Aku Harap Cinta Itu Tidak Pernah Ada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 June 2014

Siapa yang tidak kenal cinta? Semua orang pasti sudah pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta! Tanpa terkecuali! Tuhan menciptakan perasaan cinta di hati semua makhluknya. Tapi… Siapa yang bisa tahu kapan cinta itu akan datang dan pergi?

“Cintaa…” teriakan itu terdengar dari balik pintu kamar ku. Aku pun segera menutup buku kecil bersampul ungu muda itu. Kemudian aku simpan di laci meja belajar ku.
“Iya..” seru ku dari dalam kamar.

-krek-

“Nada..” gumam ku. Gadis berkuncir satu itu tersenyum di hadapan ku. Nada! Dia sahabat ku. Kami bersahabatan sudah lebih dari sepuluh tahun. Aku mengenalnya saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas satu.

“Masuk Nad..” ajak ku sambil tersenyum. Aku dan Nada sama-sama duduk di lantai. Tubuh kami tersender di ranjang tidur ku yang dibaluti sprei berwarna ungu muda.

“Aku masih penasaran sama kak Denny loh, Cin.” kata Nada memulai percakapan.
“…”
“Kamu enggak penasaran sama dia, Cinta?” sambung Nada bertanya padaku.
Aku menggeleng.
“Aneh. Masa kamu gak suka sama sekali sih sama kak Denny.” kata Nada dengan nada sedikit tinggi.
“Dia manusia biasa kok, enggak ada spesialnya sama sekali.” ujar ku.
“Aku bingung sama kamu. Dari dulu enggak pernah berubah. Sebenarnya kamu itu masih normal gak sih? heran aku..” ujar Nada. Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Nada.

Pagi ini hujan. Padahal aku sudah rapi dengan seragam putih abu-abu ku.

“Nanti kamu papa antar aja ke sekolahnya. Biar gak kehujanan.” kata Papa yang wajahnya terumpat di balik koran yang sedang dibacanya.
“Pulangnya gimana? Pak Yanto kan lagi pulang kampung.” ucap ku.
“Kalau sempat papa jemput nanti. Tapi kalau tidak sempat, kamu naik kendaraan umum aja.” Kini wajah laki-laki berkaca mata itu sudah tidak bersembunyi di balik koran lagi.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah. Itu pun karena diantar papa. Biasanya, jika aku berangkat sekolah naik sepeda, aku harus berangkat pukul enam kurang lima belas menit, dan sampai di sekolahnya itu pukul enam lewat dua puluh menit.

Gubrak!!
“Ma.. maaf kak. Saya enggak sengaja.” ujar ku.
“Iya enggak papa kok.” sahut laki-laki yang barusan aku tabrak.
“Kak Denny.” batin ku.
“Kakak duluan ya.” katanya. Aku hanya terdiam. Tak menjawab apa-apa.

Sejak kejadian itu, entah kenapa aku jadi sering memikirkan kak Denny. Bayang-bayang kak Denny selalu muncul di benak ku. Apa aku… Aarrgghh!! mustahil! Mustahil aku jatuh cinta padanya. Aku gak boleh suka sama dia apalagi sampai cinta sama kak Denny. Dia itu kan kakak senior ku. Mana pantas adik junior mencintai kakak seniornya? apalagi aku ini kan seorang perempuan. Tapi… Siapa yang bisa menghindar jika Tuhan telah menaburkan benih cinta di hati hamba-Nya? Tidak adaa!!

“Den, lo suka sama anak kelas X yang namanya Cinta?” Tidak sengaja aku mendengar pertanyaan itu ketika aku hendak mau ke toilet.
“Apaan sih lo.”
“Tapi lo nolak Shanty karena lo suka kan sama cinta?”
“Cinta itu adik kelas gue, Ridho. Jadi, gak mungkin gue suka sama dia.”

Aku masih terdiam di ujung pintu toilet siswa. Padahal tinggal lima langkah lagi untuk masuk ke toilet siswi. Tapi aku gak mampu melangkahkan kaki ku.

“Ci..nta.” gumam kak Denny yang baru keluar dari toilet. Wajahnya seperti orang kaget. Disusul kak Ridho yang saat ini berdiri di sebelahnya.
“Kamu udah berapa lama berdiri disini?” tanya kak Denny.
“Cinta gak ngitungin, Kak.” jawab ku. Pandangan kak Denny dan kak Ridho saling bertabrakan. Mereka pasti memiliki pertanyaan yang sama. “Apa cinta denger obrolan kita tadi?” Yaps! Pertanyaan itulah yang pasti disimpan oleh dua laki-laki yang saat ini berdiri di hadapan ku.

“Cinta permisi kak, mau ke toilet.” ujar ku kemudian melangkah pergi dari hadapan mereka.

Kini aku berdiri di hadapan cermin. Aku melihat wajah ku sendiri. Mata ku terlihat sembab. Apa aku menangis? Kenapa aku harus nangis? Kenapa? Apa aku perlu sakit hati karena obrolan kak Denny dan kak Ridho tadi?

“Tuhan.. apa aku benar jatuh mencintai kak Denny? Kenapa aku ngarasain sakit ketika kak Denny ngomong seperti itu? Dia tidak mungkin mencintai aku karena aku adik kelas nya!! Apa akan ada hukuman di sekolah ini apabila senior berpacaran dengan junior?”

Tuhan..
Jika memang perasaan ini harus melukai hati ku,
aku harap cinta itu tidak pernah ada di dunia ini!!

TAMAT

Cerpen Karangan: Bunga Amelia
Facebook: Bunga Amelia

Cerpen Aku Harap Cinta Itu Tidak Pernah Ada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar Putih

Oleh:
Aku duduk di taman sekolah. Aku sedang memandang sebuah bunga yang sedari tadi menarik perhatianku. Bunga mawar, berwarna putih. Bunga kesukaan aku ini mengingatkan aku pada seseorang. Tiba-tiba seseorang

Sahabat

Oleh:
Kicauan burung pun mulai terdengar dan cahaya matahari pun mulai bersinar, aku terbangun dari tidurku yang nyenyak. Aku segera bergegas untuk mandi dan memulai sarapan bersama keluarga. Kemudian aku

Famous itu

Oleh:
Ini minggu ke dua aku bersekolah di sekolah baruku. Pukul 06.00 WIB aku sudah pergi ke sekolah seperti anak anak pada umumnya. Aku pun mengikuti pelajaran seperti biasa. Waktu

Aku Ingin Bertemu Sang Idola

Oleh:
Hari ini hari yang sangat cerah seperti hati seorang gadis ini, gadis ini bernama REVANI LENYANDRI PRASETYA, gadis kelahiran bandung ini sedang ingin pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu,

Otaku

Oleh:
Panggil saja Cleo, itu nama panggilanku. Lengkapnya, Violet Putri Cleo. Aku punya sahabat yang sangaaat baik. Namanya Ayano Akane. Aku memanggilnya Ayano. Dia lahir di Negeri Sakura, Jepang. Namun,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Aku Harap Cinta Itu Tidak Pernah Ada”

  1. Yhayha Kiyha says:

    Keren banget cerpen karya Bunga Amalia. 🙂 itu seperti kisah nyata hidupku. 🙂 aku malu. 😀

  2. Maylina Khansa Damara says:

    Wah ceritanya sudah menarik, mungkin kalau agak diterusin sedikit lg tambah bagus ^^ dan pastinya bikin air mata tumpah hehehe…
    Tapi sayang, endingnya seperti tidak pas. Kan si Cinta nanti pulang sekolah gk diantar supir atau apalah, mungkin kamu bisa lanjutin si Cinta dianterin pulang sm seniornya itu 😀

    ini hanya sekadar saran, maaf kalau agak gk bener soalnya masih pemula juga ^^

  3. siska says:

    kren aq jga kdang” brhrap cnta ith gk ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *