Demi Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 21 October 2013

“Biarlah masa lalu pergi seiring berjalannya waktu. Jika kamu masih menangisinya kamu tak akan pernah bisa berikan yang terbaik tuk dapat masa depan yang baik” Ucapnya menatap gadis cantik yang terus saja menangis. Sya? Syarly nama panggilannya
“Ham, Melupakannya gak segampang apa yang diucapkan. Aku sudah berusaha melupakannya tapi semuanya nihil gak ada gunanya” Ucap Syarly tersedu-sedu, tangan ilham bergerak menyentuh pipi syarly untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi syarly
“Untuk apa kamu menangisinya yang sudah membuatmu terluka. Sya Bisma itu gak cinta gak sayang sama kamu buktinya dia tega bikin kamu kaya gini”

FLASHBACK
“kamu harus pilih salah satu di antara kita bis” syarly, Bisma diam menatap kedua gadis di depannya itu
“sya gua cinta lo tapi gua sayang dia. Gua gak bisa pilih salah satu di antara kalian” ucap bisma menundukkan kepalanya
“Lo gak bisa cintai dua orang sekaligus bis”
“Lo pilih dia atau gua” kesal perempuan di samping syarlya
“gua pilih Clara. Maaf Sya” ucap Bisma
“Mungkin terlalu besar jika aku berharap selalu bersamamu mungkin juga terlalu besar jika aku berharap kamu selalu ada bersamaku dan aku hanya bisa berharap kamu bahagia dengan atau tanpa aku bersamamu” Syarly mengenggam kedua tangan bisma dan berlalu dengan air mata yang mengalir deras di pipinya
FLASHBLACK OFF

“sudah satu bulan kamu menangisinya apa kamu gak cape? apa kamu tak ingin mencari penggantinya” tanyanya bertubi-tubi
“gak ada yang mau sama aku ham”
“ada kok, yang sedang berbicara sama kamu juga mau menjadi kekasihmu” Ilham tersenyum, Syarly menatap ilham dengan tatapan terkejutnya
“Really? Tangkep aku dulu baru aku jawab” Syarly berlari menjauh dari Ilham, Ilham bangun dari duduknya dan mengejar syarly
“HH ayo tangkap” Teriak syarly menenggok ke belakang tanpa memperhatikan jalan akhirnya
BRUK!
syarly bertabrakan dengan pemuda, Semua isi tasnya berserakan di lantai Ya memang tadi syarly berlari membawa tas di tangan kirinya
“Sya lo gak papa kan?” ucap ilham membantu syarly berdiri. Syarly hanya menggelengkan kepalanya
“sorry gua gak sengaja bis” Good~ Yang bertabrakan dengan syarly adalah bisma mantan kekasihnya
“woles, Nih tas loh” Bisma memberikan tas syarly yang sempat dia bereskan tadi. Syarly mengucapkan terimakasih dan menarik tangan ilham untuk menjauh dari tempat itu. Bisma menundukan kepalanya matanya menangkap benda di bawah kakinya
“obat siapa ini? apa ini obatnya syarly? apa selama ini dia sakit?” lirih bisma mengambil botol-botol berisikan obat yang berbeda

Sudah satu minggu syarly tak terlihat di sekolahan hal ini membuat ilham mengkhawatirkannya. Sudah berkali-kali ilham menelefonnya namun nomornya tidak aktif. Ilham berencana untuk mengunjungi rumah syarly. Betapa terejutnya ilham saat melihat syarly yang menggunakan beberapa alat pernafasan dan peralatan rumah sakit lainnya yang menempel di tubuhnya
“Sya kenapa kamu sembunyiin semuanya dari aku?” Ucap Ilham mengenggam erat telapak tangan syarly
“Kamu sudah tau? Maaf ham bukannya aku menyembunyikan tapi aku tak ingin melihat kalian sedih karena aku. Ham mungkin umurku sampai disini aku cuma mau ngucapin makasih karena kamu aku bisa melupakannya”
“Sya kamu gak boleh ngomong gitu, Percaya pasti kamu sembuh”
“kanker hati yang aku alami ini sudah sangat parah dan harus melakukan pencangkokan organ hati sampai saat ini belum ada yang mau mendonorkannya ham” Syarly meneteskan air matanya. Ilham pergi dan menancapkan gas menuju rumah sakit mau apa dia? entahlah

“dok berikan organ hati aku buat syarly putri aloa”
“tapi…” ucap dokter itu menggantungkan ucapannya
“saya gak apa apa dong asalkan orang yang saya cintai bisa menikmati hidup lebih lama”
dokter itu mengangguk dan langsung menghubungi keluarga syarly

2 bulan kemudian…
Seorang gadis berbaju hitam tampak duduk di samping sebuah makam. Ia menabur bunga dan menyiram air ke seluruh permukaan makam
“Terimakasih untuk hadiah yang kamu berikan bukan hanya organ tubuh yang kau donorkan lebih dari itu kamu sudah memberiku kehidupan bahkan kamu mencintaiku sampai akhir hidupmu. Semoga kamu bahagia
di surga” Ucapnya membasuh nisan pulam itu. Ia berjalan menjauhi makam. Menuju sebuah mobil yang terpakir di pintu gerbang pemakaman. Seorang pemuda tersenyum menyambutnya

“aku berikan sebagian organ tubuhku untukmu, Jaga baik-baik aku sayang kamu maaf aku telah menyakiti beberapa waktu lalu” Syarly membaca surat dari Bisma. Syarly Mengenang detik-detik menegangkan di rumah sakit ketika Ia memerlukan donor organ. Tak disangka Dokter mengakabarinya dan mengatakan ingin menjalankan wasiat bisma. Dalam pesan terakhirnya Ia ingin meminta maaf karena telah membuat syarly sakit hati Ia juga mengakui bahwa Ia menyukai Syarly. Syarly mengusap ujung matanya yang mulai berair saat meningat kejadian itu Ilham Tersenyum dan Menarik pingang ramping syarly. Syarly menyandarkan kepalanya di bahu ilham. Mereka menatap sinar senja yang mulai tenggelam itu.

Cerpen Karangan: Maulidiah Nur Aliyah
Facebook: Alieya ithu maulidiah part II
Aku Berasal dari Brebes, Jawa Tengah . Cita-citaku menjadi Author terkenal doain ya teman-teman 🙂

Cerpen Demi Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Marwa, Aku Tidak Ingin Melihat Karma

Oleh:
Mengapa sekarang kau berubah Marwa? Apa kau sudah tidak ingin melanjutkan semua yang telah kita rancang bersama? Kita telah sepakat untuk tetap berjalan beriringan. Tetap berada dalam batasan-batasan, tetap

Aku Rela

Oleh:
“Assalamualaikum, Indah kamu lagi ngapain sekarang, lagi santai nggak?” “Waalaikum salam, enggak kok, enggak ngapa ngapain, emang ada apa sih?” “Aku mau ke rumah kamu ya sekarang, aku mau

Masih Di Sini Menunggumu

Oleh:
Malam ini, aku duduk di atas batu di depan rumahku sambil menatap bintang-bintang dan rembulan, mengharapkan kau berada di sini menemanikuaku begitu bodoh. Menunggu cinta yang tak pasti, cintanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *