Apa Arti Kehadiranmu Selama Ini?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 22 June 2015

Sore itu waktu santaiku di depan teras rumah. Menanti siapa yang mengisi kekosongan hati.. Tut tut bunyi sms masuk di hpku. Temanku mita namanya mengirim “mbak, kamu mau ku kenalkan cowok, temenku? Dia nyari temen smsan” katanya, dan ku balas juga pesan itu “iya sudah, daripada hpku sepi” kataku. Tak lama kemudian, ada sms masuk lagi. Nomor baru ternyata.. Mengirim pesan “selamat sore”, seperti biasa ku balas dengan selayaknya bagaimana remaja smsan..

Seminggu, dua minggu, dia selalu menghubungiku. Entah itu sms atau telfon. Saling tukeran FB juga.. Senangnya jika sudah ada yang mengisi kesepian itu. Selang berjalannya waktu, tampaknya aku mulai suka dengannya. Dengan sikap yang menunjukkan sebuah perhatian padaku. Tepat ditanggal 2 desember di Jl ahmad yani warung tongkrongan anak muda, aku bertemu untuk pertama kalinya dengannya. Dengan penampilan yang natural tentunya.. Hati berdebaran sangat kencang. Iya, grogi itu pasti. Aku mengajak temanku, dia juga mengajak temannya, bahkan lebih banyak dariku. “Dendy” katanya, salam hangat dengan berjabat tangan. Tinggi yang setara denganku, kurus, putih, mata yang sipit, dan rambut yang hitam. yang menurutku dia biasa saja. Karena ku juga salah satu wanita yang suka pilih-pilih. Dia asyik, royal, nyambung juga diajak ngobrol, itu yang buat ku simpatik dengannya. Rasa simpatikku berubah menjadi suka dengannya, yang dapat mengalahkan sifatku yang suka memilih cowok yang perfect.

Seminggu setelah kita bertemu, dia ngomong ke mita “mit, temenmu kayak tante-tante”. Kenapa dia harus ngomong ke mita? Kenapa tak langsung ngomong di hadapanku? Ya Tuhan! Salah apa coba kok bisanya dia bilang begitu? Iya kah? Styleku? Down itu pasti, sangat pasti. Sakit hati juga. Rasanya tak ingin lagi berkenalan dengan cowok-cowok lainnya. Setelah dia ngomong begitu ke mita, aku tak mau sms lagi. Lost contact pada waktu itu. Meskipun menahan rasa rindu yang amat parah.

2 bulan sudah ku tak berhubungan dengannya. Aku juga sudah mulai asing dengan namanya yang dulu selalu ada di fikiranku. Waktu itu, aku sudah mempunyai pacar baru yang sangat menerimaku apa adanya. Dia baik, dan tak pernah menilai tentang styleku. Dia juga cowok yang memenuhi tipe-tipeku. Langsung saja, ku ganti akun FBku berstatus dengannya, menggunakan foto berdua dengannya. Banyak yang comment kalau kita serasi. Sangat senang sekali rasanya.

3 hari setelah ku ganti statusku di akun FB, dia cowok yang bernama dendy menghubungiku lagi. Sms “udah punya cowok ya?” Katanya, ku bales juga “iya”. Anehnya, dia sempat bilang “kamu ternyata cantik, salah dulu ku bilang begitu. Serasi juga dengan cowokmu”. Ya Tuhan! Jangan terpengaruh lagi dengan mulut manisnya, batinku.

Setelah 5 bulan lamanya ku berpacaran, aku buka-buka lagi akun FBku, melihat profilenya. Dan ternyata, dia juga berstatus hubungan dengan cewek barunya. Hati ini kenapa bisa sakit? Kenapa bisa marah? Kecewa? Apa cemburu? Setelah sekian lamanya aku menjalin hubungan dengan pacarku, mungkinkah masih ada rasa dengan dendy? Bingung.

Seminggu kemudian dia menghubungiku lagi, memberikan sebuah perhatian lagi, hingga ku putus dengan pacarku gara-gara aku tertarik lagi dengannya. Dia aneh, sangat aneh. Sudah punya cewek baru kenapa masih menghubungiku? Padahal dia sendiri dulu yang bilang, jika styleku kayak tante-tante. Terus kenapa dia bertingkah seperti itu padaku? Ku jalani dengan apa adanya. Dan setelah sebulan, dia meninggalkanku, benar-benar meninggalkanku. Tak menghubungiku lagi, dia pergi ketika aku sudah benar-benar mencintainya, menyayanginya. Mungkin karena dia sudah sadar, jika ceweknya lah yang membuatnya bisa bahagia..

Sekarang pun dia masih berstatus dengan cewek itu.. Andai dia tau bahwa rasa itu masih ada untuknya..

Cerpen Karangan: Razia Ulfa
Facebook: Razia Ulfa

Cerpen Apa Arti Kehadiranmu Selama Ini? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

Senja Pukul Lima

Oleh:
Entah berapa lama perempuan muda itu mematung di depan tumpukkan barang-barang antik, di suatu toko kuno. Entah pemandangan estetik apa yang membuatnya sangat betah berlama-lama dalam ketidakpastian. Belum cukupkah

Cinta Biarkan Kami Bersaudara

Oleh:
Berawal dari bercandaannya dengan kakakku melalui WhatsApp, dikta mencoba bercanda agar diberi izin bisa mendekatiku ia bicara dengan khas bercandaannya, kakakku pun mengiyakan saja, ia bagi pin BBku kepada

Cinta Pertamaku Telah Tiada

Oleh:
Hembusan lirih angin ini semakin mengingatkanku tentang kasih sayang Ibu yang kini telah sirna. Dekapan hangat Ibu kini telah menjadi kenangan. Petuah-petuah Ibu kini telah tiada. Ibu bagai boneka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *