Cinta Musim Dingin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 13 June 2014

Pagi itu aku terbangun, aku berjalan ke arah jendela, selangkah, dua langkah, dan
“PRAKkk” aku pun segera mempercepat langkahku, kubuka tirai berwarna silver itu. Ku lihat Pria tinggi, berkulit Asia, dan berparas tampan. Berjalan ke arah ku, mendekat, dekat, dan makin dekat, darahku seperti berhenti mengalir seketika. Hingga akhirnya ia berada tepat di depanku! kami hanya berbataskan jendela setengah badan. Mata elangnya membawaku mengarungi angkasa sampai langit ke-7, seketika aku terengah, ia senyum kepadaku dan semuanya buyar, lalu ia membungkukkan badannya dan kembali berdiri sambil menembongkan bola kastinya dan tersenyum kecil lalu berlari ke arah orang-orang yang mungkin dari tadi sudah menunggunya. Aku bingung sembari mengangkat alisku seakan tidak percaya, aku pun memalingkan tubuhku sembari menutup tirai tersebut dengan sedikit hentakan. Aku bergumam
“hemmm Aku kira, Pria itu ingin berkenalan dengan ku”
ya ya karena Aku orang baru disitu, kukira banyak orang yang ingin berkenalan denganku!
Segera aku melupakan kejadian itu, dan bergegas pergi ke supermarket untuk membeli banyak makanan dan keperluan-keperluan pribadiku. Maklum, besok hari pertamaku kuliah di Negeri Gingseng itu.

Sebelum ke supermarket aku jalan-jalan keliling kota Seol, sesudah puas, aku pun menyelesaikan niat utamaku! Ya! ke super market. Setelah selesai dan berada di pintu exit, aku melihat sebuah festival makanan, segera aku mendatanginya kalau soal makanan bisa dibilang aku tau semua jenis makanan di dunia, hahaha! setelah aku masuk aku melihat ratusan makanan dan sepertinya hanya aku yang perpakaian semraut sore itu! ternyata setelah aku mengisi daftar tamu, itu festival makanan untuk orang-orang penyuka musik salsa, yaya irama dari Amerika Latin yang beredar pada tahun 1940 dan 1970 itu, sedang agak marak di Seol. Walaupun dibuka untuk umum, tapi tetap saja semua orang yang datang berpakaian bak penari salsa, Aku pun tetap percaya diri walaupun beberapa orang melirik ku dengan aneh! Tak lama berselang, acara kedua dimulai, para tamu segera mengambil posisi untuk menari. Aku hanya duduk dan menikmati segelas aguardiente atau brandy yang terbuat dari sari tebu, beberapa saat kemudian saat aku berbalik ingin mengambil minum… dan…
“PRAkKkk” dengan refleks aku segera membersihkan gelas yang pecah, dan dengan sedikit rasa kaget! seseorang memegang pundak ku, ternyata aku baru tersadar bahwa aku telah menabrak seseorang.
“Maaf aku tidak melihat mu, maaf sekali lagi” hanya menundukan kepala
Sedikit aneh, orang itu tidak bicara sepatah kata pun, mungkin dia hanya tersenyum! Entahlah, yang jelas setelah selesai…
Betapa terkejutnya aku melihat pria di depanku, adalah pria tinggi itu…
“kamu!”
ia hanya tersenyum dingin sama seperti sebelumnya, lalu pada saat ia ingin menggerakkan mulutnya, ada beberapa pemuda memanggilnya.
“Suk!”
Yaaa kurasa itu namanya ‘Suk!’ ia segera menutup mulutnya dan memamerkan senyum dinginnya dan pergi, aku pun berusaha bertanya saat ia sudah setengah jalan.
“apa kita akan bertemu lagi?”
ia menghentikan langkahnya dan berpaling ke arahku, mulutnya menggerakkan kata ‘Okay!’ sepertinya begitu! Dengan sigap, etah kenapa aku mengikutinya. Kutinggalkan semua belanjaan ku dan pergi.

Setelah melewati beberapa blok di kota, mereka berhenti dengan mobil mewahnya di lapangan basket yang gelap dan sepi sekali, aku hanya melihat dari jauh, tepatnya di bawah pohon sakura, ya ya sepertinya lapangan basket itu adalah taman kota… makanya banyak pohon-pohon yang indah termaksud sakura yang saat itu tertutupi salju.

Permainan dimulai beberapa saat kemudian, permaian selesai dengan score 15-9 ternyata Suk kalah. Dan anak-anak itu bersama para gadis nakalnya mengerumuni Suk, entah apa yang mereka lakukan yang jelas aku melihat sesekali Suk terjatuh. Saat itu aku tidak memakai kaca mata, makanya tidak jelas.
“apa jangan-jangan Suk kalah taruhan dan dipukuli? Tapi kenapa ia tidak berteriak bak orang dipukuli? Hemmm ternyata gengsinya setinggi itu!”
Entahlah! Yang jelas ketika anak-anak itu pergi dengan Lamborghini aventador dan Ferrari California mereka, Suk sedang terbaring kesakitan memegang perutnya. Setelah keadaan aman, Aku segera berlari menghampiri Suk.
“Suk! Apa yang terjadi?” sembari membawanya ke bangku taman
Keadaannya parah, ia lebam dan mengeluarkan banyak darah, Aku segera mengeluarkan kotak p3k kecilku, dan mengobatinya.

Setelah selesai…
“astaga, Suk! Apa yang mereka lakukan pada mu? Tapi benarkan itu nama mu?”
Ia menganggukan kepalanya dengan kondisi lemah. Kami pun pergi ke mobilnya dan Aku mengemudikannya dengan gugup.
“WOW! Rolls Royce, benarkah Aku mengemudikannya? Lagu sekarang kita mau kemana? Ku antar ke rumah mu ya!”
Ia menggelengkan kepalanya sembari memegang luka lebam di sisi mulutnya.
“baiklah kalau ke apartemen ku bagaimana?”
Ia menganggukkan kepalanya, kutambah kecepatan mobil mewah itu, aku bergumam dalam hati
‘mungkin dia anak konglomerat, makannya sangat sombong hingga tak terbiasa menjawab pertanyaan dari orang lain, atau ia sedang merasa kesakitan?’ entahlah yang jelas ia tak pernah menjawab… mungkin ia sedang menahan rasa sakit!

Sesampainya di apartemen.
Aku membaringkannya ke tempat tidur dan mengompresnya, setelah ia kelihatan agak membaik Aku penasaran dan bertanya.
“sebenarnya kau ini kenapa? Siapa nama mu? Dan kenapa mereka memukuli mu? Dan aku tidak mendengar kau berteriak, tapi kau kesakitan kenapa gengsimu tinggi sekali!”
dengan nada tinggi, karena ia tak pernah menjawab pertanyaan ku dan hanya senyum atau menganggukan kepalanya. Lalu ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu, lalu memperlihatkannya pada ku.
“namaku Jang Gen Suk, aku kalah taruhan jadi mereka bisa menyiksaku sepuasnya, kenapa aku tidak berteriak? Tentu saja karena aku tunawicara!”
Setelah membaca kalimat yang ada di ponselnya Aku menutup mulutku dan tidak percaya! Aku merasa bersalah sudah membentaknya.
“maafkan Aku bertanya seperti itu padamu! Sungguh Aku tidak tahu”
Ia kembali mengetik jawaban di ponselnya
“ya, tidak apa-apa terimakasih ya telah membantuku! Haha ternyata aku berkenalan dengan seorang penguntit ya!”
“haha iya sama-sama, lagi pula ada untungnya juga kan? Aku menguntitmu?”
“yaya, oya btw kamu orang baru ya? Siapa nama mu? Kamu dari mana?”
“aku Hani, dari Indonesia”
“ohhh lalu kamu mau apa ke korea?”
“aku mau kuliah disini”
“ohhh, oya boleh aku menginap disini semalaaaam saja!”
“tentu! Kalau begitu selamat tidur ya!”
Ia tersenyum, segera aku mematikan lampu dan tidur di ruang belajarku. Tak kusangka pria yang terlihat dingin itu sangat ramah.

Pagi pun tiba, Aku segera bersiap memasuki hari pertamaku kuliah. Aku membuat sarapan dan membangunkan Suk.
“Suk, ayo bangun kau harus pergi karena Aku ingin berangkat kuliah”
Ia mengangkat ibu jarinya, kami pun sarapan bersama, setelah beres kami meninggalkan apartemen dan ia mengantarku ke kampus. Sesampainya di kampus, ia menarik tanganku dan mengetik sesuatu…
“aku juga kuliah disini!”
“O ya, kamu gak masuk hari ini?”
Ia mennggelengkan kepalanya
“okay terimakasihnya, sampai jumpa!”
Untuk kedua kalinya ia menarik tanganku,
“tunggu, tolong tuliskan no telp mu!” sembari menyodorkan ponselnya
Aku pun keluar dari mobil, dan mulai menjalani sesuatu yang akan menjadi rutinitasku!

Jam kuliah telah selesai, seakan hafal dengan jam pulang, ada sms yang sampai.
“pasti dari Suk!”
Ya ternyata tidak meleset…
“hay, aku Suk! Hani, nanti sore aku jemput kau ya! Kita ke wahana ski, Pasti kau sudah selesai perkenalan kan? Bagaimana hari pertamamu?”
“baiklah, menyenangkan sekali! Terimakasih”

Sore pun tiba, hari itu salju tidak begitu tebal! Sepertinya menyenangkan bermain ski di wahana terbuka! aku segera bersiap-siap, tak lama kemudian sebuah klakson mobil terdengar… aku pun masuk ke mobil.
Sesampai di tempat tujuan, kami segera meluncur, rasanya indah sekali, ‘Tuhan, apa aku menyukai pria dingin ini?’
Selesai bermain, Suk membeli kopi panas untuk kami, di bawah pohon sakura… kami duduk.
“terimakasih, o ya Suk, kamu ambil mata kuliah apa?”
“kedokteran, tapi ayahku melarangnya jadi terkadang aku melewatkannya untuk mengikuti mata kuliah hukum sesuai keinginan ayahku!”
“benarkah? Trus besok kau bisa kuliah?”
“sepertinya bisa”
Setelah puas jalan-jalan, kami segera pulang ke rumah masing-masing.

Tak terasa kami sudah 19 hari berteman, dan pada suatu hari di kampus, Suk tidak masuk. Mungkin ia kuliah hukum, tapi seminggu kemudian… ia tak pernah masuk lagi, lalu aku menerima kabar bahwa ia pergi ke Amsterdam. Tapi untuk apa? Selama itu kami tidak pernah berkomunikasi, lalu aku memutuskan untuk pergi ke lokasi perumahan elit di Seol. Sesampainya, aku bertemu pelayan peribadinya
“permisi, saya Hani. kalau boleh tau, kenapa Suk ke Amsterdam?”
“maaf nona, tapi tuan Suk memerintahkan saya untuk merahasiakan hal ini kepada nona, permisi nona!”
“tunggu! Aku mohon, aku akan tanggung jika Suk marah kepada mu”
Setelah susah payah membujuknya, akhirnya nona Hye mau buka suara.
“beliau pergi ke Amsterdam, untuk melakukan operasi pita suara dan sepertinya proses penyembuhannya berlangsung sekitar satu bulan lagi! Karena saya dengar Tuan sedang koma sekarang”
“benarkah? Lalu jika ia sembuh, apa yang akan dilakukannya? Apa ia akan meninggalkan Korea?”
“iya nona, tuan akan memutuskan kuliahnya dan pergi ke Harvad Universty”
“benarkah? Baiklah, terimakasih atas informasinya”
“ia nona”
Aku tertegun, dan saat aku berjalan seakan tak punya tulang belakang, tak tau arah, dan sangat sedih, sedih sekali, melihat orang yang sedang koma disana akan meninggalkanku.
“jika ia sembuh tetap ia akan, meninggalkan ku, dan sama saja jika ia tak sadar juga ia akan segera meninggalkan ku untuk selamanya, Tuhan aku mohon sembuhkanlah Suk! Dan lumpuhkanlah ingatanku tentangnya”
Aku berjalan pergi sambil menitikan ari mata.

Dua hari kemudian aku menerima kabar bahwa Suk telah kembali ke Korea, dari surat yang ia kirim padaku. Ia menyuruhku pergi ke tempat aku mengobatinya waktu itu, aku segera bergegas dengan cepat ke tempat itu,
Aku berlari dengan gembira! sesampainya disana…
“Sukkkk!”
Aku hanya melihat sebuah makam mewah, dan menghampirinya, lalu melihat nama yang tertera
Jang Gen Suk-11-11-2013
Sembari berlutut di makam itu,
“Suk, apakah ini kau? Kenapa kau kembali ke bahan pembentuk manusia kembali?”
Kataku sambil menangis deras dan nada yang sangat tinggi, lalu aku melihat sepucuk surat dan membacanya, yang isinya…

“hay Hani, saat kau membaca surat ini, kau pasti sudah melihatku istirahat dengan tenang kan? Yaaa operasiku tidak berjalan dengan lancar Hani! Oya jangan menangis ya! Kuharap disana kita bisa bertemu lagi, dan kau bisa mengobati ku lagi, seperti pada waktu itu, maaf aku langsung pergi, jagan marah padaku ya! Hani, aku sangat menyayangimu, besok akhir musim dingin, kurasa tahun ini adalah musim dingin yang sangat berarti bagiku karena menemukan orang yang ingin bergaul denganku secara tulus, aku mencitaimu Hani! Aku harap kau tidak melupakan musim dingin tahun ini ya! Dimana cintaku bersemi padamu! Apa kau seperti itu? Kuharap begitu. Sampai jumpa Hani…
Aku mencintai mu! :* big laff HANI!
Jang Gen Suk ^_^”

Ya, mulai hari itu, aku jadi orang terkuat di dunia! HANI PRANURI

~TAMAT~

Cerpen Karangan: Hulwah Fairuz Ahya
Facebook: Hulwah Fairuz Ahya
Hay, nama Saya Hulwah … mungkin cerpen ini banyak banget kekurangan mohon kritik dan sarannya.
Ini cerpen pertama saya, umur saya 14 tahun. Semoga cerpennya bermanfaat.
TERIMAKASIH ^_^

Cerpen Cinta Musim Dingin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Firasat

Oleh:
Kriiingg!!!. Pukul 3 sore bel sekolah akhirnya berbunyi lebih indah. Aku membereskan buku matematikaku yang sangat tak berguna ke dalam ransel putihku. Semua teman-teman di dalam kelas sudah hampir

Kau Telah Pergi, Pulsamu Habis

Oleh:
Aku sedang mendengarkan lagu Coldplay ‘A sky full of stars’ sambil mengingatmu memang sangat menyenangkan. Kau lucu, selalu membuatku merindu. Wajahmu yang lembut, bibirmu yang suka terlihat basah, semua

Tidit…Tidit… (Part 1)

Oleh:
“Tidit… tidit..” Bunyi ponsel Luna terdengar menggema di udara. Ponsel itu ia letakkan di atas sebuah meja belajar di kamarnya. Ponselnya beberapa kali berdering mengeluarkan nada yang sama. Namun,

Cinta Pertama Dan Terakhir

Oleh:
Hari itu. Kak Ray membawaku ke sebuah tempat. Mataku ditutup menggunakan slayer hitam. Dengan sangat perlahan Kak Ray menuntunku. Ray prasetya. Dia adalah seorang lelaki yang saat ini berumur

Long Distance Relationship

Oleh:
Aku mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Selalu kumimpikan di setiap tidur lelapku. Setiap bertemu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Musim Dingin”

  1. meily says:

    Ya ampun betul” nangis baca cerpen ini,,:'(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *