Aku Bagai Benalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 25 April 2015

Dua bulan sudah aku jalani hubungan dengan Alvin. Ya, Alvin namanya, tinggi badannya kira-kira 150 cm dan beratnya mencapai 49 kg. Alvin dengan hidungnya yang kecil serta matanya yang terlihat sendu, kulitnya berwarna hitam yang terlihat manis bila dipandang. Dia orang yang baik, ramah, nyambung bila diajak bicara, bersamanya membuat ku terasa nyaman. Dia bersekolah di sekolah swasta kelas 3 SMA, dan aku kelas 2 SMA, aku bersekolah di sekolah negeri.

Malam itu terasa ramai sekali, kami berjalan ke alun-alun kota. Bercerita dan saling berbagi tentang kehidupan kami.
“Kamu pacaran paling lama berapa bulan vin?” tanya ku di sela-sela sepi berada di tengah-tengah kami.
“Emhh… 7 tahun” singkat sambil Alvin menundukan kepalanya.
Aku pun terdiam dengan perasaan yang bingung dalam hati ku bertanya mengapa berpisah bila berhubungan sudah selama itu dan aku berfikir apakah aku hanya sesaat untuk Alvin.
“Kamu sendiri bagaimana?” Alvin bertanya balik kepada ku.
“Hanya 3 bulan”
“Waktu yang singkat”
“ya, aku pacaran selalu tersakiti, entah karena apa. Padahal aku selalu berusaha menjadi yang terbaik”.
“oh ya? Sama! Aku juga selalu tersakiti”. suara Alvin terdengan pelan dan nampaknya dia sedih.
“Mana mungkin pacaran lama kok kamu selalu disakitin. Mana bisa Vin. Pasti mantan pacar mu orangnya baik ya? Pasti dia juga dekat dengan keluarga mu kan?”. Tanya ku ingin tau padahal aku merasakan sakit.
Alvin pun berjalan menuju tempat kami memarkir motor.
“kok diam? Kenapa?”. Tanya ku penasaran.
“Meskipun kami berhubungan cukup lama tetapi aku tidak bahagia dan aku selalu tersakiti oleh sikapnya”. Suara Alvin terdengar sedih dan penuh penyesalan.
“Maaf Vin aku tidak bermaksud untuk mengingatkan mu terhadap masa lalu mu”.
Alvin pun tersenyum dan kami pulang ke rumah.

Hari-hari selalu kami lewati berdua. sesah dan senang kami selalu bersama. setiap hari kami bertemu tidak di pagi hari, karena masing-masing dari kami bersekolah. Malam itu kami bersama-sama lagi.
tett… tett.. tett bunyi handphone Alvin tanda pesan masuk. Alvin pun membacanya dan dangan wajah yang penuh kecewa sehingga membuat ku penasaran dengan isi pesan itu apa dan dari siapa.
“SMS dari siapa vin?” Tanya ku penasaran.
Dia hanya diam dan melatakan handphone itu di samping ku. Aku pun membuka dan membaca pesan itu yang berisi “Kamu dimana vin? Aku kangen kamu, Aku ingin bertemu, aku sayang kamu vin”.
Hati ku pun hancur membaca pesan itu dari mantan Alvin aku hanya terdiam dan menangis.
“Dia hanyalah masa lalu ku”. Alvin menatap ku
Aku tetap saja diam tanpa suara sedikit pun.
“Percayalah aku sangat mencintaimu, dia hanyalah masa lalu ku dan kamu lah masa depan ku”. suara Alvin meyakinkan ku dan dia menghapus air mata yang mengalir di pipi ku.
“Aku percaya kok, aku juga sayang kamu Vin” aku memeluk Alvin seraya takut kehilangan dirinya.

Hubungan kami berjalan 7 bulan. Semua terasa indah saat kami selalu bersama. Tetapi tidak disaat kami sudah jarang bertemu. Sikap Alvin berubah, komunikasi kami pun sudah jarang. Tetapi aku berusaha tegar dengan sikap Alvin aku percaya kepada Alvin. Walaupun ini terasa menyakitkan, tetapi aku berusaha kuat walau itu membuat aku hancur tanpa perhatian darinya lagi, aku yakin suatu saat kami kan seperti dahulu.

Pada suatu malam aku menelfon Alvin “Sayang kamu dimana? Aku kangen aku ingin bertemu Vin malam ini juga”.
Terdengar suara yang cukup ramai dari tempat Alvin bahkan terdengar suara perempuan bersamanya.
“Aku lagi reunian sayang”.
Dengan nada kesal aku pun berkata “lain kali aja deh”.
tutt… tutt… tutt.
Suara pun terputus. Aku pulang Dan segera Tidur.

Pagi ketika aku bangun tidur terdengar bunyi handphone ku terlihat panggilan tak terjawab dan ada satu pesan. Aku pun segera membacanya. “Hay, kamu pacarnya Alvin ya? dia sedang selingkuh bersama ku. haha”.
Hati ku pun terasa sakit. setelah aku cari tau siapa yang mengirim pesan itu aku mulai menelfon Alvin. suara Alvin terdengar jelas dan terdengar sangat bahagia.
“Hallo sayang ada apa?” tanya Alvi berpura-pura bodoh
“Kamu semalam kemana Vin? Kamu punya pacar baru ya? jangan gitu dong Vin aku ini wanita bukan untuk disakiti. Kamu jahat Vin”. Tangis ku di dalam handphone.
“Kan aku bilang aku reunian sayang”. Alasan Alvin
“sudalah jangan berpura-pura lagi, kamu dimana aku mau bicara Vin?”
“Aku di rumah. Sudalah jangan percaya dengan omongan orang”.
tutt.. tutt.. tutt.. Alvin memutuskan handphonenya.
Aku pun terus mencoba menghubungi Alvin hingga dia menjawab telepon ku.
“Vin jangan ditutup aku hanya ingin bicara sebentar. Kita udahan ya Vin aku capek aku lelah dengan semua ini aku lelah dengan cara mu”. Aku memberanikan diri untuk mengatakan itu padahal sebenarnya aku takut kehilangannya.
“OK bila itu mau mu”.
tutt… tutt… tutt handphone diputuskan Alvin.
Aku hanya menangis dan sedih semua berakhir seperti ini.

Aku pun akhirnya mengetahui siapa wanita yang mengirim pesan itu kepada ku. Ternyata itu Dina mantam pacar Alvin yang 7 tahun itu. Kami berpisah tepat pada tanggal 31 januari tepat 7 bulannya kami menjalin hubungan. Aku pun sadar bahwa aku hanyalah benalu dalam kehidupan mereka berdua yang sudah lama mengenal dan tidak akan pernah terpisah.

Cerpen Karangan: Yesiska Indriani
Facebook: yesi kitty jungle

Cerpen Aku Bagai Benalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


First Love

Oleh:
Tiga Tahun berlalu, Namun kenangan, perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan masih tersimpan rapi di hati ini. Bagiku tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk melupakanmu, telah banyak

Senja di Kota Empek Empek

Oleh:
Jam di kamar Abel sudah menunjukkan pukul delapan pagi, namun suasana dingin kota Bandung masih berhasil membuat gadis berlesung pipi ini enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya. Beruntung hari

Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

Aku Tak Lagi Berdua

Oleh:
Kusisipkan kedua tanganku ke dalam jari-jarinya. Kuelus lembut kepalanya sampai mereka pun tak terasa. Kukecup lembut keningnya agar mereka merasakan kehangatan dari kasih sayangku. Teringat perkataan papanya bahwa kita

Khusnul Khotimah

Oleh:
Namaku Azahrah, saat ini aku berumur 14 tahun. Nama panggilan ku Zahra. Aku mempunyai banyak sahabat maupun teman-teman terutama di sekolah, tapi aku juga mempunyai teman yang tidak suka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *