Dalam Dua Bulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 11 January 2018

Tampak seorang mahasiswi tengah berhenti berjalan, menerima telepon. Beberapa lama kemudian, ia menutup telepon tersebut. Wajahnya terlihat bingung. Rupanya, yang barusan menelepon adalah ibunya. Ibunya memberitahu bahwa beliau sedang membutuhkan uang yang lumayan banyak untuk membayar hutang. Mahasiswi itu bingung harus mencari uang ke mana. Ia melanjutkan langkahnya memasuki area kampus.

Sesampainya di kampus, tampak seorang mahasiswa tengah berbicara dengan mamanya. Mahasiswa itu bernama Alleno. Dengan terpaksa hari ini Alleno pergi ke kampus dengan diantar oleh mamanya. Sebab selain mamanya yang memaksa, kebetulan mobil Alleno sedang berada di bengkel.

“Ma, Alleno itu udah gede. Lagian, lulus kuliah aja belum”.
“Alleno. Mama itu semakin tua. Mama cuma ingin lihat kamu menikah. Kamu memang belum lulus kuliah, tapi kamu kan udah semester akhir. Kalau kamu enggak mau mama jodohin, kamu kenalin pacar kamu ke mama sekarang!”.
“Tapi ma…”.
“Ya udah, kalau kamu enggak ngenalin pacar kamu ke mama, berarti kamu mau dijodohin”.

Alleno celingak-celinguk. Hingga seorang mahasiswi tadi, lewat di dekat Alleno. “Nah, ini dia ma pacar Alleno. Namanya Hanggia.” ucap Alleno tiba-tiba menarik mahasiswi bernama Hanggia tersebut dan merangkulnya. Hanggia terlihat bingung dibuatnya.
“Apaan sih lo…” ucap Hanggia. Alleno menginjak kaki Hanggia dan pura-pura tersenyum pada mamanya.
“Oh, jadi ini pacar kamu? Perkenalkan, tante Vita mamanya Alleno”. Dengan ragu Hanggia menerima jabatan tangan mama Alleno dan memperkenalkan dirinya.

Tak lama kemudian, mama Alleno pun pergi. Segera Hanggia mempertanyakan apa maksud Alleno. Alleno pun menjelaskannya. Hanggia menolak mentah-mentah permintaan Alleno untuk menjadi pacar pura-puranya. Hingga saat Hanggia melangkah…
“Gue bakal bayar berapapun lo minta.” ucapan Alleno membuat Hanggia kembali, mengingat ia sedang membutuhkan uang.

“10.000.000. Selama 2 bulan. Deal?”.
“Lo mau meras gue? 10.000.000, 2 bulan?”.
“Ya, terserah lo. Gue rasa, waktu 2 bulan udah cukup”.
“Ok, deal”.

Semenjak hari itu, mereka sepakat pura-pura pacaran di depan mama Alleno selama 2 bulan. Mama Alleno tampak begitu senang dengan Hanggia. Dalam waktu dekat saja, mereka sudah sangat akrab. Begitupun dengan hubungannya bersama Alleno yang kian dekat. Namun lama-kelamaan, Hanggia merasa bersalah pada mama Alleno, sebab telah membohonginya.

Satu bulan lebih telah berlalu. Tampak Hanggia tengah berjalan dengan membawa tas dan beberapa buku di tangannya. Alleno melihatnya dan menghampirinya dari kejauhan. Tiba-tiba, kepala Hanggia terasa pusing sekali. Entahlah. Akhir-akhir ini, Hanggia sering merasa lemas dan pusing. Wajahnya juga begitu pucat. Kaki berhenti melangkah, tangan kirinya memegangi kepalanya. Sedangkan mata, berusaha untuk tidak terpejam. Alleno membantunya agar Hanggia tak terjatuh. Sempat Alleno berencana untuk membawa Hanggia ke rumah sakit, namun Hanggia menolaknya. Alleno hanya mengantarkan Hanggia pulang ke kostnya.

Malam ini adalah malam Minggu. Hanggia memang ada janji dengan Alleno untuk nonton. Alleno yang mengajaknya, sebab terlalu suntuk di rumah. Hanggia yang tampak di kepalanya telah dipakaikan sebuah topi rajutan berwarna putih serempak dengan bajunya, kini telah sampai di gedung bioskop bersama Alleno. Sambil berjalan, mereka mengobrol.
“Al, kayaknya lo harus buruan ngomong ke nyokap lo tentang yang sebenarnya. Gue capek. Gue takut nyokap lo bakal kecewa lebih dalam lagi kalo lo enggak buru-buru kasih tahu. Waktu kesepakatan kita bentar lagi mau habis. Nyokap lo orang yang baik Al. Gue yakin, dia cuma pengen yang terbaik buat lo.” terang Hanggia dengan bibir yang masih tampak pucat.

Saat sedang menonton bioskop, film yang ditonton adalah film horor. Entah mengapa. Hanggia tampak lumayan takut melihatnya. Sedangkan Alleno begitu asyik memakan popcorn di tangannya. Tiba-tiba, Hanggia memeluk Alleno dengan menjerit dan memejamkan mata. Alleno, hanya terdiam menatapnya. Hanggiapun balik menatap setelah membuka matanya. Adegan saling tatap itu berlangsung beberapa detik. Kemudian, Hanggia melepas pelukannya dan berhenti menatapnya, begitupun dengan Alleno. Hanggia sadar akan perbuatannya, juga akan perasaannya terhadap Alleno.

Beberapa hari kemudian, tampak Hanggia baru saja ke luar dari toko buku dengan membawa sebuah buku di tangannya. Tiba-tiba, mama Alleno mendatanginya dengan menaiki mobil. Mama Alleno marah-marah terhadap Hanggia. Rupanya, Alleno telah memberitahu mengenai sandiwara mereka. Mama Alleno benar-benar kecewa sampai ia mendorong Hanggia hingga terjatuh. Ia juga menyuruh Hanggia untuk menjauhi Alleno, lalu ia pergi meninggalkan Hanggia. Hanggia menangis, ia berusaha bangkit untuk mengejar mama Alleno. Namun, pusing itu melandanya. Hanggia kembali terjatuh tak sadarkan diri bersama buku yang ada di tangannya itu. Buku mengenai kanker. Tampak beberapa warga segera mengerubunginya.

Semenjak hari itu, Hanggia tak pernah lagi muncul di hadapan Alleno. Bahkan Hanggia juga sudah lumayan lama tak terlihat di kampus. Alleno mencari-cari keberadaan Hanggia. Ia mendatangi kos-kosan Hanggia. Rupanya, Hanggia telah pulang ke Palembang sejak beberapa hari yang lalu. Alleno meminta alamat rumah Hanggia pada teman satu kost Hanggia, ia akan menyusulnya.

Hari ini, adalah tepat 2 bulan kesepakatan yang terjadi antara Alleno dan Hanggia. Kini, Alleno telah sampai di alamat rumah Hanggia. Alleno mengetuk pintu rumah itu. Keluarlah seorang wanita yang rupanya adalah ibu Hanggia. Ibu Hanggia membawa Alleno ke halaman belakang. Tampak seorang perempuan tengah berdiam diri di kursi roda membelakangi mereka. Hanggia. Ibu Hanggia menangis. Hanggia divonis penyakit kanker otak oleh dokter sejak beberapa bulan yang lalu. Dan penyakit mematikan itu pulalah yang membuat Hanggia sekarang seperti ini, hanya bisa berdiam diri di kursi roda. Ibu Hanggia meninggalkan Alleno. Alleno menghampiri Hanggia. Wajah Hanggia semakin pucat. Ia tak heran melihat Alleno. Alleno menyamai tinggi Hanggia.

“Nggi, kenapa kamu enggak pernah cerita soal ini?”.
“Aku minta maaf, karena menghilang tanpa kabar. Sampaikan maafku juga pada tante Vita. Hari ini adalah tepat 2 bulan kesepakatan itu. Aku senang, pada akhirnya kamu jujur pada tante Vita. Tapi aku capek Al. Aku udah berusaha bertahan. Sebelum aku pergi jauh, aku mau bilang kalo aku cinta sama kamu.” ucap Hanggia menatap Alleno.
“Kamu ngomong apa sih Nggi? Aku juga cinta sama kamu. Tapi aku enggak mau kamu pergi ninggalin aku.”. Hanggia tersenyum.
“Al, sampai jumpa… di surga.” Hanggia meneteskan air mata bersamaan dengan tertutupnya kedua matanya. Tubuhnya lemas seketika. Sama sekali tak ada nafas. Alleno menangis sejadi-jadinya.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Elfa Puspita

Cerpen Dalam Dua Bulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Harus Memiliki

Oleh:
“Empek-empek ageetttttt…” suara merdu itu yang kurindukan setelah 4 tahun lamanya aku tak mendengar suara itu. Selalu terlintas dalam pikiranku dan menemaniku sepanjang perjalanan pulangku. Bahkan sesekali aku menyanyikan

I Miss You

Oleh:
“I always in your heart. I never go from beside you.” Seorang perempuan cantik berjalan di lorong rumah sakit yang dipenuhi dengan pasien. Sudah beberapa tahun dia bekerja di

Ikhlaskan, Lepaskan

Oleh:
Awal saya mengenalnya pada saat masa zaman sekolah dulu. Teman saya memperlihatkan fotonya yang dimana pada saat itu sedang booming tentang artis korea. Saat itu saya tidak merespon, dan

Help Me Go Away, Is

Oleh:
“Salahkah bila aku masih mencintaimu?” Untuk hati yang pernah singgah di hidupku, Aku masih ingat betul bagaimana awal pertemuan kita dulu. Cukup sederhana walau aku telah lupa alur ceritanya.

Titik Noda

Oleh:
Sampai saat ini, hidupku masih begini saja. Berteman sepi dan air mata, namun aku bersyukur akan hadirnya hujan. Karena dia menutupi kesedihanku yang berkepanjangan ini dari orang-orang. Lelah kaki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Dalam Dua Bulan”

  1. nur aeni says:

    assalamu’alaikum, ka aku izin shere cerpenmu ke wa yah ka save no wa ku please..
    097803714672
    bagus kak cerpenmu

  2. dinbel says:

    Mengharukan ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *