Aku Masih Mencintai Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 11 January 2016

– (Alvin P.O.V)
Aku masih mengingatnya. Taman ini Adalah taman yang sama dengan taman tempatku bertemu denganmu Diana, semua masih sama… Bahkan ukiran kecil yang kita buat di perut pohon tua, ukiran kecil berbentuk love menggunakan pisau ini. Tapi sekarang, kau harus menjalani ini semua sendirian. Karena, aku khawatir kau akan sengsara bila bersamaku.

Tahun berlalu, aku sudah melupakannya. Kecuali wajah manisnya yang tidak akan bisa hilang dari otakku. Kenapa? Apa aku sudah ditakdirkan tersakiti selama hanya karena bisnis bodoh keluargaku?! Sial! Aku ingin tidak dilahirkan oleh keluarga penanam g*nja! Tapi takdir sudah tertulis. Dan aku menjadi paranoid hanya karena ini! Payah! Karena itulah aku tidak ingin kau bersama denganku.

Entah kekuatan apa, aku mengemudikan mobilku dengan cepat menuju taman itu. Ban mobil entah kenapa pecah. Dan akhirnya terbalik, namun seperti slow motion… Aku melihat Diana sedang berdiri sambil menangis menghadapku dengan melambaikan tangan. Aku tersenyum untuk sesaat setelah bisa melihatnya lagi.

– (Diana P.O.V)
Kau tega sekali Vin, aku sangat mencintaimu. Tapi kau akhirnya mengacuhkanku! Aku tahu kalau keluargamu adalah keluarga penanam g*nja! Tapi itu tidak masalah buatku! Biarlah kita berdua mati di penjara. Setelah aku pulang dari pekerjaanku, aku melihat polisi mengepung rumahku. Mereka bertanya padaku, “apa kau tahu Alvin?” aku menggeleng, “bila kau tidak mau mengaku maka orangtuamu akan mati di depanmu dengan menggenaskan!” dia mulai mengancamku.

“Baik! Aku tahu! Dia penanam g*nja! Tapi tolong bebaskan aku dan keluargaku,” aku memelas padanya.
“Baiklah tapi kau harus tahu bagaimana cara membunuhnya,” aku terlonjak kaget.
“Membunuhnya? Harusnya kalian menangkapnya!” dia menodongkan pistol kekepalaku.
“Tapi dia adalah penjahat kelas kakap, dia telah mengimpor g*nja ke mana-mana. Nama negara kita nanti akan tercoreng! Apa kau mengerti?” aku mengangguk.
“Baiklah mulai besok kau harus memata-matai dia,”

Tahun berlalu dan aku tetap memata-matainya. Maafkan aku Alvin, aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak bisa melihat keluargaku mati di depan mataku. Aku tahu kalau dia sering ke taman tempat kita pertama kali bertemu, “Jadi kau masih mengingatnya?” aku bergumam sambil memata-matainya. Aku melaporkan ini ke polisi yang menawanku itu.

Dan keesokkan harinya mereka mengirim unit bersenjata yang menggunakan peredam suara. Mobil milik Alvin muncul, aku melihatnya dan segera sembunyi. Tanpa aku sadari, aku menitikan air mata. Pistol sudah ditembakkan dan tepat mengenai ban mobilnya, mobilnya pun terbalik. Dan seperti waktu berjalan lambat, aku melihat Alvin yang tersenyum dengan wajah berdarah-darah. Air mataku menetes lebih deras.

Cerpen Karangan: Abdul Muhyi Arrahman
Facebook: Abdul Muhyi Arrahman

Cerpen Aku Masih Mencintai Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat untuk Amel

Oleh:
Entah berapa kertas yang ku buang untuk menuliskan surat ini. berharap pagi ini bisa kukirimkan secepatnya, perangko dan amplop sudah kusiapkan. baiklah akan kubaca sekali lagi surat ini sebelum

Lafadz Cinta di Negeri Sunyi

Oleh:
Coffee maker di pantry itu menggemuruh. Sebentar lagi cappuccino kesukaan Rio akan siap. Selanjutnya, dia akan menuangkannya ke dalam cangkir. Kemudian menaburi bagian atasnya dengan coklat granula dan sedikit

Your Lie

Oleh:
Kebohonganmu. Ini semua tentang bagaimana kau merayuku dengan semua kata kata manismu. Janji palsumu. Janji yang kau akan tetap bersamaku apapun yang terjadi. Sudahlah. Sungguh aku tak bermaksud menjelekkanmu.

Cinta Sampai Mati

Oleh:
Petualang cinta? mungkinkah itu diriku? Tapi aku lebih suka dengan menyebutnya metaforlova, sebuah perjalanan cinta, dari satu masa ke masa lain dalam kehidupanku. Kali ini aku bertemu dengan seseorang

Cinta Yang Ditelan Bumi

Oleh:
Balon warna–warni hiasi ruangan besar nan megah. Tampak pemandangan makanan dan minuman yang memang sengaja disiapkan untuk para tamu. Serta kue bertuliskan “Happy Bithday CINDY” dan angka 21 terbuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *