Dalam Lamunku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Rohani
Lolos moderasi pada: 26 February 2014

Saat ini aku terdiam dan terpaku, tak tau apa yang harus aku lakukan.. Saat itu ketika aku berkata nafas dan hidupku adalah kamu dan aku bisa mati tanpa kamu.. Itu berarti aku bohong karena sejak kamu meninggalkan aku dan sampai saat ini aku masih bisa bertahan, kalau kamu bilang kamu akan hidup selamanya hanya dengan aku, itu berarti kamu bohong karena nyatanya kamu telah pergi meninggalkan ku, itulah manusia.. Tak bisa mempertanggungjawabkan ucapanya.

Dalam lamun ku..
Tuhan berkata pada ku “apakah yang kamu inginkan”
Aku menjawab “ya, tuhan bisakah kau kirim aku bersamanya”
Tuhan mengatakan “tidak”
Lalu aku meminta kembali “sesungguhnya kau lah yang menciptakan aku, dan sesungguhnya pula kau lah yang berhak atas diriku.. Bisakah kau mengambil aku sekarang..”
Tuhan menjawab “kalaupun aku mengambil engkau apakah kau yakin kalian akan bersama”
Dan aku menjawab “sesungguhnya engkau lah yang maha tahu, kau pula yang menetapkan takdir ku, jikalau kami tidak bertemu.. Setidaknya aku tidak hidup sendiri di sini..”
Aku tahu tuhan lebih dari segalanya dan ia tahu semua tentang aku pasti dia akan menjawab
“tahu kah kau akan aku?, kau tahu aku berhak atas dirimu.. Lalu mengapa kau ragu pada ku? Aku lah yang menetapkan takdir mu, jangan lah kau takut sendirian!!”
Aku pun menjawab “ya, kau tahu semua tentang diri ku, tentu kau tau pula betapa besar cintaku padanya, sehinga ku tak rela kehilangannya..”
Lalu tuhan berkata “manusia tak ada hak atas manusia lainnya.. Apakah yang kau lakukan itu benar?”
Aku menjawab “apakah salah aku mencintainya? Kau lah yang menciptakan rasa ini?”
Tuhan menjawab “aku tidak menciptakannya tapi aku menciptakan hati dan fikiran.. Kau lah manusia yang mengada-adakannya!!!”
Aku berkata “lalu apakah yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menunggu satu persatu lembaran takdirku kau buka..”
Tuhan menjawab “yakin lah dan percayalah pada ku, maka semua yang kau inginkan akan kau dapatkan.. Dan jangan lah kau takut sendirian karena aku tidak akan membiarkan umatku sendirian”
Lalu aku berkata “aku yakin dan percaya tuhan ada dalam ku”

Nb: manusia tak ada hak atas manusia lainnya, dan tuhan tidak menciptakan cinta tetapi tuhan menciptakan hati dan fikiran.

Cerpen Karangan: Hana Betaria Manik

Cerpen Dalam Lamunku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dua Sudut Pandang

Oleh:
– Rani Tak butuh waktu lama untuk mencintaimu. Dan membencimu, aaarrhh, butuh waktu seumur hidup untuk melakukannya. Sekarang aku sedang berada di titik terberat hidupku. Harus membenci seseorang yang

Tolong Sudahi Rasa Sakit Ini

Oleh:
Kamu sudah terlalu lama mengendap di sini, di hati ini, dan aku tak tahu berapa lama lagi kamu akan terus mengendap. Bukannya tak mampu tuk mencari penggantimu tetapi saat

Hingga Napas Ini Habis

Oleh:
“Kita pernah coba hempas, kita pernah coba lawan, kita pernah coba melupakan rasa yang menghadang. Kau bilang perbedaan ini bagaikan jurang pemisah maka biarkan aku menyeberang dan coba berjuang.

Penyambut Pagi Cerahku

Oleh:
Alma menutup kitab suci Al-Qur’an, pertanda ia sudah selesai membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang indah. Itu adalah kegiatan rutin pagi hari setelah Shalat Shubuh. Almarhum Abinya-lah yang telah mengajarkan kebiasaan

Burung Harapan (Part 2)

Oleh:
“DITAAA…” teriak dari balik pintu “Woy Dita bangun” teriaknya lagi “Cekrek” suara seseorang membuka pintu kamarku “Woy bangun, lo gak mati kan?” Sambil mengguncang guncangkan tubuhku. Kupaksakan membuka mata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dalam Lamunku”

  1. sabariah says:

    mau coment dikit kak,,
    maaf sebelum nya,,,
    diatas kan ada percakapan antara Tuhan dngan hambanya,,,setahu saya sebaiknya kan pakek kata hamba bukan ummat,,,
    ummat untuk nabi biasanya,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *