Aline

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Sejati
Lolos moderasi pada: 24 January 2018

Aline terdiam di kursi roda dalam paparan mentari pagi, kulit putih dan rambut kemerahan membuatnya terlihat seperti gadis yang biasa tapi tidak ia bukan gadis pada umumnya dia berbeda. Walaupun begitu dalam beberapa waktu terakhir ini ia tampak lebih ceria. Ukiran senyum manis terlukis di bibirnya menggambarkan keceriaan dari dirinya. Wajar saja aline tidak seperti teman temannya ia hanya bisa duduk di kursi roda tanpa orang tau kalau ia juga tunawicara.

Sang ibu yang mengamati aline dari jauh kini mendekat, perubahan sikap aline beberapa hari ini membuat sang ibu sedikit lega, ukiran indah di bibir aline kini mulai tampak bahkan sang ibu tidak mengetahui perubahan sikap yang terjadi pada Aline. “mentari ibu kini mulai tersenyum!! Kenapa nak? Kok senyum sendiri?”
“Agahgahga ghaga!” Kata aline dengan gagunya
“Ayo naak, kita ke dalam hari sudah mulai malam!”

Hanya ibu yang mengerti Aline dan yang paling peduli padanya, Aline walau umurnya sudah hampir mencapai 19 tahun tapi ia masih tidak bisa melakukan apapun ia hanya bisa ditemani sang bunda yang paling setia. Bundanya bagaikan malaikat bagi Aline. Aline mengalami tuna wicara sejak kecil, saat itu Aline demam tinggi sang ayah berniat membawa Aline berobat, waktu itu Aline berumur 6 tahun.

Di tengah perjalanan Aline tampak kejang sang ayah panik ia mengemudi dengan kecepatan tinggi, khawatir akan terjadi sesuatu pada Aline Putri tunggalnya. Namun malang mobil hilang kendali karena terlalu cemas ayah membanting setir dan … Kecelakaan besar terjadi mobil yang membawa Aline mengalami rusak parah dan tentu saja sang ayah… tidak dapat terselamatkan dan beruntung Aline masih hidup saat dievakuasi ditemukan jantung Aline masih berdetak polisi yang saat itu berada di TKP langsung membawa Aline ke rumah sakit terdekat. Aline masih selamat walaupun ia sudah tak seperti sedia kala. Tulang punggung Aline patah dan Aline tak bisa berjalan dan harus tetap berada di kursi roda hingga dewasa.

Walau begitu Aline tetap tidak bisa menghilangkan ingatannya 13 tahun lalu ia masih trauma dengan kecelakaan yang menewaskan sang ayah hingga hari hari yang ia lalui selama ini hanya dihiasi dengan kesedihan. Bunda sangat khawatir pada Aline lagi lagi ditambah saat Aline mulai menginjak tingkat pendidikan Aline dibuly karena buly yang ia rasakan ia bahkan sampai ingin bunuh diri. Bahkan gurunya di sekolah tidak bisa melerai tindakan teman-teman kepada Aline.

Akhir akhir ini Aline lebih banyak menghabiskan waktu di taman. Entah siapa yang ia temui tapi di sanalah ia terlihat bahagia. Dikala pagi alunan indah menghiasi rumah Aline, ya Aline sangat pandai bermain piano bahkan Aline sering mendapat perhargaan dari kepiawaiannya itu. Sang bunda dengan sabar mengajari Aline bermain piano sang ibu juga seorang pianis yang terkenal dengan kebolehannya.

Hari ini lagi lagi Aline bergerak menuju taman dekat rumahnya, sesosok pria duduk sambil memainkan topi dengan telunjuknya. Aline mendekat
“Haii gimana kabar kamu hari ini?” sapa pria itu
Aline tersenyum
Aline memberikan sebuah kertas dan berlalu pergi

Pria itu kaget dan membuka kertas itu dan tersenyum sambil memandangi punggung Aline hingga hilang di tatapannya.
“Haii, kamu pasti katakan gimana kabarmu hari ini? Aku baik baik saja, kuharap kau juga begitu. Terimakasih kau telah menjadi temanku yang paling baik selama ini. Tunggu aku!!” begitulah yang ingin ia sampaikan tapi Aline tak mampu.

Esoknya Aline tidak ke taman tapi pria itu di sana ia tampak menunggu hingga beberapa hari berlalu pria itu teringat pada secarik kertas yang diberikan aline saat itu. Paginya pria itu menyusuri jalan, alunan indah mengalun di telinga pria itu, ia dengarkan dengan seksama alunan itu berasal dari sebuah rumah mewah di tepi jalan, ia penasaran ia ikuti alunan musik itu hingga sampai ke sebuah jendela ia mengintip dari celah celah kaca jendela “Aline dia Aline kan?” kata pria itu dengan berbisik dan ia menikmati alunan itu ia seperti jatuh cinta pada alunan yang dimainkan Aline.

Di tengah kenikmatan itu
“daarrr” ada yang memukul pundaknya, ibunya Aline.
“Heii kamu siapa?” Pria itu cemas khawatir wajah pucatnya menampakkan kekhawatirannya.
“Saya, saya saya tadi lewat, trus trus saya tadi lalu saya” Kata pria itu dengan gugup

“Kamu siapa?”
“Sa saya bimo, maafkan saya, tadi saya kebetulan lewat lalu saya mendengar alunan musik yang sangat indah, saya berusaha mencari tau darimana alunan itu berasal!”
Setelah menjelaskan dan perbincangan panjang dengan bunda Aline bimo pulang dengan hati lega.

Sekarang bunda Aline mengerti Aline sangat nyaman berada di dekat Bimo, setiap pagi Bimo tidak pernah melewatkan alunan indah yang dimainkan Aline. Bumi telah jatuh cinta pada Aline walau dengan kekurangan yang aline miliki.

Waktu berlanjut, kedekatan Aline dan Bimo sudah sangat erat Bimo berniat meminang Aline, Aline sempat menolak tapi Bimo tetap milih Aline dan menerima Aline apa adanya. Ibu Aline pun merestui. Akhirnya mereka menikah.

Kehidupan Aline diwarnai dengan kebahagiaan bersama bimo, tawa nya pecah, sumringah di wajahnya terlihat jelas. Belum lama kebahagiaan Aline kembali hingga kondisi aline Semakin hari semakin melemah, wajahnya pucat, ia lebih banyak sendiri, Bimo khawatir pada kondisi Aline. Hingga pada hari itu Bimo dan Aline jalan jalan di sekitar taman Aline semakin pucat dan Bimo yang pada saat itu panik dan langsung membawa Aline ke Rumah Sakit. Siapa sangka Aline mengidap kanker stadium 4 dan hidupnya tidak akan lama lagi. Aline pasrah tapi Bimo memberikan semangat pada Aline tanpa putus asa. Sampai sore itu aline Semakin tak berdaya dan kondisinya semakin memburuk dan tubuhnya melemah dan Aline jatuh dalam pelukan Bimo, jatuh untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Halimah Sari

Cerpen Aline merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bidadari Hujan

Oleh:
Pada saat berangkat sekolahku melihat se sosok perempuan cantik yang ke luar dari istananya maklumlah rumahnya sangat megah serta terdapat gerbang yang besar pula, tiba-tiba hujan mengguyur lumayan deras

Dia dan Deritanya

Oleh:
Claudia seorang gadis yang memiliki kisah hidup yang sadis, tak seorang pun di dunia ini mengingini masalah. Claudia yang akrab disapa Dia ini memiliki hati yang sangat kuat, memiliki

Kuingatkan Janjimu

Oleh:
Menunggumu memang sesuatu hal yang wajar karena kamu adalah kekasihku, tetapi kenapa kasihku ini tidak pernah menampakan dirinya lagi setelah tiga tahun yang lalu dia akan pergi ke negara

Cinta Terlarang

Oleh:
Sebuah cinta yang sangat rumit dimana semua merasa bersalah, dan harus merelakan orang yang dicintainya, kini mereka tak dapat lagi memilih karena semua pilihan akan tetap menyakiti satu sama

Cinta Datang Terlambat

Oleh:
Langit sedang menangis membasahi kehidupan yang ada di bumi seperti halnya dengan apa yang kurasakan saat ini, Aku menikmati secangkir teh manis di depan rumahku sembari menatap begitu derasnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *