Akhir Sebuah Penantian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 6 July 2013

Malam kian larut yang hanya ditemani dengan bulan dan bintang, angin sepoi yang merasuk dalam jiwa membuat hati ini semakin perih, hanya dalam keheningan malam ini yang menemani keresahan hati. Entah apa yang membuat hati ini resah memikirkan engkau yang jauh disana.

Sudah lebih dari empat tahun lamanya anita dan andre menjalin hubungan dengan cara seperti ini, yang tidak terbiasa untuk bertemu berhalangkan jarak dan waktu yang memisahkan mereka. Hanya dengan sepenggal suara lewat media seluler dan kesetiaan yang bisa membuat mereka mempertahankan hubungan ini.

Sulit mencari waktu untuk mereka bersama menghabiskan waktu berdua dengan bersendau gurau, tapi apalah daya semua itu tidak mungkin terjadi karena sebab tertentu yang menghalangi hubungan mereka. Kenapa cinta begitu tidak adil pada kita? Kenapa cinta hanya diperuntukkan pada orang di luar sana dan bukan untuk kita? Apakah salah kita pada cinta yang kita rasakan ini? Mungkin itu yang selama ini terus menerus menjadi pertanyaan dalam benak anita malam itu.
Bukan waktu yang singkat untuk menunggu andre. Hanya dengan sepenggal kesetiaan dan yang ada buat cinta mereka yang bisa menguatkan hati anita. Hanya kerinduan yang begitu dalam yang selalu menemani hari-hari anita.

Suatu ketika anita dan andre pernah mengucap satu janji setia untuk cinta mereka…
“aku akan selalu mencintaimu anita, engkau lah seseorang yang mampu membuat aku manjadi lebih baik seperti ini”
“aku juga akan selalu mencintaimu, meskipun engkau tak selalu disampingku karena jiwaku adalah jiwamu dan ragaku adalah ragamu” ujar anita dan andre

Anita yang selalu sendiri di setiap malam datang menjelang, merasakan rindu yang begitu mendalam pada sang kekasih “andre”, anita yang selalu mengharapkan andre datang untuk menemuinya dan mengobati rasa rindunya pada andre selalu memohon pada tuhan agar mereka dipertemukan dalam kebahagiaan..

Tapi semua mustahil, pertemuan yang seharusnya bahagia seperti yang dibayangkan oleh anita ternyata berbalik drastis menjadi sebuah malapetaka. Karena ketidak setujuan kedua orang tua anita pada andre. Jangankan untuk keluar bersama, buat ngobrol saja sudah merupakan hal yang sangat sulit buat mereka.

Andre yang sudah jauh-jauh datang untuk menemui anita yang telah setia menunggu dia, hanya kepahitan yang meraka rasakan dalam pertemuan mereka.
Kenapa cinta begitu kejam buat kita? Ujar andre
Penantian yang sekian lama anita jalani berbuah sis-sia, yang hanya membawakan malapetaka bagi mereka karena ketidaksetujuan orang tua. Begitu besar cinta yang mereka miliki, tetapi semua itu tidak berbuah kebahagiaan sedikitpun buat mereka.

Empat tahun waktu yang mereka gunakan untuk memendam rasa rindu. Ternyata berkenyataan pahit.
Cinta memang tidak adil, cinta itu kejam dan menyakitkan, kenapa cinta hanya diperuntukan oleh mereka-mereka yang hanya mempermainkan arti cinta. Yang tidak tau arti yang sebenarnya dari cinta.

Cinta tak selamanya membuahkan kebahagiaan, cinta juga sering membuahkan kepedihan yang begitu sakit… Cinta memang tak harus memiliki.

Cerpen Karangan: Purwati
Facebook: Watik Tetep Watik

Cerpen Akhir Sebuah Penantian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Resume

Oleh:
Seorang remaja berlari menuju gerbang sekolah yang sudah ditutup 30 menit yang lalu. Melissa, gadis umur 16 tahun. Gadis yang lugu dan manis keturunan China-Jawa. Ia kebingungan dan panik.

Ketika Kesetian Tak Terbalaskan

Oleh:
Cinta ini hal baru bagi Reysa, bahkan belum pernah dia rasakan sebelumnya. Cinta ini begitu sangat indah datang ke hatinya, hingga dia tak tau harus bagaimana mengungkapkan kepada Mamanya

Cinta Mengapa Harus Dipertahankan

Oleh:
Pernahkah kamu memikirkan kebahagian orang lain? membiarkan dia bahagia dengan orang lain, walaupun menyakiti dirimu sendiri? hanya untuk membuatnya bahagia? memikirkannya pun sudah membuat hati teriris. namun mau bagai

Kursi di Sudut Ruangan Itu

Oleh:
“Maaf Nad, kamu nggak usah peduli lagi padaku. Kamu konsen aja dulu sama kuliahmu saat ini. Nggak usah mikirin aku. Hubungan kita cukup sampai disini aja. Maaf.” Bagai disambar

Puisi Terakhir

Oleh:
Suatu hari di waktu senja terlihat seorang anak laki-laki berjalan gontai menuju arah pulang, begitu sepi sore itu tak ada kendaraan yang melintas hanya angan dan hayalan temani dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *