Bintangku, Mark

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 December 2013

Bintang-bintang yang ada pada malam hari selalu mengingatkanku padanya. Karena aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan sama seperti aku melihat bintang di langit. Entah mengapa aku merasa seperti dia tidak pernah menganggap aku ada di kehidupannya.

Aku melihat arlojiku yang sudah menunjukkan pukul 00.00 dan itu menegaskan bahwa aku harus tidur. Krng… Krng… Aku meraih jam bekerku dengan sangat mengantuk aku melihatnya yang sudah menunjukkan pukul 07.00. “Arghh… aku pasti telat lagi.” teriakku.

Tepat saat bel berbunyi aku menginjakkan kakiku di depan gerbang sekolah. “Yes, gak telat.” ucapku sambil tersenyum. Aku berjalan memasukki kelasku, kelas XI A, kelas yang paling terkenal karena keributan kelasnya. Tapi aku tidak mempermasalahkannya karena teman-temanku sangat menyenangkan. “Tumben gak telat.” ucap sahabatku, Angel. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk kecil. Angel adalah sahabatku dari SD, kami selalu sekelas dan selalu ngobrol bareng. Jadi dia sudah tahu semua rahasiaku. Aku memberikan isyarat padanya yang menanyakan apakah bintang yang kulihat dari jauh itu sudah datang apa belum. “Oh.. dia, belum dateng.” ucapnya. Tumben dia telat biasanya dia datang paling pagi. Hariku menjadi tidak menyenangkan. Tidak melihat wajahnya sehari aja sudah membuatku menjadi stress.

Dia kenapa ya? Kenapa gak masuk? Apa dia sakit? Segudang pertanyaan ada di kepalaku. Dia adalah cowok paling keren yang pernah aku lihat, namanya Mark. Aku sudah kenal dia sekitar 1 tahun. Tapi kami jarang sekali berbicara. Hanya berbicara kalau ada perlu saja. Selama ini aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. “Angel! Aku pulang duluan ya! Bye!” ucapku sambil berjalan keluar sekolah. Sepanjang perjalanan, aku mendengarkan sebuah lagu. Judulnya I Only See One Person, lagu favoritku. Karena setiap kali mendengar lagu ini aku selalu membayangkan kalau aku bisa bersama Mark.

Seminggu telah berlalu, dan dia tidak pernah datang ke sekolah. Tidak ada satu orang pun kenapa dia tidak masuk. Selama seminggu ini, hari-hariku sangat tidak menyenangkan. Aku sedang duduk dan membaca novelnya Ilana Tan yang judulnya Sunshine Becomes You. Saat membaca halaman terakhir bovel itu, aku pun menangis karena terharu. Pada saat yang bersamaan, wali kelasku masuk dan memberikan pengumuman. “Anak-anak, dengan sangat menyesal bapak ucapkan bahwa teman kalian Mark telah meninggal dunia karena kanker otak.” ucap Bapak Drake. Pada saat itu juga aku langsung lari keluar kelas dan pergi ke toilet dan Angel menyusulku. “Aku turut sedih, Liana.” ucap Angel menenangkanku. Aku masih tidak bisa berhenti menangis. Setelah hampir 10 menit, akhirnya aku bisa mengontrol air mata yang keluar dari mataku.

Sudah sebulan sejak kematian Mark. Aku masih teringat dengannya, memang benar kata orang cinta pertama akan sangat sulit untuk dilupakan. Aku sedang menatap daun-daun yang berguguran. Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. Aku langsung membuka pintu rumahku dan melihat seorang pria bertopi berdiri di sana. “Apakah anda adalah Liana?” tanya si pria bertopi itu. “Iya, tapi anda siapa ya?” balasku “Saya adalah kurir, ada bingkisan untuk anda.” “Dari siapa?” “Silahkan anda lihat sendiri. Ini bingkisannya. Tolong ditandatangan dan Selamat Ulang Tahun.” Aku langsung mentandatanganinya dan pria itu pun langsung pergi.

“Bagaimana dia tahu kalau hari ini ulang tahunku?” tanyaku dalam hati. Bingkisan tersebut berbentuk persegi. Kupandangi bingkisan itu lalu ku buka bungkusannya. Aku langsung terkejut ketika melihat isinya. Sebuah lukisan wajah Mark. Ada sebuah surat di dalam bingkisan itu kemudian kubaca.

Dear Liana, Happy Birthday ya… Wish You All The Best Waktu kamu baca surat ini dan mendapatkan lukisan wajahku. Aku yakin aku pasti sudah gak ada. Aku tahu kamu pasti heran kenapa aku kasih kamu hadiah ini. Aku juga tahu kamu pasti akan bertanya kenapa aku tulis surat ini buat kamu. Aku bakal kasih tahu semuanya. Aku ingin kamu tahu kalau AKU SAYANG SAMA KAMU. Aku tahu kamu punya perasaan yang sama. Soalnya aku tahu kamu selalu perhatiin aku di kelas. Tapi aku gak bisa kasih tahu kamu aku aku suka sama kamu. Karena aku tahu aku gak bakal bertahan lama. Jadi aku kasih lukisan ini untuk kamu supaya kamu gak akan begitu sedih. Kamu jangan sedih ya? Kamu harus bahagia. Tuhan sudah merencanakan ini semua dan aku tahu aku gak akan bisa bersama kamu. Love you, Mark

Setelah selesai membaca surat itu, hatiku terasa sangat sakit. Aku gak pernah menyangka kalau Mark punya perasaan yang sama ke aku. Tapi aku akan baik-baik saja. Kamu sudah membuat jarak yang kukira gak akan pernah bisa kupendekan akhirnya kamulah yang memperpendeknya. Terima kasih Mark, kamu akan ku kenang selamanya. Ku peluk lukisan wajah Mark dengan erat dan air mataku pun menetes. “I LOVE YOU, MARK.” teriakku. Kau akan selalu menjadi bintangku.

END

Cerpen Karangan: Christina Teddy
Facebook: Christina Teddy

Cerpen Bintangku, Mark merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sosok yang Hilang

Oleh:
Aku melihatnya lagi di sana, sendirian di samping gedung tua bersama buku lusuhnya. Membaca dengan wajah serius dan tatapannya yang setajam mata elang. Entah apa yang dibacanya, hingga membuatnya

Kisah Kita

Oleh:
Hai kawan. Masihkah kalian mengingatku? Mengingat kisah persahabatan kita yang telah kita lalui bersama, bertahun-tahun yang lalu. Persahabatan yang tak hanya penuh canda dan tawa, tetapi juga isak tangis

I Love You “My Family”

Oleh:
Di pagi hari yang masih gelap, matahari belum menampakkan wajahnya, sebagian orang masih ada yang bersenandung di alam mimpi masing-masing, masih bersembunyi di balik selimut mereka yang hangat dan

Mengenal Mu

Oleh:
Awal januari 2013 adalah awal kebangkitan ku dari keterpurukan di tahun sebelumnya “move on” yah inilah awal yang baru dan detik-detik menjelang ujian nasional. Emmh aku butuh semangat untuk

Kini Tugasku Telah Selesai (Part 2)

Oleh:
Bruukk, aku terjatuh.. motorku menabrak polisi tidur yang ada di jalanan.. motorku terseret dan kaki tanganku luka.. beruntung ada banyak warga menolongku.. mereka membantuku untuk berdiri, aku langsung naik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *