Cinta Bersemi Di Penghujung Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 11 January 2016

Pagi bersinar, tandanya sudah pagi. Aku harus bergegas untuk berangkat ke sekolah, kalau tidak aku akan terlambat. Aku bersekolah di sekolah nasdewschool, aku memang tidak mempunyai teman, satu pun tidak ada. Inilah aku dengan kemalangan hidup. Aku akan beranjak ke sekolah kalau tidak aku bisa terlambat dan dihukum, aku tidak ingin itu terjadi. Pagar hitam, yaa itulah sekolahku yang kata orang sangat elit, tapi padahal tak sesuai kenyataannya.

Brakk!!

“ups.. Sorry, jatuh ya.” seseorang yang sengaja menjahiliku.
“cupu si lemot lagi!” kata temannya. Huh! Aku benci orang-orang itu, sudah tidak tahan aku bersekolah di sini, tapi mau apalagi toh ya sebentar lagi aku lulus dan ada satu siswa yang aku sukai. Ya, sayangnya dia sangat cuek dan… bel berbunyi.
“oh tidak, sudah masuk jam sekolah aku harus ke kelas” ucapku. Aku berlari ke kelas agar aku tidak dimarahi oleh guru killer itu.

Istirahat. Iya, jam istirahat berbunyi dan aku selalu sendiri tak ada teman ataupun apalah itu. Duugg!! bola basket menghampiriku dan mengenai kepalaku dan….

Beberapa jam kemudian.
“Ouh! Aku dimana?” Tanyaku.
“Tenanglah, kau sudah di unit kesehatan” seorang yang membawaku ke tempat kesehatan, yaitu Rey orang yang aku sukai. Oh betapa senangnya aku.
“kau tidak apa-apa kan?” Tanyanya.
“e.. tidak apa apa, terima kasih sudah membawaku ke sini” jawabku.
“yaa.. Sama sama.” Oh betapa senangnya hatiku bisa berdua dengannya, andaikan saja waktu itu sangat lama pasti aku bisa merasakan itu.

Waktu malam, aku masih belum bisa melupakan waktu itu walaupun sekejap mata, hiks hiks.. Senangnya. Andai saja dia menyukaiku juga pasti… uaaah!!! Pagi pun datang. Aku tidak sabar untuk datang ke sekolah dan menemui Rey, uuh… Senangnya. Sampai di sekolah aku belum masuk gerbang sekolah aku sudah dihadang dengan wanita yang menjahiliku kemarin dan itu Angel dan teman temannya. Oh tidak aku harus bagaimana ini.

“Hey! Kau! Jangan sekali kali kamu mendekati Rey! karena dia hanya milikku seorang! PAHAM!” Ucapnya dengan keras.
“pa..paham” jawabku gugup. Huuh, kesal sekali! Apa aku tidak pantas mendapatkan seorang kekasih. Aku pergi ke taman sekolah dan aku menangis dan aku menggerutu.

“kenapa sih Tuhan, kau ciptakan aku hanya untuk mendapat perlakuan seperti ini. Apa aku tidak pantas di dunia ini Tuhan. Jawab Tuhan jika kau dengar aku..”
“Tidak ada manusia yang diciptakan Tuhannya hanya untuk kesengsaraan semata.” Aku terkejut, “apakah itu kau Tuhan menjawab semua perkataanku?” ucapku bodoh.
“Hey!” ucap seseorang. Hah! Rey, oh.. Ku kira… Kau.. Ee… Apa ini mimpi ya ampun astaga.
“Sedang apa kau di sini? apa kau selalu menggerutu seperti ini?” Tanyanya padaku.
“Tidak.. Aku hanya memikirkan saja mengapa hidupku berbeda itu saja” jawabku kaku.

“Ee.. e.. Aku ingin tanyakan hal sesuatu padamu, bolehkah?” Tanyaku.
“apa itu?” jawabnya.
“apakah kamu mempunyai rasa suka?” Ucapku. Dia tertawa kecil.
“kamu lucu ya, semua orang pasti punya Rein” jawabnya.
“E.. tapi maksudku apa kau sedang menyukai seseorang?” Sambarku, dia terdiam sekejap dan… “kriiing… kriing…” bel pulang sudah dibunyikan.
“ayo kita pulang” jawabnya mengalihkan pembicaraan. Sudahlah mungkin memang tidak pantas untukku.

Hampir 1 bulan aku tidak sekolah, karena aku ingin mengakhiri semuanya dan ternyata Tuhan mengabulkan doaku. (Bukan berarti aku bunuh diri loh). Sewaktu aku berjalan pulang dari supermaket aku melihat Rey dia sedang apa di sana, di tengah jalan seperti orang linglung.
Tiba-tiba.. Oh tidak… Mobil! Aku harus menyelamatkannya.

“Rey!” Teriakku kencang.
“Awaaas!!!”
“gubraaaak!!! jedderrr!!”
“Rein!!!” Teriaknya terkapar.

“Rein! Rein… Bangun rein.. Hey! Sadarlah… Rein….” Ucap Rey dengan air mata menetes di pipinya.
“Rey…” Jawabku dengan napas sesak. “Rein.. Kamu harus kuat Rein. Aku akan membawamu ke rumah sakit” ucapnya.
“tidak… Rey.. Tidak… Tuhan sudah memanggilku. Aku senang detik terakhirku kau ada di sisiku walau aku menyukaimu sudah lama dan mungkin kamu baru tahu” jawabku.

“Rein.. Aku juga menyukaimu.. tapi aku tidak pernah sadar bahwa orang yang selama ini menjadi bunga rahasiaku adalah kamu Rein..”Ucapnya. Senyum kecilku masih bisa ku suguhkan untuknya. “tapi.. aku tidak akan pernah bisa merasakan rasaku padamu lebih lama Rey, terima kasih atas segalanya”
“bhuaakks!!” darah ke luar dari mulutku dan… “Rein.. Rein.. Rein!! TIDAAAAK!! Rein….”
Napasku sudah berhenti berhembus. Indahnya mempunyai cinta di penghujung waktu. Tapi sakit tidak bisa merasakan perasaan itu lebih lama.

– Cara Tuhan mempertemukanku padanya, hanya untuk saling mengenal bukan sebagai seorang kekasih. Ternyata, tidak semua kesedihan akan berakhir bahagia. Dan ingat sebelum kau tahu dia yang terbaik untukmu belum tentu itu yang terbaik. –

Cerpen Karangan: Tri Lestari
Facebook: Tri Lestari
Hai, aku Tri aku skolah di SMPN 19 Bekasi. Oh ya ceritaku seru gak? Kalau gak, aku sedih dong 🙁 Senang salam kenal untuk kalian yang sedang baca ini yaa.

Cerpen Cinta Bersemi Di Penghujung Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebongkah Luka

Oleh:
Rasa itu menggelepar, merasuki setiap angan dan mimpinya. Ada pelangi yang terbias di matanya. Warna yang mungkin mampu menciptakan butiran-butiran embun di kala fajar. Hingga di setiap dekapan khayalnya

Senja Di Atas Bukit

Oleh:
Ku tebus malam dalam dingin yang menggigit pori-pori kulit. Ku kayuh langkah kaki yang kian menyusut oleh lelah yang tak terungkap. Seiring menghapus deru jejak yang memaksa diri merindukan

Senja Terakhir

Oleh:
Di sini. Di tempat ini kisah pedih itu berakhir. Tak banyak yang berubah. Masih sama seperti empat tahun lalu. Saat dia memutuskan hubungan di antara kami. Ya, hari itu

Berbeda Arah

Oleh:
Cahaya lampu taman berpijar menyinari rintik air hujan yang turun ke bumi. Endru bersama kekasihnya Aisyah terus berciuman di atas motor Ninja. Sementara cahaya kilat yang kian menerpa bumi

Seribu Pena Saat Ia Damai

Oleh:
Udara pagi ini benar benar menusuk tiap langkah yang melewati pundi pundi keheningan. Cahya mulai mengintip dibalik aurora jingga. Satu dua kicau burung melengkapi pagi ini. Dan cahya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *