Cinta Abadi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 1 January 2014

Pada suatu hari di suatu universitas terkenal di London, ada seorang murid baru. Dia bernama Mei. Dia adalah seorang perempuan yang pintar, baik hati, bergaul dengan siapa saja, dan juga menarik perhatian banyak laki-laki. Termasuk cowok terkece di universitas tersebut. Yaitu, Marschel.

Saat pertama kali masuk universitasnya, ia bertemu dengan Marschel. “Hai Mei!” sapa Marschel. “Hai! Oh iya, kelas jurusan kedokteran dimana ya?” tanya Mei. “Lu ambil jurusan kedokteran?! Lu bareng aja sama gua.. gua juga ambil jurusan kedokteran!” jawab Marschel. “Oh gitu, makasih ya!” jawab Mei.

Saat pulang sekolah, Mei dan Marschel selalu bersama. Bagaikan seorang sepasang kekasih yang tak dapat dipisahkan. Di rumah pun, Mei selalu memikirkan Marschel. Mukanya yang manis tak dapat dilupakan. Sampai-sampai Mei memimpikan Marschel. Di mimpi Mei.. “Mei!” sapa Marschel. “Ada apa?” tanya Mei. “Ke taman yuk!!” ajak Marschel. “Ya udah, tapi jangan lama-lama ya!” jawab Mei. Oh iya, gua boleh nanya sesuatu gak ke lu?” tanya Marschel. “Nanya apa??” jawab Mei. “Lu tuh udah punya pacar belum sih?” tanya Marschel. “Belum, gua tuh dipanggil sama temen-temen gua S.J” jawab Mei. “S.J apaan tuh?” tanya Marschel. “Sarjana Jomblo!” jawab Mei. “Haha, lu mau gak jadi pacar gua?” taya Marschel. “Gua mau! Gua mau!” teriak Mei keras. Tiba-tiba Mama Mei pun datang ke kamarnya. “Mei! Bangun! Bangun!” seru Mama Mei. “Hah? Ada apa?” tanya Mei. “Kamu ngigau lagi ya? Udah cepet mandi sana! Udah jam 8 nanti kamu telat lagi!” jawab Mama Mei. “Ma, ntar siapin buku-buku yang harus aku bawa ya!” kata Mei. “Iya” jawab mama Mei.

Setelah itu, sampailah Mei di universitasnya. Saat sampai di kelasnya, Mei tidak melihat keberadaannya Marschel. “Marschel mana ya? Tumben dia belum dateng? Biasanya dia udah dateng pagi-pagi?” tanya Mei dalam hatinya. Sampai jam terakhir kelasnya, Marschel tidak terlihat.

Akhirnya, pada saat pulang sekolah Mei bertemu dengan teman-temannya Marschel. “Kalian tau gak? Marschel kemana sih?” tanya Mei. “Lu gak tau? Marschel tadi pagi pingsan! Terus dia langsung dibawa ke rumah sakit sama temen-temen” jawab Milkha. “Emangnya Marschel sakit apa?” tanya Mei. “Dia sakit kanker!” jawab Mikho dengan sedih. “Hah?! Kalau gitu, anterin gua ke tempat Marschel dirawat!” seru Mei dengan sedih. “Iya. Kita juga pengen ke sana” jawab Louis. “Makasih ya.” jawab Mei. “Iya.. gak apa-apa kok.” jawab Harry.

Mereka pun sampai di rumah sakit tempat Marschel dirawat. “Ya Tuhan, aku mohon tolong sembuhkan penyakit yang diderita oleh Marschel.. supaya dia bisa kumpul bareng sama kita lagi.. aku gak rela kalau harus kehilangan dia.” Doa Mei dalam hatinya.

Perawat pun datang. “Ada yang bernama Mei?” tanya Perawat itu. “Saya sus..” jawab Mei. “Anda dipanggil oleh pasien. Dia ingin bertemu dengan anda.” jawab sang Perawat. “Terima kasih sus.” jawab Mei.

Lalu Mei pun bertemu dengan Marschel. “Hai Mei!” seru Marschel. “Hai! Lu kenapa gak cerita ke gua kalau lu punya penyakit kanker?!” tanya Mei. “Bukannya gua gak mau cerita ke lu. Tapi gua takut, gara-gara penyakit gue lu ngejauhin gua! Gua gak bisa jauh dari lo!” jawab Marschel. “Ya ampun, gua tuh gak bakal ngejauhin lu! Lu itu sahabat terbaik yang gua punya!” jawab Mei. “Makasih ya, lu udah mau jadi sahabat baik gua.” jawab Marschel. “iya” seru Mei.

Saking enaknya ngobrol, Mei sampai lupa waktu dan segera pulang ke rumahnya. “Marschel, gua pulang dulu ya! Besok kita ketemu lagi di kampus!” seru Mei. “Iya, hati-hati di jalan ya!” jawab Marschel. Lalu, Mei pun segera pulang ke rumahnya.

Seiring berjalannya waktu, mereka pun akan segera menyelesaikan kuliah mereka. Dua bulan sebelum wisuda, mereka telah menyiapkan segala sesuatu yang mereka perlukan. Setiap hari mereka selalu bersama-sama.

Saat mereka ingin memasuki ruang kelasnya, Marschel pingsan! Dan Marschel pun segera dibawa ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Marschel pun segera dibawa ke ruang ICU. Setelah beberapa jam, dokter pun keluar dan menyuruh orangtua Marschel untuk ke ruangan dokter. “Bu, maaf kanker yang diderita oleh Marschel sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Saya tidak yakin kalau Marschel dapat bertahan lama. Menurut perhitungan dokter umur Marschel hanya tinggal 3 bulan saja” seru dokter. “Dok, saya mohon! Tolong selamatkan anak saya!” jawab Ibunya Marschel.

Ibunya Marschel pun menceritakan apa yang dikatakan oleh dokter ke Marschel. Lalu, ibunya Marschel pun keluar. “Di sisa hidupku ini. Aku ingin agar Mei nemenin aku.” seru Marschel dalam hatinya. “Mei, lu mau gak jadi pacar gua?” tanya Marschel. “Iya, aku mau jadi pacar kamu.” jawab Mei. “Makasih ya, kamu udah mau jadi pacar aku.” seru Marschel. “Iya” jawab Mei.

Dua bulan pun berlalu. Dan akhirnya, mereka pun akan diwisuda. Di saat selesai acara wisuda, tiba-tiba Marschel pingsan dan segera di bawa ke rumah sakit. Dan mereka pun sampai di rumah sakit.

Beberapa lama kemudian, dokter pun keluar dan memanggil Mei agar masuk ke ruang rawatnya Marschel. “Mei, mungkin umur aku udah gak akan lama lagi. Kata dokter umur aku tinggal 1 bulan lagi.” kata Marschel sedih. Mei pun langsung menangis. “Aku gak rela kalau harus kehilangan kamu. Aku akan berusaha untuk nemuin obat kanker kamu” kata Mei sedih.

Waktu pun berlalu. Tiba-tiba Marschel menelpon Mei. “Mei, aku mau kamu dateng ke rumah aku sekarang.” kata Marschel. “iya, aku akan ke rumah kamu sekarang juga!” jawab Mei.

Lalu, Mei pun sampai di rumah Marschel. Ia pun segera pergi ke kamarnya Marschel. “Mei” kata Marschel. “Muka kamu kok pucet banget? Ayo kita ke rumah sakit!” seru Mei. “gak usah, mungkin, hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku. Aku udah gak kuat menahan rasa sakit dalam tubuhku ini. Aku mau nyanyiin satu lagu buat buat kamu,” kata Marschel. Lalu, Marschel pun menyanyikan lagu Summer Love. Dan ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Marschel pun segera dibawa ke rumah sakit. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Ternyata Marschel telah tiada. Dan Mei pun menangis. Ia berjanji dia akan berusaha menemukan obat kanker.

Satu tahun pun berlalu. Akhirnya, Mei menemukan obat kanker yang pernah diderita oleh Marschel. “Aku janji, aku akan menyembuhakan banyak orang dengan obat kanker ini” kata Mei dalam hatinya. “Dan semoga, cinta kita abadi walaupun kita terpisahkan oleh ruang dan waktu.

Cerpen Karangan: Dwi Putri
Facebook: Dwi Putri Natalia Simanullang

Cerpen Cinta Abadi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Firasat

Oleh:
Kriiingg!!!. Pukul 3 sore bel sekolah akhirnya berbunyi lebih indah. Aku membereskan buku matematikaku yang sangat tak berguna ke dalam ransel putihku. Semua teman-teman di dalam kelas sudah hampir

Tentang Pangeran Biola, Yoshi

Oleh:
Pertunjukan musik yang merupakan konser perdana Fai Chen Ho, laki-laki keturunan Kanada-Jepang itu telah berakhir. Orang-orang lebih mengenalnya Ryu, karena itulah nama panggungnya. Aku menunggunya di balik stage, untuk

Nafasmu Sakiti Jiwaku

Oleh:
Mendua bagaikan madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. Berkali aku mencecap rasa itu dari mulut para pria. Tentu sudah berkali-kali aku jatuh bangun dan terpuruk. Sekali

Tinggal Kenangan

Oleh:
Malam Minggu kali ini terasa sangat menyebalkan bagiku, betapa tidak? Aku yang sudah menunggu berhari-hari ingin sekali melepaskan rindu olehnya, kini telah sirna. Tadinya, Aku sempat gembira, karena selama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *