Can You Hear Me?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 2 August 2015

Malam terasa sangat dingin, hujan telah turun dan membasahi bumi. Aku duduk di meja belajarku sembari mengingat kejadiaan yang tadi. Di mana di saat aku sedang menunggu jemputan di depan gerbang sekolah, tiba-tiba aku melihat orang yang aku cinta lagi berduan sama pacarnya di depan mataku. Aku segera menjauh.

Mataku perih. Hatiku sakit. Aku seperti orang bodoh. Mengapa cinta ini nggak adil! Aku memalingkan pandanganku ke arah lain. Tanpa sadar air mataku menetes membasahi pipi. Kuseka dan mengambil tisu di saku rokku.

Seminggu yang lalu, aku dengan achmad sangat akrab dan dia pernah bilang suka sama aku. Tapi tiba-tiba kehadiran Nabila, merubah segalanya. Nabila hadir membuat aku jadi tersingkirkan dan lambat-laun hubungan kami merenggang.
Aku hanya pasrah sampai suatu ketika, kami seperti nggak saling kenal. Sms nggak pernah lagi, nyapa jarang, dan aku tak bisa lagi membayangkannya.

“Aku harus melupakanya!” ujarku menyemangati diri sendiri.

Saat aku menoleh ke arah mereka berdua, nabilla udah pulang sama kakaknya. Tinggal achmad yang masih duduk di motornya, entah mau ngapain.
Dia mendekat ke arahku, tetapi sayang jemputanku datang, aku segera menaiki motor dan memandangnya dengan pasrah.
Apakah dia dapat merasakan sakitnya hatiku. Apakah dia dapat mendengar jeritan hatiku yang terus menginginkanya.
Aku terdiam dan air mataku keluar lagi. Aku tak tahu apa yang lebih buruk lagi dengan kenyataan ini?

Padahal aku dulu berharap, bahwa dia jadi kekasihku. Tapi, itu hanya khayalanku.
Aku yang GR! selalu menanggapi perbuatanmu yang membuat jadi begini. Aku salah berpikir, kalau memang aku jadi pilihanya? kenapa dia nggak milih aku dari pertama. Padahal saat itu aku dekat sekali denganya. Mungkin kesalahanku yang tak bisa membuatmu lebih mencintaku. Aku harus tahu diri, aku harus melupakanya.

Sekitar jam 3 sore. Aku duduk di depan teras dengan membaca novel. Tiba-tiba aku mendengar suara motor yang knalpotnya bising banget. Aku melihat, ternyata itu achmad. Aku membuka pagar dan menuju ke arahnya.
“Ada apa yah?” tanyaku tak berani memandang matanya.
“kamu sekarang kok berubah yah Ran? kamu cuek sekarang!” jawab achmad.
Aku terdiam.

“kamu kenapa emangnya?” tanya nya lagi.
Aku tak dapat menahan tangis. Air mataku keluar dan aku sangat susah untuk menjelaskannya.
“kamu tahu! ini kesalahanku yang nggak bisa membuatmu cinta kepadaku!” jawabku.
Dengan sedih aku berlari dan terus saja menangis.
Aku segera masuk ke kamar dan menguncinya. Kurebahkan diri ke kasur dan memandang langit-langit rumah.
“mad, mungkiin ini hari terakhir kita bersama. Kurasa setelah ini kamu akan menjauh setelah kamu tahu semuanya”

Air mataku terus berjatuhan, mungkin ini yang terbaik, aku bisa mencurahkan semuanya. Aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu. Dan aku nggak menyangka secara kebetulan keluargaku seminggu lagi akan pindah ke luar kota.
Aku sadar aku nggak pantas berharap atau mencintai seseorang yang tak ada kepastian. Aku salah mengartikan cinta yang berlebihan, hingga aku lupa kepada Tuhan. Padahal Tuhan berkehendak. Aku dibutakan oleh cintanya.
Dengan kesadaran aku segera mengambil wudhu dan sholat. Semoga dengan aku mendekatkan diri kepada Tuhan, aku dapat dengan cepat menyelesaikannya dan membuat hatiku jadi terobati.

Cerpen Karangan: Imelda Desniarti
Facebook: Imelda Desniarti

Cerpen Can You Hear Me? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kecupan di Kamar Pengantin

Oleh:
Kutatap bayangan seseorang di cermin. Dia mengenakan kebaya putih, rambutnya disanggul dan berhias melati yang menjuntai di dada bagian kanannya, bibirnya merah bergincu, pipinya merona karena blush on dan

Anniversary di Surga

Oleh:
Sudah 3 bulan lebih Adit tidak masuk kuliah, dan selama itu pula ia tidak pernah sekalipun menghubungi pacarnya Dinda. Entah ke mana Adit selama 3 bulan ini. Adit seolah

5 Hari Untuk Rania

Oleh:
Sudah 5 tahun aku mengembara di negara yang sebesar ini untuk mengejar sebuah mimpi besar yang sangat aku impikan. Ingin sekali rasanya aku pulang, tapi mimpi yang memaksaku untuk

Mencari Jejak Masa Lalu

Oleh:
Tak terasa sudah tiga batang r*kok telah jatuh ke tanah, ditemani sunset aku tetap tak beranjak dari tempatku berdiri. Dengan lirih aku berucap kata “Tuhan… Maafkan aku”. Dan seketika

Jackpot

Oleh:
Tak terasa sudah 3 tahun setelah kepergiannya. Sudah 3 tahun pula aku menyimpan kesedihan ini. Sebuah kesedihan yang mempengaruhi hidupku. Kalau kata pepatah, sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Ya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

0 responses to “Can You Hear Me?”

  1. nand says:

    Tujuan ceritanya bagus, tapi terlalu banyak kata ‘aku’. Tp gw suka kok. Terus nulis cerpen ya !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *