Cinta Karin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 4 September 2013

Cinta bukan sekedar hasrat ingin memiliki kecantikan nya atau apapun yang dimilikinya dalam bentuk sempurna. Cinta berawal dari hati yang keluar tanpa sadar telah menyentuh sisi terbaik dalam menyampaikan hasrat yang indah, kagum akan apa yang dilakukannya, ya, itu cinta..

Berawal dari rumput tinggi yang tanpa sadar menununjukan keseriusan dan keuletan seorang wanita cantik dengan pribadi tertutup, pendiam, juga dengan kekurangannya.
Ya.. Tuhan menempatkan apa yang pantas ditempatkan nya.

Seorang gadis dengan penyakit kanker yang sudah lama diderita nya, terus berjalan sendiri karena kedua orang tuanya telah tiada.
Ibu nya telah meninggal karena penyakit yang sama, sedangkan sang ayah meningggalkannya karena bertemu dengan mantan kekasihnya saat masih SMA dulu. Karin bertemu denga farit, seorang seniman pelukis pasir yang berahlak baik.

Karina martaniata, sebut saja karin. Iya datang dari keluarga yang susah dan saat ibunya mneniggal ayahnya pergi karena tidak tahan dengan kebutuhan hidup yang terus menghimpit sementara karin tetap tegar dan masih saja memaafkan kesalahan ayahnya.

Karin bekerja di sebuah toko bunga milik ayah dari teman nya saat masih SMA dulu, dani namanya.
Ia beruntung karena masih memliki teman yang sangat baik padanya yang tanpa disadari menyimpan perasaan kepada karin. Sudah lama dani menyimpan perasaan cinta kepada karin, iya tidak berani mengungkapkan karena takut karin malah semakin menjauh darinya. Dani tidak ingin karin pergi karena pekerjaan nya yang telah membiayai nya kuliah kedokteran yang sebentar lagi akan menyelesaikan skripisi nya membuat mimpinya gagal.

Hari minggu yang cerah dia tetap saja bekerja, karena yang ada di pikirannya cuma bekerja dan cepat menyelesaikan kuliahnya.
Tuhan telah mengatur semuanya untuk karin, di tengah pekerjaannya, ada seorang laki laki tampan dan seorang seniman pelukis pasir datang untuk membeli bunga buat ibunya yang berulang tahun.

“aku farit” sambil menadahkan tangannya bermaksud ingin berkenalan.
Siapa pun akan langsung jatuh cinta pada kecantikan karin, bukan cuma cantik dia juga baik hati dan seorang pekerja keras.
“aku karin, karina martaniata. Mau beli bunga apa?”
Farit “bunga mawar buat ibu ku yang berulang tahun, kamu bisa bantu?”
Tersenyum dan berkata “itu sudah tugas ku”
Farit semakin menyimpan rasa karena keramahan karin yang telah membuatnya takjub.

Keesokan nya farit datang lagi, tapi dengan tujuan berbeda.
“hai karin” sedikit senyum yang keluar karena geregetan.
“hai, mau beli bunga lagi?”
“tidak, aku..” farit semakin gugup
“ya..? Kenapa?” kepolosan karin menjawab
“aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”
Wajar karin terdiam sambil menatap farit, karena selama ini tidak ada yang berani mengajaknya berjalan jalan, apalagi yang baru dikenalnya.
“kamu yakin?” karin menanyakan keseriusannya
“apa wajah saya mulai memperlihatkan kebohongan?” mulai sedikit yakin
“aku masih bekerja” karin mulai meyakininya
Dengan lantang farit berkata
“aku akan menunggu mu sampai selesai”

Jelas saja, sampai ahirnya pukul 21:00 karin selesai bekerja dan dilihatnya farit sedang tidur pulas di sebuah sofa di dalam toko bunga itu.
Karin bertanya “apa masih yakin mengajak ku keluar?”
Farit tersentak “yakin yakin, apa kamu sudah selesai?”
Karin dengan senyumnya “ayo”
Mereka berjalan ke sebuah tempat duduk di taman dekat toko bunga itu.
Farit memulai percakapan “kamu tinggal dimana?”
Karin menjawab “dekat sini kok”
“dengan orang tua?”
Karin terdiam sejenak
“ibuku sudah meniggal karena kanker, ayahku meninggalkan ku dan pergi dengan mantan kekasihnya. Jadi bisa kamu bayangkan aku tinggal dengan siapa kan?” sambil terseyum
“maaf”
Lagi lagi tersenyum “tidak apa apa”
Mereka berdua terdiam hingga akhirnya farit mengantarkan karin pulang

Suara burung berkicau di langit jogja yang sedang bersinar. Farit datang tanpa bertanya dan menunggu di sofa sambil tersenyum berkata pada karin
“aku akan menuggu mu sampai selesai bekerja”
Karin hanya tersenyum
Setelah sekian lama mereka berjalan, tertawa, bercanda. Semua sampai di titiknya, karin mengatakan kepada farit tentang penyakitnya dan umurnya tidak lama lagi.
Farit semakin ingin memiliki karin,
“kamu mau jadi pacar saya?” farit dengan keyakinan penuh
“aku gak tau kamu mengatakan itu apa karena kasihan atau kamu memang benar benar menyayangi ku”
Farit semakin berani
“aku mencintaimu, sungguh bukan karena penyakitmu, tapi karena aku betul betul ingin menjaga malaikat yang dikirim kan tuhan untuk ku”
Karin tersenyum
“apapun itu, jangan pernah menyesal dengan apa yang kamu ucapkan ya”
Karin dengan senyuman
Sementara beberapa hari, farit tidak datang ke toko bunga, karin mulai sedih dan menyadari bahwa farit menyesal dan ingin meninggalkanya

Farit dengan kesibukannya karena ingin memberikan kejutan buat karin sengaja tidak menghubungi karin.
Dia membuat pagelaran pertunjukan dengan lukisan pasirnya yang menceritakan tentang hidup mereka dan telah bekerja sama engan banyak EO di jogja.

Seminggu sudah, farit datang pas pukul 21:00 dan langsung menjemput karin di toko bunga
“kamu kemana? Apa kamu malu”
Farit terdiam dan tetap menggandeng karin berjalan ke sebuah tempat yaitu pagelaran lukisan pasirnya.
“kamu duduk disini ya, lihat dan jangan pergi sebelum aku menjemputmu”
Karin hanya tersenyum
“hingga ahirnya pagelaran itu selesai, farit datang dan menggandeng karin ke tengah pentas tempat lukisan pasir itu.
Farit berkata di depan para tamu
“pagelaran ini saya persembahkan untuk wanita teristimewa di hidup saya, dia adalah pacar dan sekaligus calon istri saya”
Para tamu tepuk tangan dengan meriah dengan gembira

Ahirnya mereka menikah, tapi 2 tahun berjalan nampaknya kenker yang diderita karin mulai tidak suka dengan senyuman karin.
Tuhan mengambil nyawa karin

Farit sudah tau bahwa tubuh karin sudah tidak berdaya, di tengah taman mereka duduk berdua, karin tidur di paha farit.
“farit jika nanti aku pergi, aku cuma ingin satu, kamu ingat aku. Tapi jangan pernah menangisi ku lebih dari dua hari”
Farit tersenyum sambil menteskan air mata
Hinggga ahirnya karin pergi, farit tetap menepati janji.
Farit tetap mengingat karin tapi tidak menagisi kepergiannya lebih dari dua hari.

Selesai

Cerpen Karangan: Muhammad Fatur Rizky
Blog: http://storejasa.blogspot.com
Facebook: https://www.facebook.com/faturtakwalagigaul

twitter :https://twitter.com/faturrizky7
+goggle :+fatur rizky
email :rizkytakwa[-at-]rocketmail.com

Cerpen Cinta Karin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Rasa

Oleh:
Aku menarik tubuhku lebih dekat lagi ke dalam dekapannya yang hangat. Semua ini cukup membuatku bahagia. Bisa merasakan tubuh Nathan yang hangat saat ia memelukku erat. Semuanya sempurna malam

Hati Yang Tersakiti

Oleh:
Pada suatu malam yang indah sama halnya dengan hatiku yang juga lagi indah, aku berkenalan dengan seorang pria tampan, pria itu adalah teman dari pacar temanku. Seorang pria yang

You Are My Destiny (Part 1)

Oleh:
Sonia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Ia menghirup nafas panjang dengan lega. Kuliah semester ini telah berakhir dengan IP yang memuaskan. Ia menyambut liburan dengan penuh suka cita.

Rembulan pun Menangis (Part 2)

Oleh:
“Ayolah Pak beritahu aku dimana Suster Mawar sekarang?” “Sudah kubilang aku tidak tau. Aku ini bukan ayahnya tau! Tanya saja pada rumput yang bergoyang.” Jawab sang Satpam. “Hhh.. Eh,

Bukan Untukku (Part 1)

Oleh:
Seperti kebiasaanku setiap minggu. Aku selalu meluangkan waktuku di sini. Aku duduk dengan membawa serangkaian bunga untuk kekasihku. Kubelai nisannya, bahkan sering kukecup nisannya di sini. Aku sangat menyayanginya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *