Akankah Kau Kembali? (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 4 April 2018

Empat hari selanjutnya, Bilqis mengajak Kelvin pergi, tapi Kelvin menolaknya. Dia beralasan bahwa dia sedang menyelawat temennya yang kecelakaan padahal Kelvin sedang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Bilqis.
“Lo bener gak bisa main sama gue? Hari ini aja. Terakhir deh.” ucap Bilqis di telepon.
“Bener bil gue gak bisa. Ini gue lagi nyelawat temen gue kecelakaan. Oh ya besok ada yang ultah nih.. Ciie..” ledek Kelvin
“Yah vin, padahal gue pengen ngajak lu main yang terakhir kali dah. Kali ini aja. Plis… Gak usah ngurusin ultah gua dulu. Belum tentu gue hadir nantinya. Ayo dong main.” Bilqis merengek
“Ah lu mah gak enak nih gue lagi nyelawat. Besok dah kita main seharian, janji deh. Lo besok aja mainnya biar sama gue.” Sahut Kelvin menenangkan hati Bilqis
“ya udah deh gue main sendiri aja. Orang gue maunya sekarang.” Bilqis kecewa
“Jangan jauh-jauh lu ya mainnya. Hati-hati. Besok janji deh main seharian. Maaf yaa gak bisa hari ini. Jangan ngambek dong.”
“Iya gue gak ngambek. Salam buat ortu temen lu itu ya. Gue turut berduka cita.” Ujar Bilqis
“Ok. Assalamu’alaikum Bilqis.”
“Wa’alaikum salam.” Jawab Bilqis dengan nada lirih

Akhirnya Bilqis memutuskan untuk pergi seorang diri. Sebelum Bilqis pergi, Bilqis menulis surat untuk Kelvin. Dia berharap Kelvin akan membacanya nanti dan akan selalu menyimpan surat yang diberikan oleh Bilqis. Setelah menulis surat, Bilqis pergi.
“Bunda, Bilqis pergi dulu ya.” Pamit Bilqis kepada Mama nya
“Iya anakku. Hati-hati ya.”
“Iya bun… Assalamu’alaikum.” Mencium tangan dan pipi Bunda nya
“Wa’alaikum Salam…” membalas ciuman Bilqis

Bilqis bergegas untuk mengunjungi danau yang dulu pernah dikunjungi dia dan Kelvin. Setelah mengunjungi danau, Bilqis mengunjungi studio musik yang pernah didatangi mereka berdua. Tak lupa juga Bilqis mengunjungi taman bunga yang dikunjunginya saat ultah Kelvin. Dan juga Bilqis mengunjungi kebun binatang yang dia dan Kelvin kunjungi terakhir kali.

Di tempat yang berbeda, Kelvin sibuk menyiapkan kejutan untuk ultah Bilqis. Dia juga tak lupa untuk menunjukkan kemeja milik Bilqis. Dia juga menyiapkan rangkaian kata untuk melamar Bilqis. Bilqis tidak tau kalau besok Kelvin ingin melamarnya. Orangtua Kelvin sudah setuju. Dan Kelvin juga sudah bicara pada orangtua Bilqis. Kelvin sangat bahagia. Dengan alasan menyelawat temannya yang kecelakaan, dia bisa menyiapkan segalanya untuk esok hari.

Saat telah mengunjungi semua tempat yang pernah didatangi dia dan Kelvin, Bilqis bergegas untuk pulang. Tapi kejadian na’as terjadi pada Bilqis. Saat ingin menghindari mobil didepannya yang berlanju kencang yang ingin memasuki jalur yang Bilqis sedang lewati. Bilqis kalut dan akhirnya menginjak Gas bukannya Rem. Bilqis membanting stirnya ke kanan dan Bilqis pun menabrak pohon dengan sangat kencang. Bilqis mengalami pendarahan yang sangat banyak pada daerah kepala. Saat kejadian, jalanan sepi tidak ada orang yang melintas. Saat itu Kelvin menelepon Bilqis tetapi tidak diangkat-angkat. Kelvin merasa cemas dengan keadaan Bilqis. Mengapa dari tadi Bilqis tidak mengangkat telephonnya. Kelvin tidak tau apa yang terjadi pada Bilqis. Kelvin mengira bahwa Bilqis sedang sibuk makanya dia tidak mengangkat telepon dari Kelvin.

Akhirnya ada warga yang sedang melintas di jalan dimana Bilqis Kecelakaan. Warga itu langsung membawa Bilqis ke Rumah Sakit karena melihat darah yang sangat banyak dari kepala Bilqis. Dengan lantangnya, warga tersebut menelpon Mamanya Kelvin. Karena nama kontak bu Dewi yang ditulis di handphone Bilqis adalah Mama Kelvin. Maka dari itu pak Budi (warga yang menololng Bilqis) menelpone bu Dewi, Karena pak Budi tersebut takut kalau dia langsung menelphone orang tua dari Bilqis, nantinya orang tua Bilqis langsung shok. Ditelepon lah bu Dewi.

“Hallo bil. Ada apa?” ujar bu Dewi saat mengangkat telephone Bilqis
“Maaf bu, ini saya Budi. Saya menemukan Seorang anak muda yang mempunyai telepon ini kecelakaan di jalan keniri. Dia sedang ada di rumah sakit. Pendarahan dikepalanya sangat banyak bu. Saya takut jika mengabarkan orang tuanya nanti shok. Makanya saya menelpon ibu minta bantuan untuk bicara pada orang tua gadis ini. Dan maaf sebelumnya saya sudah lancang membuka telephone gadis ini. Karena saya tidak tau mau mengabari keluarga gadis ini dari mana lagi.”
“Inalillahi wa inailaihi raajiun… Bilqis kecelakaan? Sekarang dia ada di Rumah Sakit mana?” ucap bu Dewi shok dan menangis.
“Dia ada di rumah sakit Keluarga di daerah jalan Almira deket jalan keniri. Ibu cepet kesini ya bu. Dan tolong kabari orang tua gadis ini. Makasih bu. Assalmu’alakum.”
“Wa’alaikum salam… Bilqisss… Kamu kenapa sayang? Kenapa ini terjadi pada kamu?” teriak bu Dewi

Setalah merasa sedikit tenang bu Dewi mencoba Menelepon orangtua Bilqis. “Assalmu’laikum..” ucap bu Dewi lirih di telephon
“Wa’alaikum salam Dewi, ada apa nih nelpon. kenapa ibu nangis? Ada apa bu?” ujar mamanya Bilqis yang bingung kenapa bu Dewi menangis. Saat itu mamanya Kelvin menceritakan semua yang dia ketahui saat ini tentang Bilqis.
Dengan shok bu Sandra (Mamanya Bilqis) melepas handphone yang digengamnya.
Merekapun langsung menuju Rumah Sakit yang diberitahu.

Kelvin pulang ke rumah, tapi dia tidak melihat mamanya yang biasa duduk di sofa sambil membaca majalah. Dia pun langsung menanya asisten rumah tangganya.
“Bu Ipah, Mama ke mana ya? kok ibu Ipah nangis?” tanya Kelvin kepada asisten rumah tangganya yang sedang menangis di dapur
“Nak Kelvin… Bilqis nak… Bilqis..” asisten rumah tangga Kelvin pun tak kuat untuk mengatakan pada kelvin dan terus menangis.
“Bilqis kenapa bu? Jawab!” sahut Kelvin dengan nada yang cukup tinggi karena merasa cemas.
“Nak Bilqis… Kecelakaan nak.” Jawab bu Ipah dengan lirih
“Apa?? Bilqis kecelakaan?” Kelvin shok dan menangis. “bu Ipah bohong kan? Ibu bohong kan?? Bilqis gak mungkin kecelakaan.. Bilqis… Dimana dia dirawat bu?” memegang bahu bu Ipah dan mengoyaknya
“Ini nak alamat yang Mama kamu kasih.” Menunjukkan selembar kertas
Kelvin langsung berlari ke mobil dan ditancapnya gas berlaju dengan cepat.

“Lo gak boleh pergi bil. Gak boleh. Besok lo ultah, gue udah siapin bunga yang banyak seperti kemauan lo. Lo gak boleh pergi. Gue yakin lu kuat bil!” ucap Kelvin di dalam mobil

Setelah sampai di rumah sakit. Kelvin langsung mencari tempat dimana Bilqis berada.
Kelvin akhirnya menemukan Mamanya dan bu Sandra yang sedang menangis. Kelvin langsung berlari mendekatinya.
“Mama… Bilqis…” ucapnya kepada Mamanya dan langsung memeluknya.
“Sayang…” membalas pelukan Kelvin.
“Mama Bilqis ma… Kenapa mama gak bilang ke Kelvin dari awal! Kenapa ma” tanya Kelvin dengan air mata yang terus menetes
“Sabar sayang, mama juga baru dikabarin sama warga yang menolong Bilqis” sahut bu Dewi menenangkan hati anaknya
“Bilqis sekarang gimana ma keadaannya? Dia sehat kan?” menangis dan berbicara dengan terbata-bata.
“Dokter sedang mengusahakan semaksimal mungkin sayang. Kamu harus terus berdo’a untuk Bilqis.”

“Kelvin,” ucap bu Sandra.
Kelvin menoleh ke arah Mamanya Bilqis dan langsung mendekatinya.
“Tante…”
“Kamu harus kuat, semangat. Jangan sedih. Nanti Bilqis juga ikut sedih.” Ucap bu Sandra
“Iya tan…” menghapus air matanya
Doker pun keluar, “Gimana dok keadaan Bilqis?” tanya bu Sandra
“Saya mohon maaf, nyawa anak ibu tidak bisa kami tolong. Pendarahan dan cedera kepalanya cukup parah. Kami turut berduka cita bu.”
“Dokter bohong kan?” tanya Kelvin dengan suara marah.
“Sekali lagi saya dan tim turut berduka cita.” meninggalkan tempat ICCU.
“Bilqissssss… Kenapa lo pergi… Kenapa bilqiss… Kenapa… Lo gak tau yaa gue mau ngelamar lo besok… Lo besok ultah bil… Bangun bil… Bangun… Kita bakal main hari ini gue janji… Asal lo bangun bil… Bilqis bangun… gue janji kita main hari ini.. bangun Bilqis.. gue gak mau kehilangan lo.” tangis Kelvin pecah saat melihat jasad Bilqis. Dia menyesal karena telah berbohong pada Bilqis. Dia menyesal karena tidak menuruti keinginan terakhir dari Bilqis. Dia sangat menyesali perbuatannya.

Esok harinya, Kelvin datang ke makam Bilqis dengan membawa bunga yang Bilqis pesan untuk hari ulang tahunnya.
“Assalamu’alaikum bil, gue dateng nih. Gue udah janji kan kalo gue bakal main sama lo seharian hari ini. oh ya, selamat ulang tahun ya bil. Ini bunga yang lo minta. Akhirnya gue tau apa maksud lo minta bunga sebanyak ini. Lo bilang kalo bunga ini untuk memperindah rumah lo kan. Sekarang gue tata bunga ini dulu ya, biar rumah abadi lo ini bisa indah. Oh ya bil, lo tau gak gue juga bawa kemeja yang pertama kali lo tabrak gue lho. Ini kemeja lo. Gue masih simpen nih. Dan gue juga udah beli kado buat lo tau. Gue udah beli kemeja couple yang lo mau buat kita. Tapi lo malah pergi.. Kan gue bilang perginya besok aja bil, tapi lonya ngelak. Yah ini juga udah takdir sih dari Allah. Gue mencoba ikhlas kok bil biar lo tenang. Dan… Bil… Sebenernya hari ini gue mau ngelamar lo. Gue mau, lo dan gue bisa bersama selamanya. Sampai Tuhan memisahkan kita. Dan itu bener terjadi, Tuhan memisahkan kita karena kehendak-Nya. Lo mau tanya gimana perasaan gue sekarang? Kayak piring yang dipecahin. Perasaan gue gak bakal bisa kembali seperti dulu. Lo tau gak kalo gue itu sayang banget sama lo. Gue itu cinta banget sama lo. Aturan dulu pas lo bilang gue disuruh ngungkapin hari itu juga, coba aja gue ungkapin. Biar gue bisa liat ekspresi lo. Tapi sayang… Kini semua harapan itu telah pupus. Thanks ya bil atas waktunya yang pernah lo kasih ke gue. Gue bakal selalu kesini kok. Dan hari ini juga gue mau tepatin janji gue buat main seharian sama lo. Gak usah ketakutan ya. Nanti kalo Allah udah manggil gue juga, gue bakal temuin lo secepatnya. Tunggu gue aja bil. Cinta gue buat lo akan selalu abadi. Dan gue akan selalu dengerin lagu kesukaan lo itu. Lagu merindukanmu itu lho. Dan lo tau kan, gue tanpa lo itu hampa kayak lagu kesukaan gue. Tapi kenapa lo pergi duluan. Gue sayang banget sama lo bil. Gue cinta sama lo.” ucap Kelvin dengan menahan air matanya menetes.

Kelvin pun menemani Bilqis di makamnya seharian. Sampai saatnya Kelvin ingin pulang, Kelvin teringat surat yang diberikan oleh bu Sandra yang ditulis oleh Bilqis sebelum Bilqis pergi.

“Kelvin Syahputra. Laki-laki yang telah menghiasi hidup gue. Laki-laki yang dengan kemarahannya bisa membuat gue kenal lebih dekat dengannya, laki-laki istimewa yang mau menuntut seorang perempuan ke pengadilan Cuma karena numpahin jus di bajunya. Lucu ya kalo diinget. Kelvin, lo itu satu-satunya laki-laki yang membuat gue bahagia setelah Ayah gue meninggal. Gue bahagia banget dipertemukan dengan lo. Lo itu langka tau. Marah, tapi cepet banget ademnya. Kecewa tapi cepet banget luluhnya. Tapi gue salut sama lo. Lo itu bagian dari hidup gue vin. Keistimewaan lo membuat gue lupa bahwa didunia ini banyak laki-laki selain lo. Lo itu ajaib, bisa buat kita yang tadinya saling gak suka jadi deket banget kayak gini. Lo bahagia gak ya vin kenal sama gue? Padahal gue berharap banget vin kalo lo punya perasaan yang sama kayak gue. Gue sayang sama lo vin. Malah bukan sayang lagi tapi cinta. Dan apa lo juga punya rasa kayak gitu sama gue ya vin? Dari lo gue tau kalo gajah itu lucu. Ya menurut gue bukan gajahnya yang lucu, tapi ekspresi lo saat bilang kalo gajah itu lucu. Gue selalu merhatiin lo diem-diem. Sorry yaa. Makasih atas 4 tempat yang pernah kita kunjungi bersama. Waktu yang kita habisi bersama. Sekarang gue mau mengunjungi tempat-tempat itu lagi. Gue ngajak lo, tapi lo gak mau. Lo bilang ada temen lo kecelakaan hari ini. ya udah gue jalan sendiri. Gak papa kok vin. Kalo lo kangen sama gue nantinya, lo kunjungin aja tempat-tempat itu. Jangan nangis ya kalo misalnya lo ke tempat itu tanpa gue. Gue selalu ada di hati lo vin. Gue pamit pergi ya. Gue cinta banget sama lo Kelvin Syahputra. –Bilqis Sandrania”

Kelvin tidak kuat menahan air matanya saat membaca surat terakhir dari Bilqis. Kelvin memeluk surat tersebut dengan air mata yang terus mengalir deras di wajahnya. Kini Kelvin tau bahwa Bilqis juga mencintai dirinya. Dan kelvin masih berharap bahwa ini adalah mimpinya saja. Dia masih berharap Bilqis dapat kembali lagi menghiasi hari-harinya. Tapi Kelvin sadar, bahwa ini adalah nyata dan kesedihan hanya membuat Bilqis tidak tenang disana. Kelvin mencoba untuk mengikhlaskannya. Walau dia seperti kehilangan separuh hidupnya.

“Bil, gue pulang dulu ya. Rumah lo gue udah hias tuh pake bunga. Besok gue kesini lagi. Sekarang gue gak ada yang anter jemput deh. Gak ada yang ngajak main lagi deh. Lo tenang ya disana. InshaAllah kita bakal ketemu di sana. Assalamu’alaikum bidadari surga…” Ujar Kelvin yang telah berada di makam Bilqis dari pagi sampai hari menjelang malam.

Pada akhirnya, cinta Kelvin untuk Bilqis terus abadi. Kelvin setiap hari mengunjungi makam Bilqis. Selalu mendo’akan Bilqis setiap habis Sholat. Dan Kelvin selalu mendengarkan lagu kesukaan Bilqis dan juga kesukaannya. Selalu memutar video kenangan dia dengan Bilqis. Dan selalu melihat foto mereka saat mengunjungi kebun binatang. Dari sini juga Kelvin sadar, kalau cinta tidak harus terus tentang memiliki. Tapi cinta adalah tentang keikhlasan dan tentang kebahagiaan. Cinta akan hadir saat senyum tulus selalu terlukis pada wajah saat kita bersamanya. Cinta juga akan hilang saat Sang Pemilik cinta mengambil cinta itu kembali. Kita tidak akan pernah tau kapan cinta itu akan diambil kembali oleh Pemiliknya. Dan penyesalan bukanlah hal yang harus terus terjadi. Jika sudah hadir waktu yang tepat, bukannya menghindar dan menunggu waktu yang tepat lainnya. Karena kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kali.

End

Cerpen Karangan: Aria Rostiana
Facebook: Aria Rostianaa
Assalamu’alaikum.. Hi! nama aku Aria Rostiana, aku sekarang kelas 11 jurusan keperawatan. walau aku jurusan keperawatan, tapi hobby aku menulis. aku senang jika bisa membagi karya aku kepada kalian semua. apalagi kalau kalian menyukai karyaku. ini salah satu cerpen yang aku karang. maaf yaa kalau kurang bagus. aku juga punya beberapa karya lagi. jika kalian ingin membaca karyaku, kalian bisa kunjungi wattpad aku. terimakasih.

Cerpen Akankah Kau Kembali? (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love You Till The End

Oleh:
Dua minggu aku merasakan hari hari tanpamu seakan aku kehilangan mu. Yah… Aku yang selalu merasakan itu dan mungkin kamu tidak. Dua hari sebelum masuk sekolah aku merasakan yang

Akhir Penantian

Oleh:
“Kakak…” sapa seorang wanita dengan raut wajah yang bahagia. “Ya ampun.. Sisil, bikin kaget aja deh lo, kalo mau masuk ketok pintu dulu donk” ucap Rachel kepada wanita tersebut.

My Love Story

Oleh:
Kesunyian malam membawa anganku melayang mengenang semua ceritaku di masa lalu. 2008 tahun dimana hati sedang gelap dan suram. Ketika itu aku baru lulus SMA dan akan meneruskan kuliahku.

Mencintaimu, Harus Bagiku

Oleh:
Aku tak habis pikir apa yang bisa kulihat dan kubanggakan darimu. Dengan segala kelemahan dan kekurangan yang kau miliki. Saat mereka bertanya tentang apa yang buatku kagum padamu, selalu

Sesal Dan Harapan

Oleh:
“Sampai kapankah kita, akan bersama?” Tanyaku, pada sesosok wanita cantik, yang ada di hadapanku. Dia hanya tersenyum padaku, sambil menepuk bahuku. “pertanyaan kamu kok aneh gitu sih?” balasnya. “kenapa?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Akankah Kau Kembali? (Part 3)”

  1. ase says:

    mantap cerpennya bikin aq nangis dan kata – kata terakhirx juga bgus ad sisi pengajaranx. Terus berkarya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *