Awal Pertemuan Kita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 June 2014

Pria itu melirik ke arahku, semakin nakal dan semakin aku ingin berkenalan dengannya. Aku bisa menangkap bening matanya walaupun dalam keremangan. Dia yang di seberang sana bersama teman-temannya itu terus melirikku.

Sepulang sekolah aku pergi ke kantin sendirian membawa tas dan dia pun pergi ke kantin juga. dia berkata “hey” sambil senyum dan menatapku dengan tajam, lalu aku menengok ke belakang dan tersenyum. dia menghampiriku dan berkata:
“boleh tau namanya?” tanya pria itu
“boleh, gue fany” sambil mengangkat tangan untuk berjabat tangan
“gue vino” jawab pria itu
“lo yang dari tadi ngeliatin gue itu kan?” tanyaku sambil kebingungan
“iya hehe maaf ya kalau gue ngeliatin lo, abis muka lo cantik sih gak ngebosenin dipandang” gombal si cowok sambil tertunduk malu
“haha bisa aja lo” jawabku dengan salah tingkah dan senyum-senyum sendiri
“boleh minta nomor lo gak? please” tanya vino sambil memohon
“boleh nih 0857xxxxxxxx” jawabku

Akhirnya kita berdua saling mengenal satu sama lain dan gak lama kita pun jadian, aku rasanya seneng banget begitu pula dengan vino. kita saling menyayangi satu sama lain.

setelah 7 bulan kita menjalani hubungan ini, tiba-tiba vino nampak berubah, dia mulai cuek dan gak perhatian lagi denganku. Aku selalu merenung memikirkan hal ini dan bertanya-tanya dalam hati, ada apa dengan vino? Apa dia sudah bosan denganku? Fikirku begitu.

Sudah hampir seminggu dia tak mengabariku dan di sekolah pun dia sudah kaya gak kenal denganku, sampai akhirnya aku yang mengabari dia terlebih dahulu melalui pesan singkat.
“kamu kemana aja? Kenapa gak ada kabar gini sih?” tanyaku
“aku baru ada pulsa maaf ya sayang” jawab vino

Kita mulai mengabari satu sama lain lagi, tetapi tetap saja ada yang beda dengan dirinya. Sampai akhirnya aku mengucapkan kata yang seharusnya tak aku ucapkan lewat pesan singkat.
“kita putus aja ya?” tanyaku
“kenapa?” jawab vino
“kayanya kita udah gak cocok, kamunya mulai cuek dan buat apa aku pertahanin” jawabku
“ya udah” jawab dia
Sedikit nyesek dengan jawabnya itu, tapi biarin deh kalau emang jodoh kan gak kemana (sambil senyum).

Esok hari aku menjalani hari-hariku tanpa dia lagi, pas ngelihat dia di depan kelasnya sambil menatapku begitu tajam. aku berbicara dalam hati “ayo.. lupain dia fan, dia gak pantes buat lo perjuangin.. move on fan move on” sambil menatap vino.

2 bulan kemudian
Saat sedang duduk santai sambil memegang laptop, Tiba-tiba handphoneku bunyi, dan ternyata vino menelponku dan aku mengangkatnya
aku: halo
vino: ha.. halo fan (dengan gugup vino menjawabnya)
aku: kenapa vin?
vino: hmm.. apa kabar?
aku: baik kok, lo gimana vin?
vino: baik
lanjut pembicaraan tiba-tiba vino bilang:
vino: boleh gak gue jujur?
aku: boleh, kenapa?
vino: gue gak bisa jauh dari lo fan, gue masih sayang lo banget
aku: haa? (sambil kaget mendengarnya tapi di sisi lain aku senang banget)
vino: maaf gue ngomong kaya gini, gue cuma pengen jujur aja kok
aku: gue juga sayang sama lo.. tapi hmm..
vino: kenapa? gue janji bakal berubah! gue janji gak bakal cuek! gue janji bakal perhatiin lo terus (jawab vino meyakinkan fany)
aku: janji?
vino: janji!!! Lo mau kan balik lagi sama gue?
aku: hmm i.. iya mau kok (jawab fany)

Aku pun akhirnya balikan, dan saling mencintai satu sama lain.. namun sayang, vino bersikap seperti dahulu lagi yang membuat aku benci dengan sifat dia. aku berusaha untuk sabar namun kesabaran ku sudah habis. Akhirnya aku memutuskan vino (lagi).

Saat guruku mengumumkan berita kelulusan SMP di sekolah, saat itu aku sudah tidak lagi bersama vino. tiba-tiba teman dekatku dan teman dekatnya vino yang bernama ozi berbicara denganku dan berkata:
“fan, diajakin ke taman sama vino ”
“mau ngapain zi?”
“dia mau ngajakin foto berdua sama lo, katanya sih buat kenag-kenangan, kan ini hari terakhir lo sama dia ketemu”
“hmm.. iya iyaa. Kapan?”
“nanti abis pulang ini, gue sama vino tunggu di warung biasa ya”
“oke”

Sepuang sekolah aku menemui vino dan ozi, kita ke taman bersama. Sesampai di sana, kita langsung foto bareng-bareng. tiba-tiba vino mendekatiku dan menyuruh ozi fotoin aku dan vino. vino memegang pundakku, senang rasanya, tapi aku sadar dia udah bukan siapa-siapa aku lagi.

20 bulan kemudian setelah sudah beda sekolah
Disaat aku sedang bermain games di handphoneku, tiba-tiba ada SMS dari nomor yang tak aku kenal. dan ternyata itu vino yang sms dan ngajak ketemuan. aku sangat senang sekali dan akhirnya aku menyetujui pertemuan ini. Disaat itulah vino menembakku lagi, dan langsung aku terima karena terlalu senang.

Kita menjalaninya lagi, tapi kita jarang SMS karena kita sedang sibuk masing-masing mengurusi pekerjaan sekolah.
Dua bulan kemudian vino tampak berubah seperti dahulu tapi aku sabar karena aku sayang. dan sekarang mulai berbalik, Vino memutuskanku saat aku lagi cinta-cintanya. vino berkata melalui pesan singkat
Vino: maaf ya hubungan kita kayanya cukup sampai disini aja
aku: loh kamu gimana sih? Kamu dateng ngasih harapan trus pergi gitu aja
Vino: maaf, aku udah gak bisa jalanin hubungan ini. kamu mending cari pengganti aku aja ya
Fany: gampang banget kamu ngomong kaya gitu tanpa mikirin hati aku gimana
Vino: sekali lagi aku minta maaf belum bisa jadi yang terbaik buat kamu
Fany: ya udah aku maafin, tapi kamu inget gak! Kamu mutusin aku di tanggal kita pas awal jadian lho. gak nyangka yah, coba kita gak putus nyambung kita pasti udah 2 tahun hehe (aku senyum nutupin kesedihanku)
Vino: iya aku tau kok.
Fany: ya udah semoga kamu bisa dapet yang terbaik yah dari aku, aku tetep sayang kamu pokoknya walaupun hanya sebatas teman
Vino: iya, jaga diri kamu baik-baik ya. itu aja pesan aku buat kamu
Fany: iya vin
Dan akhirnya hubungan kita cukup sampe disini aja.

— TAMAT —

“Hubungan lama tidak akan
selamanya bisa bahagia”

Cerpen Karangan: Sarah Aina Luthfiyah
Facebook: Https://www.facebook.com/sarahaina123

Nama: Sarah Aina Luthfiyah
Ttl: Jakarta, 6 October 1997
Umur: 16 Tahun
Sekolah: Smkn 11 Jakarta
Kelas: Xi Adm Perkantoran 1

Cerpen Awal Pertemuan Kita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goresan Tinta Kelabu

Oleh:
Gemricik air terdengar beraturan dari dalam kamar lalu sedikit kutengokkan kepalaku ke jendela kamar, dan kulihat butiran butiran air yang dengan sabarnya satu persatu turun dari awan hingga bisa

Aku Yang Ingin Jadi Bagian Mereka

Oleh:
Saat jam istirahat tiba, aku lebih memilih duduk sendirian di taman belakang sekolah. Aku duduk di bawah pohon sambil menatap siswa siswa lain yang sedang asyik bergembira bersama sohib-sohibnya.

Foot Light

Oleh:
Apakah cinta selalu berarti memiliki seseorang itu seutuhnya? Aku mencintainya namun dengan cara yang berbeda. Dalam percintaan, kami tidak saling mengisi maupun melengkapi. Kami hanya mengungkapkannya dengan isyarat yang

She Is, Who Left Behind (Part 2)

Oleh:
Sudah beberapa halaman dari buku catatan milik Kakaknya yang sudah Chenxiao baca. Tidak seperti dugaan Chenxiao sebelumnya, karena buku peninggalan Kakaknya itu, ternyata bukan buku harian. Tidak setiap hari

He Is Mine

Oleh:
“Maaf kita harus putus.” Mungkin menurut semua orang yang gak tau kejadian awalnya bakalan bilang aku yang jahat. But, kalian hanya tau akhirnya tanpa mengetahui permasalahan awal. Dan disini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *