Cinta Terhalang Lautan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 19 May 2017

“Tolooong!” Sontak seisi ruangan riuh dan berhambur keluar menuju sumber suara tersebut.
“Hey bunga!, itu bunga cepat tolong dia, dia tidak bisa berenang”. Teriak Citra dengan wajah yang sangat khawatir melihat sahabatnya berusaha meraih sesuatu di tengah sungai.
“Byurrr!,” Imam yang sedari tadi acuh tak acuh tiba-tiba telah meraih bunga yang tenggelam.

Sore itu bunga dan teman-temannya menghadiri acara yang diadakan di balai desa Kunangan, para tokoh masyarakat serta kumpulan remaja masjid berkumpul bersama untuk memusyawarahkan hasil panen padi mereka. Sejak dua minggu setelah kedatangan mahasiswi semester akhir jurusan kebidanan turun ke desa mau tidak mau bunga dan teman-temannya harus hadir pada acara yang diadakan di desa tersebut.

“Bunga!, bangun bunga kamu nggak apa-apa?” Ujar Citra dengan nada cemas.
“Ukhuk, ukhuk! aku nggak apa-apa ra kamu nggak usah khawatir gitu”. Bunga berkata sambil merapikan jilbabnya yang basah kuyup.
“Nggak apa-apa gimana!, ngapain coba kamu tiba-tiba tenggelam kamu kan nggak bisa berenang?” Omel Citra.
“Hmm, eh makasih ya Imam!” ujar Bunga berkata pada sosok laki-laki yang berlalu begitu saja setelah menolong Bunga. Terselip sedikit rasa bahagia di hati Bunga yang hanya dia sendiri yang tahu artinya.
“Eh malah senyum, pertanyaan aku nggak dijawab” Cita mulai mengomel.
“Sudah, sudah ayo Citra ajak Bunga kembali ke posko dan yang lain tetap di sini” kata Pak Kades . “Yaaahhh bapak” keluh mahasiswi yang lain.

Imam Hidayat lebih sering dipanggil Imam, dia adalah salah satu anggota remaja masjid yang berpenampilan menarik, dibalik wajahnya yang menarik dia adalah sosok laki-laki yang sangat cuek dan berwibawa. Tak heran Bunga adalah salah satu perempuan yang diam-diam tertarik padanya.

“Dia selalu saja membuat orang khawatir” gumam Imam dalam hatinya seraya tersenyum tipis. Jauh di dalam hati Imam dia memiliki perasaan yang sama terhadap bunga, perempuan yang menurutnya punya kepribadian baik. Dia pun tidak tahu kenapa bisa menyukai bunga, hal itulah yang membuat Imam salah tingkah saat berhadapan dengan bunga akhir-akhir ini.

Pagi itu gotong royong di Puskesmas
“Bunga, rasanya aku betah deh lama-lama di desa ini. Warganya baik, suasananya sejuk apalagi desa ini dikelilingi sungai batanghari” Citra berkata.
“Karena suasananya atau karena… bang Ipul?”. Ejek Bunga.
“Ehhhh kok bawa-bawa ipul sih!”. elak citra malu-malu.
Ipul adalah anak pak kades yang berhasil membuat Citra jatuh cinta tapi ternyata Ipul sendiri sudah punya kekasih dan kabarnya sebentar lagi mereka akan menikah.

“Adek-adek, besok adalah hari terakhir kalian di desa ini. Bapak minta maaf jika ada salah kata atau perlakuan warga desa bapak yang tidak baik, terimakasih juga atas partisipasi serta keikut sertaan adek-adek pada acara desa Kunangan ini”.
“Sama-sama bapak kami juga minta maaf kalau selama kami disini kami banyak merepotkan bapak atau ibu sekalian” ujar Sania ketua posko.
“Kalian jangan sungkan ya untuk main-main kemari” pak kades berkata.
“tenang pak, nanti sesekali kami main ke sini. Apalagi Citra pak pasti sering main ke sini tuh, heheh” canda Lia.
Sontak semua mahasiswi pun berteriak “Huuuuuu… cie cie”.
“Apaan sih!” Wajah Citra pun memerah bak udang rebus.
Sementara itu Bunga tenggelam dalam lamunannya, hanya satu yang sedang berputar di kepalanya
“Ke mana dia?” Bunga berkata lirih, sejak kejadian itu Imam tidak lagi terlihat. Bunga sangat merindukannya.

Keesokan paginya…
“Hati-hati di jalan ya nak, jangan lupa ke sini lagi ya” ujar Ning jabin dengan penuh haru.
Ning jabin adalah ibu yang bertanggung jawab atas tempat tinggal mereka, tak heran ia pun menganggap mereka sebagai anak-anaknya.
“Dah dahhh ning jabin, jangan lupa makan ya” ujar Bunga.
Dari kejauhan tampak Imam berdiri kokoh dibalik tembok melihat bus mereka menjauh.

“Hati-hati di jalan bunga, jaga dirimu baik-baik.. lusa aku akan pergi berlayar ke laut kalimantan. Maaf aku tidak pernah menemuimu, tiga hari lalu aku ikut tes pelayaran dan hasilnya ditentukan hari ini. Yang lulus akan ditraining selama tiga bulan di laut lepas, maaf juga aku telah diam-diam merindukanmu”.
Entah rasa haru atau bahagia yang berkecamuk di hati Bunga, setelah membaca pesan singkat itu. wanita itu diam-diam meneteskan air mata. “Aku juga merindukanmu Imam” ujarnya lirih.

1 bulan berlalu tepat minggu pagi
“Bunga, bunga! ada yang mencari kamu di gerbang tuh” viona berkata.
“Nyari aku? Siapa na? Cowok atau cewek?” mata Bunga berdelik.
“Kayanya sih cowok” ujar viona.
“Cowok?” mata Bunga berputar mengingat-ingat. Tiba-tiba dia tersentak. “Mungkinkah…?”
“Oh makasih makasih viona” ujar Bunga sembari berlari terburu-buru.
Di benak Bunga selama ini hanya satu harapan yang ia pertahankan. Imam, ia Imam hidayat laki-laki yang dicintainya ia berharap suatu hari Imam kembali dan menyatakan cinta padanya.

Deg deg!! Waktu terasa terhenti, mungkin suara detak jantungnya lebih besar dari suara detik jam di tangannya, berdiri kokoh seorang laki-laki membawa setangkai bunga mawar merah kesukaannya dengan senyum sederhana dan tatapan mata yang berbinar.
Bunga tak lagi bisa berkata-kata.
“Iii ii imam…”
Imam tersenyum dan berkata “Iya ini aku, kok kamu makin kurusan sih!, pasti kamu mikirin aku terus hayo? Hehe”.
“Kapan ka…kamu pu..?” Tanya Bunga.
“Sssttt” jari imam menahan bibir Bunga yang hendak bertanya.
Dipeluknya Bunga, wanita yang ia sukai tapi ia tak pernah mengungkapkannya sembari imam berkata “aku merindukanmu bunga, aku terus memikirkanmu. Maafkan aku yang diam-diam mencintaimu” ujarnya lirih.
“Kamu tahu? Sebelum kamu mengatakan ini, aku telah lebih dulu mencintaimu”
Lagi-lagi pria itu tersenyum “ayo kita jalan-jalan” seru imam.
Hari minggu itu dihabiskan dengan canda tawa mereka berdua dari mulai makan, nonton sampai karaoke. Bunga tak menyangka kehadiran imam begitu tiba-tiba. Tapi akhirnya harapannya selama ini tak sia-sia.

Sore hari di asrama…
Tiba-tiba meraih tangan Bunga dan berkata
“Bunga… besok aku akan mulai magang untuk bulan terakhir, jaga diri kamu baik-baik ya.. rute kali ini agak menantang dan diperkirakan cuacanya agak buruk. Kamu do’akan aku ya supaya aku bisa pulang ke sini lagi dan ajak kamu jalan” ujarnya.
“Kenapa harus magang lagi? Apa nggak ada jeda waktunya” tanya Bunga.
Imam menggeleng perlahan “nggak ada sayang, kamu baik-baik ya” dikecupnya kening Bunga dengan lembut.
“Aku pergi ya” imam berkata lirih.
Bunga tak bisa berkata-kata dipeluknya pria di hadapannya itu dwngan tulus. “kamu hati-hati ya, kamu harus kembali untukku” ada tetesan air mata kecil di kelopak matanya “aku menyayangimu…”.

Hari berganti hari, satu bulan semenjak kepergian Imam tidak ada juga kabar yang bunga dapatkan, sampai suatu ketika..
“Kembali lagi pemirsa, berita hari ini terjadi badai kencang di perairan laut kalimantan yang menyebabkan salah satu kapal yang sedang berlayar terbawa angin kencang disertai hujan deras pada pulul 03.00, kabarnya tidak ada korban yang selamat dalam kejadian tersebut, korban berjumlah 20 orang yang di antaranya ada kapten, awak kapal, juga pelaut pelayaran yang sedang magang. Sampai saat ini mentri kelautan dan tim sar bekerja sama unuk mencari jasad korban yang saat ini belum juga ditemukan..”

“Buga! Bunga! Bangun bunga buka matamu” ujar Citra memeluk sahabat karibnya itu.
“Nggak kungkin ra, nggak mungkin!. Imam nggak mungkin pergi kan ra…” tangis Bunga pecah.
“Sabar ya Bunga, mungkin Imam lehih disayang Allah, ikhlaskan saja kepergiannya”…
“Imam …kenapa kamu nggak menepati janji kamu?” Suara Bunga hampir tak tersedengar. Pandangannya mulai gelap dan dia pingsan.

Selesai

Cerpen Karangan: Mentari
Facebook: mentariflowerst[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Cinta Terhalang Lautan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Ini Membunuh Ku

Oleh:
“Cinta, memang anugerah yang teramat indah. Dimana limpahan kasih sayang, perhatian, cinta kasih ku dapat setiap hari. Segala kelemahanku, kau pandang kekuatanmu tetap mencintaiku, bahkan yang paling mengerikan dariku

Whitn’t

Oleh:
Bahkan angin jauh lebih beruntung daripada aku, angin mampu mebuat dia merasakan kehadirannya, sedangkan diriku? tidak sama sekali. Sesak, itu yang kurasakan saat ini. Aku hanya bisa memandang dia

Unrequited Love

Oleh:
AUTHOR POV Kenyamanan tidur Evelyn dibangunkan oleh suara cempreng milik Kimberly Robbel, gadis berambut coklat itu terus menguncang-guncangkan tubuh Evelyn yang terbalut selimbut tebal, Evelyn menatap wajah sahabatnya itu

Cinta Yang Terpendam

Oleh:
Angin musim dingin sudah tiba dan menyelimuti kota Bandung. Angin bertiup agak kencang malam ini. Riska mengibaskan rambut panjangnya ke belakang agar tidak menghalangi pandangan sementara ia bergegas menyusuri

Merindukan Kekasih Seseorang

Oleh:
Kisah ini berawal dari seorang pelajar smp yang duduk di kelas 8. Ia bernama Anis. Ia mempunyai seorang kekasih yang bernama Afan. Afan adalah pelajar smp yang masih duduk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *