Cinta Pergi Untuk Selamanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 25 June 2017

Malam yang dingin, menemani dalam kesendirianku. Aku duduk diam di atas kasurku. Kuratapi ponselku, namun sepi tidak ada balasan. Aku turun dari kasur, berjalan menuju jendela dan kupandangi langit yang bertaburan bintang.
“Indahnya malam saat ini, tak selaras dengan hatiku.” kataku

Tiba-tiba, ponselku bergetar. Kuambil ponselku.
To: Ana
Maaf Ana. Aku tidak bisa membalas pesan darimu. Aku sedang tidak ingin diganggu. Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatirkan aku. Maafkan aku yang selalu membuatmu khawatir. Aku janji, setelah pesan terakhir dariku ini, aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Terima kasih untuk semuanya.
From: Tristan

“Apa maksud pesan ini? Kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak? Apa yang terjadi pada Tristan? Dia tidak seperti biasanya.” Ucapku

Aku mengambil jaketku dan pergi menemui Tristan. Aduh.. kenapa disaat genting seperti ini, kunci mobil gak ada sih.. Aku kunci pintu kamarku. Aku lihat mama sedang menonton televisi.
“Mam, lihat kunci mobilku tidak?” tanyaku pada Mama. “Kuncinya sama Papa, nak. Memangnya kamu mau ke mana?” Tanya mama padaku. “Aku ingin ke rumah Tristan, mam. Aku khawatir dengannya. Pesanku sudah tiga hari tidak dibalas dia. Kali ini, dia membalas pesanku. Tapi, isi pesannya membuatku gelisah. Papa di mana, mam?” jelasku
“Papa baru saja pergi ke kantor. Malam-malam begini kamu mau pergi?” tanya mama kembali
“Iya, mam. Please… izinkan aku!!” pintaku
“Ya sudah. Jangan lama-lama yah. Biar kamu diantar oleh Pak Tejo saja.” kata mama
“Oke, mam.” kataku dan langsung pergi ke luar.

Aku segera masuk ke dalam mobil. “Pak, tolong lebih cepet lagi, ini gawat banget soalnya!” Pintaku
“Baik non.” kata Pak Tejo

Setibanya aku di rumah Tristan, aku langsung menekan bel rumahnya. Tapi, tidak ada respon dari dalam. Lalu aku tekan bel itu sekali lagi. Keluarlah seseorang, tidak lain adalah si bibi.
“Ada apa yah? Eh.. neng Ana. Cari mas Tristan yah?” Tanya bibi.
“Iya, bi. Tristannya ada kan?” Tanyaku
“Neng Ana tidak tahu? Mas Tristan sudah tiga hari dirawat di rumah sakit.” jelas bibi.
“Lho, Tristan sakit apa, bi? Kenapa dia tidak memberi tahuku?” tanyaku
“Bibi kurang tahu neng.”. “Sekarang Tristan ada di mana, bi?” tanyaku
“Mas Tristan ada di Rumah Sakit Kusuma Sakti, neng.” Ujar bibi
“Ya sudah. Terima kasih, bi.” ucapku
“Sama-sama, neng.”

Aku segera menuju rumah sakit dimana tempat Tristan dirawat. Sesampainya aku di sana, semua orang menangis.
“Ada apa ini? Kenapa semua menangis? Di mana Tristan? Apa yang terjadi pada dia? Tristan baik-baik saja, kan? Beri tahu aku?” Tanyaku bertubi-tubi. Namun, tidak ada satu orang pun yang menjawab. Dela, adik sepupu Tristan kemudian memberikan aku sepucuk surat.
“Apa ini?” Tanyaku bingung.
Aku buka surat itu dan kubaca isi surat itu.

Teruntuk wanita yang amat kusayang, Ana.
Ana, maafkan aku. Mungkin ketika kau baca surat ini, aku sudah tiada. Sebenarnya aku sudah lama menderita sakit kanker hati. Dan aku sengaja menyembunyikan ini semua darimu. Aku tidak ingin membuatmu sedih. Kau tidak perlu khawatirkan aku lagi sekarang. Karena aku sudah tenang di duniaku yang baru. Percayalah! Aku baik-baik saja. Janganlah kau bersedih atas kepergianku! Aku memang pergi jauh darimu, bahkan mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu dan mengukir kenangan indah lagi. Tapi, aku akan tetap selalu ada bersamamu, di hatimu selamanya. Terima kasih kau telah membuat hariku lebih berwarna. Terimakasih sudah menjadi sahabat yang baik untukku. Terima kasih kau selalu membuatmu tersenyum. Terimalah kenyataan ini. Dan ada hal yang harus kamu ketahui. Bahwa aku sebenarnya menaruh hati padamu. Mungkin kau tak tahu, bagaimana mungkin aku bisa suka padamu. Tapi, hati ini tidak bisa dibohongi. Aku menyukaimu sejak awal kita berkenalan. Aku ingin menyatakan perasaanku ketika kita sedang bersama. Tapi, aku sadar kita tidak mungkin bisa bersatu karena aku tahu waktuku tidak akan lama lagi. Aku sangat mencintaimu lebih dari apa pun. Aku mohon padamu, jangan lupakan kenangan yang telah kita ukir berdua. Selamat tinggal Ana!! Don’t cry, Ana! I LOVE YOU SO MUCH
Love,
Tristan

“Apa maksudnya ini? Di mana Tristan? Tolong beri tahu aku! Jangan membuatku bingung..! Dela, katakan di mana Tristan?” Tanyaku semakin bingung
Lalu Dela menarik napas dan berkata “Kak Ana, aku tahu kak Tristan adalah orang yang sangat berarti bagimu. Tapi, dia juga berarti bagi kami dan kami merasa sangat kehilangan dia. Kak Ana, kakak harus tahu! Sejak awal dia kenal denganmu, dia sangat tertarik denganmu. Sampai akhirnya kalian deket hanya sebagai sahabat. Kakak tahu, dia berharap lebih dari itu. Aku harap kakak tabah atas kepergian dia.” ujar Dela
“Dela, kakak mohon jangan membuat kakak semakin bingung. Katakan saja pada intinya! Apa yang terjadi pada Tristan?” tanyaku
“Kak Tristan sudah tiada. Dia sudah tenang di sisi tuhan. Dia sudah meninggal, kak. Dia hanya berpesan padaku, untuk memberikan surat itu untukmu dan berkata tolong maafkanlah dia.” jelas Dela
“Apa? Tidak. Ini tidak mungkin. Tristan tidak mungkin meninggalkan aku. Ini pasti bohong. Di mana Tristan?” tanyaku kembali
“Ada di dalam ruangan” jawab Dela

Aku membuka pintu ruangan itu dan tangisku pecah saat aku lihat Tristan terbaring lemah dan tak sedikit pun bergerak. Aku berlari menuju Tristan.
“Tristan.. Bangun! Bangun Tristan! Ini aku, Ana. Aku ada di sampingmu. Aku mohon bangun Tristan! Tristan.. Tristaaaann” Teriakku
Air mataku jatuh membasahi wajahnya.
“Aku juga sangat mencintaimu Tristan. Aku sangat mencintaimu…” Kata-kata itu selalu terucap dari bibirku.

Sejak hari itu, aku merasa hariku sepi tanpamu Tristan. Selamat jalan Tristan. Semoga kau bahagia di sisi tuhan. Aku akan selalu mendoakanmu.

The End

Cerpen Karangan: Nurul Fatimah
Facebook: Nurul Fatimah
Namaku Nurul Fatimah. Aku lahir di Cilacap, 19 Mei 2001. Ini adalah cerpen pertama yang kukirim. Dari dulu saya memang suka menulis. Tapi, belum berani share ke publik. Kali ini saya coba tuk beranikan diri. Semoga suka dengan cerpen yang saya buat. Maklum bila ada kesalahan. Tolong kasih saran dan masukan kalian yah. Terima kasih

Cerpen Cinta Pergi Untuk Selamanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bahwa Akhirnya

Oleh:
Aku masih ingat, betapa sakitnya berpisah dan sakitnya dipisahkan secara tiba-tiba, ketika cinta menumbuhkan kebun bunga dan seketika datang pemangkas pisau kepala dua meratakan semua, ketika waktu mengurung kita

Segenggam Cinta Serta Luka

Oleh:
Terlihat langit hitam di atas kepalaku. Sempat angin mencoba menggoyahkan aku dengan kedinginannya. Merapuhkan aku di setiap hembusannya. Namun tubuhku mencoba untuk selalu tegar berdiri. Menatap langit, mengharapkan satu

Waiting For The Time

Oleh:
Waktu berjalan begitu cepat. Dahulu Anggun begitu memuja-muja Reva meskipun mereka belum saling mengenal. Sejak pertama kali bertemu, Anggun sudah merasakan sesuatu yang beda. Akan tetapi Anggun selalu bersabar

Ketulusan

Oleh:
Pagi ini cerah, indah dan berwarna. Ya hari ini hari libur. Seperti biasa aku melakukan serangkaian aktifitasku. Tak ada yang istimewa, hanya saja entah mengapa aku sangat bahagia hari

Revenge

Oleh:
Hanya satu hal yang aku inginkan. Betapa aku menginginkannya. Aku berharap semua ini berlalu. Layaknya jarum jam yang terus berputar. Satu menit, dua menit. Satu jam, dua jam. Layaknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *