Cinta Tak Pernah Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Sejati
Lolos moderasi pada: 19 April 2017

Jika Tuhan menakdirkan…
Tinta pena menyatu dengan kertas..
Jika Tuhan menjodohkan..
Gula dengan air…
Mungkinkah Tuhan akan mengizinkanku bersama dia?

“Tttttrrrrrr”
“Astagfirullah Al’azim” ucapnya dan segera membereskan puing-puing pecahan kaca yang berserakan
“Anisa… suara apa itu?” Tanya wanita separubaya tiba-tiba datang dari balik tirai pintu kamar perempuan yang bernama anisa itu
“Vas bunga Anisa jatuh Buk” jawab Anisa sambil menoleh pada perempuan itu yang ternyata Ibunya
“Kok bisa jatuh tho nak?” Tanya Ibunya
“Nggak sengaja Anisa menjatuhkannya Buk” jawabnya sambil terus membereskan puing demi puing
Setelah menghilang sekejap, ibunya pun muncul kembali sambil membawa sapu dan serok sampah
“Pakai ini nak! Biar nggak kena tanganmu?” kata Ibunya sambil memberikan sapu dan serok sampahnya
“Iya Buk!” jawab Anisa sambil mengambil sapu dan serok sampah dari tangan Ibunya
“Habis itu cuci tanganmu, takutnya ada puing-puing kaca yang nempel di tanganmu?” kata Ibunya yang hendak pergi
“Iya Buk!” jawab Anisa sambil mengalihkan pandangannya ke Ibunya dan melanjutkan kembali menyapunya

Terlihat seorang laki-laki sedang memperhatikan foto seorang perempuan yang tertera di layar handphonenya dengan raut wajah yang senang
“Ky! Minggu kamu ke mana?” Tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba datang dan menepuk pundak laki-laki yang bernama Risky itu
Dengan terkejut Risky menekan tombol kembali pada handphonenya
“Ya ibadahlah!” jawabnya dengan ekspresi takut
“Maksud gue setelah Ibadah?” katanya memperjelaskan pertanyaannya
“Emang kenapa?” Tanya Risky kembali tanpa menjawab pertanyaan laki-laki itu
Tersenyum manis “Jalan yok? Boring nie” mengutarakan maksudnya
“sorry bro? gue ada acara” jawab Risky sambil berdiri dan mengangkat tangan kanannya sejajar dengan kepalanya sambil melangkah pergi
“Bro gitu kali kau sama temen sendiri?” teriak laki-laki itu dengan kesal

“Hallo! Sore cantik?” ucapa Risky dalam telepon
“Sore juga!” jawab Anisa, orang yang ditelepon Risky
“Pasti lagi di kamar?” tebak Risky
“Kakak kan tau?” kata Anisa dengan suara lembutnya
“Dari pertama kita bertemu, suara adik tak pernah berubah, tetap lembut seperti kain sutra” ucap Risky
“Dari pertama kita bertemu, aku selalu percaya kata-katamu kak!” ucap Anisa
“Terimakasih ya? Kamu udah menjadi wanita terindah di hatiku setelah Ibuku” kata Risky
“Sama-sama” jawab Anisa
“Kak!” panggil Anisa
“Iya dik” jawab Risky
“Apa cinta kita benar?” Tanya Anisa dengan berat
“Cinta tak pernah salah! Jadi jangan pernah salahkan cinta? Tuhan yang menciptakan cinta kita” jawab Risky
“Adik takut… cinta kita zina?” ungkap ketakutan Anisa
“Kita sama-sama berdoa ya? Yang terbaik untuk cinta kita” kata Risky
“Iya kak” jawab Anisa

“Tuhan… aku tau cinta ini datangnya dari-Mu, sehingga Kau menakdirkanku padanya.. bantu aku Tuhan untuk cinta ini… Amin” pinta Risky dalam doanya
“Ya Allah, hamba tau semuanya datang dari-Mu termasuk hati dan cinta ini juga datang dari-Mu Hamba mohon Ya Allah, beri cinta yang benar-benar terbaik untuk hamba yang Engkau Ridhoi.. Amin” pinta Anisa dalam doanya sambil meneteskan air mata

Di sebuah taman terlihat Anisa sedang duduk sendirian,
“Sudah lama dik?” Tanya Risky yang tiba-tiba datingdan sudah berdiri di samping Anisa
“Belum kak!” jawab Anisa sambil berdiri dan mencium tangan Risky
Mereka pun duduk dengan jarak 3 jengkal
“Kamu cantik sekali hari ini dik” kata Risky sambil memandang Anisa yang menggunakan jilbab dan baju berwarna hijau dan kuning tua
“Terima kasih kak? Kakak juga ganteng” kata Anisa tak mau kalah dalam memuji dan sekilas memandang Risky dengan baju kemeja panjang bergaris-garis berwarna putih dengan tangan dilipat seperempat tiang
“Ini semua buat adik kok?” kata Risky dan Anisa hanya tersipu malu
Setelah sekian lama mereka asyik mengobrol, tiba-tiba
“Udah sore dik?” kata Risky sambil melihat jam di tangan kirinya yang menunjukkan pukul 3 sore
“Bentar lagi juga mau masuk sholat Ashar” kata Risky
“ya udah kak.. Anisa pamit dulu ya kak” kata Anisa sambil mencium tangan Risky
“Iya dik! Hati-hati” kata Risky
“Iya kak” jawab Anisa
“kalau udah nyampe sms kakak ya dik?” pesan Risky
“Iya kak” jawab Anisa sambil meninggalkan Risky ditaman

Esok harinya, aktifitas kampus pun mulai kembali, setelah terhenti oleh tanggal merah yang muncul setiap minggu
“Hai bro!” laki-laki itu datang lagi sambil merangkul Risky yang baru keluar mobil
“Ky! Loe kemaren ke mana?” Tanya Laki-laki itu
“Titan loe mau tau aja apa mau tau banget?” Tanya Risky dengan sedikit lebay
“Kok jadi lebay gini loe Ky? Kesambet apa kemaren?” Tanya laki-laki yang bernama Titan itu sambil memeriksa kening Risky dan dicocokkan dengan keadaan pantatnya
“Brengsek loe Tan?” Kata Risky sambil menjitak kepala Titan dengan penuh canda

Sampai di sebuah jembatan yang menyebrangi kolam ikan milik kampus, tiba-tiba datang 2 orang wanita
“Ky, Romantis banget kemaren?” sindir salah satu wanita itu
“Sampai-sampai lupa kalau beda agama” sambung wanita satu lagi dan mereka pun pergi meninggalkan Risky dan Titan
“Ky!” kata Titan sambil memegang pundak Risky dan menyandarkannya ke pagar jembatan
“Loe masih berhubungan sama wanita alim itu?” Tanya Titan sedikit kaget dan marah
“Kalau iya memang kenapa?” Tanya Risky gantian menantang
“Loe gila apa? Loe kan tau kalian beda dunia?” kata Titan melepaskan tangannya dari Risky
“Gue tau gue bodoh? Tapi semua ini cinta yang melakukannya, sehingga aku tak berdaya karenanya” jawab Risky
“Cinta! Bulsh*t” kata Titan sambil meninggalkan Risky sendiri

“Anisa…” panggil Titan dengan nada keras sambil menghampiri Anisa yang sedang asyik bercanda dengan teman-temannya
“Iya..” jawab Anisa dengan suara khas lembutnya sambil berdiri
“loe… tau kan hukumnya? Pacaran dengan orang yang berlainan agama?” Tanya Titan dengan kasar
“Santailah…! Jangan beraninya main kasar sama perempuan?” kata Perempuan yang spontan berdiri untuk membela Anisa
“kalian kan sahabat-sahabat Anisa, pasti kalian semua belum tau? Kalau kalian sudah tau… pasti kalian lakukan sama seperti aapa yang aku lakukan sekarang” kata Titan
“Jaga baik-baik tu temen kalian! Kasih tau mana yang bener dan yang salah” kata Titan
“Gayanya aja yang alim, tapi ilmunya kosong” kata Titan merendahkan Anisa di depan teman-teman Anisa dan Anisa hanya bisa menangis
“Jangan pernah kamu ganggu Risky lagi? Ingat itu!” kata Titan sambil pergi meneninggalkan Anisa dan teman-temannya

“Anisa…!” panggil salah satu temennya sambil menarik tangan Anisa
“Jadi kamu masih berhubungan sama Risky?” Tanyanya dan Anisa hanya mengangguk dan terus menangis
“Kenapa sih Sa? Apa sih yang kamu suka dari dia?” Tanya temennya
“Ganteng aja nggak?” katanya
“Rina… cinta yang memilihnya? Bukan atas kemauanku apalgi nafsuku, tak ada sedikitpun” jawab Anisa sambil menatap wanita yang bernama Rina itu
“Bukan nafsu…? Ini udah lewat dari nafsu Sa? Ini udah bisa dibilang zina” kata Rina
“Apa kata orang-orang nanti Nis?” Tanya wanita yang ada dibelakang Anisa
“Aku juga nggak tau Qiila..” jawab Anisa bingung
“Maka itu… aku minta sama kalian… jangan bilang-bilang sama orang-orang apa lagi ibu dan bapakku” pinta Anisa
“Aku nggak yakin itu..?” kata Rina
“Karna sebagian orang di kampus udah tau?” kata Rina
“Mereka tau dari mana?” Tanya Anisa dengan wajah sedikit takut
“Mereka kan menguping pembicaraan kita” jawab Rina dan Anisa hanya diam dan memperhatikan sekelilingnya yang memandang tajam ke arah mereka.
“Putuskan Risky..!” Saran Qiila sambil memegang bahu Anisa dan Anisa hanya diam dan terus menangis

Akibat kejadian di kampus kemarin, beritanya pun telah masuk ke daerah tempat tinggal Anisa dan membuat semua orang terpukul mendengarnya. Perempuan yang dibangga-banggakan telah menghancurkan puing demi puing kebanggaan mereka.

Sholat Ashar pun telah tiba, semua warga berbondong-bondong pergi ke Mesjid, termasuk Bapak dan Ibu Anisa yang hampir setiap waktu sholat selalu hadir.
Saat Ibu Anisa hendak memasuki Mesjid, tiba-tiba datang seorang Ibu-Ibu menghampirinya
“Anak seorang Ustad kok pacaran sama orang kafir!” katanya dengan hati kecewa
“Maaf Buk? Maksud Ibu apa?” Tanya Ibunya Anisa
“Ibu Tanya aja sama anak ibu satu-satunya yang selalu dibanggakan itu” katanya dengan wajah yang masih tak enak dilihat
“Saya butuh kejelasan dari Ibu? Tolong ceritakan pada saya?” pinta Ibu Anisa sambil menarik tangan Ibu itu yang hendak pergi masuk ke dalam Mesjid
“Anak saya bilang, bahwa Anisa anak Ibu pacaran dengan orang yang memeluk agama Kristen” jelasnya
“Pacaran aja dilarang.. apalagi sama orang kafir” kata Ibu itu sambil pergi masuk kedalam Mesjid dan Ibu Anisa hanya terdiam dan meneteskan air mata, karena tidak menyangka dengan berita yang ia dapat.
Niatnya yang hendak melaksanakan sholat Ashar hilang, yang ada di pikirannya hanya ingin bertemu anaknya dan meminta kejelasan yang sebenarnya, Ibu Anisa pun bergegas kembali ke rumah dengan hati yang hancur.

“Anisa.. Anisa..” teriak Ibunya sampai dirumah
“Iya Buk” saut Anisa yang tiba-tiba keluar menggunakan mukenah karena baru selesai sholat Ashar
Ibu Anisa tiba-tiba terdiam sambil meneteskan air mata
“Ada apa Buk? Kok Ibu nangis?” Tanya Anisa dengan wajah penuh Tanya
“Buk.. jangan nangis tho… setiap butiran air mata ibu, itu adalah luka buat aku” kata Anisa sambil perlahan melangkahkan kakinya menuju Ibunya yang berdiri di tengah ruang tamu.
Ibu Anisa spontan terkejut mendengar perkataan Anisa yang semakin menyayat hatinya
“Apa kamu bilang nak….? Nggak salah denger Ibu?” Tanya Ibunya yang tidak terima dengan kata-kata Anisa
“Emang apa buk? Yang salah dari perkataan Anisa?” Tanya Anisa yang merasa berbeda dari sikap Ibunya
Ibu Anisa hanya diam,
“Buk… ceritakan pada Anisa? Tentang luka yang membuat Ibu menangis?” pinta Anisa sambil memegang tangan Ibunya
Dengan spontan ibunya langsung menampar pipi Anisa
“Ppprrrr”
“Luka itu lebih sakit dari itu nak… Kenapa kamu mengecewakan Ibu dan Bapak nak..? apa salah kami?” kata Ibunya dan menjatuhkan dirinya kebangku dan Anisa terus memegang pipinya yang terkena tamparan Ibunya
“Apa yang Anisa perbuat Buk? Sehingga membuat luka sehingga Ibu marah?” Tanya Anisa sambil duduk dihadapan Ibunya
“Apa yang laki-laki itu perbuat nak? Sehingga kamu mau dikuasai dia?” Tanya Ibunya
Anisa pun terdiam setelah menyadari mengapa Ibunya seperti ini
“Jawab Ibu nak?” pinta Ibunya sambil memegang kedua bahu Anisa
“Maafkan Anisa Buk?” pinta Anisa
“Semua sudah terlambat, kamu sudah membuat semua orang marah!” kata Ibunya melepaskan tanganya dari bahu Anisa
“Anisa minta maaf Buk?” pinta Anisa lagi
“Kamu sekarang pergi nak? Sebelum Bapakmu pulang dan menghajarmu habis-habisan” kata Ibunya sambil menyuruh Anisa berdiri
“Tapi Buk?” kata Anisa dengan ragu
“Pergi nak! Ibu benar-benar tidak sanggup melihat kamu dihajar Bapakmu” kata Ibunya
Anisa pun menuruti perintah Ibunya dan Anisa pun melepaskan mukenahnya dan mengambil tas dan beberapa barang yang perlu dibawa di dalam kamarnya.

Tidak lama kemudian Anisa keluar kamar dan menghampiri Ibunya yang terduduk lemas di bangku.
“Bu!” Panggil Anisa
“Pergi nak!… pergi!” kata Ibunya
Anisa pun mencium tangan Ibunya
“Assalamualaikum” ucapa Anisa sambil melangkah keluar rumah dengan berat dan Ibunya hanya terdiam lemas tanpa menjawab salam Anisa sambil terus menangis

“Hallo kak!” ucapa Anisa dalam telepon
“Hallo dik! Kamu kenapa? Kamu nangis?” Tanya Risky orang yang ditelepon Anisa
“Kak! Bisa ke taman sekarang?” pinta Anisa
“Bisa dik! Tunggu kakak di sana ya?” pinta Risky sambil menutup teleponnya

Setelah beberapa menit Anisa menunggu, akhirnya Risky datang dengan tergesa-gesa
“Dik kamu kenapa?” Tanya Risky melihat Anisa sedang menangis sambil duduk di samping Anisa
“Kak! Bawa Anisa pergi dari sini?” pinta Anisa
“Baik dik!” jawab Risky sambil membawa Anisa kemobil
“Dik… ceritakan pada kakak apa yang membuatmu menangis?” Tanya Risky sambil mengemudi mobilnya
Anisa pun menghapus air matanya
“Kak apa bener cinta kita salah?” tanya Anisa sambil memandang Risky
“Cinta tak pernah salah dik” jawab Risky sambil memandang Anisa
“Lalu kenapa semua orang marah karena cinta kita?” Tanya Anisa kembali
“Mereka tak mengerti cinta kita dik” jawab Risky
“Apa orangtua Adik sudah tau hubungan kita?” Tanya Risky sambil memandang Anisa dan Anisa hanya mengangguk pelan kepalanya
“Maafin kakak ya?” Pinta Risky dan Anisa hanya diam
Karena ketidak fokusan Risky dalam menyetir, mengakibatkan mobil yang ia kemudi bertabrakan dengan mobil di depannya
“tttttrrrrrrr”

“Innalillahi wainnailahirojiun”
“Anisa,” teriakan histeris yang tidak terima dengan kenyataan bahwa Anisa telah tiada
Kecelakaan itu telah menewaskan Anisa dan mengakibatkan Risky koma selama 3 hari.

Seminggu pun telah berlalu, suasana dukapun masih terasa di kediaman Anisa, Risky pun telah sadar dari komanya, tapi kesadarannya membuat hatinya terpukul, karena wanita yang sangat ia cintai harus pergi karena kecelakaan itu.
“Anisaaaa…” Teriak Risky didalam kamarnya
“Risky….” teriakan semua orang yang ada di rumah Risky, kini Risky telah tiada, dia mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamarnya dengan meninggalkan sepucuk kata

“CINTA TAK PERNAH SALAH”

Cinta memang tak pernah salah, tapi manusialah yang membuat cinta itu menjadi salah, jadi berhati-hatilah menggunakan cinta, agar tidak menjadi cinta yang salah.

Cerpen Karangan: Mita Cahaya Sumyar
Facebook: ayamuetbangetz[-at-]yahoo.com / Mitha Cahaya

Cerpen Cinta Tak Pernah Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tidit…Tidit… (Part 1)

Oleh:
“Tidit… tidit..” Bunyi ponsel Luna terdengar menggema di udara. Ponsel itu ia letakkan di atas sebuah meja belajar di kamarnya. Ponselnya beberapa kali berdering mengeluarkan nada yang sama. Namun,

Terlambat

Oleh:
Kirana salsabila gadis berambut lurus dan panjang berwarna cokelat ini sering dipannggil Kiran. Dia adalah murid yang cantik, baik dan cerdas, banyak orang yamg suka padanya, saat ini dia

Kebahagian Sejati

Oleh:
Siang itu tepatnya pukul 12.45 wib aku baru saja selesai mengikuti mata kuliah perpajakan, tentu saja nanti pukul 02.00 akan ada kelas lagi, siang itu terasa panas sekali, sinar

Akhir Sebuah Penantian

Oleh:
Malam kian larut yang hanya ditemani dengan bulan dan bintang, angin sepoi yang merasuk dalam jiwa membuat hati ini semakin perih, hanya dalam keheningan malam ini yang menemani keresahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Cinta Tak Pernah Salah”

  1. Seno Saputra says:

    Apa artinya cinta? Coba jelaskan!
    Saya sudah menginjak di bangku SMA kelas 3 belum tau apa arti cinta.
    Saya pernah berkunjung ke sebuah lokasi parawisata dan sempat bertemu dengan salah satu tourist asal France, dan saya pun bertanya kepada tourist tersebut.
    “What do you think about love?” Ucap saya
    “I don’t know about love” jawab tourist tersebut.
    Coba jelaskan menurut Anda apa arti cinta tersebut.

  2. Nazwaqika says:

    Bagus banget.buat lagi ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *