Cinta Pertama Dan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 18 March 2016

Hari itu. Kak Ray membawaku ke sebuah tempat. Mataku ditutup menggunakan slayer hitam. Dengan sangat perlahan Kak Ray menuntunku. Ray prasetya. Dia adalah seorang lelaki yang saat ini berumur 19 tahun. Dia anak teman papahku. Umurku dan dia selisih 4 tahun. Ya, aku baru berumur 15 tahun saat itu.

“Kapan kita sampai?” tanyaku.
“Ini sudah sampai,” ucap Kak Ray seraya membukakan slayer yang menutupi mataku.
Dengan perlahan aku membuka mataku. Aku langsung terkejut melihat pemandangan yang sangat indah ini. Ternyata Kak Ray membawaku ke sebuah danau yang indah.
“Suka?” tanya Kak Ray membuyarkan kekagumanku.
“Iya. Terima kasih.”
“Aku akan selalu membuatmu bahagia sayang.” ucap Ray.

Sayang? Iya, Kak Ray dan aku menjalin hubungan. Keluargaku dan keluarga Kak Ray tahu dan setuju. Kehidupanku sangat bahagia sampai akhirnya hubunganku dan Kak Ray harus kandas setelah 4 tahun lamanya karena ternyata Kak Ray telah dijodohkan dengan kakakku. Aku memiliki kakak yang berumur 3 tahun lebih tua dariku. Dia sangat baik, tapi aku tidak menyangka dia tega menerima perjodohan yang membuatku sakit hati ini.

“Maafkan aku dek. Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini,” ucap Kak Ray menyesal. “4 tahun Kak! Kita bersama selama itu. Hanya kau yang aku tahu hanya denganmu aku menghabiskan masa remajaku. Aku hanya ingin kamu Kak,” ucapku tak kuasa menahan tangis. “Jangan menangis. Kamu masih muda sayang. Kamu cantik. Banyak lelaki yang menunggumu,”
“Tapi kamu yang mengenalkanku dengan cinta. Kamu jahat..” ucapku sedikit teriak karena hujan semakin deras.
“Maaf. Aku memang lelaki bodoh. Aku memang sialan. Aku baj*ngan. Tapi aku tidak mungkin menolak perjodohan ini,” ucap Kak Ray. “Pers*tan dengan perjodohan sialan itu!” bentakku sebelum akhirnya berlari meninggalkan Kak Ray.

Aku berlari dengan emosi yang tak tertahankan. Otakku kacau, sangat kacau. Ingin rasanya aku mati saat itu juga. Dan ternyata doaku terkabul. Tiba-tiba saja sebuah mobil menabrakku hingga aku terpental cukup jauh. “Peri kecil.” terdengar suara Kak Ray di telingaku. Langkah kaki terlihat berjalan ke arahku hingga akhirnya mataku terpejam. Kak Ray langsung menghampiriku dan membopong tubuhku yang telah berlumuran darah.

Kini tubuhku terbaring lemas di rumah sakit. Infus, alat pernapasan, semua alat kedokteran menempel di tubuhku. Keluargaku telah berada di rumah sakit. Mereka cemas dengan kondisiku termasuk Kak Ray, dia sangat khawatir. Aku senang melihatnya selalu memegang tanganku. Aku senang dia menungguku. “Nnghh.” lenguhku tersadar. Orang yang ku lihat adalah Kak Ray. Aku tersenyum, dia ingin memanggil orang lain, tapi aku mencegah.

“Baiklah,” ucap Kak Ray mengerti.
“Aku rela Kak Ray dijodohkann dengan Kakakku,” ucapku membuat Kak Ray terkejut.
“Ja..Jadi?”
“Kakak cinta pertama dan terakhirku.” ucapku sebelum akhirnya kembali menutup mata.
Ini waktuku untuk pergi. Mimpiku untuk mencintai seseorang untuk pertama dan terakhir telah tercapai. Aku pergi. Terima kasih Kak Ray. Tuhan menungguku di surga.

Cerpen Karangan: Dwi Pewe
Facebook: Pewe

Cerpen Cinta Pertama Dan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Semanis Lolipop

Oleh:
“Hei kenapa nangis?” Tanya seorang bocah laki-laki kelas 5 SD berkulit putih dan berparas ganteng. “Aku jatuh dari sepeda ini dan kayanya kaki aku terkilir, sakit banget. Hiks” Jawab

Penyesalan

Oleh:
“Pernahkah dokter selingkuh?” Reyhan berhenti mengamati infus dan berbalik menatap Reva dengan tatapan bingung, “Kenapa kamu menanyakan itu?” Reva menatap Reyhan dengan pandangan menerawang,” aku tak pernah melihat dokter

Hari Ulang Tahun Alma

Oleh:
Gadis itu terduduk lemah ditempat tidur mewahnya pandanganya kosong seketika itu juga ia menangis seperti pungguk merindukan bulan. Alma itulah nama gadis itu gadis berwajah manis berambut hitam lurus

Akhir Waktuku

Oleh:
Hingga detik ini jiwaku masih setia menantimu. Walau aku tahu dirimu telah pergi meninggalkan aku, tapi aku akin kamu akan datang dan akan memeluk diriku kembali. Hari ini sekitar

Kehadiranmu

Oleh:
Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja sosok seorang wanita hadir di bunga tidurnya. Datang berjalan perlahan dari kejauhan kemudian mengucap salam, “Hai, apa kabar? Lama ya kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Pertama Dan Terakhir”

  1. ulfah meilia says:

    cerpen disini sungguh keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *