Ada Sinar Mentari Di Kala Hujan (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 June 2016

Sudah tiga hari vita juga belum masuk kelas, reza coba bertanya pada wali kelas vita, namun wali kelas vita tidak memberi sedikit pun komentar, hal itu membuat reza curiga, seperti ada yang disembunyikan dari vita, bukan hanya pada reza melainkan pada semua siswa di kelasnya. Tentu hal itu membuat reza sangat khawatir dan segera ingin tau bagai mana kaeadaan vita saat ini.

“Tolong bu… beritahu saya di mana vita sekarang, dan apa yang terjadi dengannya? sejak saat itu tidak ada kabar darinya, tidak mungkin pihak sekolah tidak mengetahui hal ini, tentunya dia punya alasah mengapa pergi saat pelajaran sedang berlangsung” Tanya reza dengan tegas
“maaf nak reza, ibu belum bisa memberi tau hal ini kepada nak reza, karena ayahnya meminta pihak sekolah untuk tidak memberitahu kepada semua murid termasuk nak reza” jawaban bu hana tak membuat reza tenang.
“tapi saya ketua osis disini bu, saya berhak tau apa yang terjadi dengan siswa disini, atau ibu dan pihak sekolah sudah tidak menginginkan saya sebagai ketua osis, saya siap mengundurkan diri” ancam reza dengan keras. Bu hana tak bisa berbuat apa-apa selain memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“baik lah nak reza, tapi hanya nak reza saja yang tau hal ini, itu pun karena nak reza adalah ketua osis disini, mari ikut saya” mereka menuju kantin, lokasi kantin sangat tepat karena semua murid sedang belajar.
“ayah vita menemui pihak sekolah sebelum membawanya, dan ayahnya berkata bahwa vita harus menjalani operasi, ibu tau kedekatan mu dengan vita bagaimana, dan hari ini kamu berkeras seperti ini bukan karena kamu ketua osis kan? Tapi karena kamu sangat menyayanginya, ibu memahami hal itu, vita anak yang baik dia pintar namun sayang dia mungkin sudah tidak sekolah disini lagi, sebaiknya kamu melupakannya, dan anggap dia tidak pernah sekolah disini”
“tidak bu, maksud ibu apa, dengan mengatakan bahwa vita tidak akan sekolah disini lagi, dan dia akan operasi apa bu, sebenarnya dia sakit apa, apa penyakitnya tidak bisa disembuhkan, jawab bu?” reza kembali bertanya dengan keras.
“dia mengidap penyakit kanker paru-paru, sebaiknya kamu langsung saja menemuinya di rumah sakit nanti ibu kasih alamatnya? Ibu tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi.”

Setelah mendapat kan alamat rumah sakit di mana vita dioperasi reza langsung menuju kesana dengan hati yang sangat kacau, harapan dan doa selalu ia ucapkan, reza tak menyangka seberat ini penderitaan vita, masih setitik kebahagiaan yang ia berikan padanya.

Sampai di rumah sakit reza menanyakan dimana pasien operasi atas nama novita sari di rawat, dan suster rumah sakit itu mengantarkan reza keruangan vita, terlihat seorang lelaki tua duduk merenung meratapi gadis pujaannya yang masih memakai alat pembantu pernapasan dan infus.

“sore Om… bagai mana keadaan vita saat ini?” Tanya reza.
“kamu siapa? Kamu temannya vita?” jawab lelaki tua itu
“Iya om saya teman dekatnya vita di sekolah, bagaimana keadaan vita saat ini om?”
“om sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi nak, setelah operasi sudah dua hari ini vita belum juga siuman, om gak tau harus berbuat apa lagi, semua om serah kan pada yang di atas, jika ingin mengambil anak om, om sudah ikhlas, dari pada om harus melihat penderitaannya seperti ini.”
“tidak om, vita pasti kuat menjalaninya, saya yakin vita pasti bisa sembuh, om juga harus yakin dengan kebesarannya, yang penting kita berusaha dan berdoa buat kesembuhan vita.” Kata reza sambil memegang halus bahu ayah vita itu.
“kamu tolong jagain vita sebentar ya, om mau keluar sebentar”
“iya om, saya akan menjaga vita”

Kini reza hanya bisa memandang gadis yang ceria itu terbujur lemas tak berdaya, perlahan air mata reza pun tak bisa dibendung, kini reza hanya bisa berandai-andai.
“vita… bangun vita Aku disini, aku reza, kamu dengar aku kan?” vita tak juga siuman. Reza hanya bisa terus berdoa untuk kesembuhan vita. Bagaimanapun reza telah jatuh cinta pada vita, cinta reza tulus padanya, bagaimana pun keadaan vita reza akan tetap menerimanya.

Satu minggu lamanya vita belum juga siuman, dokter sudah katakana sebelumnya operasi ini tidak menentukan kesembuhannya, namun tidak ada salahnya jika di coba, dan selama satu minggu ini setiap pulang sekolah reza selalu berada di rumah sakit menjaga vita bahkan saat malam pun ia tidak pulang ke rumahnya, orang tua reza sudah memahami kondisi anaknya sekarang, reza juga anak yang berbakti, orangtuanya tau apa yang harus dilakukan putranya.

Jarum jam menunjukan pukul 12 malam, namun kantuk reza belum menghampirinya.
“Sebaiknya kamu tidur nak” ujar orangtua vita. melihat reza terus menantikan vita siuman hingga ia terlelap.
“om tidur duluan saja, saya yang akan menjaga vita?”
ayah vita hanya menggelengkan kepalanya, orang tua itu melihat ketulusan cinta dan kasih sayang reza pada putrinya, tentu ayah vita menyadari hal itu, vita dan reza sudah dewasa, kalau vita sembuh orangtua itu tak akan mengizinkan reza bersama vita, reza layak mendapat wanita yang normal dan sehat, tidak seperti vita. Itu hanya akan menambah beban reza. Pikirnya.

Jarum jam menunjukkan pukul 2 pagi, reza mulai mengantuk dan tertidur pulas. Dan ketika ia terbangun, ia terheran reza tak berada di ruangan vita, dan ketika ia keruangan vita, vita sudah tidak ada. Begitu juga dengan ayahnya. Reza bingung iya terus berteriak, “dokter…!! dokter!!” reza bingung kemana vita.
Tak lama dokter pun tiba “pasien ini sudah pergi subuh tadi, pasien yang bernama vita sudah siuman” kata dokter itu.
“lalu bagaimana keadaannya dok, kenapa dia langsung pergi?” Tanya reza kebingungan.
“kondisi vita saat siuman sangatlah baik, namun itu tak akan berlangsung lama, penyakit yang di deritanya belum sembuh total.” Jelas dokter itu.
“lalu kemana mereka pergi dok?”
“kami pihak rumah sakit tidak mengetahui kemana mereka pergi, namun ada surat untuk anda dari ayah pasien.” Kata dokter itu sembari mengambil selembar kertas di dalam jas warna putihnya.

“nak reza, terima kasih telah menjaga vita selama ini, bapak sangat senang, ada lelaki seperti nak reza yang sangat menyayangi vita, tapi bapak tidak mau merepotkan nak reza lagi, bapak tau nak reza sangat mencintai vita, tapi ketahuilah vita bukan gadis yang normal, mungkin usianya sudah tidak lama lagi, nak reza pantas mendapatkan wanita yang baik, normal, sehat, tidak seperti anak om vita. Dan nak reza juga masih muda, masih harus mengejar cita-cita nak reza. Om dan vita minta maaf telah merepotkan nak reza, om harap nak reza dapat melupakan vita” isi surat itu sangat memukul reza. Air matanya terus mengalir. Langkahnya begitu berat, dia tidak menyangka ayah vita akan memisahkan mereka, padahal cintanya begitu tulus pada vita.

Ayah reza memberi bantuan kepada keluarga reza sebagai rasa terima kasihnya terhadap reza, namun reza tak menginginkan sepeserpun harta ayahnya vita. Reza hanya ingin membahagiakan vita.
Vita selalu menanyakan reza pada ayahnya “ayah selama aku sakit, apa tidak ada yang menjengukku?” Tanya vita yang masih dalam keadaan lemas.
“banyak nak teman-temanmu menjengukmu” jawab orangtua hampir renta itu.
“apa reza juga menjengukku yah? Bagaimana keadaan reza yah, kenapa dia saat ini tidak ada, dia sudah janji akan menjagaku” Tanya vita, ayahnya bahkan tidak bisa menahan air matanya, perasaan sedih anaknya akan mengganggu kesehatannya. Ayahnya dirundung ke bimbangan, seakan ingin berbohong bahwa reza tidak pernah menjenguk, itu akan menyakiti hatinya bahkan mengganggu kesehatannya, jika ayahnya jujur bahwa reza yang selalu menjaganya mungkin vita akan sangat bahagia, tapi itu akan membuka harapan vita. Dan akan membawa kembali reza di kehidupannya, ayah vita tak ingin membebani reza.
“reza menjengukmu nak, tapi saat ini dia belum bisa menemuimu nak” kata ayahnya.
“kapan reza kesini yah, aku rindu padanya, besok aku ingin ke sekolah yah, boleh ya yah?” Pinta vita punuh harapan.
“iya vita akan sekolah, tapi vita harus sembuh dulu.” Ayahnya terus mencari alas an agar vita tidak bertemu dengan reza.
“aku sudah sembuh yah, aku tidak sakit”
“iya-iya lusa kita akan ke sekolah ya sayang.” Ucap ayahnya, entah apa yang akan dilakukan ayahnya lusa nanti.apakah harus membawa vita ke sekolah atau membuat kebohongan baru.

Kesembuhan vita semangkin membaik, ayahnya terus membuat kebohongan tentang reza, namun ayahnya tak bisa berbohong terlalu lama, vita mengetahui semuanya, bahkan tentang surat yang ditulis ayahnya untuk vino.
Reza sudah berusaha sebelumnya untuk meminta alamat rumah vita ke pihak sekolah, namun alamat yang di tuju sudah kosong, mereka sudah pindah. Sudah tidak ada harapan lagi buat reza, harapannya pupus, reza pun seperti kehilangan mentarinya, wajahnya kerap di selimuti mendung gelap. Tak ada tawa, tak ada canda, ia selalu termenung, bahkan pulang sekolah dia selalu menunggu di taman tempat yang telah dijanjikan untuk bertemu vita, reza yakin suatu saat vita pasti akan menemuinya.

1 tahun kemudian.
reza telah menyelesaikan sekolahnya, namun dia bulum bisa melupakan vita, entah bagaimana keadaan vita sekarang iya tidak tau, reza berdiri di taman tempat janjian mereka, reza duduk termenung menatap indahnya langit, suasana begitu tenang, raut wajahnya seperti hujan panas, tidak ada mendung, terlihat serah namun ada hujan di dalam.
“jangan melamun terus, nanti kamu sakit” suara itu memecah keheningan, seorang gadis muda duduk di sebelahnya.
Reza menoleh perlahan, ia terkejut melihat mentarinya telah tiba. “kamu kemana aja aku sudah menunggumu 2 jam lo ” kata reza mengeluh.
“iya maaf, aku telat lagi, sekarang kita kemana sayang?”
“aku mau ke pemakaman vita dulu sayang, setelah itu baru kita jalan-jalan.” Ujar reza.
“aku ikut pak supir aja deh.” Gurau sinta. Yang tak lain adalah sepupu vita.
Kesembuhan vita tak berlangsung lama, kebohongan yang di buat oleh ayah, membuat vita syok dan memperburuk keadaan vita hingga vita harus menjalani operasi keduanya, namun nyawanya tak tertolong. Sebelum vita meninggal, vita berpesan untuk menyampaikan semuanya sama reza bahwa ia sangat mencintai reza, dan vita berpesan pada sinta untuk menjaga reza setelah ia meninggal.

TAMAT

Cerpen Karangan: Bastian Samosir
Nama: Bastian Samosir
Ttl: Kisaran, 08 Juni 1995
Facebook: Https://www.facebook.com/bastian.dasilva.98
Website: Http://bastiansamosir.blogspot.co.id/
Email: Bastiansam08[-at-]gmail.com
Twiter: @bastiansam08
No Hp: 085372437264

Cerpen Ada Sinar Mentari Di Kala Hujan (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kiss The Rain

Oleh:
Namanya Dewa, dia teman sekelasku sejak kelas XI di SMAN 1 Bintang Timur ini, dan akan terus menjadi teman sekelasku di kelas XII nanti, ada sedikit rasa sesak, penyesalan

Putus Cinta 6 Jam

Oleh:
Risky dan Olivia adalah sepasang kekasih yang baru jadian 2 minggu yang lalu. Olivia adalah seorang gadis manis dan cerdas yang telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki tampan. Mereka

Tentang Sebuah Nama

Oleh:
Hujan selalu saja spesial, selalu dinanti. Tapi ini bukan tentang hujan, ini tentang sebuah nama. Sebuah nama yang selalu saja spesial, sebuah nama berhias sejuta kerinduan. Ini tentang sebuah

Berperilaku Sopan Hidup pun Tentram

Oleh:
Di suatu sekolah yaitu “SMP N INSAN CENDEKIA”, terdapat 3 orang sahabat yang bernama Robin, Rozi dan Farhan mereka sekarang duduk di kelas 9 yaitu, kelas 9I. Masing masing

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *