Atas Namaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 18 March 2015

Atas namaku angin pun selesai bertiup, dalam sajak dan sepi hidup menggeraikan sayap-sayapnya. Aku adalah seorang cewek yang berhijab, berwajah cantik, dan bertubuh ideal. Cita-citaku adalah menjadi seorang designer terkenal. Namaku adalah Anita Rosalia, dan nama panggilanku adalah Alia singkatan dari nama panjangku. Aku adalah seorang cewek yang berumur hampir 15 tahun beberapa minggu lagi. Hobbiku adalah Online dan menggambar design-design pakaian. Aku bersekolah di SMAN 1 Bandung, tepatnya di kelas X1.

Di sekolah, Aku masuk Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Aku juga mengambil ekstrakurikuler Melukis bersama sahabatku, Dian. Setiap sabtu siang kami masuk ke kelas melukis. Ketika aku sedang melukis, tiba-tiba terdengar suara berbisik dari luar jendela. Kemudian aku mendengar seseorang memanggilku dari balik jendela itu, ternyata dia adalah kakak kelasku. Namanya adalah kak Aldi.

“Kamu Alia, bukan?” tanya kak Aldi.
“Iya kak, kenapa?” jawabku sambil bertanya balik.
“Boleh minta nomor hp nya enggak?” tanya kak aldi lagi sambil memegang hp BB nya.
“Untuk apa kak? Lia enggak ada hp kak” Jawabku berbohong.
“Kakak mau simpan data anggota-anggota OSIS dek. Berapa nomornya?” tanya kak Aldi lagi.
“Oooh.. begitu ya kak. Catat ya, 0853 2706 1996.”
“Okey.. makasih ya dek” kata kak Aldi.
Kemudian kak Aldi pergi, dan aku juga melanjutkan lukisan abstrakku. Setelah selesai pelajaran melukis, aku dan Dian pergi ke kantin untuk mengisi perut.

Kwek.. kweek.. kwekk.. kweek.. bunyi dering pesan di handphoneku.
Kemudian aku membuka pesan tersebut, pesan dari nomor yang tidak dikenal “Lagi makan ya lia?”
Kemudian aku membalas pesan yang tak dikenal ini.
“Kamu siapa ya?” tanyaku.
Beberapa detik kemudian, muncul pesan lagi dari nomor yang tadi “Kasih tau enggak yaaa…”
Aku paling sebel kalau ada nomor baru yang masuk di hp aku, terus ngirim pesan yang enggak penting. Kemudian aku melanjutkan makanku, dan mematikan hp ku.
“Ada apa Li? mukanya kok di tekuk gitu” Tanya Dian.
“Ini ada yang ngirim pesan, tapi enggak tau dari siapa” jawabku dengan muka cemberut.
“Udah jangan ladenin deh, lanjutin saja makannya. Ntar keselek lo..” Ucap Dian sambil tertawa.

Setelah makan, aku dan Dian pulang ke rumah. Sepanjang jalan menuju rumah, aku memikirkan nomor aneh yang tidak dikenal tadi. Aku penasaran siapa yang mengirim pesan itu ke hpku. Aku baru ingat kalau tadi kak Aldi minta nomor handphoneku.
“Jangan-jangan ini nomernya kak Aldi” ucapku dalam hati sambil menatap layar hpku.
Titt… titt.. tit… handphoneku bergetar, membuatku terkejut dan melepaskannya dari tanganku.
Kemudian aku mengambil hp ku yang jatuh di bawah kursi mobil. Dan langsung mengangkat telepon dari nomor asing itu.
“Halo! Ini siapa ya?” tanyaku.
“Haloo.. boleh kenalan enggak Lia” kata orang asing ini.
“Iya, boleh. Kamu siapa?” tanyaku sekali lagi.
“Aku Rayan. Maaf ya kalau aku ganggu kamu. Kamu lagi dimana Li?” tanya orang asing ini.
“Rayaan.. Rayan mana ya?”
“Aku kakak kelas kamu, aku temannya Aldi” jelas si orang asing.
“Oh.. kak Rayan ada perlu apa ya?” tanyaku kembali sembari masuk ke dalam rumah.
Tut.. tut..tut… kemudian percakapan kami terputus, “mungkin pulsanya kak Rayan habis” pikirku.

Kemudian aku membuka sepatuku, dan langsung pergi ke kamar mandi. Aku kemudian mencuci kaki dan tanganku dan dilanjutkan dengan mengganti pakaianku. Setelah selesai mengganti pakaian, aku tidur siang.

Kweeek.. kweek..
Aku terbangun karena mendengar suara dering pesan dari hpku. Kemudian aku mendapati Dian sedang mengutak-atik handphoneku. Kemudian aku mengambil hpku secara paksa, dan Dian hanya tertawa. Ternyata pesan tersebut dari TELKOMSEL. Padahal aku berharap pesan yang masuk itu dari kak Rayan.

Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, Dian mengajakku untuk keluar rumah malam ini. Karena kedua orangtuaku lagi di luar kota, jadi aku merasa bebas untuk keluar rumah. Dian mengajakku pergi ke salah satu butik milik Dian Pelangi. Aku sangat senang mampir ke butik ini, aku mencari pakaian yang akan aku kenakan saat pesta ulangtahunku yang ke 15 minggu depan. Setelah mendapatkannya, aku dan Dian pulang ke rumah.

Malam ini, dian menginap di rumahku. Tapi memang setiap malam minggu dian menginap di rumahku, dan baru malam ini kami berani keluar rumah bersama-sama. Karena sudah kelelahan berjalan-jalan, aku dan Dian berangsur tidur.

Kring.. kring…
Bunyi lonceng sepeda Dian dari depan rumah. Kemudian aku bangun, dan langsung ke kamar mandi. Setelah itu aku mengganti baju tidurku, dan langsung mengambil sepeda di belakang rumah.
Kemudian aku dan Dian pergi keliling-keliling daerah komplek rumahku menggunakan sepeda. Ternyata di belakang kami ada kak Aldi dan teman-temannya juga bermain sepeda. Karena sudah lelah, aku dan Dian berhenti untuk istirahat di sebuah taman bunga dan pepohonan rindang yang ada di daerah komplek rumahku. Kemudian salah satu teman kak Aldi menghampiri kami, dan menyodorkanku sebotol air mineral kepadaku.
“Nih minum, keliatannya kamu capek banget” kata teman kak Aldi.
“Makasih ya, kamu siapa ya?” tanyaku kepada teman kak aldi.
Kemudian teman kak aldi tersenyum. Aku semakin penasaran, kenapa dia cuma tersenyum.
“Udah jangan terlalu dipikirin, minum aja dulu” kata cowok asing ini.
Kemudian aku meminumnya, aku masih sangat penasaran. Sebenarnya siapa cowok keren yang berada di sampingku ini. Kemudian Dian merebut minumanku, dan aku hampir tersedak karena ulahnya.
“Maaf ya Li, kita enggak boleh terima sesuatu dari orang yang tidak dikenal” kata Dian yang langsung membuang minumannya.
Kemudian orang asing ini memberikanku lap untuk mengelap bekas air yang tertumpah di sekitar bibirku. Dan aku menolaknya,
“Sebenarnya kamu mau apa sih?” tanyaku kesal.
“Aku cuma mau jadi teman kamu kok, dek..” Jawab cowok itu,
Aku dan Dian langsung terdiam. Kemudian cowok asing ini melanjutkan perkataannya..
“Nama kakak Rayan. Kakak yang hubungin Lia kemarin ” Katanya.
“Oh… kak Rayan,” jawabku sambil tersenyum.

Tiba-tiba Dian mengajakku pulang ke rumah, kemudian kak Rayan mengantarkan kami sampai ke rumahku.
“Enggak mampir lagi kak?” ajakku.
“Kapan-kapan deh, kakak pulang dulu ya” kata kak Rayan.
“Hati-hati di jalan ya kak” kataku sambil tersenyum.
Kemudian kami memasukkan sepeda ke dalam bagasi mobil. Setelah itu, aku dan dian masuk rumah dan segera membersihkan dan menyegarkan diri.

Kukkuruyuuukkk…
alarmku berbunyi. Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Kemudian aku terbangun, dan bergegas ke kamar mandi. Setelah rapi dengan seragam sekolah, aku keluar kamar menuju ruang makan. Ternyata Dian sudah menungguku di meja makan.
“Waahh.. Nona cantik baru bangun ya?” ejek Dian.
Aku hanya tersenyum dan langsung duduk. Kemudian mama keluar dari kamarnya.
“Eh.. mama ternyata udah datang ya. Kapan datangnya ma?” tanyaku kepada mama.
“Kemarin malam sayang, sekitar pukul delapan. Mama ke kamar kamu tapi ternyata kamu udah bobok..” Jawab mama.
“Iya nih bu, Alia kalau enggak ada ibu cepat banget tidurnya” kata Dian.
“Ya udah cepat berangkat, entar telat lo..” kata mama.

Kemudian aku dan Dian pergi sekolah. Aku belajar seperti biasa di sekolah. Ketika istirahat, kak Rayan ke kelasku. Dia mengajakku pergi ke kantin bersamanya sambil makan mie goreng. Rupanya kak Rayan juga lebih suka makan mie goreng daripada mie rebus, sama sepertiku.

Bel masuk pun berbunyi, “Berbunyi 3 kali” Ternyata hari ini pulang cepat, semua siswa berteriak kegirangan, tak terkecuali aku. Kemudian aku bergegas memasukkan buku-buku dan peralatan lainnya ke ranselku. Ternyata kak rayan sudah menungguku di depan kelas, dia mengajakku pulang bersamanya. Kemudian dia mengajakku untuk mampir di cafe miliknya.
“Mau minum apa Li?” tanya kak Rayan.
“Terserah kakak saja deh” jawabku malu.
Kemudian kak Rayan membawakanku segelas jus jeruk dengan kue roti bakar rasa cokelat dan durian. Ini semua adalah makanan kesukaanku, aku heran darimana kak Rayan tahu semua ini.
“Silahkan dinikmati dedek cantik” kata kak Rayan.
“Darimana kakak tahu makanan kesukaan aku?” tanyaku.
“Hahaha..” Kak Rayan hanya tertawa.
Kemudian aku menikmati hidangan yang disajikan kak Rayan untukku.

Terhitung sekitar 3 kali seminggu kak Rayan mengajakku datang dan makan gratis di cafenya. Aku merasa segan, karena terlalu banyak yang dilakukan kak Rayan untukku. Dan ketika ulangtahunku yang ke-15 pun dia yang mengurus semuanya, karena pesta ulangtahunku dirayakan di cafe kak Rayan.

Tanggal 21 september 2011, tepatnya di hari ulangtahun kak Rayan. Kali ini gantian, aku yang memberikan kejutan untuk kak Rayan dan akhirnya kejutannya berhasil. Kemudian kak Rayan mengajakku untuk berdiri di depan para tamu-tamu atau para pelanggan cafe. Kemudian kak Rayan bernyanyi, suara kak Rayan keren banget. Setelah bernyanyi, kak Rayan menyatakan cintanya kepadaku. Aku bingung, apakah aku juga mencintai kak Rayan. Aku dan kak Rayan baru kenal beberapa bulan. Secepat inikah cinta itu berkembang?
“Anita Rosalia, apakah kamu mau jadi pacar aku?” tanya kak Rayan.
“Iya, aku mau kak” jawabku. Kemudian semua orang yang ada di cafe bertepuk tangan. Mereka ternyata juga merasakan kebahagiaan kami.
Hari yang pernah sepi sudah terisi oleh canda tawa yang diberikan kak Rayan, dimana hari-hari yang lampau ku tinggalkan, dan membuat hari yang dilalui begitu bermakna. Atas nama kesunyian, seluruh kehidupan telah menyatu.

Hampir setahun aku berpacaran dengan kak Rayan, semua aku lalui bersama-sama. Beberapa hari sebelum anniversary, kak Rayan menelponku.
“Hallo Li..” kata kak Rayan.
“Halo kak, suara kakak kenapa berubah begitu?” tanyaku.
“Kakak lagi sakit, Ini saja lagi istirahat di rumah.”
“Sakit apa kak? Alia kerumah kakak ya” kataku.
“Iya, bawain mie goreng masakan adek ya” kata kak Rayan.
“Oke bos! 20 menit lagi sampai di sana” jawabku sambil tertawa.
Tut.. tut.. tutt.. telepon nya terputus, ini adalah salah satu kebiasaan kak Rayan yang enggak pernah ketinggalan. Aku dan kak Rayan bahkan sempat putus, karena kak Rayan selalu begini dan suka bikin kesal. Dan kemudian balikan lagi, karena kak Rayan enggak mau pisah dari aku, hihihiii…

15 menit kemudian, aku bergegas menuju rumah kak Rayan. Ketika sampai di rumah kak Rayan,
“19 menit 15 detik” ucap kak Rayan sambil memegang stopwatch.
“Hampir saja telat ya, ini mie gorengnya. Katanya tadi sakit? Tapi sekarang kelihatannya sehat-sehat saja tu..” sindirku.
Kemudian kak Rayan merebut plastik yang berisi 2 bungkus mie goreng yang ku pegang, dan langsung memakan nya dengan lahap. Hanya dalam waktu 5 menit dia bisa menghabiskan 2 bungkus mie goreng itu.
“Hemm.. kenyaang” ucap kak Rayan.
“Orang sakit yang aneh, makan 2 bungkus mie dalam waktu kurang dari 5 menit..” Ejekku.
“Terimakasih ya sayang.. masakan kamu memang enak deh” rayu kak Rayan.
Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut kak Rayan, tapi hatiku sudah sangat-sangat bahagia. Kemudian kak Rayan mengajakku jalan-jalan di sekitar komplek rumahnya. Kemudian kak Rayan menceritakan sesuatu hal yang humoris, dan membuatku bisa tertawa dengan bebas. Tetapi, peristiwa ini hanya berjalan sebentar. Setelah kak Rayan mengatakan kalau dia dan keluarganya akan pindah keluar kota karena papanya akan pindah tugas. Aku langsung terdiam dan termenung, apa sekarang aku lagi bermimpi.
“Lia, kakak enggak pergi lama kok. Nanti kalau sekolah kakak udah selesai, kakak pasti jemput Lia.” Kata kak Rayan menenangkanku.
Aku hanya bisa terdiam. Air mataku ternyata telah membasahi pipiku, air mataku sudah seperti air terjun yang mengalir dengan kecepatan tetap. Kemudian kak Rayan memegang tanganku, dan menggenggamnya.
“Maafin kakak li, kakak janji akan kesini lagi kok.” Kata kak Rayan.
Kemudian kak Rayan mengelap air mataku dengan tangannya dan mengajakku untuk kembali ke rumahnya. Setelah sampai di rumah kak Rayan, aku pamit pulang ke rumahku. Aku masih tidak habis pikir, sampai di rumahpun aku masih memikirkannya. Semalaman aku tak bisa tidur, dan di sekolah pun sifatku berubah 180 derajat menjadi pendiam.

Hari ini, tanggal 21 september 2012 adalah hari dimana kak Rayan akan pindah keluar kota, dan hari ini juga adalah hari jadi kami. Pukul 14.00 wib, aku menelpon Dian untuk menemaniku ke rumah kak Rayan.
Ternyata kak Rayan tidak ada di rumah. Di rumahnya hanya ada adik, nenek dan mamanya kak Rayan serta satu buah bus umum yang terparkir di depan rumah kak Rayan. Kemudian mamanya kak Rayan menelpon kak Rayan untuk pulang ke rumah, karena sebentar lagi mereka akan berangkat. Hatiku saat ini sangat sakit sekali, nafas ku berubah menjadi sesak. Dan sepertinya air mataku akan kembali menetes hari ini. Ya, tepat saat kak Rayan pulang ke rumahnya, air mataku pun mengalir dan napasku menjadi tambah sesak. Kemudian kak Rayan mengambil tas nya di dalam rumah. Hanya Dian yang menemaniku di luar rumah, Dian mencoba menenangkanku. Tapi air mata ini tak bisa terbendung lagi. Kemudian kak Rayan dan keluarganya keluar rumah dengan membawa koper besar, dan menghampiriku.
“Sudah, jangan cengeng gitu dedek cantik. Kakak enggak pergi lama kok.” Kata kak Rayan.
“Alia sayang kakak..” kataku sambil terisak-isak menangis.
“Iya, kakak janji akan jemput Alia nanti, jadi jangan nangis lagi ya. Jaga diri baik-baik disini, dan jangan lupa rajin-rajin belajar ya sayang..” Pesan kak Rayan untukku.
Aku hanya bisa menangis saat ini dan hatiku rasanya pedih dan perih. Aku hanya menangis terisak-isak melihat wajah kak Rayan, kemudian mama kak Rayan mau memelukku. Tapi aku menghindar, dan kemudian mama kak Rayan mencoba menenangkanku.
“Alia.. kak Rayan enggak pergi lama kok. Kak Rayan cuma sekolah disana, nanti kalau sudah selesai kak Rayan pasti ke sini lagi. Lagian nenek juga kan masih tinggal disini” kata mama kak Rayan.
“Iyalah tante..” ucapku sambil menghapus airmataku.

Kemudian kak Rayan dan keluarganya masuk ke dalam bus itu, aku tak henti-hentinya menatap kak Rayan. Dan dalam hitungan ketiga kak Rayan akan pergi meninggalkanku. Air mataku kembali lagi menetes melihatnya. Ya, ini saat yang tidak pernah aku harapkan. Kak Rayan pergi, kak Rayan tidak menatapku. Apakah kak Rayan memang ingin meninggalkanku, kenapa kak Rayan seperti ini. Setelah bus yang dinaiki kak Rayan sudah tak terlihat lagi, aku diantar Dian pulang ke rumahku. Aku langsung masuk ke kamarku, dan menguncinya.

Baru satu minggu setelah kak Rayan pergi, aku sudah seperti orang stres. Aku menyiksa diriku, aku jarang makan, dan senyum pun sama sekali tak pernah keluar dari wajahku. Aku hanya berdiam diri di kamar setelah pulang sekolah, dan menatap foto-foto kak Rayan di handphoneku. Kak Rayan juga tidak pernah menghubungiku lagi. Karena terlalu khawatir denganku, mama mengajakku untuk periksa ke dokter. Kata dokter aku menderita gejala penyakit jiwa. Mama saat itu sangat panik melihat keadaanku. Kemudian dokter memberiku nasehat, kata dokter kalau aku sayang mama, aku harus merubah sikapku.

Beberapa bulan setelah itu, aku kembali menjadi Anita Rosalia yang dulu. “Meskipun kak Rayan sudah meninggalkanku, tapi aku tidak boleh seperti kemarin.” Tekatku dalam hati. Hari-hariku jalani seperti biasa, seperti sebelum kak Rayan mengisi hatiku.

Hari ini adalah hari ulangtahunku yang ke 17 tahun, aku sangat bahagia hari ini. Karena aku mendapat banyak kejutan dari orang-orang yang aku sayangi. Tiba-tiba handphoneku berbunyi..
Ternyata ada pesan dari nomor yang tidak ku kenal,
“SELAMAT ULANGTAHUN ALIA, SEMOGA PANJANG UMUR DAN SEHAT SELALU – RAYAN”
“Haaa… ini dari kak Rayan!” teriakku sambil tertawa.
Kemudian aku menelpon kak Rayan, ternyata nomornya sudah enggak aktif. Tapi walaupun begitu aku sudah senang. Seperti biasa, hal simpel seperti inilah yang bisa membuat aku bahagia.

Setiap setahun sekali kak Rayan mengirim pesan seperti itu dihari ulangtahunku, kak Rayan muncul hanya untuk mengucapkan ulangtahunku saja. Setiap tahun itu berjalan begitu cepat. Tahun ini adalah tahun ke lima, saat ini umurku 22 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku menunggu pesan dari kak Rayan. Tapi tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini kak Rayan tidak menghubungiku. “Ada apa dengan kak rayan?” tanyaku dalam hati.
Kweek.kweek.. handphoneku berbunyi lagi dengan ringtone suara katak. Kemudian aku tergesa-gesa membukanya. Aku kira pesan itu dari kak Rayan, tapi ternyata pesan itu dari Dian. Dian mengajakku untuk ketemu di depan cafenya kak Rayan sekarang.

Kemudian aku bergegas menuju cafenya kak Rayan, ternyata Dian sudah menungguku di depan cafe itu. Perasaanku tak enak, apa sebenarnya yang terjadi. Kemudian Dian menarikku untuk masuk ke dalam cafe. Di dalam cafe terlihat banyak pengunjung yang datang, pengunjung dengan pakaian yang rapi.
“Tidak seperti biasanya pengunjungnya kompak ya di..” ucapku kepada dian.
Kemudian Dian menunjukkan jari nya ke arah seseorang lelaki yang berada di depan para pengunjung. Orang itu mirip kak Rayan, kemudian orang itu berbalik ke arahku. Ternyata benar, dia adalah kak Rayan.
“Kak Rayan yang kamu tunggu-tunggu itu sudah sia-siain kamu Li..” kata Dian.
“Maksud kamu apa Di?” tanyaku kepada Dian.
“Itu lihat!” Dian menunjuk seorang wanita yang bertubuh mungil, dan berpakaian mini dress dengan rambut panjang terurai.
Kemudian aku memperhatikan wanita itu. Kemudian wanita itu bergerak mendekati kak Rayan. Tak sengaja aku mendengar salah satu suara tamu yang mengatakan bahwa acara ini adalah acara pesta pertunangan kak Rayan dengan.. Lutut ku terasa lemah, dan membuatku terjatuh di depan pintu cafe. Kemudian Dian membantuku berdiri dan membawaku keluar cafe itu. Aku tak menyangka, kak Rayan rela menghianatiku seperti ini. Hatiku begitu hancur ketika melihat kak Rayan dengan wanita itu. Bertahun-tahun aku menunggu kak Rayan, ternyata yang aku dapatkan hanya penghianatan. Aku tak tahu harus berkata apa saat ini, aku hanya bisa menangis di bahu sahabat sejatiku, Dian.

Atas namaku, beribu nama atas manusia dalam bayang-bayang sukma adalah ujud yang diam terpaku. Dalam terpejam, masih terasa waktu yang mengalir. Masih terbaca ketakutan udara bersamanya. Tentang ibarat serta kehancuran itu tanpa janji-janji. Dan atas namaku, aku lepaskan cinta yang pernah singgah di hatiku untuk berlabuh ke hati yang lain.

SELESAI

Cerpen Karangan: Nur Sella
Blog: Bloggingindonesiariau.blogspot.com

Namanya adalah Nur Sella. Sella lahir di Tembilahan, tanggal 27 juni 1996, hari Kamis, tepat pukul 12.00 siang. Sella adalah perempuan yang ramah dan mudah bergaul. Hobbi sella yaitu Online serta mengamati tren fashion di Indonesia maupun luar negeri, khususnya fashion hijab. Cita-citanya adalah menjadi seorang Designer yang terkenal, seperti idolanya “Dian Pelangi”. Zodiak sella adalah CANCER. Sella sekarang bersekolah di SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, tepatnya di kelas XII IPA 1.
Cerpen yang berjudul “Atas namaku” adalah salah satu cerpen karyanya. Dia mendapatkan sebagian inspirasi dari pengalaman hidupnya.

Cerpen Atas Namaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Seperti Drama Korea

Oleh:
Matahari menyengat kulit semua orang bagai lebah. Juga menjilat kulit semua orang sehingga menjadi berwarna lebih gelap. Mendengar suara klakson yang begitu panjang dan melengking. Seperti salah satu satu

This Is Me

Oleh:
Begitu banyak ujian dalam hidupku, semakin lama semakin berat. Itu yang aku rasakan. Beberapa minggu sebelumnya ibuku menyusul kepergian ayahku ke sisi Tuhan. Sekarang aku harus ikhlas kehilangan kedua

Oh Ternyata

Oleh:
Aku bersahabat dengan Dinar semenjak kami duduk di bangku SMP. Aku sudah sangat mengenalnya, hapal dengan tingkah lakunya yang kadang-kadang sedikit berlebihan dan kurang peka terhadap perasaan orang lain.

Cinta Tak Pernah Salah

Oleh:
Jika Tuhan menakdirkan… Tinta pena menyatu dengan kertas.. Jika Tuhan menjodohkan.. Gula dengan air… Mungkinkah Tuhan akan mengizinkanku bersama dia? “Tttttrrrrrr” “Astagfirullah Al’azim” ucapnya dan segera membereskan puing-puing pecahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *