Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 13 August 2015

Aku masih mematung di sini bagaikan sebuah batu yang tak bernyawa. Semua rasa itu seakan mati tanpa tahu apakah akan bisa hidup kembali. Yaaa.. itulah perasaanku saat ini tanpa aku sendiri tahu kapan rasa itu akan kembali seperti sebelumnya. Bagaimana tidak selama ini aku selalu berusaha menjadi wanita sempurna hanya untuk seseorang yang sangat penting dalam kehidupanku, meski sebenarnya aku tak mampu namun semua itu sama sekali tak aku hiraukan.

Bahkan bukan hanya diriku sendiri yang aku korbankan tapi juga keluargaku. Sakit dan tersiksa itulah yang aku rasakan setiap harinya. Namun semua itu sama sekali tak aku hiraukan karena besarnya rasa cintaku untuknya. Meski aku bisa tersenyum di hadapannya sebenarnya hatiku menangis karena ketidak berdayaanku itu. Dengan harapan dia bisa melihatku bukan hanya dengan matanya namun juga dengan hatinya.

Bisa hidup bersamanya adalah keinginan terbesar dalam hidupku. Hingga suatu ketika impian itu pun terwujud. Namun semua itu justru bukan awal dari kebahagiaanku, bagaimana tidak selama ini aku telah mengorbankan segalanya dan ternyata semua itu sia-sia. Orang yang selama ini selalu aku banggakan ternyata adalah seseorang yang sangat kejam, bagaimana tidak dia memberiku sebuah kesakitan.

“Selingkuh!” itulah yang telah dia lakukan dan hebatnya dia berhasil menyembunyikan ini semua dariku, hingga suatu saat aku mengetahui bahwa dia telah memiliki anak dengan selingkuhannya.

Bagaikan petir menyambar tubuhku saat aku mengetahui semua itu. Semenjak saat itu semua rasa sayang dan cinta telah berubah menjadi sebuah rasa “Benci”. Dan hanya kata “Move On” yang jadi harapanku kini.

Sepenggal kisah yang sangat menyakitkan namun dari semua itu aku bisa belajar bahwa semua harapan dan angan tak selamanya indah bila telah menjadi kenyataan. Dan sekuat apapun kita mempertahankan seseorang yang kita cintai, tapi bila Tuhan berkata lain semua tak akan pernah abadi.

Cerpen Karangan: Putri Sekarsari
Facebook: Putri Sekarsari

Cerpen Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tidak Berani Mengungkap Kenyataan

Oleh:
Aku dan Harry sudah bersahabat selama setengah tahun. Sejak pertama kali aku ketemu dia, aku merasa hari-hariku terasa lebih ringan. Aku masih ingat waktu itu adalah hari pertamanya sebagai

Menyesal

Oleh:
Ini adalah hari Senin, dan aku sangat membencinya. Karena hari Senin itu ribet. Ada upacara segala lagi dan aku paling benci dengan yang satu ini. Tapi mau gimana lagi

Hujan

Oleh:
Aku berjalan sambil menutup mataku, menerobos derasnya hujan malam ini. Sebentar saja tubuhku sudah basah kuyup karenanya, tapi aku tak mempedulikan itu. Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku, hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *