Di Atas Langit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 18 February 2015

Debu bertebaran, tak kasat mata tetapi dapat dirasakan. Terbang, menyatu bersama angin kering dan pusara siang yang terik. Pohon di sepanjang jalan yang tak terurus tetapi bertahan hidup di tengah kepelikan duniawi. Mengguncang bagai laras pistol yang hendak ditembakkan.

Di ujung bangku taman seseorang duduk. Tak menghiraukan udara yang kotor dan berpolusi diserap oleh paru-parunya dan merusak kesehatan. Di belakangnya, seseorang berdiri mengawasi gerakannya. Sesekali memandang ke jalan, berharap agar tiada yang tahu apa yang mereka lakukan di sana.

“Aku tidak tahan. Katakanlah apa maumu, Anna,” pinta orang yang berdiri. Suaranya serak dan berdesis.

Anna, gadis itu, merenung. Matanya lurus ke arah jalan, masuk lebih jauh menjelajahi apa yang ada di balik gedung-gedung bertingkat dan menembus semuanya; jika memang bisa, dia ingin melakukannya. Tetapi dia hanya manusia biasa, rapuh dan nyata. Kenyataan yang dihadapkan padanya tidak seindah mimpi-mimpi anak kecil yang belum mengenal dunia. Dia, orang yang memahami kehidupannya atas kesalahan yang telah diperbuat.

Tetapi dia menyerah pada takdir, berusaha untuk mengubah nasib, atau mengubah apapun yang bisa diubahnya; dalam hidup ini.

“Kau ingat hari ini, bukan?” suaranya, sebaliknya dengan pria di belakangnya, sangat tenang dan merdu. Mirip kicau indah burung nuri. Karena pria itu tidak menjawab, dia meneruskan, “Dewa angin membawa kebencian keluar dari daerah ini, karena itu hawa yang kau rasakan sangat berat dan keras. Sabarlah, Daniel, sebentar lagi sang dewa akan membersihkan angin di sini.”

“Aku tidak tertarik,” kata Daniel meringis, memutar bola matanya dengan sikap malas. “Dewa ilusimu itu tidak akan membantu di saat tersulit sekalipun. Anna, di mana letak keyakinanmu?”

Gadis itu tidak bergerak. Tubuhnya mendobrak untuk menampar pria itu, tetapi hati nuraninya tetap tak mampu. Sepedas apa pun perkataan Daniel, dia tidak bisa menyakiti pria yang pernah menolongnya dalam keadaan sesulit apapun. Daniel-lah dewanya.

“Keyakinanku terbentuk setiap aku bergerak, bernapas dan berbicara, juga berpikir,” kata Anna singkat. Ia menengadah ke atas, melihat wajah pria yang mengisi hatinya selama bertahun-tahun. Mata mereka beradu. Goresan luka tersirat di antara kedua mata itu, namun tak ada yang berani membuka percakapan.

Angin menderu-deru, semakin kencang dan bengis. Mendukung tragedi yang terjadi pada keduanya.

Daniel menggeleng. “Anna, kita tidak bisa. Kita berbeda, sangat berbeda.”

Anna tak bergerak. Sekuat tenaga menahan air yang hendak keluar dari pelupuk matanya. “Kita memang berbeda, Daniel. Tapi… mungkinkah di atas langit sana, kita akan menjadi insan yang sama dan bisa bersama selamanya?”

Cerpen Karangan: Lunariel

Cerpen Di Atas Langit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cukupkah Kata Maafku ini?

Oleh:
“karena kamu yang aku tunggu..” kata itu menjadi kata yang paling berkesan yang pernah aku dengar. Bisa dibayangkan bagaimana tersanjungnya hati seorang cewek kalau dapet pujian seperti itu dari

Dua Doa

Oleh:
“Kau lah wanita yang selama ini ku cari dalam hidupku, kau yang kembalikan iman dalam dada ini, hati ini ingin memilihmu namun apalah daya jika kesempatan itu tiada” kata-kata

Ketika Cinta Datang dan Pergi

Oleh:
Cinta adalah sebuah anugerah dari tuhan, maka dari itu kita dituntut untuk menjaga cinta kita. Sudah sekian lama gua mengabdi sebagai pencari cinta dengan warna tinta yang tak pernah

Melody (Part 1)

Oleh:
Angin berhembus dengan santainya dan menghampiriku di dalam ruang musik ini. Aku menghirup nafas dalam dalam menikmati angin ini. Aku duduk di depan piano usangku. “Aku suka piano” gumamku.

Tak Akan Pernah Sama

Oleh:
Bulan ke-4 aku bersekolah di sini, di SMP baruku. Aku baru saja lulus dari SD dan sekarang berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namaku Amita Rahmawati, murid baru SMP.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *