Baik Baik Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 March 2017

Suara langkah kaki yang tergesa-gesa bergema di koridor Rumah Sakit Rose. Maya, pemilik langkah tersebut, setengah berlari menuju kamar di ujung koridor. Dengan peluh yang menetes di sekitar pelipisnya, rambut dan pakaian yang berantakan, serta air mata yang mengalir di pipinya membuat kesan menyedihkan pada dirinya. Ia tak peduli terhadap pandangan orang-orang yang dilaluinya bahkan ada beberapa yang ditabraknya. Yang ada dipikirannya adalah ia dapat segera masuk ke ruangan yang ditujunya.

‘Yusuf, kumohon bertahanlah,’ batinnya.

Segera saja ia membuka pintu ruangan dengan tergesa-gesa dan menuju ranjang pasien. Namun, entah kenapa tiba-tiba kakinya merasa sangat lemas.

Langkah Maya terhenti tepat 2 meter dari ranjang tempat Yusuf terbaring. Sungguh, ia tidak tega melihat kekasih hatinya itu terbaring tidak berdaya.

Reihan, kakak Yusuf, mendekatinya dan membimbingnya untuk duduk di kursi dekat ranjang. Reihan merasa iba melihat penampilan Maya yang sangat menyedihkan.

‘kamu beruntung, mempunyai kekasih seperti Maya,’ batinnya.

“bagaimana keadaannya?” tanya Maya sembari menggenggam tangan Yusuf.

Reihan menghela nafas pelan. Ia merasa tidak sanggup untuk mengatakannya. “dokter bilang, kondisinya sudah sangat parah,”

Mendengar kenyataan pahit itu, seketika tangisnya pecah. Maya tidak menyangka bahwa penyakit kekasihnya itu menyebar dengan cepat.

Flashback on

“Yusuf, lihat! ada bintang jatuh! ayo buat permohonan!” ucap Maya dengan semangat.

Maya pun memejamkan mata sambil mengucapkan permohonannya pelan, “aku ingin bahagia bersama Yusuf hari ini, besok, lusa, dan selamanya,”

Melihat kelakuan kekasihnya membuat Yusuf tersenyum kecil. ‘aku juga. semoga kesempatan yang sebentar ini cukup untukku membahagiakanmu,’ ucapnya dalam hati.

“ne, Yusuf, apa permohonanmu tadi?” tanya Maya.

“tentu saja sama seperti kamu,-” ada jeda sebentar sebelum ia melanjutkan lagi kata-katanya namun dengan sangat lirih, “jika masih ada kesempatan,”

Maya menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan, “apa maksudmu?”

“Leukimia,” ucapnya ambigu. “apa yang kamu pikirkan tentang leukimia?” lanjutnya.

“mengapa kamu bertanya tentang hal itu?” tanya Maya dengan air mata yang hampir menetes ke pipinya.

“hei, mengapa menangis? aku tidak apa-apa. aku hanya tanya tentang itu. kumohon jangan menangis,” ucap Yusuf berusaha menenangkan kekasihnya itu dengan memeluknya,

“aku takut kamu pergi,” lirihnya.

“aku tidak akan kemana mana,” balasnya.

Flashback off

“hiks, Yusuf, kumohon bertahanlah,” lirihnya.

Maya merasakan jemari yang digenggamnya bergerak, “Yusuf,” teriaknya pelan. “kamu bisa mendengarku Yusuf?” digenggamnya jemari itu dengan erat.

“Ma-ya,” panggil Yusuf pelan

“aku di sini. kamu tunggu sebentar, akan kupanggilkan dokter,” ucapnya sembari menuju ke arah luar. Namun sebelum hal itu terjadi, Yusuf menarik tangannya.

“t-tidak perlu,” ucapnya lemah. “a-aku ingin k-kamu di sini,”

Maya tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar suara lemah kekasihnya. Ia tak sanggup berkata apa-apa lagi. Yang dilakukannya hanyalah mengenggenggam tangan kekasihnya dengan erat, seakan ia tak akan bisa menggenggamnya lagi.

“May,” panggil Yusuf.

“hiks, y-ya,” jawabnya sambil menahan isakannya.

“bisa k-kamu berjanji s-satu hal padaku?”

Maya hanya terdiam, ia menunggu kelanjutan kalimat yang akan diucapkan oleh Yusuf.

“k-kamu harus s-slalu tersenyum, m-meski t-tanpa a-aku,”

“hiks, kamu jangan terlalu hiks banyak bicara dulu. istirahat saja,” ucap Maya.

“oh ya, a-aku ingin k-kamu m-menyanyikan lagu k-kita,” ucapnya putus-putus sembari meneteskan air mata.

“aku akan hiks bernyanyi buat kamu. hiks, kamu istirahat saja,”

Aku tak ingin kau menangis bersedih
Sudahi air mata darimu
Yang aku ingin arti hadir diriku
Kan menghapus dukamu sayang

Karna bagiku kau kehormatanku
Dengarkan dengarkan aku

Hanya satu pintaku untukmu dan hidupku
Baik-baik sayang ada aku untukmu
Hanya satu pintaku disiang dan malammu
Baik-baik sayang karna aku untukmu

Tepat setelah Maya menyanyikan kata terakhir lagu tersebut, terdengar suara panjang dari alat monitor. Maya panik, ia berteriak memanggil dokter.

“dokter! dokter!”

Tak berapa lama, dokter datang dan memeriksa kondisi Yusuf. Menghela nafas, adalah tindakan yang pertama kali dilakukan dokter tersebut.

“bagaimana dokter keadaannya? Yusuf baik-baik saja kan dok?” tanyanya dengan penuh harap.

Dokter itu menggeleng, “maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. tapi Tuhan berkata lain. permisi”

Maya menggeleng tidak percaya, “tidak, tidak mungkin! tidak mungkin!” jeritnya.

“Yusuf, bangunlah! jangan bercanda, aku tau kamu sedang tidur. kumohon bangunlah! jangan pergi! kamu kamu sudah janji akan selalu menemaniku! kamu janji tidak akan pergi! kumohon, bangun Yusuf! bangun!!” teriaknya pada Yusuf namun yang diteriaki tidak merespon, tentu saja karena Yusuf sudah pergi untuk selamanya.

Reihan yang melihatnya pun meneteskan air mata dan memeluk Maya untuk menenangkannya. Ia sungguh tak tega melihat betapa rapuhnya kekasih adiknya itu.

‘selamat jalan Yusuf, semoga kamu tenang disana. kakak janji akan menjaga Maya dengan baik seperti kakak menjagamu. kakak menyayangimu.’

TAMAT

Cerpen Karangan: Anhar Restu
Facebook: Anhar Restu
Saya Anhar Restu, maaf ceritanya gaje dan abal-abal.

Cerpen Baik Baik Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sayap Cinta Penyesalan

Oleh:
Dulu pernah, ada sebuah rasa yang singgah di hati namun tak lama ia perlahan pergi meninggalkanku di sini. Ya, di bawah bayang-bayang kenangan yang entah hanya aku yang masih

Four Leaf Clover

Oleh:
Saat rasa cinta dan kesetiaan diuji. Saat separuh hati yang disayang tak lagi mempunyai harapan hidup. Kita harus tetap tegar menjalani setiap hari Setiap detik, menit, jam atau bahkan

My Name Is Angel (Last Part)

Oleh:
“Hey Van” sapa Angel kepada Vano yang tampak sedang melamun. “Eh Sabel.. Udah siap bikin minumnya?” jawab Vano tampak terkejut. “Udah nih Van” kata Angel sambil meletakkan minum tersebut

Rindu dan Kamu

Oleh:
Aku berdiri terdiam di atas trotoar ini. Berusaha mengabaikan suara-suara bising dari keramaian jalanan. Sebenarnya aku takut, tapi aku mencoba untuk menguatkan hati. Kututup mataku, untuk mengingat-ingat dirimu. Aku

Dia, Cinta Luar Biasa

Oleh:
Pagi ini tak ada yang berbeda. Aktivitasku sama, bangun pagi, salat, mandi, sarapan lalu berangkat ke kampusku tercinta Akes Rajekwesi Bojonegoro. “huufftt bosan tak ada yang membuatku sedikit saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *