Annoying Guy for Chubby Girl

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 August 2017

Hari ini ulang tahunku ke 14 tahun. Aku menunggunya sejak lama dan akhirnya hari ini datang juga. 14 tahun sejak aku dilahirkan ke dunia. Dulu, aku kecil mungil, namun beda dengan sekarang. Badanku menggemuk, namun tinggi. Tapi tetap saja pipiku tembem.

“Happy birthday, gendut kolor,” ucapnya saat memberikan kado di acara ulang tahunku.
“Heh, kampret! Ngaca kali, lo juga gendut,” ucapku dengan nada marah.
“Apa iya? Hahaha!” ucap Nath. Ya, nama laki-laki menyebalkan ini Nath. Nathaniel Marvel Putra tepatnya.

Laki-laki menyebalkan sekaligus pujaan hati ini bernama Nath. Ia menyebalkan tapi membuat hati selalu rindu. Ia selalu memberikan sikap spesial kepadaku walaupun juga sering mengejekku.

Dia berbeda dengan laki-laki lainnya. Di saat cara laki-laki di luar sana mendekati gebetannya dengan memberi gombalan, dia malah selalu mengajak bercanda dan mengejekku. Ia juga sering berkata bahasa Malaysia, alias bahasa “Upin Ipin”. Kekanak-kanakan memang, tapi aku menyukainya.
Dia tidak mempunyai kespesialan. Paling dia pintar di bidang matematika. Wajahnya pun standar, tidak setampan laki-laki di luar sana. Tapi, di mataku, ia spesial. Sangat teramat spesial. Dia bisa membuat semua orang tertawa dengan leluconnya.

Waktuku terasa lebih pendek saat ia bersamaku. Dan, saat ia tidak bersamaku ia selalu kupikirkan. Berada di sebelahnya, melupakan semua masalah yang ada. Melupakan beban-beban hidupku kala itu.
Karena dia, aku bisa melupakan perihnya luka lamaku. Bersamanya, dunia terasa tenang. Tidak ada yang namanya tangis. Selalu tersenyum dan tertawa melewati waktu yang ada.

1 tahun berlalu. Kini, aku dan ia menginjak kelas 3 SMP. Waktunya bekerja keras untuk masa depanku kelak nantinya. Namun, ia masih seperti dulu, tetap membuat perut sakit karena leluconnya yang tak pernah terasa ‘garing.’

Ujian nasional terlampaui. Kini semua anak kelas 3 SMP / 9 sedang mempersiapkan perpisahan kelasnya masing-masing. Kelasku pun mempersiapkannya dengan matang. Memilih lokasi yang cocok untuk perpisahan nantinya. Ahkirnya kita sepakat untuk perpisahan di restoran mewah di daerah Singosaren. Anggap saja nama restoran ini Live.

Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Semua bersiap dengan dandanan casual dan rapi. Di sini ada beberapa lomba yang akan diselenggarakan dan pada ahkir ada acara berjoget ria.

“Ayolah, joget kali, mau jadi patung di situ? Nggak usah malu kali, kayak Putri Malu aja,” ucapnya menodorkan tangan.
“Idih siapa yang malu. Dasar genjik lu, ah,” jawabku sekenanya.
“Ya udah makanya ayo joget,” ucapnya.
“Ga mau,” ucapku.
“Gue bawain kecoak, baru mau jingkrak-jingkrak lo,” ucap Nath sambil tertawa. Ahkirnya aku pun menurutinya dan hanya berjoget sebisaku saja, dan santai. Karena kalau terlalu terbawa yang ada nanti pada jijik melihatku joget.

Hahaha. Tawaku miris saat mengenang saat-saat itu. Aku dengan Nath memang sudah berpacaran kala itu. Tapi banyak dari kalangan teman-teman menyangka bahwa aku dan Nath hanya sekedar sahabatan. Karena sikapku dan Nath sangat berbeda dengan pasangan-pasangan lainnya saat sedang berduaan. Di saat kebanyakan pasangan membahas keunggulan pasangannya, memujinya, mengobrolkan hubungan mereka, aku dan Nath malah asyik mengobrolkan hal yang aneh. Guru killer, upil, kartun, menjaili siapapun yang ada saat itu.

Namun, semuanya berubah saat aku duduk di bangku SMA. Ia mulai jarang mengirim chat kepadaku, apalagi meneleponku. Kabarnya pun tidak pernah kudengar lagi. Ia selalu terlihat sibuk saat aku mencoba mengirim pesan singkat padanya. Leluconnya yang konyol, lucu sekaligus tolol jarang kudengar lagi.

Kesakitan yang kurasakan dimulai. Aku tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Yang ku tahu, Nath orangnya setia. Sudah sekitar 2 tahunan aku bersamanya. Tapi, aku mengenalnya sejak aku SD. Hanya dia yang bisa mengobati luka, dan membuat perut mulas tiap harinya.

Pilu menyesakan dada, seakan aku ingin menangis setiap kali mendengar namanya. Kuakui, aku sangat lemah sekarang. Kau mengajarkanku banyak hal, Nath. Mulai dari harus tersenyum saat mendapat masalah sampai tegar harus kehilangan seseorang yang berharga. Namun kini, ia malah pergi.

Aku tak mengerti kenapa jarak dan waktu bisa memisahkan. Dulu, ia semanis dan selembut es krim padaku. Namun apa kini? Dia bagaikan tangkai bunga mawar yang saat kupegang membuatku sakit dan berdarah! Tapi, tetap saja aku masih mempunyai rasa suka kepadanya. Pada kelopak bunganya yang indah.

Tapi aku yakin, di manapun dia berada, apapun yang ia rencanakan pasti spesial. (by Paper Town movie)

Salam hangat dariku yang masih menunggu lelucon, tawa, senyuman yang dulu sering kau beri, Nath. Dan tolong, jawab kenapa kau meninggalkanku tiba-tiba dan tanpa alasan saat kita berbeda sekolah.

Cerpen Karangan: Stephine D.
Maria Stephani Ine Ikaputri D.
Stephine.
Hanya perempuan penyuka novel dan penulis abal – abal yang menuliskan kisahnya sendiri.
Instagram: @st.inee

Cerpen Annoying Guy for Chubby Girl merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
“Sudah jangan sentuh aku menjauh dariku, aku sangat jijik dengan ciumanmu itu, dasar kau laki-laki kep*rat, pecundang pergi kau jauh dariku, ku menyesal mengenalmu,” Itulah kata-kata tarakhirnya untukku, sangat

I Am Okay

Oleh:
“Kamu lagi, Ando! Sudah berapa kali kamu telat bulan ini?” Teriak Bu Rahma, suaranya menggema di ruangan kelas itu. Orang yang diajak bicara hanya menyengir, tanpa merasa bersalah. “Mungkin

Hani Si Miss Free

Oleh:
Dengan lesu siang itu sepulang sekolah Hani berjalan menuju halte tempatnya biasa berteduh dari terik maupun hujan sambil menunggu angkutan umum. Tepat pukul dua siang ketika sejenak ia menengok

Secangkir Rasa Kehidupan

Oleh:
Angin malam menyelimuti tidurku, dengan alunan daun-daun yang menari bersama hangatnya cahaya kesunyian. Malam ini tidak seperti biasanya, ku melamun menatap wajah sesosok bidadariku yang tergambar bersama kenangan-kenangan lalu.

Aku dan Dia

Oleh:
Aku mencintainya. Bukan atas dasar ‘karena’ tapi ‘walaupun’. Aku adik kelasnya. Dan dia, kakak kelasku. Aku kelas 1 SMA, dan dia kelas 2 SMA. Aku berada di sekolah yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *