Bungkam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 6 December 2016

Bogor tidak berubah hari ini. Sejuk di pagi hari, siangnya orang-orang akan mengumpat karena terik membakar, namun sorenya hati akan lega karena hujan yang jatuh dari langit. Tidak ada yang berubah, kecuali sikapmu. Segalanya akan lebih mudah jika kita saling berbicara. Namun, kau robek bibirmu dengan bungkam yang membuatku dipenuhi ribuan pertanyaan.

Kau marah; kau sedih; aku bersalah. Itu kesimpulanku dari sikapmu. Dan, ya, aku meminta maaf. Jika ada hal yang paling kuingini: senyummu. Bukan dingin seperti ini. Aku sedang tidak berlibur ke Kutub Utara. Atau Alaska. Aku di sini, di hadapanmu. Ini tidak seperti dirimu.

Menangis tidak akan pernah menyelesaikan, jika bungkam yang kau ciptakan tak kunjung dihunus. Katakan saja. Aku sudah menghamba, dan kau masih saja berderai air mata. Kesedihan itu mengalir melalui kaca jendela perasaan, jatuh ke pelukan lantai kenangan.

Aku benci teka-teki, dan kau baru saja memberiku satu. Aku mengenggam sebuah kotak jawaban bernama apology yang kaupikir kosong. Kau lebih suka bertahan dengan teka-teki itu.

Lalu apa maumu?

Aku tidak ada pilihan. Kamu atau aku, yang akan membunuh bungkam itu. Maka untuk terakhir kalinya aku berlutut di hadapanmu, meminta maaf. Diam masih meliuk di antara kita. Pada akhirnya, diputuskan aku sendiri yang akan membunuh bungkam itu. Tepat, ketika napasmu tak lagi terdengar, dan suara kelotak peluru baru saja ditembakkan, terdengar. Kini, tidak hanya bibirmu bungkam, tapi dirimu seutuhnya.

Wajahmu kosong. Aku benar-benar membunuh bungkam darimu.

Cerpen Karangan: Ariqy Raihan
Blog: ceritadibaliksenja.wordpress.com

Cerpen Bungkam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melody (Part 2)

Oleh:
Sepanjang perjalanan pulang kami mengobrol banyak. Perasaan yang tidak dapat kudefinisikan ini terus muncul. Semakin kuabaikan akan semakin bertambah perasaan ini. “Kamu baik baik saja? Dari tadi melamun terus”

Cinta Untuknya

Oleh:
Entah apa yang terjadi dan dimana harus ku mulai. Namaku Dina saat ini aku tengah melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi. Aku memiliki seorang sahabat, yah dia adalah

Aku Papaku dan Kekasihku

Oleh:
“Heentiikaaaannn!!” Teriakan risna yang langsung menyingkirkan sayatan pisau yang ku pegang. “apa apaan sih lo tan hah? Mau ngakhirin hidup lo dengan cara konyol kayak gini? Apa setelah lo

Pergi Untuk Selamanya

Oleh:
Tahun baru 2017, Jakarta Di sebuah rumah terlihat seorang cowok yang masih terlelap dalam tidurnya, sesaat kemudian dia dikejutkan dengan suara hpnya “Duh siapa sih pagi-pagi buta gini udah

Satu Ruang

Oleh:
Kebahagiaan yang tengah dirasakan Kya mengupas seluruh kerinduan yang selama lima tahun terakhir dialami wanita 27 tahun ini. Ia sedang menanti seorang pria yang datang dari negeri Australia, yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *