Cinta itu adalah CINTA

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 8 August 2015

Pagi itu cukup cerah, nyanyian burung-burung kecil di sekitar pohon asam yang berada di belakang rumahku menambah indahnya suasana pagi itu.
Sambil cengar-cengir Erick sahabatku turun dari motornya dan menghampiriku.
“hey bro, udah siap nih? Mumpung masih pagi, berangkat sekarang aja yuuuk!” kata Erick.
“Okey, dari tadi aku juga nungguin kamu krempeng (kurus).” Sambil ketawa-ketiwi kami pun meninggalkan halaman rumah.

Saat itu Erick mengajak aku berkunjung ke rumah kekasihnya yang berada di pinggiran kota. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang akhirnya kami tiba di rumah Dina kekasih Erick.
Kami pun disambut oleh Dina dengan ramah dan dipersilahkan masuk ke dalam ruang tamu.

“Wow manis juga pacarnya Erick ini” gumamku dalam hati.

Tidak lama kemudian ada sosok wanita lain yang datang, wanita itu masuk tanpa banyak basa-basi, pokoknya kesannya cuek, jutek, sombong, angkuh dan sebagainya deh hehehe. Akhirnya Dina memperkenalkan wanita itu kepada kami, namanya Frida, dia adalah kakak kelas Dina dan juga sahabat nya.

Jujur saja walaupun attitudenya kurang menyenangkan aku merasa tertarik pada sosok Frida ini, hmmm.. entahlah dari segi apanya yang buat aku tertarik. Padahal kalau dilihat dari fisiknya dia biasa saja, tapi, ya aku susah menjelaskannya, hatiku sangat bersimpati padanya.

Setelah melewati seharian bersama Dina dan Frida akhirnya kami pun pamit untuk pulang. Sejak saat itu aku selalu memikirkan Frida, apalagi aku sempat membonceng Frida untuk mengantarnya pulang. Melalui Dina dan Erick aku berupaya mendekati Frida. Akhirnya kesabaranku berbuah manis, ternyata dia juga menaruh perhatian kepadaku. Kami pun akhirnya berpacaran, ternyata kami banyak memiliki persamaan sehingga kami tidak kaku dalam menjalin hubungan itu. Kami semakin akrab, dekat dan rasanya tidak ingin berpisah satu dengan lainnya.

Tidak terasa setahun sudah kami menjalin asmara, banyak cerita, suka dan duka yang kami lalui bersama dan semua itu semakin membuat kuat ikatan cinta kami. Kami tidak menyadari bahwa sebenarnya ada sebuah penghalang yang sangat besar berada di tengah-tengah kami, kami hanya terbuai oleh indahnya kebersamaan dan kasih sayang yang tulus diantara kami.

Tidak lama berselang aku mendapatkan pekerjaan di luar pulau sehingga waktu dan pertemuan kami terbatas. Satu tahun lamanya kami menjalani hubungan jarak jauh. Aku hanya bisa menemuinya satu atau dua kali dalam sebulan, walaupun nyesek tapi harus aku jalani semuanya untuk masa depan.

“Kring!! Kring! Kring!” Teriakan ponsel membangunkanku.
“Halo..” aku menjawab telpon.
“yank.. ini aku” terdengar suara wanita di seberang sana dengan suara disertai isak tangis.
“Hey kamu kenapa? Ada masalah apa?” tanyaku penasaran.
“Ma-maafkan aku. Maaf..” Telpon terputus, aku jadi bingung dan kalut, ada apa dengannya?

Kucoba menghubunginya, akhirnya dia mengangkat telpon dan aku meminta penjelasan kenapa dia menangis dan meminta maaf. Dengan suara sumbang dan parau ia mengatakan, “aku telah dilamar, dan kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Maafkan aku”

Seketika tubuhku bergetar, lemas dan seolah aku tidak bernyawa lagi. Aku tidak mampu berkata-kata, aku hanya bisa meneteskan air mata, sambil memandangi fotonya. Perasaan sedih, kecewa, benci dan hancur itulah yang aku rasakan saat itu. Namun diantara semua rasa itu, rasa CINTAKU lebih besar dan mengalahkan segalanya. Ya, aku masih sangat mengasihi, menyayangi dan mencintainya.

Cinta itu lemah lembut
Cinta itu penuh kasih
Cinta itu rela berkorban
Cinta itu berani
Cinta itu penuh kedamaian
CINTA itu adalah CINTA

Cerpen Karangan: Boma
Facebook: Boma

Cerpen Cinta itu adalah CINTA merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehampaan

Oleh:
Yang aku tahu, malam ini seperti tak punya nafas. Tak ada angin yang meliukkan tubuhnya. Pohon-pohon diam. Tak terdengar desah dedauan. Gunung-gunung membisu. Demikian juga rerumputan yang ada di

Terputus

Oleh:
Mengahabiskan waktu dengan hari-hari yang indah itu memang impian semua orang tanpa ada yang membuat sesuatu hal itu menjadi sedia kala, keseharian kita yang mungkin akan menjadi sangat menjengkelkan.

November Rain And Anonim

Oleh:
Sebelum muncul di langit yang cerah, matahari terbit sudah ku dahului. Aku sudah menunggu di halte, selalu masih pagi-pagi buta, menunggu bus datang, sebagai alat transportasiku menuju sekolah. Ku

Ilusiku

Oleh:
Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran orang lain yang selalu menatapku sinis seakan aku hanyalah virus cilik yang bisa mengancam nyawa mereka sewaktu-waktu. Padahal, aku hanyalah gadis biasa-lebih tepatnya

A Little Story About Love

Oleh:
Cinta pertama. Cinta pertama adalah secuil kisah yang pernah terjadi di hidupku. Ada senang, sedih, kecewa—semua bercampur menjadi satu. Hal yang paling kuingat adalah kisah manisku dengan dirinya, satu-satunya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *