Bestfriend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 22 June 2016

“Selamat pagi Yo” kata yang selalu terucap darinya hampir di setiap pagiku.
Dia pria remaja yang beranjak dewasa berumur satu tahun diatasku, Alrian Viandra
“Pagi juga rian” balasku dengan senyum yang sengaja kubuat semanis mungkin. Aku dan Rian sudah bersahabat sejak kecil, rumah kami pun tidak terlalu jauh, masih satu kompleks dan rumahnya berhadapan dengan rumahku.
Dari kecil kami terbiasa bersama. Bersekolah di SD yang sama, SMP yang sama, hingga sekarang aku dan dia bersekolah di SMA yang sama pula. Rian adalah sahabat sejati untukku, dia selalu mendengarkan keluh kesahku, menemaniku dalam keadaan apapun, dia selalu ada untukku.

“Hari ini hari sabtu kan? Nanti malam aku tunggu di Minicafetaria jam 7, jangan telat ya, aku punya kejutan, oke?”
Belum sempat aku menjawab rian telah pergi meninggalkanku.
Huh.. Rian memang selalu begitu. tidak sabaran, terburu-buru, dan selalu punya kejutan tersendiri untukku, kalau sudah begitu aku hanya bisa tersenyum. Kutatap punggungnya sampai terlihat begitu kecil olehku, dia sudah semakin besar sekarang, sudah beranjak dewasa, tapi dia tetap seperti anak kecil untukku. Iya, karena dia tetap jadi sahabat kecilku.

Hari ini aku pulang sendirian, Rian ada rapat dengan anggota OSIS lainnya. Rian adalah wakil ketua OSIS di sekolahku. Kutolehkan kepalaku ke kanan dan ke kiri, ada yang kurang rasanya, Rian tidak ada. Biasanya setiap pulang sekolah begini tidak pernah sesepi ini, ada Rian yang selalu membuat lelucon sehingga perjalanan ini terasa tidak terlalu jauh. Sampai di rumah aku langsung menuju kamarku, kurebahkan badanku di kasur kesayanganku. Lelah sekali, itu yang kurasa. Aku mulai melamunkan kejadian tadi pagi di sekolah. Disaat Rian yang menyuruhku untuk menemuinya nanti malam. Ah, Rian memang ada-ada saja.

Kuingat lagi pernah suatu ketika Rian memberikanku kejutan. Dia sengaja datang terlambat dan membuatku menunggu lama sekali, Tiba-tiba, Rian datang dengan menutup mataku dari belakang, dan dia pun memberikanku sebuah kotak berwarna putih dengan pita berwarna coklat muda. Aku berniat membukanya, tetapi dia melarangku,
“Di rumah aja ya” katanya. Aku pun menurut. Ya aku memang selalu menurut padanya.

Setelah di rumah aku pun membuka kotan itu, kulihat ada setangkai mawar putih yang bertuliskan namaku, lalu kulihat lagi ratusan foto-foto yang sangat ku kenal, itu foto-fotoku dari umur 5 tahun hingga foto terakhirku saat itu. Aku tertawa sendiri. “Rian rian, darimana dia mendapatkan foto-foto ini, membuatku malu saja kalau sampai tersebar” kataku saat itu.

Tersadar dari lamunanku, kulihat jam menunjukan pukul 03:47. Tidak terasa, mungkin pengaruh badanku yang sangat lelah ini. Mataku pun mulai terasa berat dan perlahan lahan terpejam. Aku terbangun karena handphoneku berbunyi, ada 4 SMS masuk. Kubaca sambil mataku masih setengah terpejam. 4 sms itu semuanya dari Rian.

Dari Rian: Ingat jam 7!

Kulirik jam tanganku yang menunjukan pukul 06:55. Oh, tidak! Aku terlambat! Dengan segera aku menuju ke kamar mandi dan bersiap siap. Pikiranku kacau, aku panik, takut kalau Rian bosan menungguku. Jam menunjukan pukul 07:25 saat aku sudah siap ke luar rumah. Untung saja Minicafetaria tidak jauh dari rumahku dan masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kupercepat langkahku, setengah berlari. Setelah sampai di depan Minicafetaria aku langsung masuk dan kulihat wajah orang yang ada di sana, tapi tidak kutemukan Rian. Dimana dia? Dengan lesu aku duduk di salah satu bangku yang masih kosong. Kenapa dia belum datang? Katanya ngak boleh telat, tapi malah dianya yang telat, kataku dalam hati.

Kuperiksa kocek celanaku, aku berniat meneleponnya, tapi dimana handphone ku? Ah, pasti tertinggal di rumah, aku terlalu terburu-buru dan melupakan handphoneku.

Aku mencoba tetap menunggu, lama sekali, orang-orang yang memenuhi Minicafetaria mulai berkurang. Aku mulai gelisah, kulihat jam tanganku menunjukan pukul 10:05, sudah hampir 3 jam aku menunggu dan dia belum juga datang, bahkan mungkin memang tidak datang.

Aku pun memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang aku menangis, aku kecewa, tidak biasanya Rian ingkar janji seperti hari ini. Aku berlari sekuat yang aku bisa. Tak kuhiraukan kerumunan orang yang entah sedang melihat apa. ah, ngak penting!

Sampai di rumah kubanting pintu kamarku. Aku kesal, aku kecewa, aku benci Rian!
Setelah sedikit tenang kuperiksa handphoneku, kulihat ada 4 panggilan tidak terjawab dan 2 pesan, semuanya dari Rian.
Kubuka pesan yang pertama,

Dari Rian: Tunggu aja ya, mungkin aku agak telat.

Kubuka juga pesan yang kedua,

Dari Rian: Maaf nganggu mbak, pemilik HP ini kecelakaan di Jalan MT Haryono kilometer 4. Dia terluka parah. Saya sms ke nomor ini karena nomor ini yang terakhir dihubungi…

Belum habis aku membaca SMS itu, aku teringat dengan kerumunan orang di perjalanan pulang tadi.
Jangan jangan? Oh Tuhan, semoga dugaanku salah.

Dengan cepat aku berlari untuk memastikan dugaanku. Kuterobos kerumunan itu dan kulihat siapa orang yang tergeletak di tengah-tengahnya. Air mataku turun lagi, kupeluk laki-laki yang masih menggenggam erat setangkai mawar putih. Laki-laki cukup berarti di hidupku. Ya, dia Alrian Viandra, dia laki-laki yang ada janji denganku malam ini.
Badannya penuh luka, lemah, kaku, dan matanya terpejam.

Kutatap nisan itu sambil tersenyum. Ku ikhlaskan kepergiannya. Tuhan memang sangat menyayanginya sehingga ia dipanggil lebih cepat. Tuhan lebih membutuhkannya daripada aku

Kulangkahi kakiku sambil mengingat semua kisahku yang selama ini kujalani dengannya, terlalu indah

Sekali lagi aku tersenyum memandangi nisan itu dari kejauhan, senyum khususku untuknya, karena aku yakin dia juga punya senyum khusus untukku yang mungkin sekarang tidak bisa aku lihat

Cerpen Karangan: Theodora Dayanti I.R.M
Facebook: Theodora Dayanti
Selamat membaca 🙂

Cerpen Bestfriend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Nostalgia

Oleh:
Hari ini anniversaryku dengan Raymond ke 4 tahun. Rencananya, malam ini kami akan dinner romantis di sebuah cafe. Aku berdandan dengan apik. Aku mencatok rambutku hingga lurus sempurna. Aku

Akhir Dari Kisah Cintaku

Oleh:
Kenalin nama gue vero. Gue asli dari NTT (nusa tenggara timur) dan sekarang gue menetap di kota surabaya. Gue bekerja di salah satu pekerjaan swasta yang berada di surabaya,

Too Far

Oleh:
Dunia ini gelap bila tanpa bintang. Walaupun ada seribu bulan, dunia tetap memerlukan bintang. Keindahan dan kelembutan sinar serta kemilau cahayanya, membuat dunia terpesona dan akhirnya jatuh cinta.” Panas

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Aku mendengar kabar bahwa orang masa laluku akan segera menuju pelaminan, sungguh rasanya seperti terlempar 1000 buku ensklopedia, sakit tak tertahan. Hari esok setelah ku mendengar kabar, undangan merah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *