Cinta Monyet Yang Berakhir Tragis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 June 2018

Saat pagi hari yang terang benderang tidak ada tanda-tanda hujan sekalipun, seorang anak kecil kelas 3 bernama Claudya berangkat sekolah, sebelum sarapan dia berucap kepada ibunya, “Ibu, nanti sepulang sekolah kita mampir ke Toko buku langganan ya bu…” ucap claudya. Ibunya yang sedari diam lalu menjawab “Claudya kamu perginya bersama Rayyan dan Randy ya. Soalnya ibu dan ayah mau pergi karena ada urusan dan ibu sudah menitipkan kamu sama Rayyan dan Randy.” jawab ibunya, lalu Claudya menjawab dengan singkat “ya sudah bu”. Lalu Claudya berangkat sekolah menggunakan taksi online yang sudah ibunya pesan.

Ketika sampai di sekolah, Aisyah, Ranny, Halimah, dan Annysha menunggunya di depan gerbang sekolah, mereka adalah sahabat baik Claudya. Saat mereka saling sapa Rayyan yang sudah lama menaruh hati pada Claudya menyapa dengan baik, “Hai Claudya” ujar Rayyan. Lalu claudya menjawab dengan kata yang halus lembut “Hai juga Rayyan, Rayyan di mana Randy?”. Rayyan langsung saja pergi ketika Claudya menanyakan Randy, sahabat karibnya. “Mengapa Rayyan pergi?” ujar Ranny, lalu Claudya menjawab “Ooh jadi kamu belum tahu ya ran?”, “belum” jawab ranny. Lalu Claudya menjawab “Jadi begini sejak seminggu ini Randy dan Rayyan suka sama aku dan mereka bertengkar ingin merebutkan aku.” ujar Claudya dan Annysha bertanya “Nah kalau begitu kamu lebih suka sama siapa?”. Claudya hanya terdiam sambil mengucapkan dengan singkat “Ayo kita ke kelas nanti bu Amanah datang”, “AYO” jawab 4 temannya. Di kelas Claudya adalah anak yang paling pintar.

Kriing!!!, Bunyi bel sekolah yang menandakan siswa dan siswi harus pulang. Ketika Claudya keluar kelas Randy dan Rayyan datang mengagetkan cewek cantik itu. “Dor!!!, Kagetkan” ujar mereka berdua yang sudah berbaikan. “Iih kaget tau, pasti kalian mau mengantar aku ya ke toko buku?”, “Iya”.

Mereka berjalan menyusuri jalan ke toko buku. Saat di jalan mereka bertiga saling bercakap-cakap, “Eh Claudya kamu sebenarnya suka sama aku atau randy?”, “Ih masih kecil udah suka-sukaan sama cewek”, “Idih emang napa sih, Rayyan aja boleh kok aku nggak?”, “Siapa bilang kamu gak boleh rayyan boleh kalian berdua yang gak boleh tahu!!!”, “ya Claudya cantik” ujar Rayyan.

Lalu mereka sampai di Toko Buku Anugrah, mereka membeli Novel Hafalan Surah Delisa. Mereka pulang ke rumah Claudya karena ibu Fatimah dan ibu Catryna menitipkan anak mereka yaitu Rayyan dan Randy ke Claudya karena ada rapat di sekolah adik mereka.

“Randy!!!” teriak Rayyan, “Apa sih Rayyan”, “Kamu jangan pulang sendiri nanti, tadi disuruh ibuku pulang bareng”, “IYA”, “Ehemmm, udah baikan ni yeee 2R” ujar Claudya, “Hehehe iya claud” ujar mereka. Lalu mereka bermain bersama.

Teng, Teng, Teng Bunyi jam digital Claudya menunjukkan pukul 12.00 WIB. “Kita pulang dulu ya claud” ujar Rayyan dan Randy, “Iya, sonoh pulang ntar dicariin ibu kalian” jawab Claudya sambil dia mengantar 2R (Rayyan dan Randy) ke rumah nya.

Saat di jalan mereka tidak melihat jalan dan dia tidak menyadari ada mobil sedan mewah berjalan kencang dan “BRAAK” mereka bertiga kehilangan banyak darah saat tertabrak mobil itu. Mereka dibawa ke RS Terdekat dan saat Claudya, Rayyan, Randy siuman mereka terlihat lemas dan Randy mengucapkan 5 kata saja yaitu “Claudya, Aku mencintaimu, terima kasih” dan Randy menghembuskan napas terakhir, “Randyyyyy!!!” teriak Rayyan dan claudya.

Lalu Rayyan dan claudya bercakap-cakap untuk yang terakhir kalinya “Claudya, terima kasih atas persahabatan kita dan aku mencintaimu, terima kasih”, “iya, sama-sama Rayyan” ucap Claudya dan tuut, tuut akhirnya mereka bertiga meninggal dunia dan tidur untuk selamanya. Mereka dimakamkan bersampingan batu nisan bertuliskan Claudya binti Ahmad, Rayyan bin Ismail, Randy bin Roy.
Mereka bahagia di alam sana.

Terima Kasih

Salam Fiksi

Cerpen Karangan: Bianda Ramadhina Prasha
Blog / Facebook: Bianda08 Zirah11
Hai, aku Bianda Ramadhina Prasha aku kelas 4 mau naik kelas 5 aku baru pertama buat cerpen dan maaf kalau cerpennya kacau ya
Makasih.

Cerpen Cinta Monyet Yang Berakhir Tragis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodoh Tak Kemana

Oleh:
Tak lekang oleh waktu, hari pun berlalu. Tak ku sangka juga tak ku duga, ternyata aku sudah remaja. Umurku sudah 15 tahun. Rasanya baru kemarin ku ditimang-timang, ku dimanja-manja,

Takdir Cinta Indah

Oleh:
Suasana kampung begitu tenang ketika mentari telah berlabuh di peraduannya. Angin malam selalu membawa kerinduan masa lalu serta cahaya purnama yang selalu tampak gagah di antara bintang-bintang. Aku selalu

Cinta Dalam Hati Okta

Oleh:
Hari ini, hari pertama Lian sekolah di Jogja. Untuk melanjutkan sekolahnya saat di Jakarta. Dia pindah ke Jogja untuk melanjutkan ke kelas 2 SMA. Lian sempat dikeluarkan dari sekolahnya

Tak Sempat Terbalas

Oleh:
Kala muncul banyak pertanyaan ‘apa cinta sejati itu ada?’. Tak semua orang merasakan apa itu cinta sejati. Salah satunya adalah Kinar, siswa kelas 3 SMA itu juga mempertanyakannya. Saat

Goyah

Oleh:
Sakittt! Itulah rasa yang menghiasi jiwaku saat ini. “Aku tahu ini berat, sangat berat malah, namun kita juga tidak bisa egois karena cinta, mungkin aku harus pergi saat ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *