Ia senang dan bingung di saat yang bersamaan. Melihat kerutan di dahi Sena, Baekhyun sadar kalau gadis itu tengah memikirkan sesuatu. Lantas ia tersenyum lalu memeluk tubuh mungil Sena.

“Kau pasti memikirkan tentang aku dan Taeyeon, iya kan? Tak usah khawatir. Waktu itu, aku sengaja tidak menemuimu di cafe dan mengajak Taeyeon memilih sebuah gelang…” Sena berusaha untuk berontak saat Baekhyun mengucapkan kata ‘sengaja’.
Baekhyun mempererat pelukannya. “Tapi apa kau tahu? Taeyeon dan aku tidak ada apa-apa, gadis itu sebulan lalu telah berpacaran dengan Ahn Jaehyun, salah satu temanku. Aku sengaja mempersiapkan ini, mengabaikanmu adalah hal terakhir yang aku inginkan dalam hidupku. Dan lagi… maaf karena tak menemui di cafe saat itu. Kemarikan tangan kananmu,” selesai mengucapkan kata ‘saat itu’ Baekhyun melepaskan pelukannya.
Baekhyun tersenyum tipis ketika melihat jejak air mata di pipi Sena. Dari matanya, Baekhyun yakin Sena percaya padanya. Selalu. Sena menyerahkan tangan kanannya dengan perlahan. Dan entah sejak kapan terdapat gelang perak di pergelangan tangannya itu. Ini adalah gelang perak juga, namun berbeda dengan yang dipakai Taeyeon.
“Untukmu…”

Sena memeluk Baekhyun sekilas. Beberapa detik kemudian Baekhyun memberanikan diri mencium Sena. Hanya kening karena Baekhyun bertekad ia tak akan mencuri first kiss gadis itu. Malam itu bintang-bintang menemani mereka menghabiskan malam yanh bahagia ini.
Sena tersenyum menyadari sebuah ada tulisan di permukaan gelangnya.

Baekhyun love Sena

Cerpen Karangan: Sheny Dzalika
Facebook: Shenyy

Cerpen Sweet 1st Anniversary merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kepergianmu

Oleh:
“Kalau aku panggil kamu dari jauh, kamu bakal dengar nggak?” “Seberapa jauh?” “Nggak jauh-jauh amat kok, paling cuma 5000 Km.” “…” “Aku akan teriak sekencang mungkin, supaya kamu dengar.”

Pergi Tak Kembali

Oleh:
Sebuah cerita bermakna Yang ingin ku tulis Bukanlah sebuah mimpi Yang terbang melayang Hanya di atas angan-angan Rasa sepi di tengah keramaiaan ini Buat ku tau apakah aku bisa

Stand by Me

Oleh:
“Maheeee…..maheeee.” sebuah suara dari kejauhan mengagetkanku. Kulihat ke arah sumber suara. Anita, yaa itu jelas suara Anita. Kulambaikan tanganku dan ia mulai berlari ke arahku. “Mahee..ntar siang temenin nonton

I Just Love For You

Oleh:
Sembari duduk di bawah pohon tua yang kokoh nan berdaun riang, membuat perasaanku terasa lebih baikan dari sebelumnya. Akhir-akhir ini setelah pulang sekolah, aku tidak ingin cepat pulang ke

Bukan Cinta Segitiga (Part 2)

Oleh:
– Si tomboy jadi princess menawan – Hari ini gue sendiri di rumah eon, eon lagi sibuk sama urusan kampus dan kemungkinan bakal datang sore hari, gue si tamu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *