Sweet Girl and Cool Senior

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 May 2018

Seorang gadis manis bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu bernama Avira Adelia sedang asyik berjalan dengan gembira menuju sekolahnya.
Salah satu sekolah favorit di kota itu, sekolah yang berlantai 7 dengan bangunan minimalis yang sangat menawan yaitu SMA SYARIEF.

Disela langkahnya Avira merasa ada yang memanggilnya.
“Woii!!” Avira yang merasa terpanggil pun menoleh dengan ekspresi bingung dan menunjuk dirinya.
“Iya elu!” Seru orang itu lagi.

Avira pun menghampiri orang itu.
“Ada apa sih? Kenal aja enggak!” Cetus Avira.
“Gua tuh senior lu, sopan dong sama kakak kelas!” Ucap orang itu sedikit emosi.
“Lo juga kagak sopan manggil-manggil gue.” Balas Avira sedikit nyolot.

“Ck. Nama lu siapa?” Tanyanya dengan nada dingin.
“Avira.”
“Panjangnya?”
“Kepo lo.” Avira memeletkan lidahnya.
“Avira Adelia.” Ucap orang tersebut setelah membaca bet nama Avira.
“Eh lo tahu dari mana?” Tanya Avira bingung.
“Gak penting gua tahu dari mana. Gua gak punya banyak waktu. Entar istirahat lu harus nemuin gua yaa, Avira Adelia.” Ucap lelaki itu dan berlalu begitu saja meninggalkan Avira yang berdiri mematung.
“Apaan tuh senior bawel. Kenal aja kagak!” Dumel Avira setelah sadar dari cengonya.

Meski sudah diperintahkan untuk datang saat istirahat namun Avira mengacuhkan perkataan seniornya itu sampai akhirnya jam pelajaran usai.
“Woi, Avira. Kenapa lu tadi gak nemuin gua?” Seru seseorang sambil menghampiri Avira.
“Gue gak tahu lo siapa dan gue gak ada kepentingan apa-apa sama lo. Jadi buat apa juga gue harus nemuin lo?” Ucap Avira dengan penuh penekanan.
“Oke. Nama gua Adrian, Adrian Syarief. Gua kelas XII IPA 1.”
‘Dia Adrian Syarief? Anak pemilik sekolah ini?’ Avira menatap Adrian dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Ck. Promosi lo? Kagak laku.”
“Untung cantik lu. Kalo kagak? Huh!” Ucap Adrian dengan wajah merah menahan amarah.
“To the point aja deh. Buat apa gue harus nemuin lo?” Tanya Avira.
“Gua mau lu ikut pembinaan Paskibraka.”
“Hah? Kenapa harus gue?” Tanya Avira dengan ekspresi kaget bercampur heran
“Iya, karena gua milih lu.” Balas Adrian santai.
“Seenaknya banget ya lo! Kalo gue gak mau gimana?” Gertak Avira.
“Terserah sih. Tapi lu harus tahu nama lu udah gua ajuin ke pembina dan mereka setuju. So, mau gak mau lu harus ikut atau nilai rapot ekskul lu merah!” Ucap Adrian menekan Avira.
“Tapi kan masih banyak yang lebih pantes dari gue!” Keluh Avira masih tak terima.
“Gua maunya elu, adik manis.” Ucap Adrian berlalu meninggalkan Avira begitu saja (lagi).

Hari ini Adrian dan Avira berangkat mewakili sekolahnya untuk mengikuti pembinaan Paskibraka yang akan berlangsung selama 1 bulan untuk penyambutan HUT kemerdekaan RI 17 Agustus.

“Hay, adik manis?” Goda Adrian saat Avira memasuki bus dan duduk di samping Adrian setelah menatap seluruh isi bus karena tidak ada lagi tempat yang kosong.
Selama perjalan Avira hanya diam sambil menatap keluar melalui jendela bus hingga akhirnya Avira terlelap dan menyandar ke bahu Adrian. Adrian yang menyadari hal itu hanya diam saja.

“Hoam.. lah kok gue? Lo sengaja yaa? Mesum lo!” Dumel Avira hendak bangkit dan memukul Adrian namun bus yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti sehingga Avira terjatuh ke pelukan Adrian. Catat! KE PELUKAN ADRIAN!
“Aaaaaa!” Jerit Avira segera bangkit dari pelukan Adrian.
“Gak papa kok, adik manis.” Ucap Adrian dengan senyum manisnya.
“Lo nya gak papa, lah gue? Najis banget dipeluk sama lo.” Cetus Avira.
Adrian menyunggingkan senyum di wajah tampannya setelah mendengar omelan Avira.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan. Para peserta pembinaan Paskibraka dibolehkan beristirahat di kamar mereka masing-masing.
Avira yang baru saja memasuki kamarnya segera meraih gadget kesayangannya. Saat sedang menscroll timeline Instagramnya Avira menemukan foto teman seangkatannya bersama Adrian.

‘Ini Adrian?’
Avira men-tap foto tersebut dan melihat nama AdrianSyrf pada tag foto tersebut.
Avira membuka akun AdrianSyrf dan melihat foto-fotonya yang hanya 12 foto namun followersnya mencapai 226K.
‘Dia kan anak pemilik sekolah wajarlah yaa followersnya banyak. Fotonya juga keren sih walaupun sedikit.’ Gumam Avira yang tanpa sadar telah memuji Adrian.
Sebulan kedepan Avira akan menghabiskan waktunya bersama Adrian dan peserta Paskribaka yang lain.

“Avira? Lu capek ya?” Tanya Adrian menghampiri Avira yang tengah duduk di pinggir lapangan setelah diberi waktu istirahat oleh pembina karena baru saja melakukan beberapa pelatihan yang cukup melelahkan.
“Lumayanlah.” Balas Avira.
“Maafin gua ya, Avira. Gegara gua lu jadi kecapekan gini.” Ucap Adrian merasa bersalah.
“Hah? Maksudnya?” Tanya Avira bingung.
“Iya, kan gua yang udah maksa lu buat ikutan pembinaan ini. Jadi gua ngerasa bersalah aja. Gak usah GR!” Jelas Adrian.
“Lah? Siapa yang GR? Perasaan gue biasa aja dah!”
“Iya deh iya. Lu mau minum gak? Kantin kuy? Gua yang traktir.” Ajak Adrian.
“Beneran nih?” Ucap Avira dengan ekspresi tidak yakin.
“Iya hitung-hitung sebagai permintaan maaf gua.”
“Gak usah segitunya juga kali. Tapi kuy deh gue haus!” Ucap Avira sambil nyengir.
“Gaya lu. Ya udah kuy!”
Adrian menarik tangan Avira dan mereka pun pergi ke kantin dengan berpegangan tangan.

“Woi Adrian? Ini cewek lo?” Tanya seorang cowok yang menjadi salah satu peserta Paskibraka yang bernama Riko. Riko merupakan teman sekelas Adrian saat SMP dulu.
“Eh enggak bro. Cuma temen. Eh enggak deng. Adek kelas maksudnya.” Ucap Adrian sambil melepas pegangan tangannya pada Avira yang wajahnya terlihat seperti kepiting rebus saat ini.
“Yakin lo? Kalo gitu buat gua yak? Manis gini. Sayang kalo dianggurin.” Goda Riko membuat wajah Avira semakin memerah.
“Enak aja lu. Punya gua ini mah.” Ucap Adrian.
“Ya udah resmiin gih. Entar gua embat nyesel lo. Gua duluan yaa takut ganggu.” Ucap Riko berlalu dari hadapan mereka berdua.
“Eh anjir! Punya lo, punya lo. Sekate-kate banget yaa lo kalo ngomong.” Omel Avira sambil menggebuki Adrian.
“Iya iya maaf. Lagian kenapa sih? Ketiban gua akuin punya gua doang lu langsung marah gitu. Lu naksir Riko yaa?” Tanya Adrian dengan ekspresi datarnya.
“Jelaslah gue marah, gara-gara lo entar gak ada cowok yang mau deket sama gue. Lagian kenapa kalo gue suka sama Riko? Lo keberatan gitu?” Balas Avira sengit.
“Iya. Gua keberatan.”
Avira mengernyit mendengar penyataan Adrian barusan.
‘Dia keberatan? Apa coba maksudnya?’ Tanya Avira dalam hati.

Adrian yang melihat ekspresi bingung Avira pun melangkah maju mendekati Avira. Avira yang menyadari Adrian mendekat mulai khawatir dan melangkah mundur sampai punggungnya terbentur sebuah tembok.
‘Anjir ngapain ada tembok sih di sini?’ Gumam Avira kesal.

Baru saja Avira ingin mengambil ancang-ancang untuk berlari namun ia kalah cepat dengan Adrian yang telah mengunci tubuhnya hingga Avira tidak bisa melarikan diri.
Adrian mendekatkan wajahnya pada Avira dan melihat ekspresi khawatir di wajah Avira. Adrian menatap mata Avira dan semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Avira membuat Avira menutup matanya.

“Hahaha..” tawa Adrian seketika pecah. Avira membuka matanya dan melihat Adrian tertawa ngakak.
“Ekspresi lu! Haha ya ampun, gak nahan banget gua haha lucu!” Adrian tidak bisa menghentikan tawanya.
“Pengen banget lu gua cium? Sampe nutup mata gitu hahah.” Adrian masih saja tertawa sementara Avira menatapnya dengan tatapan yang mematikan.
“Kurang ajar yaa lo!” Ucap Avira menahan tangisnya.
“Buat lo mungkin itu udah biasa. Tapi enggak buat gue! Jangan mentang-mentang lo anak pemilik sekolah lo bisa berbuat seenaknya. Gue bukan cewek murahan yang bisa lo mainin sesuka hati lo!!” Avira menatap tajam Adrian dengan cairan bening yang mengalir di pipinya.
“Gua gak bermaksud begitu Avira. Maaf.” Ucap Adrian merasa bersalah. Dia tidak menyangka Avira akan sampai menangis.

Avira hendak beranjak pergi namun Adrian menahannya.
“Please. Maafin gua. Gua emang brengsek. Tapi gua berani sumpah gua gak ada niat buat nyium lu sama sekali. Gua cuma bercanda.” Ucap Adrian penuh penyesalan.
“Becanda lo gak lucu!”
“I’m sorry. Gua tahu gua salah. Gua gak bakal ngulangin ini. Lagian lu harus tahu, gua belum pernah ciuman jadi gak mungkin gua berani nyium lu. Ok. Ini rahasia. Cuma lu yang tahu.” Jelas Adrian.
“Trus lo pikir gue percaya gitu aja sama lo? Lo terkenal playboy, Adrian. Walaupun dulu gue gaktahu siapa yang bernama Adrian. Tapi gue udah sering dengar nama lo disebut-sebut sebagai playboy. Suka nyakitin cewek! Mesum! Penjahat kelamin!”
“Eh anjir! Fitnah banget. Ciuman aja gua kagak tahu rasanya gimana. Yakali gua jadi penjahat kelamin?”
“Gue gak percaya sama lo! Lepasin tangan gue! Gue mau balik ke asrama.”
“Gua gak bakal lepasin sebelum lu maafin gua.”
“Gue teriak nih? Biar lo digebukin.” Ancam Avira.
“Berani teriak? Gua cium lo.”
“Berarti bener lo emang mesum! Dasar penjahat kel*min!” Avira menggigit lengan Adrian dan berlari menuju asrama.

Adrian mengejar Avira. Hap. Avira berhasil ditangkap oleh Adrian.
“Aaaaa! Lepasin gue. Dasar mesum!” Teriak Avira.
“Jangan teriak woi!”
“Bodo amat biar semua orangtahu.”
“Coba aja teriak gua cium beneran lu. Bodoamat itu first kiss gua. Biar lu ikutan malu juga.” Ancam Adrian.
“Eh anjir. Gue gak mau first kiss gue sama lo!” Ucap Avira mencoba melarikan diri namun Adrian menahannya.
“Makanya lu diem. Gua juga ogah first kiss di sini. Entar ketahuan kalo gua belum pernah ciuman.”
“Gak usah curhat. Lepasin gue, Adrian!”
“Maafin gua dulu!”
“Iya, iya gue maafin. Ribet amat sih. Takut banget gak dimaafin sama gue? Gue tahu kok gue terlalu mempesona.” Ucap Avira centil.
“Ew, pengen muntah gua dengernya.” Ucap Adrian.
“Eh! Awas yaa lo.” Ucap Avira mengejar Adrian yang telah melarikan diri.

Waktu berlalu begitu cepat Adrian dan Avira telah melewati masa karantina dan telah berhasil menjadi Paskibraka pada HUT RI di kotanya.
Hari ini hari terakhir Adrian dan Avira di pembinaan. Mereka diberi waktu beberapa jam untuk berkeliling sebelum bus datang. Adrian memutuskan menggunakan waktunya untuk mengajak Avira jalan-jalan.

“Hay, adik manis? Ikut gua kuy!” Ajak Adrian pada Avira.
“Mau ke mana?”
“Ikut aja kuy!” Adrian menarik tangan Avira dan membawanya ke taman belakang.

“Wah keren banget!” Seru Avira. Adrian tersenyum melihat wajah Avira yang menurutnya sangat manis.
“Keren dong. Kaya yang ngajak lu ke sini.”
“Idih. Lebih keren lagi kalo ke sini bareng pacar bukan bareng lo.” Avira memelet.
“Emang lu punya pacar?” Adrian menatap Avira sambil menaikkan alis.
“Kagak sih.” Avira menggaruk tengkuknya.
“Kalo gitu anggap aja kita pacaran!”
“Ogah!” Tolak Avira.
“Jangan sok nolak deh. Gua kan ganteng trus lu manis. Kita klop banget kan?” Adrian menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum.
“Pede banget lo.” Cela Avira.

“Jadi lu gak mau nih jadi pacar gua?”
“Becanda lo gak lucu.” Balas Avira kesal.
“Gua serius…” Adrian diam sejenak kemudian melirik Avira melalui ekor matanya.
“Avira yang manis, lu mau gak jadi pacar gua? Gua sayang lu, adik manis. Mau ya?” Lanjut Adrian.
“Gak.”
“Kenapa?” Tanya Adrian.
“Gak tertarik.”
“Ilah harusnya gua nyadar yaa mana mungkin lu mau sama gua. Emakkk! Adrian ditolak cewek mak.” Seru Adrian.
“Gimana gak ditolak? Lo nembak pake kata ‘lu-gua’ gak romantis banget.” Ucap Avira geregetan.
“Ohh. Trus pake apa? ‘Ente-ane’?” Tanya Adrian sok polos.
“Dasar gak peka!” Cibir Avira.
“Iya iya aku ngerti kok.” Ucap Adrian lalu meraih tangan Avira.

“Avira. Aku gak tahu kapan rasa ini mulai terpatri di hatiku. Aku merasakan debaran ini hanya saat bersamamu. Awalnya aku tidak tahu makna dari debaran ini dan mencoba untuk mengacuhkannya. Namun semakin aku melihatmu, semakin aku tidak bisa menolak kenyataan bahwa aku mencintaimu. Aku harap kamu juga mempunyai rasa yang sama denganku. Avira Adelia, maukah kamu menjadi kekasih seorang Adrian Syarief?” Adrian mengucapkan kata-kata formalnya dengan begitu mempesona membuat pipi Avira memerah.

“Iya. Aku mau. Avira Adelia mau menjadi kekasih Adrian Syarief.” Ucap Avira sambil tersenyum manis.
“Thankyou, My sweety! I love you.” Ucap Adrian dengan senyum sambil mengusap kepala Avira dengan lembut.
“I love you too, My cool senior” Balas Avira menatap Adrian dengan senyumnya terbaiknya.

“Yess, nyakk babe Adrian punya pacar manis bangettt!!” Seru Adrian.

SELESAI.

Cerpen Karangan: Greaadr
Facebook: Eunike Al Grea
Nama lengkap Eunike Al Grea. Lahir pada 12 Juni 2000 di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Indonesia.
Wattpad: greaadr
Instagram: greaadr
Twitter: greaadr

Cerpen Sweet Girl and Cool Senior merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Cerita Sabtu Senja (Part 2)

Oleh:
Malam harinya, usai belajar Yuris memasukkan buku, tiba-tiba Yuris teringat tas kecilnya. Saat akan menanyakan pada Hermin, Yuris teringat bahwa tas kecilnya pasti tertinggal di bawah pohon dekat jembatan.

Back To You

Oleh:
Buliran air menetes satu per satu terjun melewati ujung daun karena hujan telah cukup lama membasahi dunia ini. Langit masih kelabu dan kemungkinan akan hujan lagi, Ahh, rasanya tak

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Hari Senin, hari yang sangat melelahkan itu karena aku mengawali hariku dengan upacara yang sangat membosankan ditambah aku anggota OSIS, hari itu sebenarnya bukan tugasku menjadi petugas, tapi Mika

Usia 18 Tahun

Oleh:
Hari ini tepat hari kelahiranku. Hari dimana seluruh masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan RI. Aku merasa beruntung karena aku dilahirkan di tanggal Ir. Soekarno memproklamirkan proklamasi. Namaku Keisya. Sebagian orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Sweet Girl and Cool Senior”

  1. Fathia Salsabila says:

    Wow… So, cerita bagus banget dehh… Romance banget! Bagus pokoknya. Buat lagi yang tipe kayak gini donk… 😉

  2. Rissia says:

    Guaa suka banget cerpen nya, buat tawa sendiri membacanya, good luck teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *