Diary Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 13 December 2013

“Yudha, ini ada titipan dari Dian” ucap bundaku sembari memberi sebuah buku berbentuk love pada Yudha. Yudha menerima buku itu dan membukanya perlahan lalu membacanya

Dear, diary…
Aku menulis diary ini dengan penuh cinta dan kasih. Goresan pena ini aku tulis dengan tinta hitam sebuah pena dan tertulis dari dalam hati.
Rasa sakit ini bisa aku tahan, namun aku tak bisa menahan suatu perasaan ini. Aku tak sanggup mengungkapkannya lewat kata-kata aku hanya bisa mengungkapkannya lewat tulisan ini. Aku tau aku tak pantas dan lebih baik aku pendam perasaan ini sendiri.
Mungkin aku memang bodoh dan terlalu berharap akan kehadiran sesosok pria yang sempurna. Aditya Yudha. Mungkin aku terlalu banyak bermimpi mengharapkan hati seorang dokter yang merawatku setiap hari.
Setiap aku berada di sampingnya aku merasa nyaman, dan ada getaran berbeda yang ada dalam hatiku. Dan aku merasakan bahwa ini adalah sebuah cinta. Sebuah Cinta pertama sekaligus cinta terakhir bagiku. Entah bagimu.
Terima kasih kau telah hadir dalam hidupku. Mengajariku untuk mengetahui apa arti cinta itu. Cinta di penghujung hayatku.
Dan untuk terakhir kalinya sebelum aku memejamkan mataku, aku ingin menuliskan bahwa aku “I Very Love You”
Aku tak mengharapkan lagi akan cintaku terbalas olehmu atau tidak. Jika cintaku terbalas, aku mengucapkan terima kasih dan aku harap cinta itu mempertemukan kita kembali di alam kedua. Jika tidak aku harap kau menemukan cinta yang lebih indah daripada yang aku temukan.
Untuk yang terakhir kalinya aku ucapkan sekali lagi “I Very Love You”

Dengan penuh cinta,
Dian Aurora Khrisnamurty

Air mata Yudha menetes terjun ke bawah dari pelupuk matanya. Ia menutup buku itu dan memeluknya hangat.
“Dian, maafkan aku, aku tak dapat membantumu lebih dari ini” Telapak tangan bundaku mendarat di bahu Yudha berusaha menenangkan.
“Yudha sudah, tak usah disesali lagi. Ini sudah jalan takdirnya harus berakhir seperti ini. Kamu sudah berusaha yang terbaik untuknya. Ikhlaskan kepergiannya” Yudha memegang wajahku yang sudah pucat kaku dan mendekatkan bibirnya ke keningku. Ia mengecup keningku hangat dan buliran air mata itu terjatuh di wajahku.
“Dian, I very love you too forever. Dan aku yakin kita akan bertemu kembali di alam kedua”

THE END

Cerpen Karangan: Diana Kusuma Astuti
Facebook: Diana Kusuma Nuradlani

Cerpen Diary Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dandelion

Oleh:
“Sadarkah kau, kita tak akan bisa bersama…” “Aku benci takdir…” “Tapi, kalau bukan karena takdir kita tak akan bisa bersama…” “Lebih baik tak mengenal jika harus sesakit ini…” “Kau

Peri Cintaku

Oleh:
Akhirnya sampai juga, batinku. Dalam perjalanan tadi sungguh menyebalkan. Seperti biasa, di tengah senja jalanan ibu kota pasti ramai dipadati pengunjung. Pengunjungnya bukan sembarang pengunjung, tapi pengunjung yang antri

Membuang Hati

Oleh:
Bisakah aku memohon kepada Tuhan agar kita bisa bersama? Bisakah kita menjalani cinta ini tanpa adanya sebuah penghalang? Bisakah kata ‘seandainya’ yang kini kita dambakan terwujud? Tapi inilah takdir,

Rinai Hujan

Oleh:
Cahaya pagi menyinari kota dengan terangnya, langit begitu cerah dan sangat biru, mungin yang ada di pikiran zul remaja laki laki yang duduk di bangku kelas 11 sekolah menengah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *