Bukit Asmara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 28 September 2017

Bukit asmara, ya itulah namanya. Michi dan Aimun adalah dua orang yang tak saling mengenal, ketika bertemu di bukit asmara.

Hari itu, keduanya bertemu dalam perjalanan menuju puncak bukit. Aimun dan temannya berjalan dengan santai, tiba tiba dari kejauhan terdengar suara seorang gadis yang meminta pertolongan, dengan sigap keduanya mendatangi gadis itu, dan ternyata teman dari gadis tersebut sedang terbaring lemah di tanah.
Aimun dan temannya langsung membawa gadis lemah itu ke dalam mobil dan segera memanggil pertolongan. Tak lama kemudian gadis itu pun menyadarkan diri.

Sejak kejadian itu, Aimun dan gadis lemah menjadi saling mengenal, nama gadis itu adalah Michi. 6 Bulan sejak itu pula Michi tidak pernah lagi berpetualang ke bukit.
Namun tidak pada hari ini, Michi dan Aimun pergi bersama ke puncak bukit, di puncak bukit, Aimun mengutarakan perasaannya yang ingin memiliki Michi.
Namun sangat berbeda dengan perasaan Aimun, Michi justru menolak untuk menjadi milik Aimun. Dengan alasan untuk saat ini michi masih tidak ingin menjadi milik siapapun.

Aimun sangat mencintai Michi lebih dari dirinya sendiri. Hingga ia sangat kecewa karena tolakan Michi. bahkan tolakan itu sangat membekas dalam hati Aimun, yang perlahan-lahan berubah menjadi sebuah luka yang sangat mendalam di hidupnya.

2 bulan setelah penolakan itu, Michi tidak pernah dapat dihubungi lagi, hingga pada bulan ke 3 Aimun memberanikan diri untuk mendatangi Michi di rumahnya.
Kaget tak karuan bahkan kaku selama beberapa menit akhirnya dialami Aimun, ketika ia melihat sendiri makam Michi, ia benar-benar tidak percaya saat ayah Michi mengatakannya, namun Aimun harus percaya ketika ia melihat sendiri makam itu.

Ayah Michi kemudian menjelaskan tentang penolakan yang dirasakan Aimun. “Michi menolakmu karena sejak 8 bulan terakhir ia sudah megidap penyakit kanker lambung yang sangat mematikan, apa kau sudah lupa saat kau mengantarnya ke sini, kau mengatakan bahwa Michi pingsan, saat itulah kami mengetahui tentang penyakitnya.”

Aimun menuju bukit setelah pulang dari rumah Michi. Hari itu cuaca sedang mendung, tapi Aimun tetap bertahan di puncak bukit, sambil terus menerus bertanya, “kenapa orang-orang menyebutmu bukit asmara? bukankah itu karena kau membawa kebahagiaan? kenapa tidak untukku? kenapa?”

Tiba-tiba tetesan hujan membasahi tubuh Aimun dan perlahan air matanya juga turut menemani kesedihannya berpadu untuk membasahi bumi.

Cerpen Karangan: Nursaima Putri Hsb
Facebook: Nursaima Putri Hsb

Cerpen Bukit Asmara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kekasih Mautku

Oleh:
Hembusan angin kian menerpa menggelitik lembutnya kulit, semerbak aroma mawar atau mungkin melati mendarat tepat di mancungnya hidung sosok pria atletis. Semakin lama semakin pasti aromanya menusuk dalam ingatan.

The Poor Jane

Oleh:
Ini sudah larut malam, tapi Harold belum datang juga. Aku sampai lelah menunggunya. Sejak dua jam yang lalu, aku sudah duduk di bangku yang terletak di taman kota ini,

My Ears Feel You

Oleh:
Hantaman bom dan suara tembakan pistol dari kompeni seakan terbiasa terdengar di telinga gadis muda yang buta bernama sekar, perawat para tentara pribumi itu, dia dengan cekatanya menemukan luka

Because Heart

Oleh:
“Felly! Lo mau kemana?,” tanya Bram saat melihat Felly beranjak dari tempat duduknya. “Enggak kemana-mana. Gue cuman mau beli minum. Emangnya kenapa?” “Enggak ada kok. Ya udah. Nitip, ya!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *