Takdir Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 24 January 2017

Tiga tahun berlalu semakin cepat, saat getaran aneh itu merambat dalam lingkup hati dan jiwaku. Aku bersyukur senantiasa karena tabrakan pagi indah itu, aku menemukan semangat baru yang membakar diriku.
Dia. Elang Ardiansyah. Laki-laki yang begitu memukau, ketampanan bak dewa yunani yang dimilikinya. Tak ada seorangpun wanita mampu menolaknya, hanya segelintir angin bodoh saja yang tak menginginkannya. Dia sempurna, pribadi yang benar-benar pantas untuk dipuja.
Sedangkan aku, hanya orang tersembunyi yang diam-diam memendam rasa padanya. Sejak insiden tabrakan tiga tahun lalu, aku mengenalnya. Jujur aku bukanlah orang yang selalu mencari tahu tentang keadaan yang ada, tapi aku malah menghindarinya. Mungkin orang lain menganggap aku aneh, tapi memang itulah kenyataannya aku tak seperti kebanyakan orang yang menyukai keramaian aku justru malah mencari tempat yang sepi dan tenang.
Aku Reina Larasyana, gadis 18 tahun yang kini duduk di bangku kelas tiga SMA di Jakarta.

Reina tengah duduk di bangku taman sekolahnya, matanya masih terus fokus pada dua orang yang sedang membicarakan sesuatu itu. Sesekali dia juga ikut tersenyum saat dilihatnya Elang tertawa disela-sela kegiatan mengobrolnya bersama Dion, teman akrabnya itu. Hanya itulah yang bisa dilakukan Reina, menatap Elang secara diam-diam tanpa diketahui orang lain dan mencintainya secara diam-diam juga yang mungkin beberapa bulan lagi tak bisa dilakukannya karena hari kelulusan itu semakin dekat.

Bel masuk telah berbunyi, Reina segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas. Tanpa disadarinya, Elang pria itu tengah mengamati Reina matanya tak pernah lepas memandangnya sampai Reina tak terlihat karena telah memasuki kelasnya.
“Sampai kapan lo mau ngeliatin dia, orangnya juga udah gak keliatan lang.” kata dion mengejek elang.
Elang mendengus “Gue kan cuma mastiin dia baik-baik aja sampai ke kelasnya.” jawab elang
“Ck! Makanya deketin, bisanya cuma diliatin dari jauh sih. Kapan dia bisa jadi milik lo kalo gitu, usaha lang usaha!” semangatnya pada elang
“Emang dia cinta sama gue, kalo enggak gimana? Patah hati gue.” ucap elang dramatis.
“Makanya bikin dia jatuh cinta lah, ah lo mah cemen!” ejek dion pada elang dan elang pun hanya mendengus sebal.
Tanpa Reina sadari, Elang pun juga mencintainya dan selalu menatapnya meski itu dari jauh. Sejak tabrakan itu, Elang selalu memikirkan Reina gadis yang berbeda dari siswi-siswi yang ada di SMA-nya itu karena itulah Elang jatuh cinta padanya.

Hari ini hari wekeend, Reina tampak berjalan-jalan di taman kompleks perumahaannya tersebut. Karena terlalu asik mengamati beberapa anak-anak kecil, dari arah belakang Elang berlari agak kencang dan akhirnya.
~brukkk~
“Aduhhh.” keluh keduanya saat jatuh terjerembab ke tanah.
“Maaf mbak, maaf. Aku tadi terlalu kenceng larinya. Sekali lagi aku minta maa…” belum sempat Elang menyelesaikan ucapannya dia kaget saat melihat siapa orang yang ditabraknya, dia Reina gadis yang diam-diam dicintainya.
Reina juga tak kalah kagetnya dengan Elang, cepat-cepat ia tersadar dengan keterkejutannya itu.
“Ah iya, gak papa kok. Aku tadi juga salah karena gak merhatiin jalan, maaf ya.” ucapnya disertai senyuman kecil yang membuat Elang terpaku karena wajah cantik Reina.
“Iya gak papa, oh ya kenalin aku Elang.” ucap elang seraya memperkenalkannya dirinya.
“Aku Reina, aku kenal kamu kok lang kan kita satu sekolah jadi gak usah ngenalin diri kamu sendiri.” jawab reina disertai kekehan kecil.
Elang salah tingkah dengan jawaban Reina itu, jantungnya berdegub kencang ia tak menyangka bisa mengenal Reina sedekat ini. Tak kalah gugupnya, Reina juga merasa deg-degan dengan Elang karena ia tak pernah bermimpi bisa sedekat ini.
“Oh iya, boleh minta id line kamu gak rei?” tanya elang sekalian modus pada reina.
“Oh boleh kok, id line aku reinalrsy.” jawabnya pada elang
“Makasih rei, udah aku add nih ntar di terima yaa. Aku mau pulang dulu, udah agak siang nih. Byee Rei.” ucapnya pada reina dan reina pun hanya tersenyum.

Setelah tiba di rumahnya masing-masing, senyum tak henti-hentinya pudar dari wajahnya karena kini bisa dekat pujaan hatinya.

Setelah kejadian tabrak jalan itu, makin hari keduanya semakin dekat membuat para siswi iri kepada Reina karena bisa dekat dengan Elang.
Hari kelulusan pun tiba, Reina dan Elang berangkat bersama-sama menuju sekolah tercintanya. Setelah sampai, keduanya segera menuju ke papan pengumuman untuk melihat hasil ujian nasional mereka.
Sederet nama demi nama berada di kertas putih itu, disana ada nama Elang Ardiansyah dan Reina Larasyana yang dinyatakan LULUS.
“Aaaaa kita lulus lang, aku seneng banget.” ucapnya antusias dengan refleks memeluk elang.
Elang tersenyum dan membalas pelukan reina, tangannya mengelus rambut panjang milik reina. Reina tersadar, pipinya merona “maa.. Maaf lang.” ucapnya malu
Elang tersenyum dan berkata, “Iya gak papa. Entar malem dandan yang cantik ya, aku mau ngajak kamu pergi.” titah elang pada reina yang tengah menatapnya, mata bulatnya mengerjap lucu yang membuat elang gemas padanya.
“Pergi kemana?” tanyanya penasaran tapi tak dijawab oleh elang

Malam telah tiba, bulan dan bintang telah bersiap menggantikan matahari untuk menyinari bumi.
“Kita mau kemana sih lang? Jangan-jangan kamu mau culik aku ya trus dijual.” tanyanya pada elang dengan mata mendeliknya.
“Dih sembarangan, kamu bawel ih. Oh iya kita udah hampir sampai, aku tutup mata kamu ya?” ucapnya pada reina
Karena penasaran Reina hanya menurut saja pada Elang, setelah tertutup Elang segera menggenggam tangan reina agar mengikutinya.

“Kita dimana lang? Kok kayak ada ombak sih.” tanyanya penasaran.
“Kita di pantai rei, nanti setelah aku hitung 1 2 3 buka ya mata kamu.” perintahnya pada reina
“1.. 2.. 3..”
Reina membuka matanya, dia terkejut saat mendapati dia dan Elang tengah berada di pantai.
“Rei..” panggilan itu menyadarkan reina, kini ia tengah menatap Elang yang tengah berjongkok di hadapannya.
“Rei, mungkin kamu kaget sama semua ini. Aku tau ini terlalu cepat buat kamu, tapi asal kamu tau rei aku cinta sama kamu sejak tiga tahun yang lalu. Saat tabrakan kita di depan kelas kamu dulu, mulai sejak itu aku selalu mikirin kamu, natap kamu dari jauh saat di sekolah dan aku jatuh cinta sama kamu. Rei, kamu mau gak jadi kekasihku, ratu di hatiku di hati Elang Ardiansyah?” ungkapnya pada reina secara tulus
Reina terkejut, ia tak percaya orang yang selama ini diam-diam dia cintai juga mencintainya. Dia menangis, menangis karena bahagia.
“Aku mau, aku juga sama kayak kamu lang dari tiga tahun yang lalu aku udah jatuh cinta sama kamu. Aku cinta sama kamu.” ucapnya disertai tangisan yang mengalir dipipinya.
Elang begitu nampak bahagia, jadi selama ini cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Reina juga mencintainya sejak tiga tahun yang lalu sama seperti dirinya. Lalu ia bangkit berdiri, dan mendekatkan tubuhnya pada reina dihapusnya air mata dipipi reina dan tersenyum menatapnya direngkuhnya tubuh mungil itu dalam pelukannya.
“Makasih sayang, makasih.” ucapnya berbisik di telinga reina dan kepala reina mengangguk di dada bidang milik elang.
“Aku masih punya kejutan buat kamu.” ucap elang saat bersamaan dengan dilepaskannya pelukan itu
“Apaa?” mata reina mengerjap lucu
“Lihat deh ke atas.” reina kemudian menengadahkan kepalanya ke atas, matanya membulat melihat tulisan I LOVE YOU REINA dengan balon dan kembang api yang begitu indah. Tangan kanannya menutup mulut dan ia pun menangis melihat itu semua ia tak menyangka elang akan melakukan ini padanya.
Diarahkan pandangannya pada elang yang kini juga tengah menatapnya sambil tersenyum, tak butuh waktu lama Reina segera menghambur ke pelukan Elang dan menangis disana.

“Suka gak?” tanya elang sambil membalas pelukan kekasihnya.
Reina mengganguk dan berucap, “makasih sayang, aku seneng banget.” ungkapnya tulus
“Gak ada kata terima kasih sayang, selamanya aku akan buat kamu selalu bahagia. I love you sayang, i love you.” bisiknya sambil mempererat pelukannya pada reina.
Reina tak menyangka takdir akan seindah ini, ia teramat bahagia sangat bahagia bisa dicintai oleh Elang Ardiansyah, kekasihnya.
“I love you, i love you more sayang.” ungkapnya tulus pada elang.

Malam itu dan hamburan ombak pantai menjadi saksi kebahagiaan mereka, Elang Ardiansyah dan Reina Larasyana.

TAMAT

Cerpen Karangan: Dwi Nur Hidayanti

Cerpen Takdir Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seperti Malaikat

Oleh:
Bagaimana bisa dulu aku sangat membencinya? mata indah yang kini mampu memberi semangat yang luar biasa untuk kehidupanku. Seperti seorang malaikat yang yang dikirim Allah untukku, bagaimana bisa dulu

Impian Sederhanaku

Oleh:
Kisah ini diawali saat aku beribadah di gereja sore itu aku melihat dia, sebut saja namanya ferdi dia adala teman satu gereja, usiaku dan usianya tak begitu terpaut jauh.

Destiny

Oleh:
“Aku menunggu mu di lobby, sayang”. Aku tersenyum ketika membaca sebuah sms dari seseorang yang sangat aku cintai di sore itu. Segera aku membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja

Ulang Tahun

Oleh:
“An, apa yang kamu inginkan?” Tanya Ahmad pelan saat Ana sedang melipat baju di kamar. “Haa? Maksud mas?” Ana menjawab dengan bingung sembari menaikkan alis sebelah kirinya. “Yaa… maksudku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *