Terimakasih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 15 April 2014

Pelangi setelah hujan?
Apakah akan selalu ada?
Sejatinya seperti rumput yang terkena embun setelah turunnya hujan..
Mempelajari berbagai hal, perasaan, keadaan..
Ingin memperbaharui perasaan ini, tetap pada orang yang sama tapi kesan yang berbeda, yang dulu hanya 5 warna, kini berwarna warni berbagai macam perasaan yang ingin aku ukir sampai berbekas hingga nanti.
Jatuh berkali kali pada orang yang sama, sangat amat menguji perasaan ini, menguji kedewasaan, keadaan yang silih berganti tak sama.

Aku tersenyum, membuka kembali catatan harian yang sudah berumur itu. Kini sosok ‘orang yang sama’ itu benar benar terjadi, benar benar ada di sampingku, di hadapanku, dan selalu ada di sekitarku. Sosok yang membuat aku terus meyakini bahwa, tuhan selalu memberikan jalan bagi orang yang terus berusaha, dan benar- benar memperjuangkan apa yang ia inginkan. Dia adalah suamiku.

Setelah berbagai macam perjalanan kami tempuh, akhirnya hati kami berlabuh secara serempak pada tanggal 10 maret, 2 tahun yang lalu. Tuhan amat sangat baik, rencananya sangat penuh dengan berbagai tanda tanya yang selalu aku munculkan. Mendapatkan sosok lelaki yang hebat, yang selalu menyayangi dan menatap aku penuh rasa sayang. Entah apa yang membuat kami bertahan lama, entah do’a tau usaha kami, yang jelas allah sangat amat berandil dalam bersatunya kami.

“hey, sudah malam, kenapa kamu belum tidur?” tanyanya sambil mengusap rambutku.
Aku hanya tersenyum, dan memegang tangannya erat, “aku sangat bersyukur, memiliki stok perasaan yang tak ada habisnya untukmu”.
“boleh aku mencubit pipimu?, seperti remaja saja, gombal di malam hari” ujarnya jahil
“sungguh, kau membuatku jengkel saja, aku itu sungguhan tau!” balasku kesal.
Aku tarik seluruh selimut dan tak menyisakan untuknya, huh mengganggu suasana saja!
“hahahaha, tetep yah sensi mu tak hilang-hilang, aku hanya bercanda sayang, tak ku balas pun, kau pun tahu kan isi disini?” sambil menunjuk ke arah dadanya.
Aku diam tak bergeming.
“hey dear..”
“……”

Dia tarik selimutku dengan sedikit paksa,
Membalikkan tubuhku yang pura-pura manyun.
“wah, ibu ibu jaman sekarang yah, tidur pun mukanya harus dimanyun-manyunin segala, ckckc”
Ia mencubit pipiku, dan aku merasakan sakit yang mengaharuskanku membuka mata.
“apa?” tanyaku kesal
“love you more, honey.. pengisi masa hidupku”
Sambil mencium keningku ia meneteskan air mata, suami yang amat sangat cengeng!
“harus aku ulangi berapa kali, kalau hati ini sangat amat bahagia bisa mengisi sebagian hidup bersamamu”
Aku tersenyum dan..
Waktunya tidur!

Cerpen Karangan: Ulfah Rahmadiyanti
Facebook: Ulfah Rahmadiyanti

Cerpen Terimakasih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bayangan Masa Lalu

Oleh:
“Kisah ini hampir sama dengan kisahku tiga tahun lalu, awalnya aku bertemu seseorang cowok, lalu aku berkenalan dengan cowok itu akhirnya lama kelamaan hubunganku sama cowok itu semakin dekat

Aku Bahagia Memilikinya

Oleh:
Gita Casandra, biar lebih akrab panggil aja aku Gita. Aku berumur 15 tahun, aku duduk di bangku Smk kelas X dan aku perempuan berwajah mungil nan cantik, dengan rambut

Text Me, Please!

Oleh:
Pernahkah kalian para kaum hawa, mengagumi seorang pria yang kalian idolakan? Memang, itu hal yang sangat wajar sekali, tapi tidak bagiku. Aku harus berjuang mati-matian dahulu untuk mendapatkannya, bahkan..

Girl And The Theory

Oleh:
Gadis itu terlihat sangat terburu-buru semenjak memasukki gerbang Starhigh. Ia terus saja berjalan dengan langkah panjangnya dan wajah yang menunduk, hingga -BUKK- Ia menabrak sesuatu yang membuatnya terjatuh ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *