Aji Kekasihku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 June 2015

Sudah pukul setengah lima subuh, dan aku sedang bersiap-siap. Aku akan pergi ke Bukit Allest, berlari menyusuri jalan menuju bukit bersama kekasihku, Aji. Aku keluar dari rumah, mengenakan kaos hitam kesukaanku.

Aku pun berlari dan berlari, di sudut kanan jalan seseorang sudah menatapku dengan suguhan senyum mempesonanya. “Ayok Ji, keburu sunrisenya hilang!” ajakku. Minggu pagiku hanya teruntuk Aji, juga dengan terbitnya mentari nanti. Dia ikut berlari di sampingku, menatap lurus ke depan. Senyumku takkan pudar, jika ada dia di sisiku. Kami melewati kali yang airnya sangat dingin, terlebih di saat subuh seperti ini. Aku jadi ingat, betapa indahnya kenangan kami dulu, dia menggendongku untuk menyusuri sungai ini, agar aku tak kedinginan atau masuk angin katanya. Hingga pada akhirnya, kami sampai di Bukit Allest. Bukit yang jadi saksi cinta kami.

Kami duduk di batu tempat kesayangan kami sambil menunggu matahari yang sudah mengintip malu-malu ingin keluar dari peraduannya. Aku memeluk Aji dengan erat, “dia terbit Ji,” kataku. Dia tersenyum menghadapku. Ku gunakan pundaknya tuk menumpahkan tangisku. “Aku kangen kamu Ji, kangen liat ini semua bareng kamu”, aku mulai sesenggukan. “Aku gak mau ini semua tanpa kamu Aji. Aku pengen kamu selalu sama aku, selalu buat aku, bukan Cuma minggu subuh saja.”, isakku memohon padanya. Aku hanya menangis sampai lelah, sampai matahari mulai meninggi dan sampai aku sadar bahwa kami harus pulang.

Kami turun dari batu yang di bawahnya terukir kecil nama kami, Putry Love Aji, Aji Love Putri. Ukiran itu kami buat saat Aji menyatakan cintanya padaku dua tahun yang lalu, di tempat ini. Kami menyusuri jalan yang subuh tadi kami lewati. Kali, pohon dan jalan setapak yang tidak berubah. Sama seperti saat terakhir kali kami melihatnya.

Langkahku semakin berat saat tempat aku dan Aji harus berpisah lagi. Air mataku mulai turun lagi, aku mengantar Aji hingga sampai di makamnya. Aku pun terduduk di samping makam yang batu nisannya tertulis nama kekasihku itu, “Denata Aji Pratama”. Aku memeluk nisannya dengan erat, “Minggu depan aku kesini lagi Aji. Tunggu yah Ji, aku sayang kamu”. Aku pulang dan melambaikan tangan padanya yang sedang tersenyum menatap kepergianku.

Cerpen Karangan: Arini Shalsabella Putri
Facebook: Ariny Shalsabela Putry

Cerpen Aji Kekasihku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Diabaikan

Oleh:
Ritha duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia mempunyai sahabat laki-laki bernama Sarman. Ritha sudah bersahabat dengannya sejak dia kelas 5 SD. Kebetulan, mereka satu sekolah lagi. Suatu hari

Mengapa Elo Harus Pergi

Oleh:
Kring… Bel sekolah berbunyi. semua siswa berhamburan keluar dari kelas. Ada yang ke parkiran ataupun menuju depan pagar. Di depan pagar sekolah, tampak dua cewek feminim dan satu cewek

Putri Bulan dan Dewa Laut

Oleh:
Dahulu terdapat sebuah kerajaan bulan dan kerajaan laut yang terjadi kisah cinta antara Putri bulan yang sangat cantik dan Dewa Laut yang sangat tampan yang mendapat pertentangan dari Orangtua

Sayap Sayap Patah

Oleh:
Tidak ada yang tahu mengapa wanita berusia dua puluh lima tahun itu memilih pekerjaannya saat ini. Barangkali orang lain akan masa bodoh dengan hal itu, tapi orang-orang terdekatnya mempertanyakan

Happy Birthday

Oleh:
‘Happy birthday Bob!’ ‘Selamat ulang tahun ya Bob..’ ‘Booobb! Hepi b’deey… semoga tambah cute!’ ‘Yuhuu, tampaknya ada yang ultah nih? hehehe met ultah ya bro!’ ‘Bobby my dear best

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *