Cinta Pertama dan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 12 May 2014

Chelina adalah seorang gadis cantik yang sangat dikagumi para cowok-cowok di SMAnya, beberapa kali cowok nembak dia, dia enggak pernah mau menerima, katanya sih “pacaran itu sok penting, dan bikin sakit hati, banyak maunya”. Kalau di pikir-pikir sih itu benar kan?

Suatu pagi chelina bergegas turun dari mobilnya menuju pintu gerbang, tanpa diduga chlina terserempat sebuah motor yang melaluinya, kaki kanannya lecet dan agak terkelupas, chlina begitu marah, karena kesakitan, si cowok berulang kali minta maaf, tapi chelina malah mengatainya ‘cowok rese’. Chelina pun ditinggal pergi oleh si cowok, beberapa saat kemudian, chelina snagat kesal dan marah sekali, karena ternyata cowok yang nyerempet dia tadi itu sekelas sama dia, namanya erick gidion, cewek-cewek di kelas pada kelepek-kelepek ngelihat erick, malah sebaliknya chelina dengan muka muram memerah muda melihat erick yang ada bersamanya di kelas.

Hari-hari chelina lalui, selalu saja mereka bertabrakan, di kantin, di perpus apalagi saat pulang sekolah, selalu saja bersamaan, hal itu terjadi setiap hari, hingga erick yang sudah capek dengan perlakuan seperti itu, kemudian membiarkan chelina, dan tanpa ada lagi teguran, di kelas pun erick begitu padanya, chelina mulai merasa sepi.

Hingga suatu hari sebelum 1 bulan ujian nasional diadakan, erick memberanikan diri utuk menyatakan cintanya pada chelina, chelina pun dengan senang menerimanya, chelina baru pertama kali menerima cowok dan juga erick baru pertama kali nembak cewek, itu adalah kesan terindah mereka berdua. Mereka pun melewati hari-hari baru mereka dengan sangat senang. Hingga ujian nasonal berakhir dan saatnya mereka harus melanjutkan kuliah.

Ternyata ayah chelina mau chelina kuliah di luar negeri, tapi chelina tak pernah mau, karena chelina tak mau berpisah dengan erick, erick pun begitu. Ayah chelina mengaku tak menyetujui hubungan mereka dan tetap memaksakan kehendak agar chelina segera ke luar negeri.

Erick terlambat datang menemui chelina di rumahnya, dengan ngebut membawa motornya, erick mengejar chelina, erick pun sejajar dengan mobil yang ditumpangi chelin ayahnya juga ada bersama chelna di dalam, ayahnya terus menyuruh supir untuk membawa laju mobil, dan saat tak terduga ada truk muatan penuh menghantam mobil chelina, erick yang tak sempat menghindar pun terseret oleh motornya, chelina dan ayahnya sempat keluar dari mobil sebelum mobil itu meledak. Tepat saat edwar telungkup, chelina yang terluka parah ada di depan matanya sedang merintih kesakitan, orang-orang yang melihat kejadian itu pun membawa mereka menuju rumah sakit.

Tepat di ranjang yang berpapasan erick berusaha meraih tangan chelina yng terkulai. Dan di tatapnya wajah oarang yang ia sayangi itu dengan penuh sayang, chelina menangis tak tahan melihat erick, erick pun mengucapkan kata terakhirnya “chell, aku sayang kamu”. Perlahan erick menutup mata dan genggamannya terlepas dari tangan chelina. Chelina pun membalasnya “aku sayang kamu juga erick”. Itu pun meupakan kata terakhir yang keluar dari bibir chelina.

Ayah chelina merelakan anak kesayangannya bertemu dengan ibunya di sana dan juga bertemu dengan cintanya di sana yaitu erick. Ayahnya baru menyadari, apa yang telah dipersatukan, pasti sangat sulit terpisahkan.

Tamat.

Cerpen Karangan: Julianthy Diana Natalia
Facebook: Diana Nataia

Cerpen Cinta Pertama dan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ku Kira itu Cinta

Oleh:
Aku memandang ponsel BBku dengan geram. Kini, ponsel bukanlah sarana penyemangat, hiburan ataupun komunikasi bagiku khususnya. BB ini menjadi suram bagiku. Dentingan dan LED BBku pun tak pernah ku

Kasih Sekejap Mata

Oleh:
Setelah lebih dari 14 tahun aku hidup bertetangga dengannya. Genap 3 tahun sudah dia meninggalkanku. Ya saat itu aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Saat terakhir

Undangan Merah Muda

Oleh:
Hatiku terpecah belah menjadi sebuah serpihan. Harapan musnah begitu saja, diterpa badai yang tak kusangka. Letih, menahan derasnya air mata. Sendiri menikmati hening yang menyedihkan. Kupeluk undangan kecil yang

Kangen

Oleh:
Dalam gelapnya malam, dalam kesendirian yang akhirnya membuat Aldo larut dalam kesedihan yang mendalam. Hembusan angin malam menyeruak masuk ke dalam tubuhnya. Hidupnya kini terasa hampa dan sepi. Senyum

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Cinta Pertama dan Terakhir”

  1. maychael sihombing says:

    Cerita ny smuany bgus2

  2. Marsela djurika says:

    Wowwwwwwww . . .

    Cerpenx bguz* & perfecttt bingitzzzzz . . .:D:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *