Cinta Pertama dan Terakhirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 4 September 2017

Syifa, Orang Biasa memanggilnya. Menurut teman temannya, Syifa adalah anak yang tidak suka bergaul, pintar, dan pendiam. Syifa itu orang yang gak terlalu memikirkan cinta. Baginya itu, masa depannya nomor satu. Cinta, baginya belakangan, bahkan Syifa gak pernah merasakan cinta. Syifa punya teman namanya Leni. Dia itu orangnya suka cerita tentang pacarnya, agak cerewet, dan terbuka sama teman.

Hari ini seperti biasa, aku berangkat dengan temannya, Leni. Dan pagi itu, dia pun harus siap siap dengar ocehan temannya itu. Meski Leni tahu Syifa asik membaca buku sambil dengar ocehannya, tetapi Leni tak mempedulikannya.
“Fa, sekali aja jangan baca buku. Gue mohon,” pinta Leni.
“Gue gak bisa Len, kalau gue belum baca buku satu hari aja, pasti ada yang kurang di dalam hari gue,” jelas Syifa.
“oke, fine,” ucap Leni dengan raut sebalnya.
Syifa hanya tersenyum melihat ekspresi temannya itu.
Saat Syifa dan Leni asik bersama, bel masuk tiba tiba berbunyi. Syifa dan Leni pun harus berpisah karena berbeda kelas.

Setelah seharian mengikuti pelajaran, akhirnya Syifa dan Leni bisa pulang setelah bel pulang sekolah berbunyi. Saat pulang Leni pun tak habis habisnya membahas tentang suasana di kelasnya itu.

Akhirnya setelah lama dalam perjalanan, Syifa bisa merebahkan tubuh lelahnya dalam kasur empuk kamarnya. Karena bosan membaca buku terus, Syifa pun mengambil ponsel dalam tas dan membuka salah satu medsosnya yaitu facebook. Di sana terdapat 5 pesan tertera namun ada satu pesan yang membuatnya tertarik membukanya. “Nduttt” itulah isi pesan tersebut. Dari nama facebook, foto profil, dan isi pesan Syifa mengenali siapa orang itu. Syifa pun membalas pesan itu.

“Kamu Rifki temen SD aku kan?” tanya Syifa.
“Iy Ndut, ini gue Rifki, teman SD lo,” balas Rifki.
“Udah gue kira, cara manggil lo ke gue kan spesial,” balas Syifa.
“Iya iya. Syif, besok kita ketemu yuk?” tanya Rifki.
“Gimana ya Rif,” balas Syifa.
“Ayo dong, mau. Besok kan minggu, jadi waktunya panjang,” jawab Rifki.
“Oke deh, tapi di mana?” tanyaku.
“Di kafe ajah,” jawab Rifki.
“oke,” balas Syifa.

Hari minggu pun tiba, Syifa sudah siap untuk pergi bertemu dengan Rifki. Rifki ternyata sudah sampai duluan daripada Syifa.
“Hai Rif, udah lama nunggu?” Sapa Syifa sambil bertanya.
“Hai juga, belum lama kok,” jawab Rifki.
“Wuih, langsing bener lo sekarang,” lanjut Rifki.
“Ya gitu deh, efek banyak tugas sama sering sakit,” jelas Syifa.
“owh,” ucap Rifki
Kami pun ngobrol banyak sekali sampai gak terasa sudah 6 jam kami ngobrol.

“Udah sore nih, aku pulang dulu yah. Kapan kapan kita ngobrol ngobrol lagi deh,” pamit Syifa.
“Iya iya. Emmm… gue anterin mau gak?” tawar Rifki.
“Boleh deh,” jawab Rifki.

Gak terasa, Syifa dan Rifki sudah dekat selama 2 bulan. Dan Syifa ngerasain ada perasaan berbeda setiap Syifa dekat sama Rifki. Apakah ini yang namanya cinta? Apakah aku cinta dengan Rifki? pertanyaan itu selalu ada di pikirannya. “Sepertinya, Gue cinta sama Rifki,” gumam Syifa sambil tersenyum sendiri. Saat asik memikirkan Rifki, tiba tiba Syifa pusing, kepalanya sakit, dan dari hidungnya keluar darah. Syifa pun tergeletak pingsan dan ibunya segera membawanya ke rumah sakit.

Dokter berkata bahwa Syifa terkena kanker otak stadium akhir. Dia harus mendengar kenyataan pahit itu disaat dia merasakan manisnya cinta. kenapa semua itu terjadi kepada diriku. Mau tidak mau, aku harus terima kenyataan ini. Hanya itu yang ada di pikiran Syifa.

Hari ini ada jalan sehat di sekolah Syifa. Seperti biasa, Syifa jalan sehat bersama temannya, Leni. Saat jalan sehat, Leni bertanya kepadanya tentang Rifki.
“Lo masih ingat Rifki gak, temen SD kita?” tanya Leni
“Inget kok. Emang kenapa?” jawab Syifa sambil balik bertanya.
“Gue, suka sama dia,” jawab Leni.
Serasa ada petir menyambar di dalam hati Syifa. Syifa harus mendengar kenyataan pahit lagi. Temannya sendiri, menyukai pria yang ia sukai. dia pun hanya bisa tersenyum kecut mendengar pengungkapan Leni.

Lama lama, sakitnya semakin menjadi. Kini Syifa harus dirawat di rumah sakit karena penyakitnya semakin parah. Dokter bilang hidup Syifa tinggal beberapa hari lagi. mendengar itu, Syifa seperti kehilangan semangat hidup. Dia putus asa dengan penyakitnya. Cita cita, impian, kebahagiaan, cinta semua buyar karena penyakitnya itu. Syifa tinggal menunggu, kapan tuhan menjemputku untuk pulang.

Hari ini Leni menjenguk Syifa. Dia menaruh buah tangan yang ia bawa dan ia langsung memeluk Syifa dengan erat sambil menangis.
“Fa, gue gak mau kehilangan lo,” ucap Leni sambil menangis terisak isak.
“Len, cepat atau lambat Tuhan pasti ngambil gue. Lo harus siap kehilangan gue kapan aja,” jawab Syifa berusaha tegar.
“Gue sayang lo Fa,” ucap Leni.
“Gue juga sayang lo Len. Udah dong Len, jangan nangis,” ucap Syifa.
“Iya iya,” ucap Leni sambil mengusap air matanya dan mencoba tersenyum.

Sakitnya kembali menjadi. Syifa rasa, hari ini tuhan akan memanggilnya. Dengan sabar, Syifa siap untuk dijemput. Saat Syifa tengah merasa sakit luar biasa, Rifki datang dan langsung menggenggam erat tangannya.

“Lo harus kuat Syif, lo harus kuat,” ucap Rifki sambil menggenggam erat tanganku.
“Gue udah gak kuat lagi Rif. Gue mau bilang ke lo, gue cinta sama lo Rif, gue sayang sama lo. Karena lo, gue bisa tahu dan merasakan yang namanya cinta. Setiap hari, cuma lo yang ada di pikiran gue Rif. Rif, gue ucapin selamat tinggal dan makasih udah bisa buat gue kenal cinta. Lo Cinta Pertama dan terakhirku. I Love You,” ucap Syifa dihembusan nafas terakhirnya.
“Gue juga sayang dan cinta lo Syif. I Love You Too,” ucap Rifki sembari memeluk Syifa yang sudah tak lagi bernyawa.

Pemakaman Syifa pun diwarnai dengan isak tangis duka. Banyak yang merasa kehilangan Syifa. Mereka yang kehilangan Syifa, merasa bahwa Syifa adalah sosok yang sangat baik yang mereka kenal. Mereka tak akan pernah melupakan anak paling perfect di sekolahnya.

“Syif, gue gak akan pernah lupain lo. Lo adalah orang paling berbeda dari yang lain yang pernah gue kenal. Makasih udah jadiin gue cinta pertama dan terakhir lo. Semoga lo tenang di alam sana,” ucap Rifki sebelum pergi meninggalkan makam Syifa.

Karena Rifki, Syifa mengenal dan merasakan cinta, walau itu hanya sesaat. Syifa kini telah tenang di alam sana. Rifki, adalah cinta pertama dan terakhir Syifa.

Cerpen Karangan: Selda Ariffani
Facebook: Selda Ariffani
Aku adalah siswi SMP. Aku lahir di Purbalingga, 30 Maret 2003. Sekarang aku tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah. Ini cerpen pertamaku, kalau jelek maafkan.

Cerpen Cinta Pertama dan Terakhirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Es Krim Kesedihan

Oleh:
Angin bertiup kencang malam ini. Dari kejauhan terlihat sosok gadis tengah terduduk di salah satu halte bus di Jakarta. Ia memandang kosong ke arah taman kota, dan sesekali ia

Alasan Terakhirku

Oleh:
Hari ini aku bermimpi, bermimpi bisa selamanya bersama kamu. Aku sangat berharap kau mencintaiku setulus hatimu sama seperti aku yang mencintaimu sepenuh hatiku. Tapi ternyata kau pergi, pergi dengan

Rasa ini Abadi

Oleh:
Rasa ini tak akan akan pernah memilih, kamu datang di saat dirinya telah di sampingku. Hayalku untuk kamu dan aku menjadi satu tanpa ada yang disakiti seakan menjadi sebuah

Detik Terakhir

Oleh:
Kini aku duduk di bangku kelas XII IPA, kujalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku fitri, nada dan yusuf, dan aku sendiri rey. kita berempat bersahabat sejak kita

Aku dan Dia

Oleh:
Aku mencintainya. Bukan atas dasar ‘karena’ tapi ‘walaupun’. Aku adik kelasnya. Dan dia, kakak kelasku. Aku kelas 1 SMA, dan dia kelas 2 SMA. Aku berada di sekolah yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *