Atas Nama Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 19 May 2014

Bunyi alarm membangunkanku dari lelapnya jiwa. Kubuka mataku perlahan, mengumpulkan nyawa yang masih tersisa. Hujan semalam meninggalkan hawa dingin yang begitu menyengat. Membuat enggan keluar dari balik selimut tebal yang menutupi tubuh. Menggeliat dan segera bangkit dari tempat tidur mungil di kamar. Bergegas ke sekolah tanpa mandi. Aneh bukan? Tapi memang itu yang terjadi. Kulangkahkan kaki keluar kamar dan berangkat bersama motor yang selalu setia mengantar kemanapun aku mau.

Lofin, begitulah mereka memanggilku. Aku manusia biasa yang bersekolah di SMAN 1 Dilofi. Aku tidak cantik, tapi aku bersyukur bisa merasakan anugrah Tuhan yang sangat indah. Aku juga tidak pintar, tapi aku akan selalu berusaha belajar.

Aku punya rahasia, tatapan ya dong. Entah kenapa, tatapanku selalu membuat orang lain menyangka aku naksir sama mereka. Pada malam hari apa lagi, seperti memasuki tubuh orang lain. Sang rembulan mengirim rasa PD ke jiwa hampa. Melakukan yang tak pernah kulakukan di bawah rona sang surya. Gelar ratu malam pun melekat selalu.

Udara segar sejuk terasa. Terkadang kupu-kupu menyorotkan sejuta warna indahnya. Di bawah hujan aku terdiam, tak kurasakan tetesan air menerpaku. Datangnya hujan tak dapat mengusik lamunanku tentang Dilo. Seorang cowok yang sekarang menjadi kekasihku. Adik kelas yang telah memikat hatiku. Tatapannya, mulutnya sungguh berkharisma. Seperti biasa, tatapankulah yang membawaku dekat dengannya.

Hubunganku tak berjalan semulus jalan tol. Masalah demi masalah datang menghampiri jalinan kasih yang kujalani. Aku tau, diriku tak sempurna dibanding Dilo sang cowok tenar yang digilai oleh banyak cewek. Tak habis-habisnya mereka mengerjaiku bahkan adik kelas pun tega padaku.

Terkadang aku bertanya pada hatiku. Apa aku salah mencintainya? Kalau memang dia lebih muda dariku. Apa aku bodoh akan hal ini? Aku hanya mampu bertahan dengan cinta dan rasa yang diberikan Tuhan padaku. Awalnya kukira ia hanya melintas, ternyata aku salah. Perasaan ini nyata singgah di hatiku. Aku selalu mencoba menghapus perasaan khayal ini, aku tak mau terjebak cinta anak kecil. Tapi apa daya, aku hanya manusia lemah tak bisa apa-apa.

“Cantik…” terdengar suara cowok merasuk telingaku.
Kugerakkan kepalaku dan bertanya, “Ngapain kamu kesini?”
“Kok tanya gitu sih?”
“Nggak takut ditinggal fans-fans kamu itu… aku dah males ngadepin mereka.”

Muka Dilo seketika kecut. Ia duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat mata itu. Tatapan begitu hangat meluluhkan hatiku. Aku sadar, aku mencintainya. Aku tak ingin kehilangan dia, meski banyak rintangan yang harus kulalui. Air mataku seketika terjatuh begitu deras membanjiri pipi merahku. Aku tak berdaya dibuatnya, begitu lemas dan ia memelukku erat.

Hari demi hari kulewati dengan ujian yang semakin lama semakin berat. Ternyata semua ini tak semudah dengan yang aku bayangkan. Memang mudah membuat prinsip tapi sangat sulit menerapkannya.

Hari ini aku bersekolah seperti biasa. Kupandangi anak-anak berlalu lalang di halaman. Segala ekspresi ada di sini, semua tercampur dalam bauran orang-orang sekitarku.
“Heh… cewek sok cantik!!!” teriak seorang cewek yang membuat anak-anak lainnya mengalihkan pandangannya padaku.
“Lo tu jangan sok cantik deh… Lo tu nggak pantes sama Dilo. Seharusnya gue yang sama dia, bukan lo!”
“Apa hak lo mengatur jodoh orang. Lo tu yang nggak pantes sama Dilo, mana mau dia sama cewek gila kayak gini. Jangan lo kira gue diem karena gue takut ya sama lo. Males banget berurusan sama lo, cewek gila!!”
Kugerakkan kakiku menjauh darinya menuju kelas.

Kulangkahkan kaki ini menuju toilet begitu mendengar bel pulang.
“Byuur”
Kusadari badanku basah kuyup terguyur air dari atas.
“Siapa lo? Keluar lo!!!”
“Hay Lofin, enak nggak?!” terkejut, ya itulah yang kurasakan. Kenapa sahabatku Nachi melakukan ini?
“Kaget ya? Gue kesal sama lo! Kenapa lo rebut Dilo dari gue?”
“Dilo? Jadi ini semua karena dia? Kamu suka sama Dilo?”
“Iya, gue udah lama suka sama dia. Tapi lo rebut dia dari gue. Gue benci sama lo..!!!” katanya berlalu, meninggalkanku dengan raut muka yang begitu geram.

“Kamu kenapa… kok nangis?” tanya Dilo panik. Entah sejak kapan ia di sini.
“Nachi… Nachi suka sama kamu. Ia marah sama aku, katanya aku rebut kamu dari dia.”
“Kenapa dia tega melakukan ini?! Dia kan sahabat kamu” Dilo tampak marah.
Dipeluknya tubuh mungilku yang lemah ini. Pelukan begitu hangat menjalar ke seluruh otot. Benar-benar tenang berada di dekapnya. Kupandangi Dilo dengan penuh cinta.
Atas nama cinta, aku akan menahan kepedihan derita akan kutepis segala bullyan. Menahan derasnya cercaan dan hinaan yang datang.

Cerpen Karangan: Lufitasari
Facebook: flicansher3732/L Upita

Cerpen Atas Nama Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
Mentari pagi yang terus setia menghiasi pagi dengan keindahan, namun ternyata tak seperti cintanya, yang ku pikir selalu bersama ku, selalu ada untukku. Ternyata aku salah, dia berubah selang

Puisi Terakhir

Oleh:
Mentari pagi kini telah bersinar dengan terangnya menerangi bumi. Tak lupa juga dengan sejuknya alam di pagi ini. Hari ini Bella berangkat ke sekolahnya tepat pukul 06.15 lebih siang

Bukan Salah Bintang Jatuh

Oleh:
Tepat satu tahun yang lalu aku bersama Bagas, sahabatku di sini. Di atas bukit kecil di tengah taman kota. Aku membaringkan tubuhku di rerumputan hijau halus yang memenuhi taman

After Hello (Part 2)

Oleh:
Ponsel di genggamannya berdering. “Ada apa?… aku sedang sibuk, jangan ganggu aku… aku tahu, aku tahu, berhenti mengatakan hal menyebalkan itu atau aku akan benar-benar—“ Tut tut. Sambungan telepon

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *