Dandelion Garden

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Entah sudah berapa lama aku duduk diam tanpa kata di sini, Menatap peri peri kecil yang menari kian ingatkan aku pada senyum gadis yang amat aku rindukan. Kau begitu juga kan.
Sheril, sudah berapa lama kau tak di sini bersamaku, menyambangi Dandelion-dandelion yang menjadi kenangan kita. kau ingat? dulu kau berjanji akan selalu bersamaku kemari.
Dulu? Dulu? sangat mudah mengatakan dulu. tapi nyatanya Aku kembali menangis saat ingat flashback itu.

“Selamat ulang tahun, Adnan” Suara di belakangku cukup membuat kaget setengah mati.
“Sheril” desisku. lagi lagi aku menangis, tak peduli dengan kodratku sebagai lelaki yang jelas aku bahagia Juga sedih akan hal ini. yah, walau terlihat cengeng di depan wanita yang aku cintai ini.
“Benarkah ini kau? Bukankah kau sudah..” Aku tercekat. Iya benar, sheril sudah tiada 3 hari yang lalu karena kanker otak lalu yang duduk di sampingku ini..? Arwahnya kah?
Kulihat sheril tersenyum, senyumnya masih semanis dulu walau tak bosan aku lihat dari bibirnya yang pucat.
“iya adnan, Aku hanya ingin menyampaikan satu hal sebelum 40 hariku, Aku mencintaimu bukan sebatas persahabatan yang telah kita bina selama 5 tahun tapi lebih dari itu” ungkapan sheril semakin membuatku shock. jadi selama ini kami saling cinta tapi cinta yang bisu. sheril tertawa pelan.
“Dan ini pintaku, Lupakan dandelion ini jika harus aku melihatmu menangis seperti anak kecil, Adnan. Aku sudah tiada, Kuburlah kesedihanmu tentangku”
“Kau memang sudah pergi dari sini, sheril. Tapi kau tetap ada di hatiku Wajahmu, senyummu, nasihatmu, Juga tingkah konyolmu semuanya terpatri jelas di memori. tidak akan aku biarkan dandelion garden yang kita sebet begitu menjadi terbengkalai karena pemiliknya ikut layu” Suaraku parau, separau gagak.
“Kalau begitu bisa kau katakan bagaimana perasaanmu?”.

Angin bertiup semilir, Aku termangu tatapan kosong di depan dengan tangan yang asyik memutar tangkai dandelion sedang dia menari seakan membawa puing hatiku yang terkoyak.

“Adnan?” Suara itu bukan suara sheril, Aku menoleh ke belakang.
farel, temanku. “Sudah kuduga Pasti kau di sini” lanjutnya lagi. Kedatangan farel membuatku sadar sheril entah sudah pergi ke mana.
“Aku melihatmu dari jauh kau melamun dari tadi, Kau memikirkan sheril? Kau juga mencintainya bukan” Ucapan itu membuatku semakin terpuruk.
“Sudahlah tak perlu kau tau itu. Ayo” ajakku, huff untung saja farel tak bertanya lebih dan langsung berjalan di sampingku.

Sesaat kemudian aku menoleh ke belakang menatap hamparan dandelion garden favorit aku dan sheril.
‘Aku juga mencintaimu, sheril. amat amat merindukanmu’. Akuku dalam hati.
“Selamat ulang tahun adnan, Kembalilah ke mari jika kau merindukanku” suara itu kembali berbisik.

The end

Cerpen Karangan: Shanti
Facebook: Shanti.ias[-at-]facebook.com

Cerpen Dandelion Garden merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sedikit Waktu

Oleh:
Kupandang langit penuh kabut yang menghantarkanku dalam kegelisahan. Bertanya pada embun, mengapa dia berubah? Gadis itu melangkahkan kakinya tergesa-gesa ia berusaha mengejar seseorang yang berada jauh di depannya. Dengan

Help Me Go Away, Is

Oleh:
“Salahkah bila aku masih mencintaimu?” Untuk hati yang pernah singgah di hidupku, Aku masih ingat betul bagaimana awal pertemuan kita dulu. Cukup sederhana walau aku telah lupa alur ceritanya.

Pesan Terakhir

Oleh:
Buat Sahabatku… mungkin ini surat terakhir buatmu. Aku berharap ditemukan olehmu di saat aku masih bernafas. Aku hanya bisa mengutarakan perasaanku lewat surat ini. Bertahun-tahun perasaan ini ku pendam,

Cinta Tapi Beda

Oleh:
Entah mengapa bayangan akan sosok lelaki yang beberapa waktu lalu tidak sengaja ku temui itu, kini terus terbayang di benakku. Sosok lelaki dengan perawakan tinggi besar, putih, serta tatapan

Senja Yang Menghilang

Oleh:
Salah satu hal yang selalu kau antisipasi dalam hidup adalah tidak lain kau berubah pikiran oleh karena terpengaruh orang lain, dan sepertinya itu amat berlaku untuk berbagai hal yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *